Ibu Pembuang Bayi di Jepara Diancam 15 Tahun Penjara 

Polisi memeriksa pelaku pembuangan bayi di Jepara yang ternyata ibu kandungnya sendiri. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun. Ibu empat anak ini terbukti melanggar UU tentang perlindungan anak  dan kini diamankan di Polres Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang perlindungan anak. 

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017). 

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya. 

Baca Juga: Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Baca Juga : Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya. 

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika dihadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk. 

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.  

Editor: Supriyadi

Dengan Soda dan Obat Sakit Kepala, SN Gugurkan Kandunganya yang Berumur 7 Bulan

SN (40), ibu yang nekat menggugurkan kandungannya dan tega membuang jasad bayinya dengan dibungkus kresek. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku pembuang bayi di Mayong Lor, Jepara, SN (40) terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.

Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar pasal 80 junto 76 C ayat 2 UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diringkus di rumahnya, semalam (Selasa, 8/8/2017). Hal itu dari informasi dan petunjuk yang dikumpulkan penyidik dan mengerucut kepada tersangka,” tuturnya, dalam konferensi pers, Rabu (9/8/2017).

Dirinya menuturkan, tersangka bekerja sebagai pelinting di sebuah pabrik rokok, yang ada di Desa Brantak Sekarjati, Kecamatan Welahan.

“Kepada petugas tersangka menyebut alasannya untuk mengugurkan bayinya hanya karena sering diejek oleh teman sekerjanya. Ia kemudian menggugurkan dengan meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala,” urainya.

Sementara itu tersangka SN menyebut, selama masa awal kehamilan hingga usia tujuh bulan, ia menyembunyikannya dari suaminya.

“Sampai tadi malam saya ditangkap, suami saya tidak tahu bahwa saya hamil. Ketika di hadapannya selalu saya tutupi dengan memakai pakaian longgar. Dan setiap kali dia tanya saya selalu menghindar,” jelas SN sambil tertunduk.

Kini hanya penyesalan yang menggelora di hati ibu empat anak itu. Ia tak lagi berkumpul bersama suami dan keempat anaknya.

Baca juga : Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Ia mengakui meminum soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan.

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia.

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu.

Editor : Ali Muntoha

Ibu di Jepara Ini Nekat Buang Bayinya yang Baru Lahir karena Malu Diejek

Polisi memeriksa pelaku pembuangan bayi di Jepara yang ternyata ibu kandungnya sendiri. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masih ingat kasus pembuangan bayi di Desa Mayong Lor, Jumat (21/7/2017) lalu? Polres Jepara malam tadi (Selasa, 8/8/2017) menangkap pelakunya.

Ternyata tersangkanya adalah ibunya sendiri SN (40). Kepada penyidik ia mengaku sengaja mengugurkan dan membuang jabang bayi karena malu terus-terusan diejek oleh teman sekerjanya. 

“Saya malu akan anggapan teman-teman, mereka menggunjingkan saya orang miskin kok anake akeh (anaknya banyak). Dari situ saya lantas berniat mengugurkan bayi yang saya kandung,” ujar warga Kecamatan Nalumsari, Jepara itu.

Ejekan teman-teman seprofesi di pabrik rokok itu, ternyata membuat ibu empat anak itu gelap mata. Ia lantas mengonsumsi minuman soda yang dicampur dengan obat sakit kepala Minggu (16/7/2017), untuk mengugurkan anak kelimanya yang masih dalam kandungan tersebut. Saat digugurkan, SN mengaku umur jabang bayi sudah mencapai 7 bulan. 

Lalu, pada Senin (17/7/2017) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia. 

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian saya dan saya wadahi lagi dengan plastik dan saya taruh di dalam baskom plastik kemudian disembunyikan di dalam rumah,” urai dia. 

Lalu pada hari Selasa (18/7/2017) malam, yang bersangkutan kemudian berniat membuang jasad anaknya. Ia kemudian memasukan plastik berisi mayat bayi ke dalam sebuah tas belanja dan mengajak anaknya yang paling kecil (2 tahun) untuk ikut menutupi bungkusan itu. 

Dari rumahnya, ia lantas berkeliling tanpa tujuan menggunakan motornya, guna mencari tempat pembuangan. “Saya tak tahu waktu itu mau buang ke mana. Akhirnya saya melihat ada sawah di Mayong Lor lalu membuangnya di situ,” tambahnya. 

Ia sendiri mengaku sudah memunyai empat anak, berumur 12 tahun, 10 tahun, 5 tahun dan yang paling kecil 2 tahun. Saat ini pelaku tengah mendekam di tahanan Mapolres Jepara. 

Baca juga : Tega Bener, Bayi yang Baru Lahir Ini Dimasukkan Kantong Plastik Lalu Dibuang di Persawahan

Adapun, kasus jabang bayi ditemukan di persawahan Desa Mayong Lor. Penemunya saat itu adalah Ngasiman (50), saat menggarap lahan dan mencurigai ada tas belanja yang berbau busuk.

Editor : Ali Muntoha

Tega Bener, Bayi yang Baru Lahir Ini Dimasukkan Kantong Plastik Lalu Dibuang di Persawahan

Suasana evakuasi mayat bayi yang ditemukan di Desa Mayong Lor, Kecamtan Mayong, Jumat (21/07/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Mayong Lor , Kecamatan Mayong, Jepara, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi, di areal persawahan. Peristiwa itu terjadi Jumat (21/7/2017) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Mayong AKP Budi Santoso mengungkapkan, saat ditemukan, bayi berjenis kelamin perempuan itu dibungkus dalam kantong plastik warna merah dan dimasukan dalam tas belanja. “Tali pusar bayi tersebut masih menempel. Diperkirakan, usia bayi baru sekitar dua hari,” ujarnya. 

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Ngasiman (50). Ketika sedang menggarap sawah milik Zubaidi, ia membaui ada bau tak sedap dari arah tas belanja. Saat itu, dirinya mengira bungkusan itu adalah bangkai ayam dan tak memerdulikannya. 

Namun, karena rasa penasarannya, ia lantas menghampiri dan membuka tas belanja tersebut. Bukan bangkai ayam yang ditemukan, namun mayat bayi. Mengetahui temuannya tak lazim, Ngasiman langsung menunjukannya kepada rekannya Sudarmi dan Suheri.

“Saat itu saksi pertama atas nama Ngasiman membawa dan hendak menguburkan mayat bayi itu. Namun hal itu dihalangi oleh warga, sehingga saksi mengembalikannya ke tempat ia menemukan,” terang Kapolsek Mayong. 

Setelahnya, lanjut Budi Santoso, Ngasiman baru memberitahu temuannya kepada pemerintah desa lalu ke Polsek Mayong. “Berdasarkan pemeriksaan dari Bidan Puskesmas Mayong, bayi diperkirakan berumur dua hari. Jasad bayi kemudian dibawa ke RSUD Jepara. Sementara pelaku pembuangan masih dalam tahap penyelidikan,” tutup Budi. 

Editor : Kholistiono

Bayi Malang yang Dibuang di Sawah Gebog Akan Diadopsi

Bayi mendapatkan perawatan di Puskesmas Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. (Humas Polres Kudus)

Bayi mendapatkan perawatan di Puskesmas Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. (Humas Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Bayi laki-laki sehat yang dibuang di Desa Besito, Gebog, Kudus, kini sudah ada yang bersedia mengurusnya.

Kepala Puskesmas Gribig, Heri Akhiri Riyanto. Mengatakan, ada keluarga yang berniat mengadopsi bayi. Mereka adalah pasangan Nurudin Arif dan Husli Yulfa, warga Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog.

“Kami hanya memfasilitasi kesejahteraan saja, sedangkan untuk proses adopsi, menjadi wewenang Dinsosnakertrans Kudus serta pihak kepolisian,” kata Heri saat dihubungi.

Hingga kini, kata dia, baru satu pasangan saja yang berkeinginan untuk mengadopsi bayi laki laki itu. Sementara untuk perkembangan kondisi bayi bernasib malang itu, sekarang sudah membaik. Hanya pada tubuhnya mengalami kekuningan.

“Proses perubahan warna tersebut, biasa terjadi pada bayi yang baru lahir, 2 sampai 3 hari ke depan. Itu bisa terjadi, karena kekurangan ASI dan sinar matahari,” ujarnya.

Sedangkan dokter Setiti Marganing Rahayu yang menangani langsung kesehatan bayi itu membenarkan.bahwa terjadi perubahan kesehatan bayi. Untuk memastikan hasil pemeriksaan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter spesialis anak.

Editor : Akrom Hazami

Bayi Baru Lahir Dibuang di Sawah Besito Kudus

Bayi mendapatkan perawatan di Puskesmas Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. (Humas Polres Kudus)

Bayi mendapatkan perawatan di Puskesmas Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus. (Humas Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi laki-laki sehat ditemukan di jalan sawah di Dukuh Kauman, Desa Besito,  RT 01/RW 03, Kecamatan Gebog, Kudus, Sabtu (24/9/2016), pukul 06.00 WIB.

Bayi memiliki berat badan 2,5 kg, panjang 46 cm. Bayi saat ini dirawat di Puskesmas Gribig, Gebog. “Bayi dalam keadaan sehat,” kata dokter Siti, salah satu anggota medis di puskesmas itu.

Kepala Bagian Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono, menuturkan keterangan saksi mata kepada polisi bahwa kedua petani setempat mendengar suara tangis bayi.

“Saksi itu adalah kedua petani. Mereka terkejut ketika masuk daerah persawahan. Tiba-tiba mereka mendengar suara tangis bayi. Setelah dicek ternyata ada bungkusan plastik warna hitam yang dibalut dengan kain berwarna merah,” kata Sumbar kepada MuriaNewsCom.

Kedua petani tersebut adalah Slamet  Barokah (33) dan Wagirah (65). Keduanya warga Desa Karangmalang, Gebog.

Dengan penasaran, keduanya langsung menghampiri bungkusan tersebut. Dan benar saja mereka mendapati seorang bayi di dalamnya.

“Melihat bayi, mereka kemudian membawanya ke bidan desa mereka di Karangmalang. Oleh bidan yang bernama Yusriah, bayi nahas tersebut langsung diberikan penanganan dan diperiksanya,” ujarnya.

Bayi diperkirakan lahir sekitar pukul 03.00 WIB sebelum akhirnya ditaruh di jalan arah persawahan.

Editor : Akrom Hazami

Keren, Puluhan Balita di Grobogan Pandai Bikin Kerajinan dari Barang Bekas

bayi e

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam hasta karya bikinan anak balita dipamerkan di Gedung Riptaloka Setda Grobogan, Sabtu (21/5/2016). Puluhan hasta karya itu dibuat oleh anak-anak yang belajar di Kelompok Bermain atau Play Group Rumah Homey Kuripan, Purwodadi.

“Ada 30 anak yang belajar ditempat kami. Hasta karya ini buatan anak-anak selama setahun belajar ditempat kami,” ungkap pemilik Rumah Homey Sapto Tri Ambaryadi.

Ada beragam jenis hasta karya yang dihasilkan anak-anak tersebut. Semua bahan pembuatan berasal dari barang bekas yang sudah tidak terpakai.

“Hasta karya uang dihasilkan memang masih sederhana. Tetapi, ini patut diapresiasi karena yang buat masih anak usia 2-4 tahun,” jelasnya.

Selain memamerkan hasta karya dalam acara itu juga disuguhkan pentas seni. Beragam atraksi kesenian diperlihatkan anak-anak dihadapan orang tua dan tamu undangan.

Sapto menambahkan, selain kelompok belajar, lembaganya juga menerima tempat penitipan anak. Saat ini, ada 17 guru atau tenaga yang menangani anak-anak di lembaganya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Awalnya Pemulung di TPA Tanjungrejo Temukan Bayi

Jpeg

Bayi perempuan yang ditemukan di TPA Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, saat diperiksa di kamar jenazah RSUD dr Loekmonohadi Kudus, usai ditemukan pada Rabu (27/4/2016). (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi perempuan yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, dan ditemukan pada Rabu (27/4/2016), memang mengejutkan warga yang beraktivitas di sana.

Bayi itu kali pertama ditemukan seorang pemulung bernama Umiyati, (55), warga Desa Honggosoco, RT 5/RW 4, Kecamatan Jekulo, Kudus. Saat itu, sekitar pukul 13.00 WIB, dirinya sedang mengais sampah, yang diturunkan truk-truk di sana.

Saat membuka sebuah plastik berwarna putih, Umiyati terkejut lantaran ada satu benda seperti tangan tersembul dari plastik itu. Dia kemudian memeriksanya sekali lagi, untuk memastikan benda apa tersebut.

Alangkah terkejutnya dia, ketika mendapati jika benda itu adalah sesosok tangan bayi yang berlumuran darah. ”Saksi penemu itu kemudian berteriak-teriak. Orang-orang serta sopir muatan truk yang ada di sana, kemudian menghampirinya untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto.

Salah seorang sopir truk muatan sampah bernama Sukriyanto, (51), kemudian memberanikan diri membuka bungkusan plastik tersebut. Dan alangkah terkejutnya dia, ketika ternyata dalam bungkusan itu, berisi bayi utuh yang berlumuran darah.

”Bayi itu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal, dan dibungkus dengan celana dalam perempuan, yang juga penuh darah,” jelasnya.

Usai memastikan bahwa itu adalah bayi, menurut Mardi, orang-orang yang ada di TPA kemudian mengevakuasi bayi tersebut. Peristiwa itu lantas dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Mereka yang ada di TPA juga membungkus lagi bayi itu dengan pakaian bekas, agar tidak kena lalat dan sengatan matahari. Setelah diperiksa, bayi itu kemudian dibawa ke RSUD Loekmonohadi untuk diperiksa lebih lanjut,” imbuhnya.

Editor: Merie

Bayi Dibuang di TPA Tanjungrejo Kudus

Jpeg

Petugas RSU dr Loekmono Hadi Kudus melihat kondisi mayat bayi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bayi berjenis kelamin perempuan yang masih bertali pusar ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, (27/4/2016). Saat ditemukan, bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, bayi yang diperkirakan mempunyai berat badan sekitar 3 kg tersebut saat ini di kamar jenazah Rumah Sakit Umum dr Loekmono Hadi Kudus.

Petugas kamar jenazah RSU dr Loekmono Hadi Kudus Rukani mengatakan, bayi ini dibawa ke RSU Lokmono hadi sudah tidak bernyawa. “Kami tadi menerima bayi berjenis perempuan masih bertali pusar dari Polsek Jekulo pada pukul 15.00 WIB. Sementara itu, untuk tindak lanjut penguburannya, kita masih menunggu keputusan atau surat dari pihak kepolisian,” katanya.

Di saat yang sama, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polres Kudus Ipda Sulis mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Polsek Jekulo bahwa bayi perempuan ini ditemukan di TPA Tanjungrejo pada pukul 13.00 WIB.

“Bayi perempuan yang masih bertali pusar itu ditemukan Polsek Jekulo sekitar pukul 13.00 WIB. Dan dibawa ke RSU ini pada pukul 15.00 WIB. Selain itu, di tubuh bayi tersebut masih terdapat celana dalam orang dewasa. Sementara ini, penemuan bayi tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bayi Dibuang di Jepara jadi Rebutan Pasangan Adopsi

Perawat menggendong bayi yang dibuang, di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Perawat menggendong bayi yang dibuang, di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Bayi cantik yang dibuang di depan teras rumah warga di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Jepara menyita perhatian publik. Bahkan, banyak warga yang ingin mengadopsi bayi tak berdosa itu.

Salah satu warga yang ingin mengadopsi bayi cantik itu, yakni Taufiq Sabda, warga RT 4 RW 4 Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan,Jepara. Dia mengaku siap mengadopsi bayi cantik tersebut, jika tidak ada yang mau mengakui sebagai orang tuanya.

“Ini sebagai bentuk keprihatinan dan kemanusiaan. Kalau memang orang tua kandung tidak menginginkan bayinya, saya siap untuk mengadopsi,” katanya, Rabu (16/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, dirinya sudah menghubungi pihak puskesmas dan pihak terkait atas niatannya tersebut. Jika nantinya, memang tidak ada yang mengakui sebagai orang tuanya, ia siap mengadopsi bayi perempuan itu.

Sementara itu, Kapolsek Mlonggo AKP Maryono mengatakan kasus penemuan bayi saat ini sudah dilimpahkan ke unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolres Jepara. Terkait dengan siapa saja yang menginginkan untuk melakukan adopsi, bisa datang atau menghubungi langsung ke unit perlindungan anak.

Sedangkan untuk keberadaan orang tua sang bayi masih dalam pemeriksaan kepolisian. Pihaknya berharap, pelaku atau orang tua yang mencoba menelantarkan anak kandungnya itu bisa segera mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kami sudah meminta semua Babinkantibmas untuk mengerahkan anggotanya mendata perempuan yang belakangan diketahui hamil. Kami berharap segera ditemukan siapa orang tua terutama ibu dari bayi ini,” terangnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Video – Bayi Cantik yang Dibuang di Teras Rumah Warga Jepara Masih Jadi Misteri

Bayi cantik yang ditemukan warga Desa Suwawal, Mlonggo kini berada di Puskesmas Mlonggo (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bayi cantik yang ditemukan warga Desa Suwawal, Mlonggo kini berada di Puskesmas Mlonggo (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Muncul spekulasi dan dugaan terkait alasan orang tua yang membuang atau mentelantarkan bayi perempuannya di teras rumah Hadi Sutikto (48) warga RT 02 RW 01 Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Jepara, yang ditemukan dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB.

Meski demikian, pihak Polsek Mlonggo belum berani menduga sendiri apa penyebab dibuangnya bayi tersebut, sehingga saat ini masih menjadi misteri.

“Kami belum berani menduga-duga. Sebab, kami belum menemukan orang tuanya maupun pihak-pihak yang mengetahui ibunya dari bayi ini,” ujar Kapolsek Mlonggo AKP Maryono kepada MuriaNewsCom, Selasa (15/12/2015).

Menurutnya, pihaknya sampai saat ini masih mencari pelaku maupun orang tua bayi, agar dapat diketahui apa motif dibuangnya bayi tersebut. Saat ini, pihaknya mengaku sudah meminta semua Babinkantibmas untuk mengerahkan anggotanya mendata perempuan yang belakangan diketahui hamil.

“Selain itu, semua anggota Polsek Mlonggo juga berusaha mencari tahu ibu dari bayi ini. Kami berharap segera ditemukan siapa orang tua terutama ibu dari bayi ini,” terangnya.

Bayi tersebut terlihat sangat cantik. Kini bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya tersebut berada di Puskesmas Mlonggo dan mendapatkan perawatan intensif dari pihak Puskesmas.

Hadi Sutikno menceritakan awal mulanya menemukan bayi yang dibuang di teras rumahnya tersebu. Mulanya terdengar suara bayi menangis di depan rumahnya dan setelah dilihat oleh anaknya, ternyata ada sesosok bayi yang tergeletak di atas kursi di teras rumah sekitar pukul 00.30 WIB, dini hari tadi.

“Kondisi bayi dalam keadaan setengah badan terbalut kain dari kaki sampai ke perut. Sedangkan perut sampai ke atas tidak terbalut apa-apa,” kata Hadi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

 

Ini Kronologi Ditemukannya Bayi Cantik di Jepara

Ini Kronologi Ditemukannya Bayi Cantik di Jepara

Ini Kronologi Ditemukannya Bayi Cantik di Jepara

 

JEPARA – Bayi perempuan yang ditemukan di teras rumah Hadi Sutikto (48) di RT 02 RW 01 Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Jepara terlihat sangat cantik. Kini bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya tersebut berada di Puskesmas Mlonggo.

Hadi Sutikto menceritakan, mulanya terdengar suara bayi menangis di depan rumahnya. Setelah dilihat oleh anaknya, ternyata ada sesosok bayi yang tergeletak di atas kursi di teras rumah sekitar pukul 00.30 WIB, dini hari tadi.

“Kondisi bayi dalam keadaan setengah badan terbalut kain dari kaki sampai ke perut. Sedangkan perut sampai kepada tidak terbalut apa-apa,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (15/12/2015).

Sepengetahuan dirinya, ketika memegang dan mengamati kondisi bayi, kondisi bayi terlihat normal-normal saja. Bahkan, bayinya terbilang cukup lucu. Dia mengaku terheran-heran mengapa bayi tersebut ditelantarkan atau dibuang oleh orang tuanya.

“Sepengetahuan saya, disekitar sini yang hamil sudah pada melahirkan lama. Kalau yang baru melahirkan beberapa hari ini tidak ada,” ungkapnya.

Tak berselang lama, dirinya langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Mlonggo. Kemudian, sejumlah polisi mendatangi rumahnya dan mengamankan bayi yang ditemukan tersebut. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

foto: Hadi Sutikto (48) menunjukkan lokasi ditemukannya bayi yang cantik berusia empat hari, di atas kursi di teras rumahnya (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Teganya! Bayi Cantik Ini Dibuang di Teras Rumah Warga

Bidan dan petugas Puskesmas sedang menyuapi bayi yang ditemukan di teras rumah warga di Desa Suwawal, Mlonggo Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bidan dan petugas Puskesmas sedang menyuapi bayi yang ditemukan di teras rumah warga di Desa Suwawal, Mlonggo Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Seorang bayi yang diperkirakan masih berusia empat hari ditemukan di teras rumah salah seorang warga bernama Hadi Sutikto (48) di RT 02/RW 01 Desa Suwawal,Kecamatan Mlonggo, Jepara.

Bayi yang ditemukan anak Hadi Sutikno, yakni Fara Faisal Hadi sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa (15/12/2015) itu kini berada di Puskesmas Mlonggo.

Salah seorang kordinator bidan di Puskesmas Mlonggo Endah Setyawati mengatakan, bayi berjenis perempuan tersebut berukuran 2,4 kilogram dengan panjang sekitar 48 centimeter. Kondisi bayi cukup normal meskipun saat awal dibawa ke Puskesmas dalam kondisi lemas.

“Kondisinya awalnya lemah sekali, mungkin kekurangan cairan. Bahkan, bayinya tidak mau ngecit,” kata Endah Setyawati kepada MuriaNewsCom, Selasa (15/12/2015).

Menurutnya, pihaknya menerima bayi sekitar pukul 01.00 WIB dari pihak kepolisian Polsek Mlonggo dan warga yang menemukannya. Saat diterima, kondisi bayi terbalut kain daster.

“Diperkirakan usia bayi sekitar empat hari. Tali pusarnya sudah tidak ada, jadi tidak mungkin kalau baru lahir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Mlonggo AKP Maryono mengemukakan, pihaknya menerima informasi dari warga ada bayi ditemukan di rumah warga, kemudian pihaknya mendatangi lokasi. Kondisi bayi terbungkus kain motif kembang tersebut kemudian diamankan dan di bawa ke Puskesmas Mlonggo.

“Informasi yang kami terima ternyata benar kemudian bayi kami titipkan di Puskesmas Mlonggo,” kata Maryono terpisah. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ingin Adopsi Bayi, Berikut Persyaratannya

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketika orang tua tidak kunjung ditemukan dalam kasus pembuangan bayi laki-laki di Jati, maka bayi dapat diadopsi dengan menempuh syarat yang sudah ditentukan. Yaitu, izin dari dinas terkait mengenai bayi tersebut.

Hal itu diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Kudus Ahmad Syafiq kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, terdapat beberpa tahapan sebelum pemohon adopsi dapat merawat bayi tersebut.

”Jika hendak melakukan adopsi, dapat meminta surat izin ke Dinas Sosial. Kemudian ada tindakan yang dilakukan dari pihak dinas terkait hal tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dinas sosial akan melakukan penelitian tentang calon orang tua bayi. Penelitian dilakukan apakah calon orang tua angkat layak atau tidak. Jika layak, maka dikeluarkan izin tersebut.

”Berdasarkan izin itu, maka baru diajukan permohonan pengangkatan anak ke kantor PN, barulah kemudian diproses,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Dianggap Beragama Islam, Pengadopsi Bayi Harus Menyesuaikan

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Penemuan bayi laki-laki di Jati Minggu kemarin, dianggap sebagai bayi yang beragama Islam. Untuk itu bagi yang hendak mengadopsi bayi tersebut, agamanya juga harus menyesuaikan.

Hal itu diutarakan Humas Pengadilan Negeri Kudus Ahmad Syafiq, menurutnya kalau bayi ditemukan di jalan, tanpa diketahui siapa orang tuanya, maka bayi itu dianggap beragama Islam.

”Karena mayoritas orang Kudus beragama Islam. Jadi bayi yang ditemukan juga dianggap beragama islam,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Dengan demikian, lanjutnya, bagi yang hendak melakukan adopsi, juga harus seagama dengan bayi. Hal itu sangat diperlukan dalam syarat melakukan adopsi bagi pengadilan.

”Hal itu diatur oleh PP tentang pengangkatan anak, jadi anak temuan dianggap seagama dengan agama mayoritas dia ditemukan. Dan di Kudus mayoritas agamanya Islam,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Polisi Masih Memburu Pembuang Bayi di Jati

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bayi laki-laki yang ditemukan di Jati saat ini masih dalam perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Anggota Polsek Jati, hingga kini masih memburu pelaku atau orang tua yang membuang bayi di Jati. Kepolisian berharap pelaku pembuangan bayi dapat segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Jati AKP Syuhada mengatakan, hinggga kini proses lidik masih terus dilakukan untuk mendapatkan pelaku pembuangan bayi. Sementara kondisi bayi sampai sekarang masih dititipkan di RS Mardi Rahayu.

”Kami terus lidik, kami juga masih memburunya kasus tersebut. Nantinya kalau tertangkap harus diproses juga,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Hingga kini, banyak warga yang berniat untuk mengadopsi bayi laki-laki tersebut. Tidak hanya satu orang tua saja yang sudah mendaftar, melainkan beberapa warga sampai antre ingin mengadopsi.

”Kalau proses adopsi itu kewenangan pengadilan, bukan wewenang kami sebagai anggota kepolisian,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Dinsosnakertrans Siap Tindak Lanjuti Nasib Bayi

Jumpa pers yang diselenggarakan pihak RS Mardi Rahayu Kudus guna menginformasikan kondisi bayi yang ditemukan di Desa Jati. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Jumpa pers yang diselenggarakan pihak RS Mardi Rahayu Kudus guna menginformasikan kondisi bayi yang ditemukan di Desa Jati. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Dinsosnakertrans Kudus siap membantu pengasuhan bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Jati kemarin. Dalam jumpa pers di Mardirahayu hari ini, Sutrimo Kepala Bidang sosial Dinsosnakertrans mengatakan pihaknya akan membawa bayi  ke unit rehabilitasi sosial Wiloso Tomo Salatiga.

”Karena Kudus belum memiliki tempat rehabilitasi untuk bayi jadi nanti akan dibawa ke Dinsosnakertrans Salatiga untuk dirawat di rehabilitasi khusus,” ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah, dan pihak kepolisian sebelum dibawa.

Sutrimo menambahkan jika memang sudah tidak ada keluarga yang menjemput dan belum ada yg mengadopsi, akan dirawat oleh Dinsos. Namun pihaknya tetap berharap, ada keluarga yang mau mengambil dan merawat. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Mardi Rahayu, Harapkan Segera Ada Keluarga Bayi Menjemput

Jumpa pers yang diselenggarakan pihak RS Mardi Rahayu Kudus guna menginformasikan kondisi bayi yang ditemukan di Desa Jati. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Jumpa pers yang diselenggarakan pihak RS Mardi Rahayu Kudus guna menginformasikan kondisi bayi yang ditemukan di Desa Jati. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Penemuan bayi laki-laki pada hari Minggu lalu (11/10/2015) di Desa Jati belum juga menemukan titik terang. Hingga saat ini perawatan bayi masih menjadi tanggung jawab RS Mardi Rahayu, setelah diserahkan Polsek Jati untuk mendapatkan perawatan.

Dari pihak Rumah Sakit RS Mardi Rahayu mengatakan, untuk siap merawat selama bayi masih belum menemukan kejelasan. ”Kami siap merawat bayi tersebut hingga ada kejelasan dari pihak kepolisian mengenai nasib si bayi,” ujar Dr Pujianto, Direktur Sumber Daya dan Umum saat jumpa pers Senin (12/10/2015).

Pihak rumah sakit juga mengharapkan agar keluarga si bayi dapat segera menjemput. ”Ya semoga melalui pemberitaan ini keluarga si bayi dapat segera menjemput,” jelasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Bayi yang Dibuang Ternyata Digigiti Serangga

Perawat menggendong bayi laki-laki yang dibuang, dan kini telah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perawat menggendong bayi laki-laki yang dibuang, dan kini telah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kasus penemuan bayi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, benar-benar menggemparkan kota setempat, Minggu (11/10/2015).

Saat ini bayi berjenis kelamin laki-laki masih dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Hal itu untuk menyelamatkan bayi setelah sebelumnya dibuang di pinggir jalan di dalam kardus. “Hanya terdapat sedikit merah-merah di badan karena gigitan serangga,” kata Retno Diah, suster penjaga kamar bayi di RS Mardi Rahayu.

Sementara kondisi bayi saat ini sangat sehat dan dalam pengawasan pihak RS Mardi Rahayu. “Saat dibawa ke rumah sakit pagi tadi oleh polisi, keadaan bayi sangat sehat. Kemungkinan bayi baru dilahirkan semalam karena kondisi bayi yang masih dilengkapi dengan plasenta,” ujar Retno.

Kondisi fisik bayi juga normal dengan panjang 49 cm dan berat 3,4 kg. Kulit bayi merah sehat. Sementara ini bayi laki-laki tersebut mendapatkan perawatan seperti bayi baru lahir pada umumnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Ini Lho Kronologi Penemuan Bayi yang Dibuang Ibunya Begitu Saja

Perawat menggendong bayi laki-laki yang dibuang, dan kini telah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perawat menggendong bayi laki-laki yang dibuang, dan kini telah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Polsek Jati Kudus mencatat kronologi penemuan bayi yang dihimpun di lapangan. Yakni, Minggu (11/10) pukul 05.00 WIB, ditemukan bayi laki-laki di pinggir jalan. Tepatnya di depan rumah milik Muhammad Said di Desa Jati Wetan, R T 8/2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, istri Said, Zumroh ditanya suaminya apakah mendengar suara tangis bayi, Sabtu (10/10) pukul 23.00 WIB. Zumroh menjawab mungkin tetangga sebelah melahirkan bayi.

Esok harinya, Minggu, tetangganya Sujin melihat kardus yang terletak di pinggir jalan tepatnya di depan rumah Said. Saat kardus dibuka, Sujin mendapati bayi laki-laki di dalamnya.

Sujin memberitahukan itu kepada tetangga. Kemudian, warga melaporkan ke Ketua RT 8, Kholik. Dan laporan itu disampaikan ke Sekdes setempat.

Karena kondisi bayi tali pusar dan ari ari masih bersatu dengan bayi, warga membawanya ke Rumah Sakit Mardi Rahayu untuk mendapatkan perawatan. “Kami masih menyelidiki kasus ini,” kata Kapolsek Jati AKP Syuhada. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Kejam, Bayi Laki-laki Dimasukkan di  Kardus dan Dibuang di Pinggir Jalan Kudus

bayi-dibuang

Perawat menggendong bayi laki-laki yang dibuang, dan kini telah dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam kardus Minggu (11/10/2015) di Dukuh Kaligawe, Dusun Jati Wetan RT 8 RW 2, Kecamatan Jati, Kudus. Bayi pertama kali ditemukan Minggu dini hari, saat masyarakat akan pergi ke sawah.

“Tepatnya sekitar pukul 04.30 WIB, dan di laporkan pada pukul 05.25 WIB tadi,” ujar Kapolsek Jati AKP Syuhada.

Syuhada menjelaskan, warga melihat kardus di tepi jalan bergerak, dan kemudian dibuka ternyata berisi bayi laki-laki , dan oleh warga dilaporkan ke perangkat RT. Kondisi bayi masih lengkap dengan plasenta dan tubuhnya dibalut dengan kain warna merah.

“Dan saat ini, bayi tersebut dibawa ke Rs Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan perawatan, ” imbuhnya. Saat ini kasus penemuan bayi tersebut masih dalam penanganan Polsek Jati Kudus.  (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Nenek Pembuang Bayi Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

 

REMBANG – Kasatreskrim Polres Rembang. AKP Eko Adi Pramono mengatakan, ibu dan nenek yang membuang bayi di sebuah gubug persawahan di Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, telah diperiksa di Polres. “Tadi malam diajak ke sini, dimintai keterangan dan langsung dibawa kerumah sakit,” ungkapnya.

Eko juga menuturkan, jika Kasri (56) tidak mengetahui kalau anaknya Siti Arofah (19) sedang hamil. “Saat di luar kota sudah hamil. Kemudian sebelum Idul Adha pulang kampung. Orangtua tidak tahu kondisi fisik anaknya karena tertutup pakaian yang longgar , kurang lebih 10 hari kemudian melahirkan di kamar mandi, dan hal ini membuat keluarga kaget,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku sudah mengetahui identitas ayah bayi tersebut, namun masih enggan membeberkannya.

Meski pelaku dijerat dengan UU 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, Unit PPA Polres Rembang menyatakan akan mendahulukan pendekatan kemanusiaan.

Sedangkan ayah bayi, katanya, lolos dari jeratan pasal, karena ibunya sudah berumur 19 tahun atau dianggap dewasa. “Kami harapkan agar pihak lelaki bertanggung jawab,” katanya. (KHOLISTIONO)

Cinta Terlarang Sang Pembantu dan Duda Berakhir Tragis

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

 

REMBANG – Siti Siti Arofah (19), ibu dari sang jabang bayi yang dibuang di gubug Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, merupakan pembantu rumah tangga, yang sudah tiga tahun bekerja di luar Rembang.
Siti mengaku, jika bayi yang dibuang neneknya tersebut merupakan hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria yang berstatus duda, dan merupakan tetangga dari majikan Siti. Duda tersebut, katanya, merupakan perantau.

Awalnya, Siti mengaku sering dicurhati si duda ganteng yang dua kali kawin dan ditinggal mati istrinya. Lambat laun mereka pun saling jatuh cinta.Siti sudah terbujuk rayuan gombal sang duda, dan hingga suatu hari di bulan Januari , dengan bujuk rayu dan atas inisiatif si duda, Siti diminta pamitan kepada majikannya denga alasan pulang ke Rembang.

”Ternyata saya diajak menginap di sebuah Hotel. Selama semalam di kamar hotel, kami berulang kali melakukan hubungan badan, hingga akhirnya hamil,” katanya.

Selama delapan bulan, Siti yang hanya tamatan SMP dan sudah tiga tahun jadi PRT tersebut termasuk cukup lihai menyembunyikan perutnya yang mulai membengkak. Bahkan majikannya yang seorang bidan, tidak mengetahui perihal kehamilannya tersebut.

Kepada petugas, Siti mengaku sempat dijanjikan akan dinikahi si duda . Pacarnya tersebut juga sering memberi uang untuk kebutuhan sehari-hari, dan memeriksakan kehamilan. “Setelah usia kandungan sembilan bulan, saya akhirnya keluar dari pekerjaan. Saya sengaja ingin melahirkan di rumah, untuk menunjukkan kepada orang tua, agar hubungan kami direstui sampai pernikahan,” ungkapnya. (KHOLISTIONO)

Teganya! Ternyata yang Membuang Bayi di Gubug Sawah Gambiran Adalah Sang Nenek

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

Bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang neneknya di gubug persawahan. (Istimewa)

 

REMBANG – Misteri penelantaran bayi di sebuah gubuk oleh seorang wanita misterius yang membuat gempar warga Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan, pada Jumat (2/10/2015) lalu akhirnya terungkap

Berbekal sejumlah keterangan saksi dan informasi warga, dalam waktu empat hari, akhirnya aparat kepolisian berhasil menguak siapa wanita misterius si pembuang bayi berjenis kelamin perempuan itu.
Adalah Kasri, seorang nenek yang usianya 56 tahun, warga Desa Rendeng, Kecamatan Sale, Rembang, yang ternyata tega menelantarkan bayi tersebut di sebuah gubug. Perempuan tua ini, tak lain adalah nenek dari sang jabang bayi.

Kepada penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rembang, Kasri mengakui semua perbuatanya. Dirinya kemudian menceritakan, bagaimana sampai dirinya tega melakukan hal itu.
Ketika itu, dikejutkan dengan anaknya bernama Siti Arofah (19) yang telah bersimbah darah di kamar mandi, dan ternyata malah melahirkan. Memang diakuinya, sebelumnya anaknya tersebut mengeluh jika perutnya sakit.

”Saya tidak menelantarkan atau membuang cucu saya sendiri, saya hanya ingin “menitipkan” anak hasil hubungan gelap putri saya kepada salah satu warga Gambiran yang sedang berada di gubug,” ujarnya.
Dengan alasan malu dan kondisi ekonomi kurang mampu, sehingga tak sanggup mengurus. Dia sengaja menitipkan bayi kepada salah satu petani di gubug tegalan sawah desa setempat. (KHOLISTIONO)

Polisi Kudus Siapkan Hukuman Setimpal bagi Ibu Pembuang Bayi

Wakapolres Kudus KOmpol Yunaldi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Wakapolres Kudus KOmpol Yunaldi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS –  Polres Kudus telah menyiapkan hukuman setimpal bagi ibu pembuang bayi di Desa Jurang, Kudus. Sang ibu dapat dikenakan ancaman kasus karena menelantarkan anak.

“Proses hukum kami, pasti kan juga tetap berjalan. Sampai tuntas,” kata Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya proses hukum tidak dapat dilepaskan meskipun nantinya bayi akan ada yang mau mengadopsi. Bahkan dia menyatakan akan banyak pihak yang bersedia mengadopsi. “Kalau yang mau mengadopsi saya yakin banyak,” ungkap Yunaldi.

Menurutnya, pihak kepolisian berharap orang tua bayi, khususnya ibu yang melahirkan, untuk segera mengambil anaknya. Hal itu dilakukan agar bayi juga mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)