Diserempet Truk, Penumpang Becak Bermontor di Rembang Tewas 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang penumpang becak motor tewas setelah becak motor yang ditumpanginya diserempet truk dari belakang, di jalan masuk Desa Menoro, Kecamatan Sedan, Rabu (3/1/2018).

Penumpang becak bermotor nahas itu bernama Marfuah (57), warga RT 3 RW 1 Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan. Korban mengalami luka robek di kepala belakang dan wajah hingga akhirnya meninggal dunia.

Menurut keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Rembang, Ipda Muhammad Syafi Karim, kejadian tersebut bermula saat truk mitsubishi berjalan dari arah selatan Desa Menoro berjalan ke utara.

Sesampainya di lokasi kejadian, truk dengan plat nomor K 1399 ZA yang dikemudikan Joko Prianto Agus Setiawan (20), warga RT 12 RW 4 Desa Kalitengah Pancur itu bermaksud akan mendahului becak motor.

Diduga, saat mendahului truk mitsubishi berjalan kurang ke kanan. Sehingga bagian bak samping kiri truck mitsubishi menyerempet bodi samping kanan Bentor hingga masuk ke sawah.

“Karena bak samping kiri truk menyerempet bodi samping kanan, bentor sempat masuk ke sawah yang berada di sebelah kiri jalan” kata Kanit Laka Satlantas Polres Rembang seperti dikutip tribratanews.

Sedangkan untuk identitas pengemudi becak motor tersebut adalah Nasirun (50), warga RT 1 RW 2 Desa Karangasem, Kecamatan Sedan, dan sudah dalam pemeriksaan aparat kepolisian

Editor: Supriyadi

Bengkel Perakit Becak Motor Digerebek dan Disegel Polisi

Polisi mengamankan bentor yang nekat beroperasi. Polrestabes Semarang menggerebek bengkel pembuat bentor di Jalan Madukoro, Semarang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Keberadaan becak motor (bentor) selalu kucing-kucingan dengan polisi. Kerap dilakukan razia, namun usai ditilang tetap bandel beroperasi lagi, meskipun kendaraan tersebut tak layak untuk digunakan sebagai angkutan penumpang.

Namun polisi ternyata tak hanya mau berkutat untuk menangkapi bentor yang berkeliaran saja, melainkan juga menggerebek bengkel yang digunakan untuk merakit bentor.

Seperti yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang, yang menggerebek sebuah bengkel di Jalan Madukoro, Krobokan, Semarang Barat, Kota Semarang, awal pekan ini.

Saat digerebek pemilik bengkel Kardono (58) tak ada di tempat. Namun di tempat itu polisi mendapati pekerja yang tengah merakit, dan dua unit bentor yang telah selesai dirakit dan siap dioperasikan.

Dua orang pemilik bentor itu juga berada di lokasi. Pekerja dan pemilik bentor langsung dimintai keterangan, sementara bentor diamankan dan bengkel disegel untuk penyelidikan.

Suwito yang merupakan pengemudi bentor yang ikut terjaring pada penggrebekan itu tidak dapat berkutik. Ia pasrah saat kepolisian memintai keterangan kepadanya.

“Bentor Ini buat kerja pak. Biasanya saya pakai antar penumpang atau barang di pasar Karang Ayu,” akunya.

Ia membuat bentor itu dari sepeda motor miliknya yang kemudian dibawa ke bengkel itu untuk diubah menjadi bentor.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, bengkel tersebut diduga melanggar aturan tentang modifikasi kendaraan bermotor. Ia menjelaskan setiap proses modifikasi kendaraan bermotor harus disertai dengan perizinan.

“Menggunakan kendaraan tidak sesuai dengan peruntukan juga melanggar undang-undang,” terangnya.

Menurut dia, penindakan terhadap bengkel ini dilakukan menyusul upaya petugas mengamankan delapan becak motor yang biasa beroperasi di jalanan.

Dari keterangan para pemilik becak motor itu didapati bengkel milik Kardono. “Dengan bukti yang cukup kemudian kami lakukan penindakan,” ujarnya.

Pemilik bengkel akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Editor : Ali Muntoha

Membahayakan Keselamatan, Belasan Bentor Diamankan di Grobogan

Aparat Polres Grobogan melangsungkan penertiban terhadap becak motor yang melintas di jalan raya (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan melakukan penertiban terhadap keberadaan becak bermotor atau lebih dikenal dengan sebutan bentor. Dalam penertiban yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir, sudah ada belasan bentor yang terjaring razia dan dibawa ke mapolres.

“Selain di Kota Purwodadi, bentor juga kita dapatkan di wilayah Kecamatan Godong. Pemilik bentor  selanjutnya kita minta bikin surat pernyataan untuk membongkar bentor dan mengembalikannya pada kondisi semula,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa, Sabtu (25/3/2017).

Menurut Panji, sebelumnya, pihaknya sudah mengimbau kepada pemilik bentor supaya tidak mengoperasikan kendaraan modifikasi tersebut. Sebab, keberadaan sarana transportasi hasil rakitan atau modifikasi ini tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, bentor yang sejauh ini belum ada izin resminya itu kebanyakan dimodifikasi sendiri dan hasilnya dinilai tidak memenuhi standar keamanan. Kondisi ini, di sisi lain bisa membahayakan keselamatan pengemudi, penumpang dan pengguna jalan lain.

Satu hal lagi, lanjut Panji, kehadiran bentor juga bisa memicu konflik sosial. Yakni, dengan pemilik becak konvensional karena terjadi persaingan yang tidak sehat.

Editor : Akrom Hazami