Batik Bikinan Difabel Asal Blora Dipuji Presiden Joko Widodo

MuriaNewsCom, Blora – Kerajinan batik yang diproduksi komunitas Difabel Blora Mustika (DBM) mendapat perhatian sangat istimewa. Tidak tanggung-tangung, perhatian sekaligus apresiasi diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Apresiasi itu diberikan saat perwakilan difabel Blora hadir dan bertemu langsung dengan presiden di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Rabu (14/3/2018) kemarin.

Pertemuan itu berlangsung setelah presiden melangsungkan peluncuruan Program Bank Wakaf Mikro yang diadakan di Ponpes milik KH Ma’ruf Amin tersebut.

“Perwakilan anggota difabel Blora dengan dibantu NU Care-LAZISNU sengaja datang ke Banten untuk bertemu presiden dan menyerahkan langsung batik hasil karyanya.,” kata Wakil Bupati Blora Arief Rohman, Kamis (15/3/2018).

Menurut Arief, presiden sangat senang melihat hasil karya batik yang dibuat komunitas difabel di Blora. Presiden juga mengatakan jika produk batik yang dihasilkan juga cukup bagus.

“Bagus-bagus batiknya. Terimakasih,” kata Arief menirukan ucapan Presiden Joko Widodo saat menerima perwakilan difabel di Banten.

Arief mengucapkan terimakasih kepada NU Care-Lazisnu yang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada kaum difabel Blora, sehingga bisa menghasilkan karya.

“Semoga ini bisa menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, Allah akan selalu memberikan kesempatan dan kekuatan untuk tetap menghasilkan karya,” imbuh Arief yang ikut mendampingi penyerahan batik karya difabel pada presiden itu.

Selain kepada presiden, perwakilan Difabel Blora Mustika juga menyerahkan karya batiknya kepada KH Ma’ruf Amin yang saat ini menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU sekaligus Ketua MUI itu.

Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda mengungkapkan, penyerahan batik dari difabel Blora kepada Presiden Joko Widodo dan Rais Aam PBNU bertujuan untuk menginspirasi masyarakat.

“Pendampingan LAZISNU kepada komunitas difabel Blora juga salah satu bagian dari pemberdayaan ekonomi umat sesuai amanat Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur,” katanya.

Untuk diketahui, Difabel Blora Mustika (DBM) adalah sebuah kelompok yang anggotanya menyandang disabilitas dan kusta. UMKM yang berdiri pada tahun 2011 ini dipimpin oleh Ghofur dan Kandar.

Ghofur (33) adalah warga Kamolan, Kabupaten Blora. Kedua kakinya diamputasi karena tertimpa musibah sengatan listrik. Sementara Kandar (58) diamputasi pada kedua tangannya.

Bermodal tekad dan keyakinan Ghofur bersama para difabel di Blora merintis UKM batik yang kemudian diberi nama DBM. Tercatat ada 786 orang difabel tergabung dalam UKM ini. Beranjak dari pengelolaan yang serba sederhana, kini batik DBM memproduksi sekitar 20 motif batik tulis dan 25 motif batik cap.

Editor : Ali Muntoha