3 Hari Berturut-turut Siswi di SMP Ini Kesurupan Massal, Kenapa Ya?

MuriaNewsCom, Banyumas – Selama beberapa hari terakhir, siswi di SMPN 2 Pakuncen, Banyumas, mengalami kesurupan massal. Peristiwa ini terjadi sejak Jumat (12/1/2018), lalu terulang pada hari berikutnya Sabtu (13/1/2018) dan Senin (15/1/2018) pagi ini kembali kesurupan menimpa sejumlah siswi.

Kesurupan ini hanya menimpa pada siswa perempuan saja. Kabar berhembus, kesurupan mulai terjadi sejak siswa di sekolah itu mengikuti latihan kesenian Ebeg (seperti kuda lumping) yang merupakan kesenian khas Banyumas. Latihan ini dilakukan di luar kegiatan sekolah.

Oleh karenanya, pihak sekolah juga mendatangkan pawang Ebeg untuk mengobati siswi-siswi yang kesurupan. Pihak sekolah akhirnya menghentikan proses belajar mengajar dan memulangkan seluruh siswa.

Kepala SMPN 2 Pakcuncen, Muzaeni juga mengakui jika sejak beberapa hari lalu siswi-siswi di skeolahnya mulai kesurupan. Oleh karennya, pihaknya juga akan mendatangkan psikolog.

”Kejadian sejak hari Jumat, Sabtu, Senin. Saya kira pengaruh dari psikolog. Iya (kami) akan mendatangkan psikolog. Di sini memang ada yang mainan ebeg dan dia punya Indang,” kata Muzaeni, dilansir Detikcom.

Pada hari pertama yakni Jumat lalu, jumlah siswi yang kesurupan sebanyak tujuh orang. Jumlah itu bertambah pada hari berikutnya yakni mencapai 15 siswi, dan pada hari ini kembali bertambah menjadi 17 siswa.

Hani, salah satu warga yang menyembuhkan siswi yang kesurupan menyebut, jika kejadian itu akibat pengaruh psikologis. “Sebenarnya ini terjadi dari pengaruh psikologis anak-anak yang masuk dalam diri yang mengalami ketakutan luar biasa sehingga terjadi, kejadian itu yang dibilang masal,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

3 Rumah di Banyumas Ambruk Kena Longsor, Bayi Umur 3 Tahun Nyaris Tertimbun

MuriaNewsCom, Banyumas – Sebanyak tiga rumah di Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojadi, Kabupaten Banyumas, Rabu (10/1/2018) malam roboh akibat tertimbun longsor. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, setelah penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.

Di dalam rumah yang ambruk saat kejadian ada seorang bayi yang berumur tiga tahun. Beruntung balita ini berhasil diselamatkan ibunya, beberapa saat sebelum bukit di belakang rumah mereka longsor.

Bencana tanah longsor di dukuh Grumbul Pamrih ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas sejak sore. Akibatnya tebing di desa itu longsor dan menimbun tiga rumah yang ada di bawahnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Kusworo mengatakan, tiga rumah yang tertimbun terdiri dari dua rumah milik Rosadi (60) dan satu unit rumah milik Sito (37). Keduanya warga Grumbul Pamrihan RT 02 RW 04, Desa Kaliwangi.

“Berdasarkan keterangan korban, sebelum terjadi tanah longsor itu, Sito mendengar suara gemuruh, sehingga ia segera keluar untuk melihat kondisi sekitar rumah. Sesampainya di halaman, Sito melihat tanah di bukit di atas rumah tampak bergerak ke arah rumahnya,” katanya.

Mengetahui ada bahaya di bukit atas rumahnya, ia bergegas memenggil istrinya agar segera keluar dengan menggendong anak mereka yang masih berusia tiga tahun ke luar rumah.

Beruntung balita bernama Alfira Putri itu bisa diselamatkan sebelum rumah mereka tertimbun longsoran bukit. Di dalam rumah Sito juga ada kedua orang tuanya yang sudah tua, mereka juga berhasil menyelamatkan diri.

Setelah seluruh penghuni rumah menyelematkan diri, material longsoran dari atas bukit itu menimbun rumah Sito dan selanjutnya bergerak menuju dua rumah milik Rosadi dan akhirnya tiga rumah semipermanen itu ambruk hingga rata dengan tanah.

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor itu. Namun satu unit sepeda motor Supra X 125 yang berada di dalam rumah turut tertimbun longsor,” ujarnya.

Sejak Kamis (11/1/2018) pagi, relawan dan tim SAR dari BPBD langsung melakukan evakuasi longsoran.

Editor : Ali Muntoha

25 Ruas Jalan di Banjarnegara jadi Prioritas Pembangunan

Pekerja menyelesaikan proyek perbaikan jalan. (Foto Ilustrasi MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, akan memprioritaskan pembangunan 25 ruas jalan di daerah tersebut dengan total panjang 130 kilometer.

“Prioritas penanganan jalan di Kabupaten Banjarnegara dalam tiga tahun ke depan fokus pada 25 ruas jalan,” kata Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarnegara, Arqom Alfahmi di Banjarnegara, Kamis (16/11/2017) dilansir dari Antarajateng.com.

Dia juga menambahkan rencana anggaran untuk pembangunan jalan tersebut sekitar Rp770 miliar. Pembangunan 25 ruas jalan tersebut, antara lain jalan dari Desa Gripit, Kecamatan Banjarmenagu menuju Kalibening sepanjang 19 kilometer.

Selain itu, ruas jalan dari Karangkobar menuju Batur sepanjang 15 kilometer. Juga ruas Jalan Singomerto-Pagentan-Pejawaran sepanjang 21 kilometer dan Banjarmangu-Wanadadi- Rakit sepanjang 24 kilometer.

Ruas jalan lainnya adalah Jalan Banjarnegara menuju Kebutuh Jurang sepanjang 16,5 kilometer, Pagedongan-Pesangkalan-Sadang sepanjang 12,6 kilometer serta ruas jalan dari Mantrianom, Kecamatan Bawang menuju Kebondalem sepanjang 10 kilometer.

“Rencana proyek peningkatan jalan lainnya rata-rata volumenya di bawah 10 kilometer,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono kembali menegaskan komitmen untuk fokus pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

“Saya targetkan dalam tiga tahun jalan-jalan di Banjarnegara dalam kondisi mulus dan lancar,” kata Bupati.

Dia menyebutkan pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program utama yang harus dilaksanakan. “Harus dilakukan mengingat sebelumnya banyak ruas jalan yang rusak, dan juga perlu adanya program peningkatan jalan, baik jalan nasional maupun jalan kabupaten,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

25 Orang Luka saat Bus Rombongan Perangkat Desa Purworejo Kecelakaan di Banyumas

Bus mengalami kecelakaan di Banyumas, Rabu dini hari. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banyumas – Rombongan perangkat desa dari Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, mengalami kecelakaan Banyumas. Sebanyak 25 orang mengalami luka-luka dan 5 orang di rujuk ke RSUD Purworejo.

Dilansir dari detik.com, kecelakaan terjadi di tikungan Babakan, Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Banyumas, Rabu (25/10/2017) sekitar pukul 03.30 WIB. Bus mengangkut rombongan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) seusai mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Jakarta.

Namun saat pulang melalui jalur selatan wilayah Lumbir dari arah Bandung, bus masuk ke sawah dan terguling. Saat ini korban luka sebagian masih menjalani perawatan di Puskesmas Lumbir. Lima korban luka berat di rujuk ke RSUD Purworejo.

“Yang luka luka dari perangkat desa ada 25 orang dan 5 diantaranya luka berat akan dirujuk ke Purworejo. Ada satu lagi kernet juga luka ringan,” kata Dodo, Sekdes Kedunggede, Lumbir yang ikut menengok di Puskesmas Lumbir, Rabu (25/10/2017).

Salah satu perangkat desa yang menjadi korban kecelakaan, Makmun (56) mengatakan jika saat kejadian dirinya duduk di belakang sopir dalam kondisi mengantuk. Namun tanpa diketahuinya bus Brilian nopol AA 1632 DD yang ditumpanginya sudah masuk areal sawah dan terguling.

“Saya duduk di belakang sopir, saya ngantuk jadi tidak tahu. Tahu tahu sudah kecelakaan. Yang sakit sini, saya tidak bisa angkat bahu,” ungkap Makmun.

Dia mengungkapkan dari Jakarta bus sempat berhenti dua kali di daerah Jawa barat untuk makan dan membeli oleh-oleh, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta sekitar pukul 17.00WIB melalui jalur Bandung.

“Setelah makan di daerah Nagrek dan berhenti beli oleh-oleh. Setelah itu langsung bablas Purworejo tapi malah kecelakaan,” ujarnya.

Sementara menurut kernet bus Brilian Ahmad Sujiono yang saat ini ikut dirawat di Puskesmas Lumbir karena mengalami luka di pundak dan kedua kakinya. Dia sempat mengingatkan sopir bus Wahyu Agung agar berhati-hati dengan kondisi jalan berkelok kelok dan sepi yang menyebabkan mengantuk.

“Ya itu, tahu-tahu bus sudah oleng. Saya ikut ngliyep ngantuk, saya juga sudah ingetin sopirnya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

5 Motor Serta Dump Truck dan Pikap Hanyut Terseret Banjir di Sungai Logawa Banyumas

Sebuah dump truck terjebak di antara bebatuan Sungai Logawa Banyumas, setelah terseret banjir. (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Banyumas – Banjir bandang terjadi di sekitar Sungai Logawa, Banyumas, Minggu (15/10/2017) sore. Banjir itu membuat lima sepeda motor dan satu unit dump truck dan pikap L300 hanyut terseret banjir.

Kendaraa-kendaraan tersebut berada di sekitar sungai saat banjir tiba-tiba muncul. Alhasil pemilik kendaraan yang saat itu tengah menambang pasir dan mencari rumput tak sempat menyelamatkan kendaraan, karena mereka sibuk menyelamatkan diri.

Dikutip dari Tribunjateng.com, hingga Senin (16/10/2017) pagi baru dua unit sepeda motor yang sudah ditemukan. ”Sementara tiga motor lainnya masih hilang,” kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo.

Tiga sepeda motor yang hilang itu yakni Supra Fit, milik Supriono, warga Desa Sunyalangu, Supra Fit milik Suhud, warga Desa Sokawera, dan Yamaha Jupiter milik seorang warga lainnya hanyut terbawa arus banjir.

Sementara dump truck milik Andri Surasno, warga Desa Baseh Kedungbanteng, hingga pagi tadi masih terjebak di bebatuan sungai. Begitu juga dnegan pikap L-300 milik Jupri warga desa Sokawera.

Kedua mobil itu hingga sekarang masih terjebak di tengah sungai dan tersangkut di bebatuan. Kendaraan itu belum berhasil dievakuasi karena kondisi arus air masih deras.

Kondisi bodi mobil pada beberapa bagian ringsek, karena terkena benturan benda keras saat arus banjir menyapu kendaraan itu. “Mungkin menunggu surut dulu airnya kemudian dievakuasi. Banjir sudah agak surut namun arusnya masih deras,” ujarnya.

Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang turun. Setidaknya lima sungai di Banyumas meluap akibat hujan semalam, meliputi Sungai Prukut, Logawa, Pelus, Mengaji dan Banjaran.

Koordinator Tagana Banyumas Adi Candra mengatakan, banjir bandang itu juga meyebabkan sejumlah bangunan rusak. Jembatan di RW 5 Karanggondang, Desa Sambirata Cilongok dilaporkan rusak karena diterjang arus banjir.

“Bagian belakang sebuah rumah ambrol di Bobosan sekitar sungai Banjaran. Satu kamar kos di dekat sungai Pelus juga rusak karena arus banjir,” terangnya.

Jembatan jembatan yang dilintasi kelima sungai itu sempat ditutup sementara untuk lalu lintas kendaraan pada Minggu malam pukul 21 00 WIB. Jembatan baru dibuka sekitar pukuk 22.30 WIB setelah debit air menurun.

Editor : Ali Muntoha

Wartawan Dipukuli di Banyumas, 4 Orang jadi Tersangka

Wartawan Kudus saat melakukan aksi solidaritas terkait adanya kekerasan pada jurnalis di Banyumas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Banyumas – Terkait kekerasan yang terjadi pada wartawan oleh Polres dan Satpol PP Banyumas, polisi setempat menetapkan 4 orang anggota kepolisian sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap wartawan di Banyumas. Selain itu, 3 orang anggota Satpol PP masih diperiksa polisi. 

“Hasil dari penyidikan kami terduga tersangka saat ini 4 orang dan itu dari anggota keluarga (Polri). Dan terduga dari Satpol PP ada 3 orang. Namun penyidikan masih berjalan,” kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun di Mapolres Banyumas, Rabu (11/10/2017) dilansir dari detik.com.

Kemudian, polisi punya waktu 1×24 jam untuk meningkatkan status dari Satpol PP tersebut. Dia mengungkapkan karena wartawan yang mengalami kekerasan sudah melaporkan ke Polres Banyumas, untuk sementara pasal pidana yang dikenakan yakni pasal 170 junto pasal 351 tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Sedangkan untuk UU pers pihaknya menjelaskan masih akan melihat perkembangan lebih jauh.

BacaWartawan jadi Korban saat Kericuhan Demo PLTPB di Banyumas Semalam

“Itu nanti kita lihat perkembangannya, progresnya nanti akan kita dalami karena dari yang dilaporkan tadi malam terkait pasal pengeroyokan dan penganiayaan yang akan kita kembangkan,” ujarnya.

Sedangkan Kabid Propam Polda Jawa Tengah, AKBP Jamal Farti mengatakan jika terkait penanganan dari anggota Kepolisian tersebut, pihaknya akan langsung menangani secara internal di Polda Jawa Tengah.

Keempat oknum anggota Polri yang ditetapkan tersangka tersebut berasal dari satuan Sabhara Polres Banyumas berinisial Aiptu AS, Bribda GP, Bribda AY, Bripda HD.

“Dari hasil penyelidikan kita ada 4 orang yang diduga melakukan pemukulan. Dan keempat orang tersebut akan langsung kami bawa ke Polda Jawa tengah untuk dilakukan proses sesuai dengan pelanggaran kode etik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam Protap no 14 tahun 2011 dalam kode etik profesi Polri di atur bahwa setiap anggota Polri yang melaksanakan tugas harus secara profesional dan prosedural. “Di sini dari hasil penyelidikan kita, keempat oknum tersebut tidak profesional, ada yang dilanggar, ada SOP aturan yang dilanggar sehingga terjadi kejadian tersebut,” katanya.

Dia menilai, proses penyelidikan masih berjalan sehingga tidak tertutup kemungkinan terdapat oknum anggota polri lainnya yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Sementara dilihat dari bawah dulu yang terlibat langsung pemukulan terhadap korban tersebut. Nanti kita proses semuanya, ini maraton kita dari tadi malam,” ujarnya.

Sanksi yang diancam dalam pelanggaran kode etik Polri diungkapkannya sangat berat, mulai dari pembinaan ulang anggota Polri, mutasi hingga pemberhentian tidak hormat dari anggota Kepolisian.

Editor : Akrom Hazami

Baca :  Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

Wartawan Kudus Kutuk Aksi Penganiayaan Wartawan di Banyumas

Wartawan di Kabupaten Kudus menggelar aksi keprihatinan atas kasus penganiayaan wartawan di Banyumas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, online, maupun televisi yang bertugas di Kabupaten Kudus, menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kudus, Rabu (11/10/2017) pagi.

Aksi digelar sebagai wujud solidaritas dan keprihatinan atas peristiwa kekerasaan yang dilakukan aparat keamanan kepada wartawan di Banyumas saat meliput aksi pembubaran demo di Banyumas, Senin (9/10/2017) malam.

Mereka mengutuk aksi tersebut karena dianggap telah menghalang-halangi kerja jurnalistik. Terlebih wartawan bertugas dilindungi oleh UU tentang pers.

Aksi digelar sekitar jam 08.00 WIB lebih. Dengan menggunakan baju serba hitam, satu persatu wartawan mulai berorasi menyuarakan aspirasinya atas insiden sesama wartawan.

Ketua PWI Kudus Saiful Annas menuntut agar pelaku pemukulan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca : Polisi Pukuli Wartawan, Seluruh Kapolres di Jateng Diperintahkan Minta Maaf

“Kami menuntut agar penegakan hukum dapat dilakukan semestinya. Agar masyarakat tahu kalau penegak hukum tak pandang seragam,” katanya saat aksi.

Menurut dia, profesi para wartawan di Indonesia dilindungi undang-undang. Melihat hal itu,  dia meminta petugas jangan asal pukul saat wartawan sedang bertugas.

“Kami tahu petugas sedang mengamankan. Namun kami juga sedang bertugas, jadi jangan pukuli wartawan,” imbuhnya.

Sementara, wartawan lain yang aksi, Ali Bustomi menambahkan, aksi digelar untuk solidaritas sesama wartawan. Kejadian yang terjadi di Banyumas, agar jangan sampai terjadi lagi, khususnya di Kudus.

Editor : Ali Muntoha

Baca : 3 Anggota Brimob Tewas Usai Saling Baku Tembak di Blora

Wartawan jadi Korban saat Kericuhan Demo PLTPB di Banyumas Semalam

Aparat saat melakukan pembubaran aksi massa demo proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Banyumas. (Satelit Post)

MuriaNewsCom, Banyumas – Demo penolakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Banyumas berakhir ricuh, Senin (9/10) sekitar pukul 22.00 WIB.

Melansir SatelitPost, dalam momen itu, polisi membubarkan peserta aksi. Aksi dilakukan terkait penolakan proyek PLTPB Gunung Slamet. Mereka menilai proyek memberi dampak buruk pada lingkungan sekitar Gunung Slamet. Di antaranya air sungai keruh dan adanya hewan liar yang turun gunung karena areanya ada proyek PLTPB.

Sejumlah peserta aksi  tak luput dari amukan petugas polisi. Polisi juga ikut membubarkan wartawan yang sedang melakukan peliputan di lokasi kejadian. Mereka memukuli wartawan. Adalah Darbe Tyas, wartawan Metro TV yang bertugas di Kabupaten Banyumas selama ini.

Darbe mengaku saat aksi itu, dia telah mengaku dirinya adalah wartawan. Tapi aparat tak memedulikannya. Selain luka di beberapa tubuh, kartu pers dan kacamatanya hilang. Dirinya terpaksa melakukan visum ke Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto.

Aksi intimidasi wartawan lain juga terjadi. Yakni aparat meminta wartawan menghapus foto terkait aksi yang tersimpang  di telepon selulernya. Jika sampai tak mau, aparat akan membantingnya. Selain itu, salah satu kamera untuk tugas wartawan juga diminta. Tapi telah dikembalikan.

Sementara dilansir dari tribunjateng.com, ricuh sendiri pecah setelah sebelumnya petugas memperingatkan massa agar membubarkan diri karena batas akhir demo sesuai kesepakatan berakhir pukul 22.00 WIB. Perwakilan Aliansi Selamatkan Slamet melalui pengeras suara meminta ada negosiasi ulang perihal waktu demonstrasi.

Perwakilan aliansi Selamatkan Slamet Bangkit mengatakan tindakan polisi saat menggelar aksi damai bertajuk pentas budaya di pendapa terjadi saat aksi. “Diwarnai penangkapan sejumlah demonstran serta pemukulan serta penyitaan barang-barang milik demonstran,” katanya.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara mengatakan, polisi telah melakukan penertiban terhadap para peserta aksi, demi menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah. Pihaknya telah memeringatkan demonstran agar bubar sejak waktu menjelang sore karena sesuai aturan, batas waktu demonstrasi sampai pukul 18.00 WIB.

“Demonstran telah diberi kelonggaran hingga pukul 22.00 WIB. Tapi sampai batas waktu yang ditentukan, peserta aksi tetap di lokasi,” kata Bambang.

Editor : Akrom Hazami

Penyesuaian Tarif Kereta Api Akan Diberlakukan, Ini Data Lengkapnya

KA Logawa melintas beberapa waktu lalu. Nantinya KA ini akan mengalami penyesuaian tarif. (Flickr)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan, sebanyak tujuh kereta api(KA) ekonomi sedang dan jarak jauh bersubsidi lintas selatan Jawa mengalami penyesuaian tarif mulai 1 Januari 2018.

Dilansir dari Antarajateng.com, penyesuian tarif ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 42 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO.

“Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 42 Tahun 2017 itu seharusnya berlaku mulai 7 Juli 2017 namun atas instruksi pemerintah, akhirnya baru akan diterapkan pada KA-KA PSO keberangkatan 1 Januari 2018 dan seterusnya dengan pemesanan yang mulai dapat dilakukan pada 2 November 2017 di seluruh kanal resmi penjualan tiket KA,” kata Ixfan.

Penyesuaian tarif tersebut diberlakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA ekonomi bersubsidi.  Total terdapat tujuh rute perjalanan KA lintas selatan Jawa yang mengalami penyesuaian, yaitu tiga KA dari Daop 5 Purwokerto dan empat KA dari daop lain yang melintas di wilayah Daop 5.

Ia mengatakan tiga KA dari Daop 5 Purwokerto yang mengalami penyesuaian tarif terdiri atas KA Logawa relasi Purwokerto-Surabayagubeng-Jember pergi pulang (pp) yang sebelumnya     Rp74.000 menjad Rp 80.000.

Selain itu, KA Serayu relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen pp yang sebelumnya Rp67.000 menjadi Rp70.000 dan KA Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo-Kiaracondong pp yang sebelumnya Rp62.000 menjadi Rp65.000.

Sebanyak empat KA dari daop lain yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto terdiri atas KA Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong pp yang sebelumnya Rp84.000 menjadi Rp95.000.

Selain itu, KA Bengawan relasi Purwosari-Pasarsenen pp Rp74.000 menjadi Rp80.000 dan KA Pasundan relasi Surabayagubeng-Kiaracondong pp Rp94.000 menjadi Rp110.000.

KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabayagubeng-Pasarsenen pp yang sebelumnya Rp104.000 menjadi Rp120.000.

Editor : Akrom Hazami

 

Ibu Kandung Lihat Anaknya Gantung Diri di Banyumas

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Banyumas – Peristiwa gantung diri terjadi di Kabupaten Banyumas. Diketahui korban bernama Sarijo (47) warga Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Banyumas, Minggu pagi (10/9/2017).

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah secara langsung menjelaskan Sutrima, ibu kandungnya, menemukan mayat Sarijo. Menurut keterangan saksi Rapi (50), ketika itu dirinya akan membayar korban, namun rumahnya terlihat sepi. Kemudian Rapi meminta Sutrima ikut mencari korban.

Baca : Omzet Santri Ganteng Asal Pati ‘Musuh’ Jonru Ini Capai Ratusan Juta per Bulan

Ternyata Sutrima menemukan korban dalam keadaan tergantung dengan mengikatkan leher menggunakan tali.“Setelah dilakukan pemeriksaan medis kepada korban, diketahui korban sudah meninggal dunia lebih dari 6 jam,” kata Azis.

Dari keterangan para saksi dan keterangan medis tidak ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban dan tidak ada unsur pidana. Sementara belum diketahui penyebab korban melakukan gantung diri.

Editor : Akrom Hazami

 

4 Penjudi di Purwokerto Harus Berhadapan dengan Polisi

Barang bukti dari pelaku judi diamankan di Mapolsek Purwokerto Timur, Kabupaetn Banyumas. (PID Promoter Humas Polres Banyumas)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Empat orang laki-laki pelaku judi ditangkap Polsek Purwokerto Timur, Purwokerto.  Mereka tertangkap basah bermain judi di teras rumah Jalan Masjid Gang 4, Sokanegara, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Para pelaku tersebut berinisial SKY (57), IWN (41), SRS (60) dan TUR (47) diamankan oleh anggota Unit Reskrim Polsek Purwokerto Timur, Polres Banyumas.

Baca : Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Kapolsek Purwokerto Timur Kompol Gusman Fitra, mengatakan, berdasarkan informasi warga di sekitarnya, mereka sebenarnya sudah lama bermain judi bahkan sudah pernah diperingatkan oleh petugas namun tidak dihiraukannya.

“Untuk memastikan informasi tersebut, kami melakukan penyelidikan dan setelah betul dan A1 kami bergerak, kami tangkap mereka berikut barang buktinya yaitu 2 set kartu remi dan uang tunai Rp 255 ribu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Tempat Umum ini Dijaga Ketat Polisi Banyumas saat Libur Panjang Idul Adha

Polisi melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolres Banyumas, Selasa. (ribratanewsbanyumas)

MuriaNewsCom, Banyumas – Polres Banyumas saat ini telah siaga di sejumlah tempat umum. Utamanya, di lokasi publik demi menjaga kondusivitas libur panjang Idul Adha. Hal itu mengemuka saat Polres Banyumas menggelar Rapat Kordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan libur panjang dan Idul Adha 1438 H / 2017, di aula Rekonfu, Selasa (29/8/17).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Banyumas, kapolsek jajaran Polres Banyumas, dinas serta instansi terkait, perwakilan Ormas dan LSM berada di wilayah Banyumas yang berjumlah kurang lebih 75 orang.

Kegiatan diawali sambutan Wakapolres Banyumas Kompol Malpa Malaccopo. Malpa mengajak seluruh sektoral bersama-sama bersinergi menjaga dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prioritas penanggulangan aksi terorisme dan kelancaran arus lalu lintas.

“Polres Banyumas 2 minggu sebelum hari H sudah melaksanakan kegiatan kepolisian meliputi operasi Cipta Kondisi, Pekat dan Curanmor, Alhamdulillah wilayah kita aman dan kondusif,” katanya.

Malpa berharap dengan adanya rapat kordinasi lintas sektoral ini, selama rangkaian kegiatan Idul Adha serta kegiatan masyarakat selama libur panjang dan kegiatan lain dapat berjalan aman.

“Kami berharap selama rangkaian kegiatan yang menyertainya, akan dijaga ketat seperti di terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, pertokoan, objek wisata dan rekreasi. Harapannya tempat yang banyak dikunjungi masyarakat akan aman, lancar dan kondusif, ” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Dalang Ki Manteb Datangi DPC PDIP Banyumas Ambil Formulir Pilkada

ILUSTRASI

MuriaNewsCom,  Purwokerto – Dalang kondang Ki Manteb Soedharsono mengambil formulir bakal calon wakil bupati periode 2018-2023 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Banyumas. Hal ini tampak saat Ki Manteb mendatangi  kantor DPC PDI Perjuangan Banyumas, Senin (21/8/2017).

“Mas Juli (Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdianto) secara resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai calon bakal wakil bupati. Beliau ditemani dalang kondang (Ki Manteb Soedharsono), mbahnya, jadi enggak perlu surat kuasa karena Mas Juli-nya hadir,” kata Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Periode 2018-2023 DPC PDIP Banyumas, Arie Suprapto dikutip Antara.

Kedatangan Juli ke Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Senin, didampingi istri Inke Meila Dheres, dan dua putranya.  Juli yang merupakan Sekretaris DPC PDIP Banyumas itu mewakilkan kepada Ki Manteb Soedharsono saat pengambilan formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati.

Menurut dia, pengambilan formulir yang dikuasakan jika calon pendaftar tidak bisa hadir. Rencananya, formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati itu akan dibawa pulang lebih dulu dan dikembalikan Juli Krisdianto, Selasa (22/8).

Sementara itu, Ki Manteb Soedharsono mengaku datang sebagai wakil dari keluarga besar almarhum Ki Dalang Sugino Siswocarito. Dalam hal ini, dia mengaku telah meminta agar Juli Krisdianto untuk tidak terburu-buru mendaftar sebagai bakal calon bupati tetapi menjadi bakal calon wakil bupati lebih dulu.

Sementara Juli Krisdianto mengaku ditelepon oleh Ketua DPC PDIP Banyumas Budhi Setiawan pada hari Jumat (18/8) dan dipersilakan untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati.

“Saya mendaftar karena mendapat restu dari ketua saya. Saya juga mendapat restu dari keluarga, dari eyang saya, eyang Manteb Soedharsono,” kata Juli.

Editor : Akrom Hazami

Satu Calhaj Asal Banyumas Meninggal Dunia di Arab Saudi

Calon haji saat melakukan persiapan sebelum pemberangkatan ke asrama haji Donohudan Boyolali. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Kepala Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Badrussalam, mengatakan, dari data sistem komputerisasi terpadu yang diterima di Donohudan Boyolali, jemaah meninggal bertambah satu.

Yakni, Solikhin Mursidik Yastubi (50) warga Purwokerto Selatan RT 03 RW 10 Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam kloter 46. Sejauh ini, jemaah calon haji asal Embarkasi Solo yang dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi, hingga Jumat (18/8/2017) petang ini, bertambah satu orang. Totalnya menjadi lima orang.

Menurut Badrussalam, jemaah asal Banyumas tersebut dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi pada Kamis (17/8/2017). Karena menderita sakit gangguan pernafasan. Jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

“Dengan bertambahnya satu jemaah meninggal asal Purwokerto itu, sehingga totalnya menjadi lima orang. Jika ditambah satu orang lainnya yang meninggal di asrama haji Donohudan, totalnya menjadi enam orang,” kata Badrussalam dikutip dari Antara.

Ia mengatakan PPIH Embarkasi Solo pada Jumat ini, dijadwalkan telah memberangkatkan rombongan calhaj sebanyak empat kloter yakni 67, 68, 69, dan 70 yang semuanya berasal dari Kota Semarang.

Rombongan calhaj kloter 67 telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali pada pukul 03.59 WIB dengan sebanyak 360 orang disusul kloter 68 pada pukul 07.53 WIB sebanyak 359 orang.

“Jemaah calhaj kloter 69 diberangkatkan ke Tanah Suci pada pukul 12.03 WIB sebanyak 357 orang. Kami saat ini sedang menunggu keberangkatan kloter 70 yang rencananya diterbangkan sekitar pukul 19.35 WIB,” katanya.

Menurut dia, PPIH Embarkasi Solo dengan diberangkatkan jemaah calhaj kloter 69 asal Kota Semarang jumlah seluruhnya yang sudah diterbangkan ke Tanah Suci sebanyak 24.642 orang dari total calhaj 2017 sebanyak 34.112 orang.

Selain itu, jemaah calhaj yang dirujuk dan dirawat ke rumah sakit hingga kini berkurang hanya empat orang, sedangkan sebelumnya mencapai tujuh orang. Namun, jemaah yang dirawat jika sudah sembuh dan diizinkan oleh dokter yang merawat akan dterbangkan bersama jemaah kloter berikutnya.

Jemaah yang masuk asrama haji Donohudan Boyolali, ada empat kloter yakni 71 asal Kota Semarang dan Demak, 72 (Demak), 73 (Demak), dan 74 (Demak dan Salatiga). Jemaah empat kloter ini, rencana di berangkatkanke Tanah Suci, pada Sabtu (19/8).

Editor : Akrom Hazami

Lewat PDIP, Bupati Banyumas Ambil Formulir Bakal Calon Bupati

Bupati Banyumas Achmad Husein, mendaftar sebagai bakal calon bupati Banyumas melalui DPC PDI Perjuangan Banyumas. (Twitter)

MuriaNewsCom, Banyumas – Suhu perpolitikan di Banyumas, kian memanas. Di antaranya adalah munculnya Bupati Banyumas Achmad Husein, mendaftar sebagai bakal calon bupati Banyumas melalui DPC PDI Perjuangan. Husein mengambil formulir pendafaran ditemani dengan keluarganya ke kantor DPC PDIP Banyumas, Jumat (18/8/2017).

Selain itu, Hesein datang dengan mengendarai sepeda tandem bersama istri, Erna Husein, didampingi tiga dari empat anaknya. Dalam kesempatan itu, Husein langsung mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran.

“Semua persyaratan pokok-pokok sudah saya penuhi dan langsung saya kembalikan hari ini juga. Insya Allah pencalonan ini merupakan pencalonan kedua melalui PDIP,” kata Husein kepada wartawan.

Husein menuturkan alasan dirinya maju lagi melalui PDIP. Ada beberapa programnya yang belum selesai. Karenanya, dia maju lagi dengan harapan bisa kembali jadi bupati dan meneruskan program yang belum selesai.

Beberapa program yang menurutnya belum selesai tersebut berkaitan dengan masalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejauh ini, masih banyak warganya yang mmasih hidup miskin. Termasuk juga masih banyak tingkat pengangguran. Ada juga program belum tuntas yaitu pelayanan publik, birokrasi yang perlu ditata lagi, serta infrastruktur.

Dia optimistis akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Langkah yang ditempuh di antaranya adalah melakukan komuniasi intensif biar mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon bupati yang diusung pada Pemilihan Kepala Daerah 2018.

Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Periode 2018-2023 Arie Suprapto mengatakan, pihaknya telah mencatat ada enam orang yang mengambil formulir pendaftaran di DPC PDIP Banyumas. Rinciannya ada dua bakal calon bupati dan dua orang bakal calon wakil bupati.

Yang merupakan kader PDIP, adalah Sadewo Tri Lastiono, Estiningrum, dan Achmad Husein. Lainnya bukanlah kader PDIP. “Yang baru mengembalikan formulir baru Mas Bambang Barata Aji dan Pak Husein,” terangnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Rumah Kos di Banyumas Tiba-tiba Didatangi Polisi

Polisi memasang peringatan imbauan kepada pemilik kos agar waspada terhadap paham radikalisme. (Tribaratanewspolres banyumas)

MuriaNewsCom, Banyumas – Sebuah rumah kos di RT 01/10 Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, didatangi Bhabinkamtibmas Polsek Purwokerto Selatan, Polres Banyumas. Rupanya, kedatangan polisi untuk memberikan penyuluhan untuk menangkal paham radikalisme.

Bhabinkamtibmas Polsek Purwokerto Selatan Bripka Ali Imron, sebagai pembina wilayah memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada seluruh penghuni kos dan pemilik kos agar berhati-hati apabila menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, melalui Kapolsek Purwokerto Selatan AKP Sutarno, menyampaikan untuk penghuni kos adalah pendatang dari berbagai asal daerah yang mempunyai berbagai karakter makanya perlu mendapatkan pengawasan yang serius.

Bhabinkamtibmas juga memasang imbauan kamtibmas yang ditempel didinding rumah kos, agar setiap saat para penghuni kos bisa membaca dan melaksanakan himbauan tersebut.

“Dengan demikian saya berharap, ditempat kos terbebas dari paham radikalisme dan gangguan kamtibmas lainnya.”, pungkasnya dikutip Tribratanewspolres Banyumas.

 

Editor : Akrom Hazami