Bank Sampah Kalidoro Pati Miliki 130 Nasabah

bank sampah e

Sejumlah pengelola bank sampah menunjukkan barang-barang kerajinan hasil pemanfaatan sampah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tak sekadar nama, Bank Sampah yang berada di Hutan Kota Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati memiliki konsep manajemen yang mirip perbankan pada umumnya. Ada istilah nasabah hingga tabungan.
Tabungan yang dimaksud bukan berupa uang sebagaimana nasabah menyimpan tabungan di bank. Namun, tabungan dalam konteks ini merupakan sampah yang disetorkan di bank sampah.

Bahkan, nasabah memiliki buku tabungan atau semacam catatan. Buku tabungan itu berisi banyaknya tabungan sampah yang disetorkan ke bank sampah.

“Saat ini, sudah ada sekitar 130 nasabah yang menabung sampah di bank sampah yang kami kelola. Tidak semua bisa menyetorkan sampah sebagai tabungan. Mereka harus mendaftarkan diri dulu sebagai nasabah,” ujar Ketua Ketua Bank Sampah Hutan Kota Kalidoro, Ambar Werdiningrum, Senin (16/5/2016).

Sesuai dengan rapat bersama, hasil tabungan biasanya dibagikan pada saat Lebaran. Namun, pengelola bank sampah saat ini tengah merencanakan bila hasil tabungan bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik atau air PDAM bila nilai tabungannya memenuhi.

Sementara itu, laba dari hasil pengelolaan sampah akan dimanfaatkan untuk perkembangan bank sampah. Pasalnya, belum ada donatur yang berniat membantu mengembangkan bank sampah Hutan Kalidoro.

“Setiap ada yang setor, tentu kita sebagai pengelola ambil keuntungan sedikit untuk pengelolaan bank sampah. Sejauh ini, kami berdikari sendiri karena belum ada donatur yang ikut membantu perkembangan bank sampah,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami