Batik Bumi Saridin Mulai Dikembangkan di Durensawit Pati

Sejumlah ibu-ibu tengah mewarnai batik “Bumi Saridin” khas Kayen, Senin (22/5/2017). Batik Bumi Saridin mulai dikembangkan di Desa Durensawit. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Batik bercorak “Bumi Saridin” khas Kecamatan Kayen mulai dikembangkan di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati. Pengembangan itu dilakukan untuk melestarikan batik tulis berlatar kisah tokoh legendaris asal Kayen, Saridin.

Ada dua motif yang saat ini tengah dikembangkan. Pertama, motif Bumi Saridin yang memadukan kelapa, jambu dan asem. Kedua, motif Bumi Saridin bercorak lele, duren dan daun jati.

Asih Subekti, pembatik asal Durensawit mengatakan, semua motif dibuat berdasarkan kisah Saridin. Misalnya, buah durian yang sempat menjadi perselisihan antara Saridin dan kakak iparnya, Branjung.

Ikan lele yang mengisahkan kesaktian Saridin saat menjadi santri Sunan Kudus. Buah kelapa digunakan Saridin untuk menjelajah samudera menuju Palembang. “Semua perpaduan motif dirancang khusus dengan kisah Saridin, leluhur kami yang melegenda,” ujar Asih, Senin (22/5/2017).

Dalam tiga minggu, Asih bisa memproduksi seratus batik tulis Bumi Saridin yang dikerjakan secara manual menggunakan tangan. Selama ini, penjualan masih mengandalkan bantuan unit pengelola kegiatan (UPK) Kecamatan Kayen.

Dia berharap, pengembangan batik tulis Bumi Saridin di Durensawit bisa mengakomodasi kearifan lokal, karena Saridin merupakan warga asli Durensawit. Selain itu, pengembangan batik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas wanita, serta mendongkrak perekonomian setempat.

“Saridin itu asli orang Durensawit. Pengembangan batik Bumi Saridin di sini untuk melestarikan kearifan lokal, sekaligus memberdayakan wanita dan peningkatan ekonomi lokal,” pungkas Asih.

Editor : Kholistiono

Batik Bumi Saridin Khas Kayen Pati Bakal Dipatenkan

batik saridin (e)

Bupati Pati Haryanto menunjukkan Batik Bumi Saridin karya warga Kayen yang akan segera dipatenkan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pesona Batik Bumi Saridin khas Kecamatan Kayen ternyata tak hanya dikagumi di Pati sendiri, tetapi juga bersinar di luar daerah seperti Kudus. Sejumlah warga Kudus yang berbatasan dengan wilayah Pati selatan beberapa kali memesan batik tersebut untuk digunakan sebagai seragam.

Melihat potensi tersebut, Bupati Pati Haryanto mendorong warganya segera mematenkan Batik Bumi Saridin, sebagai karya emas warga Kayen. “Batik khas Kayen sudah mulai dilirik luar daerah. Motifnya bercerita tentang kisah Syeh Jangkung. Karena itu, kami meminta agar segera dipatenkan,” ujar Haryanto, Selasa (3/5/2016).

Haryanto mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya yang diperlukan untuk mematenkan produk. Pasalnya, biaya mematenkan produk bisa dikatakan terjangkau. Terlebih, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah diminta untuk membantu warga yang ingin punya hak paten.

Selain itu, Haryanto juga akan membantu pemasaran Batik Bumi Saridin melalui Pasar Pragola. Pasar tersebut sejak awal didesain untuk menampung produk unggulan Pati yang menjadi “karya emas” warga Pati.

Dengan begitu, pembeli Batik Bumi Saridin juga bisa melakukan transaksi di Pasar Pragola. Sementara itu, perajin batik Batik Bumi Saridin cukup menyetok produknya di Pasar Pragola.

Saat ini, Batik Bumi Saridin seri kedua menghadirkan motif yang kaya akan perpaduan ikan lele, durian dan daun jati. Ketiga motif itu terinspirasi dari kisah Saridin, mulai dari daun jati sebagai kendaraan Saridin menuju Turki, ikan lele hasil sabda Saridin dari setiap air yang ada, hingga pohon durian milik Saridin.

Sebelumnya, Batik Bumi Saridin seri pertama menggunakan motif buah asem, jambu dan kelapa. Ketiga motif itu juga erat kaitannya dengan kisah Saridin. Salah satunya, ketika Saridin mengarungi samudera dengan dua buah kelapa.

Angin segar yang dihembuskan dari Haryanto membuat sejumlah perempuan UPK Syeh Jangkung bernapas lega. Sebab, mereka sudah mendapatkan pelatihan membatik sebelumnya dan siap untuk berkarya melalui batik-batik buatannya.

Camat Kayen, Jabir menyambut positif langkah Bupati Pati Haryanto yang peduli pada pemberdayaan masyarakat melalui potensi lokal. “Pelatihan membatik itu keterampilan. Dengan keterampilan itu, warga bisa bekerja dan berkarya sehingga menghasilkan pendapatan,” ungkap Jabir.

Jabir menilai, Batik Bumi Saridin punya prospek yang cukup bagus. Pasalnya, sosok Syeh Jangkung yang begitu legendaris menjadi dasar untuk membuat motif-motif batik khas Kayen.

Senada dengan itu, Ketua UPK Syeh Jangkung Sutono mengatakan, pelatihan membatik diharapkan bisa menggerakkan masyarakat untuk berinovasi membuat batik yang digali dari potensi yang ada di Kayen. “Pak Bupati berjanji akan memberlakukan Batik Bumi Saridin untuk seragam PNS di Kayen pada Jumat. Kami optimistis Batik Bumi Saridin bisa berkembang pesat,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami