Warga Desa Barongan Kudus Gelar Kirab Budaya

Pemberikan keris jadi simbol dimulainya kirab Barongan yang digelar warga, Sabtu (14/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Desa Barongan, Kecamatan Kota menggelar kirab Barongan Sabtu (22/10/2016). Dalam kirab tersebut, peserta berasal dari perwakilan tiap kelompok masyarakat mulai dari RW maupun unsur pendidikan.

Shofa Shofiana, panitia kegiatan mengatakan, pelaksanaan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan guna melestarikan budaya. Karena, selama ini sudah jadi agenda tahunan kalau kirab digelar.

“Sudah ada tiga tahunan kegiatan ini digelar. Jadi sudah menjadi kegiatan yang dinantikan masyarakat di Desa Barongan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, pada kegiatan kali ini, peserta kirab berjumlah 14 kelompok. Yang mana tiap kelompok menampilkan keunggulan masing-masing. Satu di antaranya barongan, yang merupakan icon dari Desa Barongan

Selain itu, terdapat pula  gunungan nasi jangkrik. Nasi jangkrik tersebut ikut di kirab, dan akan dibagikan kepada masyarakat yang menyaksikan kirab. 

”Selain nasi jangkrik, ada pula gethuk, yang juga menjadi icon di wilayah barongan. Harapannya, dengan adanya kirab, akan membuat masyarakat luas tahu potensi adanya industri gethuk di barongan,” ungkapnya.

Ditambahkan, Budaya lokal harus tetap ada, juga harus dijaga secara bersama seperti lewat kegiatan semacam ini untuk mengenalkan kepada masyarakat umum.

Editor: Supriyadi

Unik, Ternyata Seni Barongan Kudus Mampu Tangkal Korupsi

Seniman Barongan memainkan aksinya saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Alun-alun Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seniman Barongan memainkan aksinya saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia di Alun-alun Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Murianewscom, Kudus – Atraksi Seni Barongan meramaikan aksi Hari Anti Korupsi Sedunia yang dilakukan oleh Konsorsium Masyarakat Kudus Bersih (KMKB) di Alun-alun Simpang Tujuh, Jumat (9/12/2016).

Barongan yang dihadirkan ada dua buah. Keduanya dimainkan sebelum aksi dilakukan dan setelah aksi ditutup.

Sekretaris KMKB Selamet Machmudi mengatakan, aksi Barongan bukanlah tanpa alasan. Melainkan itu sebagai bentuk upaya tolak balak bagi Kudus. Biar Kudus terbebas dari korupsi.

“Jadi korupsi itukan sebuah malapetaka di Kudus. Maka dari itu harus dihilangkan supaya Masyarakat Kudus tidak mendapatkan malapetaka,” katanya di lokasi aksi.

Menurut dia, bahaya korupsi bukanlah main-main. Melainkan dengan adanya korupsi semua warga di Kudus menjadi korban ketidakadilan. Untuk itulah diminta penegak hukum dapat bertindak agar kesejahteraan masyarakat kembali.

Diyakini, kasus korupsi di Kudus masih tetap ada meskipun hingga kini masih belum ada yang terungkap.  “Ini merupakan momen yang pas dilakukan aksi. Apalagi, ini juga memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Jadi saya yakin di daerah lain juga menyuarakan hal yang sama,” imbuhnya.

Aksi yang dilakukan KMKB membuat perhatian bagi pengguna jalan. Apalagi aksi yang membawa seni Barongan, membuat warga yang melintas tertarik.

Editor : Akrom Hazami

Inilah Alasan Desa di Kudus Ini Dinamai Barongan

Barongan (e)

Pagelaran barongan sering ditampilkan pada acara-acara besar di daerah Kudus, karena sebagai salah satu kebudayaan yang dimiliki Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Setiap desa, memiliki sejarah tersendiri dalam pemilihan namanya. Begitu pula dengan Desa Barongan, terdapat sebuah sejarah yang panjang dengan pembentukan nama tersebut.

Desa Barongan, yang terdapat di Kecamatan Kota memiliki hubungan dengan Sunan Muria, diceritakan Pakar Sejarah Sancaka Dwi Supani, asal mula Desa Barongan adalah dengan cikal bakal bernama Mbah Barong, seorang santri Sunan Muria yang mengajarkan agama di daerah tersebut.

”Jadi dahulu, mbah Barong mengajarkan ilmunya di sini, setelah diminta kanjeng Sunan Muria untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam mengamalkan ilmunya, mbah Barong juga mengajarkan sebuah kesenian lokal yakni barongan. Para santri di pondok buatannya yang terbuat dari bambu, diajari kesenian tersebut.

”Dari situlah daerah dinamai Desa Barongan, karena cikal bakal yang bernama Mbah Barong dan Kesenian Barongan,” imbuhnya.

Mbah barong wafat pada 15 Muharram, jadi setiap 15 Muharram dilakukan pengajian dan haul mbah Barong. (FAISOL HADI/TITIS W)