Bayi Tanpa Anus Asal Jepara Akan Dioperasi Besok

Jihan Novitasari, putri pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) yang lahir tanpa memiliki lubang anus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Jihan Novitasari bayi tanpa saluran anus asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara rencananya akan dioperasi Rabu (19/7/2017). Putra dari Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) itu akan ditangani oleh empat dokter spesialis. 

Hal itu dikatakan oleh Staff Humas Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang Parna.  Menurutnya, Jihan mulai dirawat di rumah sakit tersebut pada 8 Juli 2017.Ia langsung ditempatkan di ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi (PBRT). 

“Hal itu karena pasien tersebut mengalami cacat bawaan berupa kakinya yang kecil, saluran anus dan kelamin yang nyambung. Rencananya besok akan dioperasi dan ditangani oleh empat spesialis, yakni spesialis bedah plastik anak, ortopedi, urologi dan konsultasi di kardiologi anak,” ucapnya, Selasa (18/7/2017).  

Ia memaparkan, hari ini pasien tersebut telah didaftarkan untuk naik ke meja operasi. Namun demikian, dirinya belum bisa mengatakan detil tentang waktu operasi akan dilaksanakan. 

Terkait pembiayaan operasi dan perawatan medis Jihan, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Namun demikian, pertanggungan biaya tidak mengkover kebutuhan sehari-hari dari orang tua Jihan.

“Kalau untuk Jihan, sudah dikover oleh JKN KIS kelas tiga. Semua biaya operasi ditanggung. Namun itu di luar biaya keseharian dari orang tuanya yang menunggu di sini. Semisal mereka terganggu aktivitas kerjanya,” tambah Parna. 

Diberitakan sebelumnya, Jihan Novitasari mengalami kelainan bawaan dan harus dirawat di RSUP Kariyadi. Meskipun pembiayaan medis telah ditanggung oleh negara, dalam hal ini JKN KIS, namun dalam hal biaya hidup selama menunggui bayinya kedua orang tuanya mengaku harus mengusahakannya sendiri.

Praktis pekerjaannya sebagai penenun kain khas Troso terhenti. Otomatis penghasilannya pun tersendat. “Ya otomatis ini tidak bekerja. Penghasilan saya perhari maksimal Rp 50 ribu sebagai buruh tenun. Kalau istri saya bekerjanya memintal benang,” tutur dia beberapa saat lalu. 

Melalui pesan singkat ia mengatakan, kondisi anaknya kini sehat. “Kalau jam operasinya saya belum tahu, lagi dirapatkan dengan dokter. Nanti menunggu keputusan dari mereka,” tutup Nor Sholeh. 

Editor : Kholistiono

Orang Tua Bayi Tanpa Anus Ini Harus Mengirit untuk Tunggui Perawatan Jihan di Rumah Sakit

Orang tua Jihan Novitasari, Nor Sholeh dan Risna Listyaningrum saat menunggui anaknya.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Kelahiran seorang anak semestinya memberikan kegembiraan bagi orang tua. Namun bagi pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19), kelahiran putri mereka Jihan Novitasari justru bercampur rasa sedih. Lantaran, putri warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara itu, tidak memiliki lubang anus dan kelainan lain pada fisiknya. 

Dari sisi medis, pengobatan Jihan sudah ditanggung negara dengan fasilitas Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, selama perawatan kedua orang tuanya harus menanggung biaya pribadi secara personal. Padahal, mereka hanya bekerja sebagai buruh tenun. 

Adapun, kini Jihan dirawat di ruang Rajawali, RSUP Dr.Kariadi Semarang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kalau untuk perawatan sudah dibiayai negara, lewat KIS. Untuk kebutuhan pribadi misalnya popok, tisu basah, makan untuk kita (orang tua) harus dibiayai sendiri,” ucapnya, Rabu malam (12/7/2017) saat bertemu di RSUP Dr. Kariadi. 

Ia mengatakan, pekerjaannya sebagai buruh tenun kini terbengkalai karena menunggui putri kecilnya. Praktis pemasukannya pun terhenti. Karena upah yang diperolehnya, dihitung berdasarkan volume kerja. 

“Ya sekarang off (tidak bekerja) karena menunggui di sini. Istri saya juga tidak berani ditinggal,” tutur dia. 

Sholeh mengatakan, putrinya itu mulai dirawat di RSUP Karyadi semenjak hari Jumat pekan lalu. Selama itu, ia mengaku telah menerima bantuan dari dari salah satu partai untuk memenuhi biaya hidupnya, sekitar satu juta rupiah. Namun demikian, ia belum tahu pasti sampai kapan putri kecilnya itu harus dirawat. 

“Kalau kata dokternya tidak cuma butuh sehari sampai dua hari, paling tidak sebulan di sini. Sekarang baru tunggu keputusan dokter untuk menentukan tindakan selanjutnya. Karena ada kelainan lain seperti daging di bagian sekitar perut yang tak tertutup daging dan ada benjolan di punggungnya,” lanjut dia. 

Baca juga : Kasihan Banget, Bayi di Jepara Lahir Tanpa Anus

Dengan keadaan yang serba minim, kini pasangan tersebut hanya berharap kesembuhan putrinya. Untuk keseharian di rumah sakit, keduanya berusaha mengirit, sebab keluarga mereka pun tergolong tidak mampu. 

“Kalau untuk biaya popok sudah pasti karena dek Jihan kalau pipis pasti juga buang kotoran. Untuk biaya lainnya, seperti makan kami yang belum tahu, namun kami coba seirit mungkin. Jika ada bantuan, intinya kami mempersilakan, monggo. Namun pada intinya kami tidak meminta,” tutur Sholeh diamini Risna. 

Editor : Kholistiono

Kasihan Banget, Bayi di Jepara Lahir Tanpa Anus

Jihan Novitasari, putri pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) yang lahir tanpa memiliki lubang anus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Jihan Novitasari putri pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19), lahir tanpa memiliki lubang anus. Kini, warga Desa Troso RT 04 RW 06, Kecamatan Pecangaan, Jepara itu tengah mendapatkan perawatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. 

Kepada MuriaNewsCom, Nor Sholeh mengatakan, putrinya itu lahir pada Senin (19/6/2017) lalu. “Ya kalau sebagai orang tua kami kaget mengetahui kondisi anak kami. Namun kami tidak menyalahkan siapa-siapa, sudah kami terima,” tutur dia Rabu (12/7/2017) malam. 

Ia bercerita, selain kelainan pada saluran anus, putrinya itu juga memiliki kelainan di kaki kanan yang tak sempurna. Selain itu, daging di sekitar perut juga tak tertutup sempurna dan ada benjolan di bagian punggung.

Setelah lahir, anaknya itu sempat dirawat di RSUD Kartini Jepara. Karena tak sanggup, maka diberikan rujukan ke RSUP Dr.Kariadi.

“Akan tetapi secara ekonomi  kami belum punya pegangan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari di Semarang. Maka dari itu saya cabut paksa perawatan di rumah sakit Kartini, setelah sempat dirawat empat hingga lima hari,” terang Risna. 

Dirinya dan suami hanyalah bekerja sebagai buruh tenun. Dalam sehari Nor Sholeh rerata memeroleh Rp 50 ribu. Namun jika tak bekerja, praktis tidak ada uang yang dikantonginya. 

Jihan sendiri mulai dirawat di RSUP Karyadi mulai Jumat (7/7/2017) lalu. Menumpang mobil ambulance yang disediakan oleh Puskesmas Kecamatan Pecangaan. 

Dirawat selama lebih kurang enam hari di Semarang, praktis Sholeh dan Lisna tak mendapatkan pemasukan. Mereka mengaku hanya mengandalkan bantuan dari Dinas Sosial Jepara, sekitar satu juta rupiah. Namun demikian, keduanya belum mengetahui berapa lama putrinya itu akan menginap.

Hal itu karena, prosedur pembuatan saluran anus dan pengobatan lain memerlukan waktu. “Masih menunggu keputusan dari dokter,” ujar Sholeh. 

Terkait biaya pengobatan Jihan, telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun demikian, untuk biaya keseharian untuk kedua orang tua yang kini menunggu, harus ditanggung sendiri. 

Editor : Kholistiono