Pesanan Batik Pati Melonjak Tajam Jelang Lebaran

Sejumlah karyawan Batik Yuliatiwarno tengah menyelesaikan pesanan untuk THR Lebaran 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pesanan batik Bakaran khas Pati melonjak tajam dalam seminggu terakhir. Hal itu disebabkan lantaran banyak perusahaan atau instansi yang memesan untuk keperluan tunjangan hari raya (THR) pada Juni 2017.

Tamzis Al Anas, salah satu pengusaha batik Bakaran asal Langgenharjo, Juwana menuturkan, pesanan dari perusahaan dan instansi melonjak sejak seminggu terakhir. Rata-rata pemesan akan digunakan untuk THR saat Lebaran.

“Kalau batik tulis memang produksinya lebih lama dari batik cap, sehingga kalau mau pesan untuk Lebaran dalam jumlah yang banyak, harus jauh-jauh hari. Sebab, pengerjaannya satu per satu secara manual menggunakan tangan atau handmade,” ungkap Tamzis.

Tak tanggung-tanggung, pemesan batik tulis Bakaran berasal dari berbagai luar daerah, seperti Semarang, Jepara, hingga Jakarta. Mereka pesan dalam jumlah yang banyak, dari seratus potong sampai 500 potong kain batik tulis.

Untuk mengatasi banyaknya pemesan, Tamzis menambah karyawan dari ibu-ibu setempat yang sudah dibekali keterampilan membatik. Pasalnya, mendekati Ramadan nanti, permintaan batik diperkirakan terus mengalami kenaikan.

Satu potong kain batik tulis produksi Tamzis dengan brand “Yuliatiwarno” dibanderol dari Rp 90 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga batik dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain warna, tingkat kerumitan motif, dan jenis kain.

Saat ini, motif yang banyak dicari bertema maritim, seperti gambar ikan, udang, dan aneka satwa laut lainnya. Motif maritim diakui sebagai inovasi baru dari pengembangan batik Bakaran yang selama ini dikenal dengan motif klasiknya.

Editor : Kholistiono

Gara-gara Batik Bakaran, Pengusaha Muda Asal Juwana Ini Keliling Dunia

 

 Yuliatiwarno bersama dengan suaminya, Tamzis Al Anas berpose di depan galeri batik di ruang tamunya, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Yuliatiwarno bersama dengan suaminya, Tamzis Al Anas berpose di depan galeri batik di ruang tamunya, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Yuliatiwarno, pengusaha muda asal Desa Langenharjo RT 7 RW 3, Kecamatan Juwana sempat keliling dunia gara-gara produk Batik Bakaran yang ia geluti. Salah satu negara yang pernah ia kunjungi, antara lain Malaysia (2010), Singapura (2011), Cina (2013), dan Vietnam (2015).

Tak sekadar berkunjung, Yuli mengikuti pameran batik internasional di sana. Alhasil, Batik Bakaran yang ia pamerkan ludes diborong pembeli. “Saat pameran di Cina, batiknya habis diborong orang Afrika karena waktu itu Nelson Mandela suka memakai batik,” ungkap Yuli, Senin (25/7/2016).

Sebelum pameran di luar negeri, Yuli biasanya mempelajari warna kesukaan di negeri tersebut. Setelah itu, ia memproduksi batik tulis sesuai dengan warna kesukaan di negara yang akan melakukan pameran.

Di Cina, misalnya. Sebagian besar penduduknya suka warna kuning dan merah. Benar saja, produk batik buatan Yuli yang berwarna merah dan kuning habis dibeli warga sana.

Selain aktif mengikuti pameran di luar negeri, Yuli mengaku sering mengikuti pameran yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. Batik tulis khas Bakaran yang ia jual berkisar di harga Rp 100 ribu sampai Rp 2 juta.

Dalam waktu dekat, Yuli bersama dengan suaminya, Tamzis Al Anas akan berangkat ke Amerika dan Eropa dengan tujuan yang sama. Yakni, jualan batik dalam sebuah pameran internasional, sekaligus mengenalkan Batik Bakaran khas Pati sebagai salah satu produk kebanggaan Indonesia.

Editor : Kholistiono

 

Jualan Batik Bakaran, Yuliati Raup Omzet Rp 200 Juta per Bulan

Yuliatiwarno bersama suaminya, Tamzis Al Anas, pengusaha muda bidang UMKM batik yang mampu meraup omzet rata-rata Rp 200 juta per bulan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Yuliatiwarno bersama suaminya, Tamzis Al Anas, pengusaha muda bidang UMKM batik yang mampu meraup omzet rata-rata Rp 200 juta per bulan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 MuriaNewsCom, Pati – Yuliatiwarno, warga Desa Langenharjo RT 7 RW 3 yang saat ini menekuni usaha Batik Bakaran khas Pati mampu meraup omzet rata-rata Rp 150 juta hingga Rp 200 juta setiap bulannya. Hal itu diakui Yuli saat disambangi MuriaNewsCom di kediamannya.

Usaha UMKM bidang batik tulis itu ditekuni bersama dengan suaminya, Tamzis Al Anas. Awalnya, keduanya merintis usaha batik kecil-kecilan pada 2007. “Saya tertarik dengan dunia batik sejak masih kuliah. Modal Rp 500 ribu untuk dijual secara online. Ternyata permintaan makin banyak. Ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, sekaligus kesempatan untuk melestarikan budaya pesisiran Juwana,” kata Yuli.

Kesuksesan sebagai pengusaha muda, mulai terlihat jelas ketika keduanya menikah dan fokus memproduksi batik sendiri. Dengan gencarnya promosi di internet, pesanan berdatangan dari pemesan luar kota hingga luar Jawa.

Saat ini, Yuli memiliki sekitar 30 tenaga kerja yang diambil dari tetangga sekitarnya hingga tetangga kecamatan, seperti Juwana dan Wedarijaksa. Sebagian besar karyawan berasal dari kalangan ibu-ibu.

Pesanan dari instansi pemerintahan dan swasta pun acapkali membeludak. Dengan ketekunan dan kesabaran, Yuli yang masih berusia 30 tahun ini menjadi pengusaha muda dengan omzet rata-rata Rp 200 juta setiap bulan.

 Editor : Kholistiono

Pemenang Tender Proyek Batik Bakaran Dilaporkan Pasal Penipuan dan Penggelapan

BATIK

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemenang tender proyek batik bakaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Triyo Sunarko dilaporkan banyak pihak terkait dengan ulahnya yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Kerugian korban pun mencapai angka yang fantastis, yaitu ratusan juta rupiah.

“Ada sejumlah pihak yang melaporkan kepada kami terkait dengan tindakan Triyo yang diduga merugikan orang lain. Ada yang melaporkan atas dugaan penggelapan mobil. Ada pula yang melaporkan dugaan penipuan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi kepada MuriaNewsCom, Senin (18/4/2016).

Saat ini, Triyo dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kendati begitu, pihaknya masih belum menetapkan Triyo sebagai tersangka karena masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Siti Kasiyati saat dikonfirmasi mengaku ditipu Triyo. Ia mengatakan, Triyo awalnya meminjam uang baik-baik untuk proyek pengadaan seragam batik bakaran. “Dia minta tolong kepada saya dengan menunjukkan surat perintah kerja (SPK),” ungkap Siti.

Berniat membantu, Siti akhirnya meminjam uang kepada bank. Uang hasil pinjaman bank itu kemudian diserahkan kepada Triyo. Namun, uang tersebut tak kunjung kembali. Bahkan, Siti harus menanggung bunga bulanan untuk membayar pinjamannya itu.

Sebelumnya, Triyo juga ditahan petugas Polsek Pati Kota karena diduga menggadaikan mobil Yaris merah hasil rental senilai Rp 100 juta. Setelah ditagih, mobil itu ternyata bukan milik Triyo, tetapi dari persewaan mobil.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Gadaikan Mobil Rental, Warga Sarirejo Pati Dibekuk Polisi

Pemenang Proyek Batik Bakaran untuk Guru di Pati Ditahan Polisi

144175_620

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemenang proyek pengadaan batik bakaran untuk guru di Kabupaten Pati, Triyo Sunarko akhirnya ditahan polisi. Dia diduga melakukan penipuan terkait dengan kasus pengadaan proyek batik bakaran untuk guru.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Senin (18/4/2016), membenarkan penahanan yang dilakukan Triyo. “Benar. Orangnya berada di ruang tahanan Mapolres Pati,” ujar Agung.

Kasus itu bermula, ketika Triyo meminjam uang kepada Siti Kasiyati sebesar Rp 540 juta untuk membayar pengadaan batik bakaran untuk guru. Namun, uang hasil pinjaman itu ternyata tidak diberikan perajin batik.

“Bu Siti diberikan cek oleh Triyo untuk menarik uang di bank. Tapi, cek itu ternyata tidak bisa dicairkan. Bu Siti bingung, karena sudah mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk meminjami uang Triyo dan akhirnya melaporkan kepada kami,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Triyo sendiri sampai saat ini belum ditetapkan tersangka, karena masih dalam pemeriksaan. “Kami melakukan penahanan untuk melakukan penyidikan. Kasus ini tengah kami dalami,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Gadaikan Mobil Rental, Warga Sarirejo Pati Dibekuk Polisi