2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Pemandu Karaoke di Kendal Dibunuh Pacarnya yang Begal, Tubuhnya Dicor di Bak Mandi

MuriaNewsCom, Kendal – Aparat Polres Kendal berhasil membekuk pelaku pembegalan yang sering meresahkan masyarakat di kabupaten itu. Dari hasil penangkapan ini, polisi menemukan fakta yang jauh lebih mengejutkan.

Pelaku yang diketahui bernama Didik Ponco Sulistyo (28), mengaku telah membunuh seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke. Pengakuannya, korban dihabisi enam hari lalu dan dikubur di rumahnya di Desa Puguh, Kecamatan Boja, Kendal.

Polisi yang mendapat pengakuan itu, Jumat (23/2/2018) sore langsung bergerak ke rumah pelaku langsung melakukan penggeledahan dan pemeriksaan. Ternyata tubuh korban disembunyikan di bak kamar mandi oleh pelaku.

Tubuh korban ditimbun menggunakan pasir lalu dicor di bak mandi tersebut. Temuan ini langsung menggerkan warga.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika korban bernama Fitria Anggraeni (24), warga Desa Margosari, Kecamatan Limbangan Kendal. Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, saat ditemukan korban hanya mengenakan celana dalam.

”Korban bekerja sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan di Kecamatan Boja. Penemuan ini dari hasil pengembangan kasus pembegalan,” katanya.

Proses olah TKP di bak mandi, lokasi tempat penguburan korban pembunuhan di Kendal. (istimewa)

Ia menyebut, dugaan sementara korban dibunuh dengan cara dicekik. Namun untuk memastikannya, tubuh korban dikirim ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi. Motif pembunuhan diduga karena masalah utang.

“Kami masih melakukan pendalaman. Kami menduga ada hubungan istimewa antara korban dan tesangka,” ujarnya.

Tubuh korban sengaja dimasukkan ke dalam bak mandi lalu dituup pasir dan dicor untuk agar tak tercium bau busuk.

Ia menyebut, terbongkarnya kasus pembunuhan ini berawal dari penangkapan pelaku dalam kasus pembegalan. Saat digiring untuk menunjukkan barang bukti di rumahnya, pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan.

Sementara itu, Kadus Tanggulangin Desa Margosari, Munawar mengatakan, pengakuan dari keluarga, korban dijemput pelaku pada Jumat (16/2/2018) pekan lalu. Selama ini pelaku dan korban memang dikenal cukup akrab, dan pealku sering menjemput korban di rumahnya.

“Namun setelah dijemput pada Jumat pekan lalu, korban tidak pernah pulang dan tidak bisa dihubungi oleh keluarganya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Begal Kembali Berulah di Rembang, Begini Tips Jitu dari Kepolres

MuriaNewsCom, Rembang – Kelompok begal kembali berulah di Rembang. Terakhir, dua orang bekal beraksi di ruas Jalan Rumbutmalang-Dresi Kecamatan Kaliori.

Salah satu korbannya adalah seorang bidan desa, Sofiah. Sepeda motor jenis Supra Fit milik korban dirampas. Hanya saja, kasus yang terjadi Sabtu (27/1/2018) malam itu masih belum terang perkembangan penyelidikannya.

”Masih belum terang penyelidikan pelakunya. Kami sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut, termasuk orang yang pertama kali menolong,” kata Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso seperti dikutip dari laman resmi Polres Rembang.

Atas kejadian itu, ia mengimbau warga berhati-hati melintas di jalur sepi. Tujuannya agar kasus serupa tidak terulang. ”Jangan melintas di jalur sepi sendiri. Kalau terpaksa keluar malam, ajak teman,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi tindak kejahatan, pihaknya juga sudah mengintensifkan patroli di jalur rawan kejahatan. Patroli BLP dilakukan dengan menggunakan mobil berlampu. Harapannya, begitu melihat lampu polisi, penjahat akan mengurungkan niatnya.

”Kejahatan bisa muncul kapan saja, 24 jam. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hanya saja, Kapolres menyarankan agar warga tidak membawa senjata tajam. Sebab, menurutnya, saat situasi kepepet, apa pun bisa menjadi senjata. Misalnya helm yang dikenakan atau batu di dekatnya.

”Bila membawa senjata tajam, khawatir saja kalau korban justru dikira pelaku,” paparnya.

Selain kasus pembegalan di daerah Rumbutmalang Kaliori, polisi juga menyelidiki kasus ban bocor ramai-ramai di Jalur Pantura Dresi. Polisi mengaitkannya dengan modus kejahatan di malam hari.

Editor: Supriyadi

Berusaha Melarikan Diri, Maling Motor di Jepara Ditembak Polisi


Gepeng (dua dari kiri) dan Robby (tiga dari kiri) hanya bisa tertunduk ketika dihadapkan kepada awak media saat jumpa pers di Polres Jepara, Rabu (15/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua maling spesialis kendaraan bermortor di Jepara dicokok polisi. Mereka diketahui residivis yang telah berulangkali melakukan aksi pencurian di berbagai wilayah. 

Dalam penangkapan tersebut, satu di antara pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kaki. Itu dilakukan lantara, ia berusaha melarikan diri.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengungkapkan, tersangka yang pertama kali ditangkap adalah Robby. Saat melakukan aksinya Jumat (10/11/2017), ia bersama rekannya Gepeng yang bernama asli Sukari.

Robby saat itu menjadi pengawas lapangan dengan menunggangi Motor Honda Beat, sedangkan Gepeng yang melaksanakan aksi ‘petik’ motor. Saat akan menggasak motor Honda Vario No K 2975 BV milik Sumiati (48) warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, aksinya diketahui oleh warga yang meneriaki mereka maling.

Baca: Penasaran, Bom Asap yang Ditemukan di Kudus Sempat Dibuka Paksa

Sontak, Gepeng pun mengurungkan niatnya dan melarikan diri dengan membonceng motor yang dikendarai oleh Robby. Saat kabur, kedua pelaku terlibat aksi kejar-kejaran dengan warga yang geram dengan aksi mereka. 

Hingga akhirnya seorang warga sengaja menabrakan motornya, ke motor yang ditunggangi kedua pelaku. Jatuh, Robby berhasil diamankan dan mendapat bogem mentah dari warga.

Sementara Gepeng berhasil kabur. Beruntung aksi massa tak berlanjut karena polisi segera datang dan membawa tersangka.

“Dari hasil pengembangan, maka kami dapat menangkap Sukari alias Gepeng. Keduanya adalah residivis kasus pencurian yang baru berkenalan sehabis keluar dari penjara,” ujar Suharto, Rabu (15/11/2017). 

Polisi terpaksa menembak kaki Gepeng, karena berusaha melarikan diri. 

Baca: Kunduran Kontainer, Mobil Pengangkut Uang ATM di Jepara Ringsek

Di depan awak media, Gepeng mengakui perbuatannya. Selain sebagai pencuri ia mengaku sempat berperan sebagai penadah barang curian. 

Sementara Robby mengaku baru dua bulan keluar dari penjara. Ia mengaku mendekam di penjara selama delapan bulan karena aksi penxurian.  Adapun setiap kali melakukan aksinya, ia diupah sebesar Rp 800 ribu oleh penadah.

“Saya hanya bertugas mencuri saja. Kalau berhasil saya dikasih upah delapan ratus ribu rupiah. Sasaran saya biasanya motor matic,” akunya.

Keduanya diancam pidana selama maksimal 7 tahun karena melangggar pasal 363 KUHP. 

Editor: Supriyadi

Ibu Guru Madrasah Dibegal di Tonjong Brebes

Naili Inayati (35) warga Blok Tabet RT 02 RW 03 Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes saatm menjalani perawatan di Puskesmas Tonjong. (Facebook)

MuriaNewsCom, Brebes –  Naili Inayati (35) warga Blok Tabet RT 02 RW 03 Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, dibegal saat melintas jalur nasional Tegal-Purwokerto, Kamis (2/11/2017) malam. Tepatnya di blok Makam Dawa, Dukuh Karangjati, Desa Tonjong, Kabupaten Brebes.

Akibat aksi pembegalan itu, guru Madrasah Ibtidaiyah Mauhamadiyah (MIM) Linggapura, Brebes, ini harus menjalani perawatan. Sebelumnya, korban dirawatt di Puskesmas Tonjong. Saat ini, suaminya Agus Munawar (36) membawanya ke RS Margono Purwokerto.

Mulanya, korban sedang berboncengan dengan suami mnggunakan sepeda motor matik dari Larangan ke wilayah kota Brebes. Saat tiba di jalur Makam Dawa,  tiba-tiba dari arah belakang, muncul dua orang pemotor berboncengan memepetnya.

Kedua pemotor itu langsung merebut tas yang dipegang korban. Aksi rebutan tas antara pelaku dan korban terjadi. Pelaku menggunakan pisau cutter untuk motong tali tas. Akhirnya, tas bisa dipertahankan. Pelaku pun melarikan diri.

BacaDua Siswi SMA Asal Semarang Terciduk Operasi Zebra di Kudus

Korban lama-lama menyadari adanya darah yang terus mengucur dari tangan kirinya. Tangan itu dipergunakannya untuk mempertahankan tasnya.  Suami membawanya ke Puskesmas Tonjong.

“Benar, ada warga desa kami yang jadi korban pembegalan. Saat ini korban sedag menjalani perawatan di RS Margono (Purwokerto,” kata Kepala Desa Linggapura, Zaenal Asikin, Jumat (3/11/2017).

Polsek Tonjong telah menerima adanya laporan kasus pembegalan. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan.

Editor : Akrom Hazami

Sejoli Diciduk Usai Sebut Polisi Begal di Medsos  

Muda mudi yang melakukan ujaran kebencian menjalani pembinaan dari Polres Kendal. (Humas Polres Kendal).

MuriaNewsCom, Kendal – Kesal lantaran ditilang dalam sebuah razia kendaraan bermotor yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kendal pada Sabtu (21/10/2017), sepasang muda mudi membuat postingan bermuatan ujaran kebencian yang kemudian diunggah ke sebuah grup media sosial Facebook.

Dalam postingannya yang menggunakan akun Ciu  Mailing menyebutkan “lurrrr galuuuurrr seng dino iki intok iki sopo ??? aku di begal di kai koyok ngene ! , yang disertai dengan foto surat tilang dari Sat Lantas Polres Kendal dengan pelanggaran tidak memiliki SIM.

Mendapati postingan bernada ujaran kebencian seperti itu di media sosial, Polres Kendal  meluruskannya. Kemudian melakukan penelusuran dan mendapati pemilik asli dari akun Ciu Mailing bernama DS (17), perempuan, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Kendal.

Dari hasil klarifikasi kepada yang bersangkutan, postingan tersebut memang di unggah sendiri namun dari pengakuannya disuruh oleh tunangannya NB (24) yang juga merupakan warga Ketapang.

Mereka mengatakan setelah ditindak tilang oleh Sat Lantas Polres Kendal, lalu melanjutkan perjalanannya hingga ke wilayah Mranggen Kabupaten Demak. “Saya yang menulis dan menguploadnya, tapi isi postingan disuruh oleh tunangan saya”, kata DS.

Atas postingannya itu, mereka mengaku menyesal dan minta maaf kepada kepolisian serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh Kasat Lantas Polres Kendal AKP Edy Sutrisno, Kaurmintu Sat Lantas dan dari Humas Polres Kendal.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, melalui Kasubbag Humas AKP Nurhidajat menjelaskan bahwa pasangan remaja tadi membuat ujaran kebencian yang ditujukan bagi Polres Kendal yang sedang melaksanakan tugas. Maka dari itu yang bersangkutan kemudian dipanggil untuk diminta klarifikasinya.

“Polisi sudah benar melakukan tindakan tilang, namun si pelanggar justru membuat postingan hate speech di medsos. Maka dari itu perlu diluruskan. Dan kepada yang bersangkutan dilakukan pembinaan”, katanya.

Editor : Akrom Hazami

Waspada!! Selain Jadi Ajang Balapan, 3 Titik di Kaliwungu Kudus Ini Rawan Begal

Sejumlah pengendara melintas di salah satu jalan yang masuk dalam kategori rawan kejahatan dan balapan liar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Husodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tiga tempat di Kecamatan Kaliwungu.

Selain rawan kejahatan, ketiga tempat tersebut sering digunakan sebagai ajang balap liar yang sering mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

Tiga titik tersebut berada di kawasan barat wilayah Kaliwungu. Di mulai dari jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran, Jalan lingkar Jetak – Kencing dan jalan Kudus Jepara atau wilayah perbatasan dengan Jepara.

“Untuk jalur pertama di jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran. Tempat ini sering digunakan untuk balap liar. Biasanya, balap liar dilakukan sore hari, antara habis ashar sampai maghrib dan tengah malam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017)

Kemudian, lanjut dia, untuk lokasi kedua adalah Jalan lingkar Jetak – Kencing . Di jalan ini juga sering digunakan sebagai ajang balap liar. Bedanya, lokasi tersebut biasanya digunakan saat tengah malam.

”Sebagai langkah antisipasi, kami beberapa kali memasang petugas untuk stand by di sana. Dengan melihat petugas, para pembalap liar yang sedang balapan maupun hendak balapan akan kabur dan bubar. Namun saat petugas tak ada, biasanya mereka kembali lagi. Untuk itu kami juga sering berpatroli,” ujarnya.

Sedang untuk lokasi ketiga, yaitu di perbatasan Kudus-Jepara. Di titik ini banyak ditemukan tenggangan dan rawan dengan begal. Kondisi jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan

“Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kami perbanyak patroli. Khusunya saat jam rawan seperti menjelang Maghrib, tengah malam dan menjelang shubuh. Jam tersebut cukup efektif. Alhamdulillah saat ini sudah aman,” ungkapnya.

Tak hanya patroli, anggota juga sering ditugaskan untuk memantau sirkulasi laju kendaraan di tempat tersebut. Hal itu akan membuat pengendara nyaman dari adanya mara bahaya.

Editor: Supriyadi

Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Gebog dibikin resah dengan aksi jambret yang mengincar ibu-ibu pengguna motor matic. Selain sudah terjadi beberapa kali, aksi penjambretan ini terkesan dilakukan dengan rapi dengan melibatkan banyak orang.

Dari informasi yang beredar, aksi penjambretan sebenarnya tak dilakukan dengan cara konvensional lagi. Mereka menggunakan trik teguran ban kempes yang melibatkan empat orang, yakni dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Dalam modus ini, dua perempuan yang saling berboncengan bertugas menegur ibu-ibu pengguna matic yang menyimpan dompet atau handphone di gendongan depan bawah setang. Teguran biasanya berkaitan dengan ban kemps. Misalkan saja “Bu, ban belakang kempes”.

Setelah itu, sang ibu yang panik akan berhenti dan menengok kebelakang. Di sinilah dua laki-laki yang sudah membuntuti dari belakang melancarkan aksinya sebagai eksekutor untuk mengambil bahan berharga di gendongan.

Hariyanto, salah watu warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, dari kabar yang beredar di masyarakat sudah banyak kasus penjambretan bermodal teguran ban kemps yang terjadi di Gebog.

”Dua pekan lalu, kabarnya juga ada dua yang dijambret dengan modus itu. Malah sampai ada tiga korban. Lokasinya kalau tidak salah di Jalan Sukuntex,” katanya.

Selain itu, di Jalan Gondosari kabarnya juga ada tujuh orang yang kejambret. Hanya saja, ia tak tahu pasti kebenarannya. Akan tetapi kabar tersebut sudah beredar luas dan semakin membuat masyarakat was-was.

”Di grup-grup WhatsApp juga banyak beredar. Karena itu, ada kekhawatiran dari masyarakat. Istri saya sendiri ketakutan. Ia pun pilih menyimpan hp dan dompet di saku daripada di gendongan ataupun tas,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi

Begal Asal Cluwak Pati Ini Nangis Histeris saat Difoto Polisi

Pelaku dan sepeda motor Honda Beat hasil pembegalan yang diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang begal berinisial S (26), warga Plaosan, Kecamatan Cluwak, Pati menangis saat ditangkap Tim Resmob Polres Pati. Dia ditangkap, setelah membegal seorang ibu bernama Sumini (64), warga Blora di kawasan Desa Sirahan, Cluwak.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Kamis (4/5/2017), mengungkapkan, Tim Resmob Polres Pati mendapatkan laporan dari Polsek Cluwak terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Begal mengambil Honda Beat lengkap dengan STNK, serta uang tunai Rp 600 ribu.

“Dari informasi itu, Tim Resmob bergerak cepat menyelidiki dari informasi ciri-ciri pelaku. Setelah polisi mendapatkan keberadaan informasi pelaku, polisi menangkapnya di konter depan makam KH Mutamakkin, Desa Kajen, Margoyoso,” ucap Kompol Sundoyo.

Pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Pati untuk dilakukan penyidikan Unit Pidana Umum Polres Pati. Saat difoto polisi, pelaku sempat menangis cukup histeris.

Sementara korban mengalami luka pada bagian pelipis, setelah dibegal pelaku. Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, antara lain satu unit sepeda motor Beat, satu lembar STNK, uang tunai Rp 305 ribu sisa hasil membegal, dan satu tas warna coklat milik korban.

“Modus operandi yang dilakukan, pelaku mengajak korban di tempat sepi, kemudian korban dipukul menggunakan helm dan pelaku mengambil barang milik korban,” tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Pihak kepolisian mengimbau kepada warga Pati untuk berhati-hati saat melintas di kawasan yang sepi atau saat janjian dengan orang yang tidak cukup dikenal.

Editor : Kholistiono

Awas, Begal di Blora Incar Kendaraanmu

begal-ilus

MuriaNewsCom, Blora – Teror begal di Blora kembali terjadi, pada Kamis (13/10/2016) dini hari. Aksi terjadi di Jalan Raya/Pos Ngancar, Dukuh Busalah, Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.

Korban berinisial A, (30), warga Jalan Sawahan No 609 RT 01/Rw 06, Kecamatan Ngawen, Blora. Satu unit sepeda motor Honda Revo miliknya dirampas begal.

Informasi yang dihimpun, korban melaju di Jalan Pos Ngancar di Desa Adirejo, dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba dua orang begal berboncengan sepeda motor mepet sepeda motor korban. Satu di antara begal menendang sepeda motor korban.

Hingga akhirnya korban terjatuh. Korban bangkit dan melepas helm. Pelaku pun berhenti dan memukuli korban hingga pelipis kanannya sobek. Korban ketakutan dan mencabut kunci kontak sepeda motornya. Lantas, korban berlari menuju semak-semak.

Pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Akhirnya, korban ditolong oleh warga setempat dan dibawa ke Puskesmas Ngawen. Baru pada Kamis pagi pukul 06.00 WIB, ayah korban melaporkan kejadian ke Mapolsek Tunjungan.

Editor : Akrom Hazami

Sebelum Dibegal di Pati, Pelajar Ini Tanya Arah Blora Tapi Ditunjukkan Arah ke Kudus

begal

Dua pelaku begal di bawah umur diamankan di Mapolres Pati untuk ditangani Unit PPA Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Nasib nahas menimpa Roni Andika (17), seorang pelajar asal Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Blora yang dibegal di Jalan Alternatif Cengkalsewu-Kudus, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Kejadian itu bermula, saat Roni mengendarai sepeda motor seorang diri. Setelah sampai di pertigaan Cengkalsewu, ia bertanya kepada dua orang pemuda arah menuju Blora.

Tak ditunjukkan arah menuju Blora, Roni malah ditunjukkan arah menuju Kudus. Seolah berbaik hati, dua pemuda berinisial DP dan BMU yang merupakan warga Desa Baturejo, Sukolilo itu mengantarkan Roni menuju arah yang sengaja disasarkan.

Setelah di tengah jalan dalam keadaan sepi, Roni didorong hingga terjatuh. Dengan cekatan, kedua pemuda yang masih berusia 16 tahun itu mengambil sepeda motor Beat yang dikendarai Roni dan menggasak HP Samsung Duos dari saku Roni.

“Setelah kami mendapatkan informasi, kami langsung melakukan penangkapan di rumah pelaku. Tidak ada perlawanan. Saat ini, DP dan BMU ditangani Unit PPA Polres Pati karena masih berusia di bawah umur,” kata Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi Utomo kepada MuriaNewsCom, Senin (7/12/2015).

Ia mengimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati melewati jalan sepi seorang diri. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa yang dialami Roni. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Rasain Lu, Dua Begal Ingusan Asal Sukolilo Pati Dibekuk Polisi

Begal

Sepeda motor Beat dari hasil begal diamankan petugas Polres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dua orang begal ingusan berinisial DP (16) dan BMU (16), warga Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati terpaksa harus berurusan dengan petugas kepolisian karena diketahui melakukan aksi begal di Jalan Cengkalsewu-Kudus, Desa Kasihan, Sukolilo.

Keduanya dibekuk petugas kepolisian sektor (Polsek) Sukolilo di rumahnya di Desa Baturejo RT 3 RW 2 Sukolilo. Selanjutnya, DP dibawa ke Polres Pati untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“DP dan BMU melakukan aksinya pada 11 November 2015 lalu. Tak berhenti di situ, mereka juga melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan di pertigaan Cengkalsewu pada 27 November 2015. DP dan BMU kemudian diamankan petugas Buru Sergap Polres Pati,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi Utomo kepada MuriaNewsCom, Senin (7/12/2015).

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi K6631MY dan satu unit HP Samsung Duos. Keduanya sudah dijual oleh pelaku.

Lantaran berada di bawah umur, DP dan BMU saat ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pati. “Karena keduanya masih di bawah umur, kasus itu ditangani petugas Unit PPA,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Polres Pati Buru Penadah Hasil Begal di Pati

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi menjelaskan kronologi kasus pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015). Pihaknya saat ini mengembangkan kasus sampai kepada penadah sepeda motor hasil pembegalan. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi menjelaskan kronologi kasus pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015). Pihaknya saat ini mengembangkan kasus sampai kepada penadah sepeda motor hasil pembegalan. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Agung Setyo Budi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap penadah sepeda motor hasil pembegalan. Lanjutkan membaca

Awas, Begal Pati Incar Pengendara Perempuan

Seorang begal berinisial IS (34) tengah diinterogasi petugas kepolisian sembari menunjukkan sepeda motor hasil pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Seorang begal berinisial IS (34) tengah diinterogasi petugas kepolisian sembari menunjukkan sepeda motor hasil pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Seorang begal berinisial IS (34) yang dibekuk jajaran Polres Pati beberapa waktu lalu mengaku mengincar pengendara perempuan yang melintas sendirian. Hal tersebut disampaikan IS saat diintrogasi petugas kepolisian Polres Pati, Senin (29/6/2015). Lanjutkan membaca

Begal Asal Pati Ini Baru Bisa Ditangkap Setelah 3 Tahun

Seorang begal berinisial IS (34) tengah diinterogasi petugas kepolisian sembari menunjukkan sepeda motor hasil pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Seorang begal berinisial IS (34) tengah diinterogasi petugas kepolisian sembari menunjukkan sepeda motor hasil pembegalan di Mapolres Pati, Senin (29/6/2015) sore. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Seorang begal berinisial IS (34), warga Desa Tegalwero, Kecamatan Puncakwangi terpaksa dibekuk jajaran Polres Pati sepekan yang lalu. Ia dibekuk polisi atas tindakan begal yang dilakukan pada 2012 lalu.
“Awalnya, kami menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor yang disertai kekerasan di jalanan. Lanjutkan membaca

Oalah! Lagi Urus SKCK, Komplotan Begal Ini Malah Dibekuk Polisi

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. Anggotanya berhasil membekuk komplotan begal saat mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Nasib sial menimpa A, warga Desa Kalungbayan, Kecamatan Jakenan dan E, warga Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Puncakwangi. Kedua orang tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sehingga berhasil dibekuk saat mengurus surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Lanjutkan membaca