Ini Bantuan Tim UGM untuk Dongkrak Harga Jual Jagung di Grobogan

Anggota LMDH Mojo Lestari sedang mencoba mengeringkan jagung dengan mesin pengering bantuan dari UGM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota LMDH Mojo Lestari sedang mencoba mengeringkan jagung dengan mesin pengering bantuan dari UGM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menyalurkan bantuan mesin pengering jagung pada anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mojo Lestari Desa Mojorebo, Kecamatan Wirosari, Grobogan. Mesin pengering buatan Fakultas Pertanian UGM itu punya kapasitas 500 kg.

Bantuan mesin pengering tersebut diserahkan Ketua Tim penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) UGM Teguh Yuwono. Setelah menerima bantuan, anggota LMDH nantinya akan diberi pelatihan cara mengoperasikan mesin pengering dengan benar.

Diharapkan, dengan adanya mesin tersebut, bisa jadi solusi petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen. Dampak selanjutnya, adanya mesin pengering akan bisa menaikkan harga jual, karena kadar air pada hasil panen khususnya jagung dapat diminimalkan.

“Kami sangat berterima kasih pada pihak UGM atas kepeduliannya kepada para petani yang dengan sangat terpaksa harus menjual hasil panen mereka dalam keadaan basah dan harganya murah. Dengan adanya peralatan ini, kami berharap petani bisa mendapatkan hasil lebih banyak dari sebelumnya,” ungkap Administratur KPH Purwodadi Damanhuri, Senin (25/7/2016).

Menurutnya, bantuan itu diberikan sebagai tindak lanjut pertemuan yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya dengan pihak UGM. Dalam rangka mendukung implementasi program Inegrated Farming System (IFS) Propinsi Jawa Tengah Tahun 2016, Tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta bakal melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat.

Adapun sasarannya kali ini, adalah memberikan pelatihan teknologi tepat guna (TTG) pada dua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Perhutani KPH Purwodadi. Yakni, LMDH Mojo Lestari Desa Mojorebo, Kecamatan wirosari dan LMDH Batur Wana Makmur Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo.

Tim dari UGM tersebut terdiri dari sejumlah dosen dari beberapa fakultas. Antara lain Fakultas Kehutanan, Teknologi Pertanian, Pertanian dan Kedokteran Hewan. Adapun jenis penerapan teknologi yang diberikan ada beberapa macam. Seperti, pembuatan bibit jati unggul dan kebun pangkas, pelatihan pembuatan pupuk hayati, pemeriksaan kesehatan hewan dan reproduksi serta melakukan riset mengenai kelaikan lingkungan kandang ternak, dilanjutkan dengan pelatihan pemanfaatan limbah ternak.

Menurut Damanhuri, pihaknya sangat mendukung program penerapan TTG yang dilakukan timUGM buat LMDH. Sebab, kegiatan itu dinilai sangat positif dan manfaatnya akan sangat dirasakan masyarakat khususnya para anggota LMDH.

“Kami berterima kasih sekali pada tim UGM yang bersedia melaksanakan kegiatan di wilayah Perhutani KPH Purwodadi. Kami, akan mendukung dan membantu semaksimal mungkin supaya program ini bisa berjalan lancar,” katanya.

Editor : Kholistiono