Mobil Tempati Lima Besar Penyumbang Inflasi di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Inflasi Kabupaten Kudus di Januari 2018 mencapai 1,00 persen. Selain beras, cabai rawit, dan daging ayam ras penyumbang inflasi di Kota Kretek adalah mobil dan bensin.

“Pada Januari 2018 di Kudus terjadi inflasi sebesar 1,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK 138,03, lebih tinggi dibanding Bulan Desember 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,60 persen dengan IHK 136,67,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kudus Sapto Harjuli Wahyu, Jumat (2/2/2018).

Dikatakannya, dalam penghitungan inflasi pihaknya mengacu pada volume barang dikalikan dengan kenaikan harga.

Pada sektor bahan makanan seperti beras, tuturnya, memang  sempat mengalami kenaikan harga sehingga menyebabkan inflasi. Di kelompok bahan makanan, kenaikan indeks mencapai 3,26.

Dirinya menjelaskan, ada yang unik pada barang penyumbang inflasi di Kudus, yakni mobil. Di Kota Kretek, kendaraan roda empat itu berada pada urutan lima besar penyumbang inflasi.

“Jika dibandingkan dengan enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) yakni Cilacap, Purwokerto, Tegal, Semarang, dan Surakarta, di Kudus Mobil menempati urutan lima besar penyumbang inflasi. Beda dengan kota-kota lain, meskipun mobil termasuk penyumbang angka inflasi, tapi tidak berada di lima besar,” tuturnya.

Sementara di kota-kota lain inflasi lebih disebabkan kebutuhan domestik rumah tangga, seperti bahan pangan. Hal ini mengindikasikan di Kudus ada kenaikan permintaan terhadap roda empat dan dibarengi dengan kenaikan harga mobil.

“Kalau harganya (mobil) tidak naik, maka nantinya yang terjadi tidak inflasi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pasokan BBM di Karimunjawa Habis, Aktivitas Belajar Siswa Terhenti

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Karimunjawa habis. Hal itu karena kapal pengangkut BBM dari Semarang terkendala cuaca buruk.

Praktis, kendaraan yang menggunakan BBM jenis pertalite dan premium tak bisa difungsikan karena kehabisan bahan bakar. Nur Sholeh Eko Prasetyawan Sekretaris Kecamatan Karimunjawa mengatakan, kondisi tersebut banyak memengaruhi aktifitas warga.

“Kendaraan saya sendiri pasokan BBM nya kritis. Namun untuk mobilisasi ke kantor masih bisa wong jaraknya dekat dari rumah saya. Namun bagi warga masyarakat, hal ini sangat memengaruhi. Terutama mereka murid yang hendak pergi ke sekolah jadi tidak bisa,” kata Sholeh, Selasa (30/1/2018).

Dikatakannya, saat ini banyak anak-anak sekolah yang tidak bisa masuk. Oleh karenanya musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) Karimunjawa tengah mencari formula agar siswa dapat kembali melakukan aktifitas belajar.

Ia menyebut keluhan sudah muncul dari pihak sekolah yang mengatakan murid-muridnya tak bisa masuk sekolah karena akses kendaraan pribadi yang terhenti.

“Kami sedang mencari solusi agar siswa dapat kembali bersekolah. Ini kami sedang mendata mobil bertenaga solar yang kira-kira masih bisa digunakan untuk mengantar anak sekolah. Lantaran untuk saat ini, yang masih tersisa adalah solar,” kata dia.

Ia menyebut, paling lambat besok sudah ada mobil yang mobile berkeliling untuk menjemput siswa yang tak bisa masuk sekolah, karena alasan ketiadaan BBM.

Menurutnya, kondisi ketiadaan BBM lebih dikarenakan faktor cuaca. Sholeh menyebut, kapal pengangkut BBM dari Semarang, sebenarnya sudah siap mengantarkan pasokan bahan bakar.

Namun, karena ombak tinggi dan angin kencang, pelayaran mustahil dilakukan karena alasan keamanan. Adapun pasokan BBM terakhir kali ke Karimunjawa adalah 13 Januari lalu. Apalagi, cuaca ekstrim di Karimunjawa sudah terjadi 10 hari belakangan.

“Kami belum tahu sampai kapan ini akan berlangsung. Tahun 2014 kemarin cuaca sangat ekstrim, namun tahun berikutnya tidak. Kami tidak tahu apakah hal ini merupakan siklus empat tahunan atau 10 tahunan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Tuang Bensin Dekat Kompor, 2 Rumah di Tirem Grobogan Ludes Terbakar

Petugas mencoba memadamkan api yang membakar dua rumah di Desa Tirem, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua rumah di Desa Tirem, Kecamatan Brati, Grobogan Ludes terbakar, Senin (25/12/2017) malam. Rumah terbakar milik Murni (62) dan menantunya Achmat Saefudin (35), warga RT 02, RW 01.

Informasi yang didapat menyebutkan, kebakaran terjadi saat Murni sedang memasak sayur dengan kompor minyak tanah sekitar pukul 19.00 WIB.

Sambil menunggu sayur matang, ia menuangkan pertalite dari jeriken ke dalam ember dengan tujuan untuk dimasukkan dalam botol. Selama ini, Murni memang memiliki warung kelontong dan menjual bensin eceran.

Sebelum selesai menuang pertalite, mendadak muncul nyala api dari bawah ember. Dalam sekejap, api langsung membesar. Selanjutnya, Murni langsung lari ke luar rumah sambil berteriak minta pertolongan warga.

Puluhan warga yang mendengar teriakan minta tolong segera bergegas menuju ke lokasi kejadian untuk mencoba memadamkan api. Namun, tindakan ini tidak membawa hasil.

Banyaknya barang mudah terbakar dan hembusan angin menjadikan kobaran api cepat membesar. Kebakaran akhirnya menjalar ke rumah Achmat Saefudin yang lokasinya berhimpitan.

Kebakaran bisa ditanggulangi setelah tiga mobil damkar tiba di lokasi. Meski demikian, upaya pemadaman butuh waktu hampir dua jam.

Kapolsek Brati AKP Sugiyanto menyatakan, tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran itu. Meski demikian, kerugian material diperkirakan lebih dari Rp 100 juta.

“Kebakaran terjadi saat Ibu Murni menuang pertalite dekat kompor yang menyala. Barang bukti berupa kompor minyak tanah, jeriken dan ember yang sudah terbakar serta pecahan botol ukuran 1 liter sudah kita amankan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Sadis, Suami di Jepara Ini Tega Bakar Istri

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan) meminta keterangan pelaku pembakaran saat gelar perkara, Senin (25/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Zainal Arifin (26) menjadi pesakitan karena disangkakan membakar istrinya sendiri MT (17). Akibat perbuatan suaminya, kini MT harus dirawat di RSUD Kartini karena menderita luka bakar 40 persen, disekujur tubuhnya. 

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/9/2017) malam. Rentetan peristiwa terjadi mulai pukul 21.30 WIB, Zainal pamit begadang dan meminta uang kepada istrinya.

Namun, sang istri tak memberi, karena takut digunakan untuk berjudi. Akan tetapi Zainal nekat dan mengambil uang dari toko, kemudian pergi dari rumah. 

Tak berselang lama, pada pukul 22.30 WIB Zainal pulang lagi ke rumahnya yang terletak di Desa Sowan Kidul RT 02 RW 03, Kecamatan Kedung. Saat itu ia melihat istrinya MT sedang tiduran di depan televisi.

Lalu tanpa alasan yang jelas Zainal lantas menyiramkan kopi ke muka MT. Selain itu, pelaku juga sempat membanting beberapa perabotan yang ada di rumah tersebut.

Karena takut, MT langsung menuju kamar setelah membersihkan noda kopi. Setelah keadaan mereda, MT kembali lagi ke ruangan televisi. Setelahnya pasangan itu berada di tempat yang sama, namun tak saling bicara.

Beberapa saat kemudian, Zainal diam-diam pergi ke toko dan mengambil bbm jenis pertalite kemudian disiramkan ke tubuh istrinya, lalu terjadilah peristiwa kebakaran. 

Beruntung, saat itu MT sempat menyelamatkan diri dengan pergi ke kamar mandi lalu menyiramkan air ke tubuhnya.

“Kami sudah melakukan proses rekonstruksi di TKP dan meminta keterangan MT,” ujar Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Editor: Supriyadi