Selesai Jalani Diklatsar, 350 Pemuda di Grobogan Resmi Jadi Anggota Banser Baru

MuriaNewsCom, GroboganJumlah anggota Banser Grobogan saat ini bertambah lagi. Hal ini menyusul adanya 350 pemuda yang lolos dalam pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) Banser.

Diklatsar ini dilangsungkan selama tiga hari, dari 16 Maret hingga Senin (19/3/2018) dini hari tadi. Proses terakhir ditandai dengan pembaiatan kader peserta diklatsar yang dilakukan di halaman gedung NU Grobogan.

Acara penutupan diklatsar dihadiri Kasatkorwil Banser Jateng Muhtar Makmun atau yang lebih dikenal dengan nama Naga Bonar. Hadir pula Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Kasatkorcab Banser Grobogan M Surajuddin.

Menurut Fatoni, untuk menjadi kader banser memang harus melalui diklatsar terlebih dahulu. Dalam diklatsar tersebut, calon kader akan mendapat serangkaian pendidikan dan pelatihan fisik maupun mental serta pengetahuan lainnya.

”Selain diklatsar untuk kader banser, kita juga melakukan kegiatan pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) bagi anggota Ansor. Peserta PKD ada 56 orang,” jelasnya.

Kasatkorwil Banser Jateng Muhtar Makmun mengingatkan para sahabat ansor dan banser untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kadernya diminta terus memperjuangkan sistem pemerintahan saat ini yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

”Kader Banser juga harus bisa mandiri. Jadi anggota Banser jangan mengharapkan dapat gaji atau fasilitas karena ini sebuah pengabdian,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pakai Sarung, Ganjar Pimpin Apel Ansor dan Banser

MuriaNewsCom, Cilacap – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (1/2/2018) memimpin apel GP Ansor dan Banser, di Alun-alun Majenang, Kabupaten Cilacap. Ganjar memimpin apel dengan mengenakan sarung lurik, berpeci khas santri.

Apel yang diikuti anggota Ansor dan Banser se-Kabupaten Cilacap dalam rangka Harlah ke-92 NU itu, Ganjar mengajak segenap elemen bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari kita bersama-sama menjaga NKRI. Karena cita-cita negara tidak hanya untuk besok hari, tetapi untuk selamanya dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” katanya saat menjadi pembina Apel.

Ia menyebut, munculnya kelompok-kelompok yang ingin mengganti sistem dan dasar negara menjadi bukti ganguan terhadap NKRI. Ia meminta Banser menjadi garda terdepan untuk menghadapi kelompok yang ingin mengancam konsistensi NKRI.

“Jika ada pengaruh mengancam keutuhan NKRI, ideologi-ideologi yang tidak sama dengan konstitusi maka Banser terdepan untuk menghadapinya,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, gangguan terhadap NKRI selalu ada. Apalagi sekarang era globalisasi, semua tanpa batas yang jelas. Termasuk nilai-nilai di masyarakat baik bidang sosial, politik, budaya maupun lainnya tidak jelas batasanya.

“Cara menjaga agar jadi jelas adalah, apakah itu sesuai dengan ideologi dan dasar negara Indonesia,” katanya.

Menurutnya, jika ada perbedaan pandangan, semua harus berembug, semua diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat itu asli Indonesia. Bukan justru berkelahi, saling menghujat, fitnah, dan menyebarkan berita bohonh atau hoax

“Saya mewakili masyarakat Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih kepada Ansor dan Banser yang merupakan sedulur tua, karena dua organisasi ini lahir sebelum Indonesia merdeka, dan lebih tua dari partai politik yang ada sekarang,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Tutut Jamin Pendidikan Anak Anggota Banser Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Banyumanik

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah berlalu beberapa hari, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan Banser Grobogan masih mendapat perhatian banyak pihak. Indikasinya, masih banyak orang yang mengunjungi kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita.

Bahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Tutut juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi kediaman Huda, Selasa (23/1/2018) malam.

Sejumlah pengurus PP, dan PW GP AnsorJawa Tengah ikut mendampingi kunjungan Gus Yaqut. Tampak pula, Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Dansat korcab Banser M Sirajuddin bersama ratusan personelnya.

”Secara pribadi saya tak mengenal langsung almarhum Miftakhul Huda. Namun dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, Almarhum merupakan kader yang luar biasa. Khidmahnya ke NU juga total, tapi karena Allah berkehendak lain, maka kita harus menerima,” jelas Gus Tutut.

Dalam kesempatan itu, Gus Tutut juga menyatakan bakal menjamin pendidikan anak Huda yang saat ini masih berusia 1,5 tahun. Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

”Insya Allah nanti Ansor akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa. Nanti, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle,” katanya.

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

Kecelakaan yang menimpa rombongan Banser terjadi di tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Gus Tutut mengungkapkan, ada hikmah di balik peristiwa ini. Yakni, sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ‘ngurusi NU’ maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surga.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. “Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum,” katanya.

Sebelum pulang, Gus Tutut juga sempat memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Editor: Supriyadi

Jawaban Gus Yaqut Ketika Dihujat Karena Banser Jaga Gereja

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saat membuka PKN angkatan VI Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas angkat suara tentang seringnya hujatan dan ejekan ketika Banser menjaga gereja.

Saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) GP Ansor Angkatan VI di Pondok Pesantren Roudlatut Tholibien, Leteh, Kabupaten Rembang, Rabu (6/12/2017), Gus Yaqut menyebut, apa yang dilakukan Ansor dan Banser itu pada hakikatnya bukan menjaga gereja.

”Melainkan menjaga komponen bangsa yang pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Gus Yaqut mengatakan, Ansor tidak hanya menjaga gereja. Jika diminta untuk membantu menjaga keamanan ibadah umat beragama lain pun, Ansor siap turun bersama. Namun ia menekankan, apa yang dilakukan oleh Ansor itu, tidak berlaku selamanya.

“Ansor akan berhenti melakukan hal yang demikian, apabila para penebar teror yang mengancam keutuhan NKRI binasa dari negeri ini,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader Ansor, termasuk di dalamnya Banser, untuk tidak berkecil hati ketika dihujat, hanya karena ingin menjaga Indonesia.

”Karena para kiai yang sudah jelas mutu keilmuan dan kerendahhatiannya juga dihujat ketika bersama mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi Pancasila,” terangnya.

Ia juga kembali menegaskan jika Ansor tidak akan pernah berhenti melawan pihak-pihak yang mengganggu NKRI, memecahbelah persatuan dan keberagaman bangsa Indonesia. Sikap GP Ansor tersebut sejalan dengan tema kegiatan “Yang Waras Jangan Mengalah”.

“Tema itu sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak diam ketika paham kebangsaan Indonesia diganggu. Makanya, yang waras jangan ngalah,” tandas Gus Yaqut.

Sementara itu, PKN yang akan diadakan mulai Rabu (6/12/2017) hingga Minggu (10/12/2017) digelar bersamaan dengan Latihan Instruktur (LI) 2 yang dilaksanakan di Pesantren Al-Hamidiyah, Ngemplak, Lasem. Ratusan peserta mengikuti kegiatan ini.

Turut hadir pada pembukaan PKN VI dan LI-2, para pemuka agama Islam, Nasrani dan Buddha, Bupati Rembang Abdul Hafidz, serta Kapolres Rembang AKBP Pungki Bhuana Santoso.

Editor : Ali Muntoha

Langgar Perda, Banser Siap Sweeping Karaoke Bandel di Pati

Ketua GP Ansor Pati Imam Rifai saat mengukuhkan Banser Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua PC GP Ansor Pati Imam Rifai menyebut, Banser siap melakukan sweeping karaoke ilegal di Pati. Hal itu diungkap Rifai, Jumat (10/11/2017).

“Banser siap (melakukan) sweeping karaoke yang bandel dan tidak mematuhi Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang pariwisata,” ujar Rifai.

Sebelumnya, dia menahan anggotanya yang sudah tidak sabar untuk melakukan sweeping. Mereka geram dengan pengusaha karaoke yang dianggap tidak mematuhi Perda.

Baca: Ternyata, Makanan Ini yang Buat Belasan Siswa SDN Kayuapu Kudus Keracunan

“Sebagai bagian dari unsur masyarakat untuk mengontrol kinerja pemerintah, kami siap digandeng untuk hadir dalam sidak penegakan Perda,” tambahnya.

Menurutnya, proses pembuatan Perda sudah sesuai dengan prosedur dengan mempertimbangkan semua masukan dari elemen masyarakat. Terlebih, Perda Pariwisata sudah final setelah melalui uji materi dan upaya hukum di Mahkamah Agung (MA).

Karena itu, dia mendorong agar Satpol PP tidak perlu ragu untuk menegakkan Perda secara menyeluruh tanpa pandang bulu. “Jangan ragu, apalagi takut. Kami siap dukung,” ucap Rifai.

Dia juga meminta kepada semua masyarakat Pati untuk mendukung upaya penegakan Perda dan menghormati produk hukum yang berlaku di Kabupaten Pati. Jika tidak ditegakkan, Rifai menilai Perda tersebut tidak berfungsi dan mandul.

Editor: Supriyadi

Semarakkan HSN, Banser Grobogan Gelar Turnamen Bola Voli

Anggota Banser Grobogan dari 15 kecamatan ikut ambil bagian dalam turnamen bola voli di GOR Simpanglima Purwodadi, Kamis (19/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) Banser Grobogan membuat even yang tidak biasanya dilakukan. Yakni, menggelar turnamen bola voli bertitel ‘Banser Cup’ yang dilangsungkan di Gor Simpanglima Purwodadi.

Turnamen ini dibuka Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo, Kamis (19/10/2017). Turnamen ini mendapat dukungan dari beberapa pihak. Salah satunya dari Yayasan Islamiyah HM Masyoekri Purwodadi.

Dansatkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin menyatakan, turnamen diadakan dalam rangka menyemarakkan peringatan HSN yang jatuh tanggal 22 Oktober mendatang. Peserta turnamen adalah anggota Banser dari 15 kecamatan.

Menurutnya, turnamen voli ini baru pertama kali diadakan Banser Grobogan. Meski baru edisi perdana, sudah banyak PAC di level kecamatan yang ambil bagian. Dari 19 PAC, hanya 4 PAC yang absen mengikuti turnamen voli.

“Untuk penyelenggaraan even perdana, ini saya nilai sudah bagus. Sudah banyak PAC yang berpartisipasi. Selain itu, penontonnya juga lumayan ramai,” jelasnya.

Menurutnya, dalam rangkaian peringatan HSN tahun 2017, ada beberapa kegiatan yang disiapkan. Kegiatan pertama adalah seminar bedah pondok yang sudah digelar dua hari lalu.

Kemudian ada acara tahlil kebangsaan di Taman Makam Pahlawan Purwodadi, Sabtu malam tanggal 21 Oktober. Satu acara lagi adalah gelar kreasi santri yang pelaksanaannya dilakukan setelah upacara HSN.

“Sengaja kita bikin acara yang beda dari biasanya. Kali ini kita mencoba bikin even bola voli. Turnamen hanya berlangsung sehari saja. Selain voli ada turnamen tenis meja yang tempat pelaksanaannya juga di GOR ini,” kata Sirajuddin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Islamiyah HM Masyoekri Purwodadi Andi Kurniawan menyatakan, pihaknya mendukung penuh turnamen Banser Cup tersebut. Sebab, selama ini, anggota Banser banyak yang memiliki potensi dibidang olahraga.

“Saya ini kebetulan juga salah satu senior Banser Grobogan, jadi sangat memahami organisasi ini. Kedepan, saya ingin agar turnamen ini jadi acara rutin tahunan. Kalau bisa, cabang olahraganya ditambah biar lebih ramai,” katanya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Banser Dilibatkan Tanggulangi Musibah Kebakaran di Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan beberapa catatan saat membuka pelatihan pemadaman kebakaran bagi anggota Banser, Selasa (17/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan anggota Banser Grobogan mendapat pelatihan cara menangani musibah kebakaran, Selasa (17/10/2017). Pelatihan dibuka Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat setda lantai I. Hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Ahmadi Widodo, Kepala Satpol PP Bambang Panji, dan Kabag Kesra Moh Arifin.

Pelatihan yang digelar Bagian Kesra Setda Grobogan itu dilakukan dalam dua tahap. Yakni, latihan teori dan latihan praktik di halaman kantor Setda Grobogan. Selain petugas dari Damkar Grobogan, pelatihan juga melibatkan pihak PLN Purwodadi dan Dinas Kebakaran Provinsi Jawa Tengah sebagai instruktur.

”Dilibatkannya anggota Banser dalam menanggulangi musibah kebakaran ini saya rasa cukup bagus. Sebab, jumlah anggota banser ini sangat banyak dan tersebar di semua desa,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Menurutnya, intensitas kebakaran di Grobogan selama cukup tinggi karena bisa mencapai 50 kali per tahun. Dari musibah kebakaran yang terjadi ada puluhan rumah yang habis terbakar dan kerugian material bisa mencapai miliaran.

Untuk menanggulangi kebakaran, tidak bisa mengandalkan petugas Damkar saja. Soalnya, petugas damkar dan sarana pendukungnya jumlahnya terbatas. Sementara daya jangkauan tugasnya cukup jauh sehingga butuh waktu untuk bisa sampai di lokasi kejadian.

”Upaya menangani kebakaran butuh dukungan berbagai elemen masyarakat. Termasuk dari Banser. Dengan adanya pelatihan ini, anggota Banser nantinya bisa bisa melakukan tindakan awal ketika musibah kebakaran terjadi di dekatnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas
MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.
Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.
Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.
Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.
Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI. “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.
Editor : Akrom Hazami
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (NU Online)

MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal  Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.

Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.

Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.

Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.

Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI.  “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Banser Demo di Alun-alun Pati Tuntut HTI Dibubarkan

Aksi demonstrasi penolakan HTI di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan pemuda Ansor dan Banser NU menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). Mereka menolak kegiatan “Masirah Panji Rasulullah” yang diadakan di Semarang.

Selain itu, ada sejumlah pernyataan sikap yang diambil Ansor dan Banser terkait ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pertama, mereka menolak gagasan khilafah yang diusung oleh HTI, karena dianggap menyebabkan perpecahan dan mengancam keutuhan negara.

Kedua, mereka menolak seluruh kegiatan HTI yang menyebarkan propaganda khilafah yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara.

Ketiga, mereka menuntut pembubaran HTI di Indonesia, baik secara organisasi, paham maupun pola tindakan. Keempat, mereka mendesak aparat berwenang untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga keamanan nasional dengan menindak tegas organisasi atau perseorangan yang menyebarkan ideologi gerakan anti-NKRI.

“Kami mengimbau kepada pengikut HTI untuk kembali pada ajaran Ahlussunah wal jamaah yang sesuai dengan ideologi NKRI,” ucap Satkorcab Banser Pati Imam Ahmad Syafi’i.

Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan TNI. Lebih dari seratus personil dari Polres Pati, Polsek Pati Kota dan Kodim 0718/Pati dikerahkan untuk menjaga keamanan aksi demonstrasi.

Editor : Supriyadi

Komunisme Mulai Muncul Lagi, Begini Kata Banser Pantura Timur

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Paham komunisne saat ini dipandang oleh Banser Nahdlatul Ulama (NU) mulai dimunculkan kembali. Hal itu terbukti dari maraknya isu komunis di media sosial maupun upaya para komunis untuk meminta pemerintah melakukan permintaan maaf kepada mereka atas peristiwa pembantaian saat G30S PKI.

Hal disampaikan penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib. Menurutnya, pihak komunis yang meminta pemerintah untuk meminta maaf ke mereka merupakan kesalahan yang besar. Sebab, yang menjadi korban justru dari pihak pemerintah yakni para jenderal maupun para kiai dan tokoh masyarakat.

”Paham komunisme perlu diwaspadai, apalagi sekarang ini isu-isu komunisme lebih kental dengan paham sosialisme. Jadi harus lebih diwaspadai,” ujar Subakir kepada MuriaNewsCom, di Masjid Nahdlatul Bahri yang ia dirikan di kawasan pantai Empu Rancak, Mlonggo Jepara.

Menurut dia, dalam hal menghadapi komunisme, Banser siap menjadi garda terdepan. Banser yang notabene pasukan pemberani memiliki sikap melawan terhadap paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.

”Strategi kami sampai saat ini untuk membentengi masyarakat dari paham yang salah adalah dengan memperkuat paham Pancasila dan Ahlussunnah wal Jamaah,” terangnya.

Dia menambahkan, Pancasila merupakan paham yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, budaya bahkan agama. Sehingga Pancasila harus dijaga agar persatuan Negara Indonesia tetap utuh.

Editor: Supriyadi

Banser se-Pantura Timur Padati Pantai Empu Rancak Jepara, Ini Tujuannya

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) se-Pantura Timur menggelar apel kebangsaan di depan Masjid Nahdlatul Bahri yang berada di kawasan Pantai Empu Rancak Mlonggo, Jepara, Senin (16/5/2016) petang. Apel tersebut menekankan pada peningkatan kecintaan terhadap tanah air.

Pembina apel, Mustaqim mengatakan bahwa apel tersebut dikhususkan untuk kewaspadaan banser Nusantara terhadap ideologi baik dari luar Indonesia maupun dari dalam negeri.

”Kewaspadaan Banser Nusantara dalam meneguhkan kembali sikap Ansor dan Banser terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah menjadi harga mati,” ungkap Mustaqim.

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika ada elemen bangsa yang ingin membuat Indonesia menjadi negara yang tidak berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Maka Banser menjadi barisan terdepan untuk membela Indonesia.

”Aliran dan ideologi asing sudah banyak yang masuk ke dalam diri pemuda Indonesia. Meski sekilas dinilai baik, ternyata banyak yang jauh dari nilai-nilai Aswaja. Untuk itu harus diwaspadai karena bisa mengancam bangsa ini,” ungkapnya.

Apel dihadiri sejumlah Banser NU dari berbagai daerah, khususnya yang berada di Pantura timur. Selain itu juga ada tamu dari luar Pantura timur. Acara tersebut juga dilanjutkan pengajian umum dalam rangka Haul ke 2 nyai Umroh Subakir.

Editor: Supriyadi

GP Ansor Rembang Gelar Diklatsar untuk Calon Banser

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Gerakan Pemuda Ansor Cabang Rembang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) untuk 100 calon Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (25/3/2016).

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, diklatsar digelar untuk menangkal radikalisme agama yang menjalar sampai ke desa. Selain itu, diharapkan juga para peserta bisa memberikan pemahamankepada masyarakat tentang konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser baru yang dihasilkan lewat diklatsar, diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang Islam yang rahmatan lil’alamin, terutama di desa. Diharapkan, mereka mampu memberikan wawasan tentang NKRI,” terangnya.

Hanies menyebut, peserta diklatsar kali ini tembus hingga 100 orang. Peserta berasal dari banyak ranting atau desa dan kecamatan atau anak cabang. Sehingga, diklatsar ini diyakini efektif guna menangkal radikalisme di desa. “Karena banyaknya peserta yang notabene dari desa, kami yakin diklatsar ini efektif untuk menangkal radikalisme,” ujarnya.

Sementara, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Rembang Zaenal Arifin menambahkan, kegiatan diklatsar semakin penting dilakukan karena banyak peristiwa yang berusaha merongrong Aswaja dan NKRI. Menurutnya, dengan diklatsar, segala informasi termasuk situasi nasional terkini bisa dibahas secara bersama.

“Banser perlu meningkatkan kewaspadaan di semua lini agar jangan sampai ada bibit terorisme di desa. Banser akan berusaha membatasi dan membentengi kader dari paham yang tidak jelas, yang merongrong agama dan NKRI,” katanya.

Rangkaian materi tersebut, kata Zaenal, akan diberikan dalam waktu tiga hari,yakni tanggal 25- 27 Maret 2016. Lokasi diklatsar kali ini dipusatkan di Madrasah Al Hidayah. Ia pun menyebutkan bahwa diklatsar kali ini adalah yang keempat sejak 2003. Namun, pendidikan dan pelatihan dasar ini menjadi yang pertama di masa khidmah PC GP Ansor 2015-2019.

Editor : Kholistiono

Banser Grobogan Gelar Apel Akbar

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono tandatangani ikrar kesetiaan NKRI dalam apel akbar, Sabtu (13/6/2015). (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Ribuan anggota Banser se-Kabupaten Grobogan pagi tadi menggelar apel akbar yang ditempatkan di Alun-alun Purwodadi. Selain dari Banser, apel akbar juga diikuti unsur pelajar dan pengurus PC Ansor Grobogan.

Lanjutkan membaca