Ansor Siap Jadi Garda Terdepan untuk Hadang Kelompok Intoleran

 Diklatsar anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Desa Cabean, Kecamatan Bulu beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Diklatsar anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Desa Cabean, Kecamatan Bulu beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengungkapkan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai kader inti Ansor harus cakap dan tangguh secara fisik maupun mental  agar dapat berkhidmat kepada kiai serta bangsa dan Negara demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai Banom NU, Ansor siap mengawal NKRI  dan siap menjadi garda terdepan untuk menghadang kelompok intoleran dan radikal yang jelas akan merongrong NKRI,” ujarnya saat Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser di Desa Cabean, Kecamatan Bulu beberapa hari lalu.

Dalam Diklatsar tersebut, sedikitnya ada seratus anggota Gerakan Pemuda Ansor di Kecamatan Bulu yang mengikutinya. Dalam diklatsar itu, mereka digembleng mengenai dasar-dasar olah kanuragan, wawasan kebangsaan, ke-Ansor-an, ke-NU-an dan ajaran tentang Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Rembang Zaenal Arifin mengatakan, Diklatsar dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan di masing-masing rayon atau Satkoryon.”Diklatsar sebagai ajang kaderisasi untuk mencetak kader yang berdedikasi, militan, religius dan berwawasan kebangsaan. Banser harus berkualitas dan berkuantitas,” ungkapnya.

Selain menjaga kedaulatan NKRI, sebelumnya pihaknya juga mengatakan bahwa Banser juga harus siap menjaga nama baik ulama ulama NU.”Memang saat ini mental bangsa tengah diuji. Terlebih dengan adanya penghinaan ulama di dunia maya. Oleh sebab itu, kita juga punya peran untuk bisa selalu mengabdi atau menjaga nama baik kiai atau ulama NU yang dihina tersebut,” ucapnya.

Sehingga dengan adanya suatu diklatsar tersebut, anggota Ansor maupun Banser bisa selalu berupaya menjaga NKRI atau juga melindungi ulama ulama yang dilecehkan keilmuannya oleh orang yang tak bertanggung jawab yang selalu memanfaatkan dunia maya.

Editor : Kholistiono

Banser Berjaga di Kediaman Gus Mus

 Banser terlihat melakukan penjagaan di kediaman Gus Mus di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Banser terlihat melakukan penjagaan di kediaman Gus Mus di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejak muculnya kasus penghinaan yang dilakukan beberapa netizen terhadap KH Mustofa Bisri atau Gus Mus beberapa hari lalu, membuat banyak pihak tak tinggal diam, khususnya warga NU.

Beberapa pengurus GP Ansor di berbagai wilayah di Indonesia, berupaya melakukan pendekatan kepada beberapa orang yang telah melakukan penghinaan terhadap Gus Mus untuk bertabayyun dan meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus. Sebab, penghinaan yang dilakukan terhadap Gus Mus, yang merupakan ulama, adalah perbuatan yang tidak pantas.

Seperti halnya Pandu Wijaya, yang dalam beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan publik, akibat cuitannya di Twitter yang telah melakukan penghinaan terhadap Gus Mus dengan kata “Bid’ah Ndasmu”. Kemudian ada juga Bahtiar Prasojo, yang juga melakukan penghinaan terhadap Gus Mus, melalui akun Faceebok miliknya.

Keduanya, yang ternyata usianya masih 25 tahun, kemarin di dampingi pihak keluarga dan pengurus GP Ansor dari masing-masing daerah, telah datang ke kediaman Gus Mus untuk bersilaturrahmi dan meminta maaf secara langsung.

Menyikapi hal ini, Banser Rembang juga menyiagakan anggotanya di kediaman Gus Mus. “Ini sebagai bentuk bakti kita untuk melindungi ulama. Apalagi, Gus Mus adalah ulama NU yang sangat kita hormati,” ujar Komandan Banser Rembang Zaenal Arifin.

Dirinya juga menyatakan, penyiagaan anggota Banser tersebut, juga sebagai bentuk penyambutan tamu-tamu yang sebelumnya telah melakukan penghinaan terhadap Gus Mus. “Kita sangat mengapresiasi mereka yang mau meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus. Dan kabarnya, beberapa orang yang melakukan penghinaan terhadap Gus Mus, akan datang untuk meminta maaf. Sebelumnya juga sudah ada, yakni Pandu dan Bahtiar. Kita di sini juga menyambut beberapa pengurus Ansor dari daerah lain yang turut memfasilitasi beberapa tamu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Banser Rembang Siap Tanggap Bencana

Apel kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang digelar di Gunem pada Jumat ( 11/11/2016) Minggu (13/11/2016) mendatang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Apel kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang digelar di Gunem pada Jumat ( 11/11/2016) Minggu (13/11/2016) mendatang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Barisan Ansor Serbaguna (Banser)  Rembang menyatakan siap melakukan tanggap bencana pada tahun 2016-2017. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil.

“Total ada seribu anggota Banser disiagakan untuk menghadapi potensi bencana tahun ini. Banser mulai dari satuan koordinasi kelompok di masing-masing ranting atau desa dan satuan koordinasi rayon di tiap kecamatan serta satuan koordinasi cabang di seluruh Rembang kini telah siap tanggap bencana,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah perintahkan Banser melalui Kepala Satkorcab untuk secara intensif saling berkoordinasi mengenai potensi bencana dan kejadian bencana di daerah masing-masing.  Di antaranya di Kecamatan Gunem, Kecamatan Sedan, Kecamatan Pamotan, Kecamatan Kaliori dan Kecamatan Sumber.

Dengan adanya kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang digelar di Gunem pada Jumat ( 12/11/2016) Minggu (13/11/2016) mendatang, diharapkan semua jajaran Banser bisa selalu tanggap bencana.

Camat Gunem Teguh Gunawarman pada saat membuka Diklatsar Banser Angkatan V tahun 2016 di Desa Kulutan, Kecamatan Gunem meminta Banser ikut serta tanggap bencana tanpa diminta. “Kami berharap kepada Banser agar tanggap jika terjadi bencana tanpa harus diminta. Selain bertugas sebagai pengamanan misalnya dalam kegiatan pemilu, Banser juga perlu tanggap bencana,” harapnya.

Meski demikian, Banser tetap harus menjalin koordinasi secara maksimal berjenjang dengan pihak yang berwenang saat terjadi bencana dengan kerawanan tertentu. Pihaknya juga berharap, agar Banser terus memelihara keutuhan NKRI. Tidak mudah terprovokasi dan mengikuti kegiatan diklat semacam ini secara sungguh-sungguh.

Editor : Kholistiono

Ratusan Pemuda Ansor Ikuti Diklatsar Banser di Sulang Rembang

Diklatsar Banser yang diadakan GP Ansor Sulang, Rembang yang berlangsung di Madrasah Diniyah Annuroniyah Desa Glebeg, Sulang, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Diklatsar Banser yang diadakan GP Ansor Sulang, Rembang yang berlangsung di Madrasah Diniyah Annuroniyah Desa Glebeg, Sulang, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sedikitnya ada seratus  anggota  Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sulang, mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) selama tiga hari, mulai 9-11 September di Madrasah Diniyah Annuroniyah, Desa Glebeg, Sulang.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sulang Ali Maksum mengatakan, kegiatan Diklatsar tersebut diberikan untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menolak bentuk negara khilafah.”Tak hanya itu, mereka juga diberikan pendidikan menegakkan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja), menangkal paham-paham radikalisme, menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama serta ikut menjaga ketenteraman dan ketertiban di masyarakat,” katanya.

Para peserta juga akan diberikan materi kepemimpinan dan leadership, wawasan nusantara, teknik dasar bela diri, 4 pilar kebangsaan, penanggulangan bencana, peraturan baris berbaris (PBB), tata upacara bendera (TUB), teknik lalu lintas dan teknik dasar bela diri.

Pemateri yang akan memberikan pendidikan tersebut berasal dari Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kecamatan Sulang, Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Rembang, Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang, Komando Rayon Militer (Koramil) Sulang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang.

“Harapannya para anggota Ansor itu bisa memberikan sebuah benteng bagi agama, negara. Khususnya di bidang agama dan nasionalisme terhadap NKRI,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono