Derita Bocah 5 Tahun di Batang yang Wajahnya Dimakan Kanker dan Tumor

MuriaNewsCom, Batang – Bocah berumur 5 tahun bernama Huda Nur Arrosyid harus menderita penyakit yang cukup parah. Bocah yang tinggal di Desa Denasri Kulon RT 02 RW 04, Kabupaten Batang ini, setiap hari harus menahan sakit karena kanker kulit dan tumor yang menyerang wajah dan sebagian tubuhnya.

Wajah anak pasangan Ruslan Abdulgani dan Fatimah ini muncul luka bekas garukan karena gatal akibat kanker. Tak hanya itu saja, bocah malang ini juga harus menderita sakit karena matanya ditumbuhi tumor.

Kanker yang menyerang kulit wajah bocah ini muncul sejak Huda berumur 4 bulan. Sementara tumor baru terdeteksi pada 2016 silam.

Orang tuan Huda menyebut, penyakit yang menyerang anaknya bermula dari luka kecil di bagian pipi. Namun lama kelamaan luka tersebut terus menyebar di wajah hingga ke bagian leher.

“Lalu terus menjalar, hingga kini hampir semua wajah. Empat bulan terakhir ini semakin parah,” kata Ruslan.

Pengobatan, kata dia, terus dilakukan, mulai dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Batang. Hanya saja di RS daerah tidak sanggup, sehingga dirujuk di RS Kariadi, Semarang.

“Kita sudah ke RS Kariadi sebanyak 5 kali. Memang baru rawat jalan terus. Katanya akan dioperasi, tapi belum pasti,” ujarnya.

Saat ini berat badan Huda sendiri kurang dari 9 kg. Utuk membeli susu anaknya agar bisa menambah berat badan, dirasa berat oleh orangtuanya. Fatimah, ibu Huda tidak bisa bekerja. Selain harus menunggu Huda di rumah, ia juga tunawicara.

Kondisi Huda memang memprihatinkan. Dua penyakitnya membuat Huda tampak kesakitan dan kerap menangis. Tidak sedikit warga berkunjung ke keluarga ini untuk meberikan dukungan juga bantuan ala kadarnya. Orangtua Huda kini hanya bisa pasrah sembari menunggu dilakukan operasi pada anak semata wayangnya.

Derita yang menimpa Huda juga menarik perhatian Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah, yang hari Minggu (25/3/2018) kemarin menjenguk bocah ini di rumahnya. Ida menjanjikan akan membantu agar tindakan operasi dan penyembuhan Huda segera dilakukan.

“Nanti ada teman-teman dari Batang dan Semarang yang akan berkoordinasi membantu pengobatannya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemuda Asal Blora Cabuli Bocah Umur 4 Tahun, Begini Nasibnya Sekarang

MuriaNewsCom, Batang – Seorang pemuda asal Kabupaten Blora, berinisial TDN (25), dibekuk aparat Polres Batang, karena nekat mencabuli bocah berumur 4 tahun. Untuk melancarkan aksinya, pemuda ini mengiming-imingi korban dengan uang seribu rupiah.

Namun aksi bejat ini akhirnya ketahuan. Pelaku pun sempat dihajar massa hingga babak belur, sebelum diamankan polisi.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kasat Reskrim AKP Eko Marudin membenarkan akan kejadian tersebut. “Diduga pelaku sudah Kami amankan dan tengah kami mintai keterangan,” katanya Kamis (4/1/2018).

“Pelaku berhasil kami amankan dari dalam rumah kontrakannya yang berada di Dukuh Sumur, Desa Ujungnegoro,” terangnya.

Di hadapan petugas, TDN mengakui perbuatanya telah mencabuli korban di kamarnya. Sebelumnya, kata Dia, korban terlebih dulu diiming-imingi uang sebesar seribu rupiah agar mau masuk ke kamarnya.

“Siang itu pelaku makan di sebuah warung, lalu datang korban ke warung tersebut untuk makan juga. Kemudian korban diajak ke salah satu kamar dalam rumah kontrakannya, dan di situlah diduga pelaku melakukan aksinya,” ujarnya.

Selain mengamankan diduga pelaku, kata Eko, petugas juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan hasil visum yang telah diambil oleh tim medis guna kepentingan penyidikan.

Hingga kini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Batang. Kasus ini tengah ditangani Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Batang.

Editor : Ali Muntoha

Dukun Pengganda Uang Ini Suruh Korbannya Sembah Pohon Sebelum Dihabisi

Pelaku pembunuhan dengan modus penggandaan uang diamankan di Mapolres Batang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Batang – Jajaran Satreskrim Polres Batang, membekuk Muslimin (45), warga Sawangan, Batang dukun pengganda uang yang telah membunuh Restu Novianto, warga Desa Plelen Kecamatan Gringsing, Batang.

Tak hanya satu, ternyata dukun gadungan itu juga membunuh Slamet (55), warga Dukuh Sambungrejo Desa Sawangan Kecamatan Gringsing. Mayat korban ditemukan terkubur di sebuah kebun sengon di Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan, Gringsing, Batang. , Rabu (13/12/2017)

Restu dibunuh dengan cara dipukul menggunakan gagang cangkul, setelah marah karena pelaku tak bisa menggandakan uang. Sebelum dibunuh korban diajak korban melakukan ritual penggandaan uang dengan menyembah pohon sengon.

Korban sendiri tergiur, karena pelaku menjanjikan bisa menggandakan uangnya menjadi Rp 1 triliun.

Saat diiterogasi Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Eko Marudin, Kamis (14/12/2017) pelaku mengakui semua apa yang telah dilakukannya. Ia menyebut, sebelum memebunuh Restu, ia mengajak korban melakukan ritual.

”Pertama, kita gali lubang 1×2 meter. Kedalamannya setengah meter untuk tempat uang. Setelah itu duduk menghadap pohon sambil menyembah. Siapa tahu bisa mendatangkan rezeki. Dia (korban) minta Rp 1 triliun,” akunya.

Ritual itu, kata Muslimin dilakukan selama 1 jam. Karena tak ada yang terjadi, maka Restu marah kepada pelaku.

Proses evakuasi jenazah yang diduga korban kedua dukun pengganda uang di Batang. (Tribratanews Polda Jateng)

Hingga akhirnya korban dipukul menggunakan gagang cangkul hingga pingsan. Kemudian tubuh Restu digulingkan ke lubang begitu saja, sebelum akhirnya ditutup tanah dan pohon pisang.

Sementara Kapolsek Gringsing, AKP ASugiyanto mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus ini. Ia mengatakan, penemuan korban kedua (Slamet) berawal dari aduan istri korban yang hilang selama tiga tahun setelah menemui pelaku.

“Suaminya hilang sejak tiga tahun lamanya. Ia mencurigai, kalau korban ini termasuk korban pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku M. Akhirnya, dari situlah kita lakukan penyelidikan,” kata Kamis (14/12/2017).

Saat itu pelaku bekerja sebagai penjaga kandang ayam di Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan, Gringsing. Pada 28 Desember 2014, Slamet pamit akan menemui pelaku. Namun sejak saat itu Slamet tidak pernah kembali lagi dan tak bisa dihubungi.

“Istri korban sempat datang ke kandang ayam dan menanyakan keberadaan suaminya. Pelaku menjawab suaminya pergi merantau ke Malaysia, dan Ia pun percaya akan perkataan pelaku,” jelas kapolsek. 

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya diketahui lokasi penguburan korban, yang tak jauh dari kandang ayam. Lokasi kuburan ditemukan Rabu kemarin, namun proses evakuasi baru dilakukan hari ini oleh tim DVI Polda Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Bahaya, Angkot Angkut Siswa di Atas Mobil di Batang

Polisi mengadang angkutan kota (angkot) di Warungasem, Batang. (Humas Polres Batang)

MuriaNewsCom, Batang –  Polisi mengadang salah satu mobil angkutan kota (angkot) jurusan Pekalongan-Bandar, di jalan raya Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Aparat memberhentikan angkot karena mengangkut beberapa siswa di atas mobil.

Kapolsek Warungasem Polres Batang AKP Akhmad Almunasifi menghentikan kendaraan dan menurunkan beberapa siswa yang naik di atap kendaraan. Hal tersebut dilakukan pada saat patroli. Setelah menepikan mobil, para siswa pun turun.  

“Mengangkut penumpang yang melebihi kapasitas serta berada di atas atap mobil. Bahkan ada yang bergelantungan di pintu. Itu sangat berbahaya bagi keselamatan dan juga melanggar aturan,” kata Almunasifi dikutip Tribratanews, Rabu (15/11/2017)

Menurut Kapolsek, hal itu terjadi karena penumpang dan sopir cuek dengan keselamatan diri. Ditambah lagi, di Warungasem belum pernah ada kejadian penumpang terjatuh dari angkutan umum, sehingga sopir merasa tidak masalah membiarkan penumpang di atas atap dan  bergelantungan.

“Apa harus ada kejadian dulu baru mereka sadar Justru sebelum ada kejadian semua pihak harus sadar?,” tanyanya kepada awak angkot itu.

Sopir angkot memperbolehkan penumpang naik di atap dan bergelantungan, itu sama saja melanggar hukum. Karena tidak sebagaimana mestinya yang  dapat menyebabkan kecelakaan dan berakibat fatal bahkan bisa jatuh korban jiwa.

Polisi mengimbau agar para sopir angkot maupun kendaraan pengangkut barang untuk patuhi aturan dan sesuaikan peruntukanya.

Selanjutnya, setelah memberikan imbauan baik pada sopir ataupun pelajar, petugas mencatat identitas dan teguran keras pada sopir. Sedangkan penumpang diturunkan beralih ke kendaraan lain.

Editor : Akrom Hazami

Produk Bulu Mata Asal Batang Rambah Pasar Mancanegara

Pekerja menyelesaikan kerajinan bulu mata. (Rumah UKM)

MuriaNewsCom, Batang – Kerajinan bulu mata palsu berasal dari Kabupaten Batang, kini mampu menembus pasar mancanegara seperti Jepang, Korea, dan sebagian negara di Eropa.

Dilansir dari Antarajateng.com, pimpinan PT Cosmos Indokarya Pemalang, Sodik di Batang, Rabu (1/1/2017), mengatakan bahwa kerajinan bulu mata palsu ini telah mampu menyedot ribuan tenaga kerja berasal dari Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang.

“Adapun produksi bulu mata palsu setiap bulannya ditargetkan bertambah. Pada Oktober 2017 ini, kami mampu memproduksi 150 ribu bulu mata palsu sedang November 2017 ditargetkan 175 ribu bulu mata,” kata Sodik.

Permintaan kerajinan bulu mata palsu dari pasar mancanegara terus mengalami kenaikan sehingga produksinya setiap bulannya ditargetkan naik.

“Saat ini kerajinan bulu mata palsu diproduksi di Kelurahan Kauman Kecamatan Batang Kota dan Kabupaten Pemalang. Selain itu, produksi kerajinan bulu mata juga dikerjakan di rumah penduduk,” ujarnya.

Ia mengaku saat ini PT Cosmos belum dapat sepenuhnya memenuhi permintaan bulu mata palsu pada sejumlah konsumen mancanegara karena terkendala jumlah tenaga kerja.

“Kami belum mampu memenuhi permintaan pasar karena karyawan masih kurang. Kendati demikian, kami berusaha memenuhi permintaan konsumen itu dengan meningkatkan target produksi bulu mata,” ungkap dia.

Sodik mengatakan sebenarnya pembuatan bulu mata palsu ini termotivasi dari Kabupaten Purbalingga dalam pemberdayaan perempuan untuk mendapatkan penghasilan.

“Oleh karena, kami berusaha memproduksi kerajinan bulu mata di Kabupaten Batang untuk ikut membantu pemerintah dalam mengurangi penggaguran dan memberikan penghasilan,” pungkas Sodik.

Editor : Akrom Hazami

Konangan Curi Dompet, 2 Maling di Batang Ini Dikeroyok Warga Hingga…

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Batang – Dua pelaku pencurian AK (38) dan AH (27), warga Pringlangu, Kota Pekalongan, menjadi bulan-bulanan warga Batang. Sebab keduanya konangan mencuri dompet milik korban Indah S di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Batang Kota, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono di Batang, mengatakan para tersangka, AK dan AH, dihajar massa karena ketahuan mencuri dompet milik korban yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. “Tersangka sempat dihajar massa sebelum polisi datang ke lokasi kejadian. Saat ini, dua tersangka kami amankan untuk diminta keterangannya,” katanya dikutip Antarajateng.com.

Ia yang didampingi Kepala Polsek Batang Kota, AKP Bambang Sugiyanto mengatakan dua tersangka beraksi dengan membuntuti korban hingga sepeda motornya diparkir di depan rumahnya. Saat itu, kata dia, korban sempat berbelanja di sebuah toko kelontong di Jalan Martadinata Kelurahan Karangansem.

“Korban yang tidak mengetahui dibuntuti oleh para pelaku, terus mengendarai sepeda motornya pulang ke rumah usai berbelanja. Korban kemudian memarkir sepeda motornya tetapi beberapa saat kemudian jok sepeda motor dirusak pelaku,” ungkap Juli.

Ia mengatakan aksi dua pelaku diketahui oleh warga sehingga langsung dihajar oleh warga setempat hingga babak belur. Adapun modus yang dilakukan para pelaku, kata dia, adalah sebelumnya kedua tersangka sengaja ke daerah Batang naik sepeda motor Suzuki Satria Fu nomor polisi DK 5513 UT untuk mencari target. “Saat dua tersangka sampai di Jalan RE Martadinata dan melihat korban sedang berbelanja di sebuah toko kelontong dan langsung dibuntuti oleh dua tersangka itu,” katanya.

Ia mengatakan selain menangkap dua pelaku, polisi juga mengamankan sebuah dompet warna hitam merk Sophie Martin yang berisi uang tunai Rp1.250.000, KTP, sebuah tas cangklong warna biru, sebuah telepon seluler dan sepeda motor Suzuki Satria FU.

“Saat diminta keterangannya, pelaku mengaku telah melakukan pencurian 15 kali di wilayah pantura. Akibat perbuatannya, dua tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Begini Cara Maling Genset di Batang Beraksi  

Pelaku pencurian genset Cipluk harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolres Batang. (Humas Polres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Pelaku pencuri genset, Cipluk (23) warga warga  Dukuh Sidomulyo, Desa/Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, berhasil beraksi. Cipluk mencuri genset dari toko ban “Nata Ban” milik Ana Puryani (51) warga satu desanya.

Jejak pelarian Cipluk pun berhasil tercium polisi. Tanpa waktu lama, polisi dari Reskrim Polsek Bandar menangkap Cipluk dari rumah temannya di kecamatan setempat. Tanpa perlawanan, pelaku manut saja saat polisi membawanya.

Baca : Kebakaran Depan Rumah Dinas Gubernur, Mobil Mewah Hangus di Dalam Garasi

Saat ini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan harus meringkuk di tahanan Mapolres Batang. Kepada polisi, pelaku pun menceritakan perbuatannya.

Awal kejadian, pada Kamis 24 Agustus 2017 sekitar pukul 08.00 WIB, korban Ana Puryani bermaksud membuka bengkel dan toko ban miliknya, akan tetapi setelah dibuka didapati genset yang ada di dalam toko sudah tidak ada.

Modusnya, pelaku datang pada malam hari di saat bengkel sudah tutup. Pelaku memanjat rumah kosong yang berdekatan dengan bengkel. Kemudian, pelaku masuk melalui jendela yang menghubungkan bengkel. Setelah itu, pelaku mengambil genset yang ada di dalam bengkel dan membawanya keluar melalui rumah kosong. Pelaku terlebi dulu membuka kunci slot rumah kosong dari dalam dan membawa genset keluar.

Baca : Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini

Saat dikonfirmasi, Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan, polisi telah menangkap pelaku. “Pelaku kami tangkap di rumah temannya masih di wilayah Bandar, Senin (4/9/2017) siang dan saat ini, pelaku sudah kami tahan dan periksa,” ujarnya, Rabu (6/9/2017).

Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatanya dan dilakukan bersama temannya. Saat ini, polisi masih memburu rekan pelaku. “Ia (pelaku) mengakui dalam kurun waktu awal Agustus sampai sebelum tertangkap sudah melakukan pencurian sebanyak 4 kali di tempat yang sama, yaitu mencuri ban truk/mobil dan uang hasil penjualan ban truk/mobil sebelumnya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya kepada polisi.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan  barang bukti  1 (satu) unit genset. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.

“Kami sudah mengantongi identitas teman pelaku yang belum tertangkap. Akibat perbuatanya, pelaku bisa dijerat dengan pasal 363 KUHPidana,” tambahnya.

Baca : Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini 

Polisi mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Bandar agar berhati hati dalam menaruh barang berharga miliknya. “Taruh barang berharga ditempat yang aman supaya terhindar dari aksi pencurian,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca : Listik 5 Desa di Pati Kota Akan Dipadamkan 8 Jam, Ini Penjelasannya 

Tol Brebes-Gringsing Tak Bisa Dipakai untuk Pemudik pada Idul Adha 

Foto Ilustrasi (Tibratanewspolda Jateng)

MuriaNewsCom, Brebes – Polri menyatakan bahwa tol Brebes-Gringsing, yang menjadi jalur darurat saat libur Lebaran lalu, tidak akan bisa digunakan saat libur Idul Adha nanti. Sebab, ada perbaikan di jalan di tol tersebut.

“Karena kita sudah tidak bisa lagi lewat tol, jalannya sudah dikeraskan, jadi tidak bisa kita pakai lagi,” kata Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan di flyover Klonengan, Tegal, dikutip dari detik.com.

Ia mengatakan di libur Idul Adha ini, kenaikan volume kendaraan sekitar 20 persen atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan Lebaran. Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas sebelum keluar dari Tol Brebes.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyatakan jalur tol Brebes-Gringsing saat ini dalam proses perbaikan setelah digunakan untuk jalur darurat ketika arus mudik Lebaran. Perbaikan ini ditargetkan hingga 2018.

Iriawan meninjau tol darurat Brebes-Gringsing.”Saat ini saya berada di tempat yang disebut dulu pintu Tol Kaligangsa di mana ada tol dari sini ke Gringsing sejauh 110 km,” kata Iriawan di pintu Tol Kaligangsa, Brebes, Selasa (29/8/2017).

Iriawan mendapat penjelasan dari petugas bahwa tol ini yang menuju ke Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Terpantau jalanan di Kaligangsa belum sepenuhnya selesai lantaran masih banyak pasir-pasir di sekelilingnya.

 “Saat ini tidak bisa digunakan dulu tol fungsional karena situasional. Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian sehingga kira-kira akan selesai akhir tahun. Jadi masalah karena membantu sekali bagi pemecah atus lalin yang tidak stuck di Brexit,” kata Iriawan.

Meski begitu, dia berharap dengan skema-skema pengaturan lalu lintas yang telah direncanakan kepolisian dapat memecah kemacetan. Dia berharap tidak terjadi lagi macet horor di Brexit seperti sebelumnya. “Saya harapkan tidak terjadi permasalahan khususnya di Brebes Timur atau pintu keluar Brexit ini,” kata Iriawan.

Editor : Akrom Hazami

Pengedar Koplo Konangan saat Beraksi di Warungasem Batang

Pelaku pengedar pil koplo dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Batang. (Tribratanewspolres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Satres Narkoba Polres Batang menangkap pengedar pil koplo, MR (32), warga Kelurahan Bandengan , Kota Pekalongan. MR berhasil ditangkap di Jalan Raya Warungasem, Wonotunggal masuk Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatres Narkoba AKP Hartono,mengatakan pelaku ditangkap pada pertengahan bulan agustus ini. “Sekarang sudah kami amankan dan periksa,” kata Hartono, dikutip situs resmi Polda Jateng, Rabu (23/8/2017).

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakar bahwa di Jalan Raya Warungasem Wonotunggal sering dilakukan aksi trasaksi jual beli pil yang tidak memiliki izin edar.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan cara melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian pada hari Minggu (13/8/2017) sekitar  pukul 13.00 WIB melihat empat orang yang sedang bertransaksi  pil di pinggir jalan, lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Batang dilakukan penangkapan,” beber Hartono.

Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu paket besar pil warna kuning dalam plastik klip transparan yang didalam plastik hitam berjumlah 744 butir, satu unit sepeda motor Yamaha Mio  dan ponsel.

“Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36, tahun 2009 tentang  Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

KPU Batang Luncurkan Aplikasi Ciluba

Warga melakukan pencoblosan pada salah satu pesta demokrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Batang – Ada yang baru di Kabupaten Batang, beberapa waktu terakhir ini. Adalah adanya aplikasi android  “Catatan Informasi Pemilu Batang (Ciluba)”. Tujuannya adalah mmemudahkan warga mendapat info tentang pemilu, dan terkait lainnya.

Ketua KPU Batang Adi Pranoto mengatakan, pihaknya meluncurkan aplikasi android Ciluba. Kini, aplikasi bisa diunduh dari “playstore”. Hal ini akan memudahkan pengguna android untuk mendapatkan info pemilu.

“Tujuan aplikasi `Ciluba` adalah untuk meningkatkan peran KPU dalam melayani informasi data kepemiluan yang dibutuhkan masyarakat,” kata  Adi dikutip dari Antara.

Keberadaan aplikasi ini di antaranya menyasar pada pemilih pemula yang akrab dengan gawai atau gadget kekinian. Sebab, mereka biasa akrab dengan ponsel pintarnya.  Saat ini di Jateng, baru KPU Batang yang memiliki.

Menurut Adi, aplikasi ini murni buah pikiran dari KPU Batang. Mulai dari ide, pembuatan dan pengembangannya. Pihaknya tetap akan melakukan penyempurnaan biar lebih praktis mengaksesnya. Adapun untuk sosialisasi, KPU telah gencar melakukannya.

Editor : Akrom Hazami