Stttt…. Dana Desa di Kabupaten Grobogan Sebentar Lagi Akan Dicairkan

Sanyoto, Kepala Bapermas Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sanyoto, Kepala Bapermas Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkatung-katungnya proses pencairan dana desa tahun 2016 akhirnya berakhir. Ini, menyusul sudah masuknya alokasi dana desa dari pusat ke rekening kas daerah Grobogan. Dengan kondisi ini, maka proses pencairan dana ke desa tinggal menunggu hitungan hari saja.

Kepala Bapermas Grobogan Sanyoto ketika dimintai komentarnya membenarkan sudah masuknya dana desa ke rekening kas daerah tersebut. Jumlah alokasi dana keseluruhan ada Rp 179 miliar lebih yang akan disalurkan ke 273 desa.

Menurutnya, untuk tahap awal, sudah ada 64 desa yang mengajukan proses penyairan dana tersebut. Pekan lalu, pihaknya sudah merekomendasikan pada DPPKAD Grobogan agar dana desa untuk 64 desa tersebut bisa dicairkan.

“Untuk sementara baru 64 desa dulu, lainnya akan menyusul bertahap. Kemungkinan, dalam minggu ini sudah disalurkan ke desa tersebut. Sebab, penyaluran dari DPPKAD ke desa juga butuh proses administrasi terlebih dahulu. Penyairan dana desa itu nanti akan langsung ditransfer ke rekening desa,” kata mantan Kabag Tata Pemerintahan itu.

Adapun besarnya dana desa yang diterima 273 desa itu nilainya bervariasi. Paling sedikit Rp 602 juta lebih dan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 793 juta lebih.

Alokasi dana desa ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Dimana, alokasi dana desa tahun 2015 paling kecil Rp 275 juta lebih dan tertinggi Rp 335 juta lebih.

Dikatakannya, dana desa 2016 itu nantinya akan disalurkan dalam dua tahap. Pada tahap kedua direncanakan akan cair pada Agustus mendatang. Pola pembagiannya, 60 persen pada tahap pertama dan sisanya 40 persen pada tahap kedua yang dijadwalkan cair pada bulan Agustus.

Masih dikatakan Sanyoto, penyaluran penyaluran dana desa tahap pertama memang mengalami keterlambatan. Hal ini terjadi lantaran ada perubahan dari mekanisme penyairan dana. Dari semula tiga tahap menjadi dua tahap. 

Editor: Supriyadi