Banjir Rendam Sebagian Besar Desa Setrokalangan Kudus

Seorang bapak memanggul anaknya saat melintas banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang bapak memanggul anaknya saat melintas banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir yang merendam di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, semakin meninggi, pada Kamis (9/2/2017). Bahkan, banjir hampir rata merendam desa. Kondisi demikian berakibat terganggunya aktivitas warga.

Ketinggian banjir rata-rata mencapai sekitar setengah meter. Banjir paling parah terjadi di Dukuh Karangturi. Seperti di jalan kampung Garung Kidul Karangturi. Suratman, warga setempat mengatakan, ketinggian air banjir mencapai sekitar setengah meter.

Untuk menuju desa, dia memilih jalan kaki ketimbang naiki kendaraan sepeda motor. “Kalau motor bebek tak bisa lewat. Pasti mesinnya mati karena air bisa sampai menutupi mesin. Daripada mesinnya mati, lebih baik jalan kaki,” kata Suratman di lokasi.

Banjir terjadi sejak kemarin. Kemudian saat malam hari hingga pagi tadi, air semakin meninggi. Akibatnya, warga yang mau beraktivitas menjadi terhambat. Warga berharap pemerintah membantu seperti menyediakan perahu untuk menyeberangi banjir.

Lokasi lain yang terendam banjir yakni di Dukuh Setro. Dengan kedalaman air rata-rata mencapai sekitar 40 cm. Di lokasi ini ada sekitar 10 rumah warga yang kemasukan air. Hal itu juga terjadi di Dukuh Kalangan.

Warga dibantu TNI dan polisi membersihkan rumah yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Pasuruan Lor, Kudus. (ISTIMEWA)

Warga dibantu TNI dan polisi membersihkan rumah yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Pasuruan Lor, Kudus. (ISTIMEWA)

 

Banjir juga terjadi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor. Dengan ketinggian air sekitar mencapai 30 cm. Sekitar 30 rumah kemasukan air. Di antara pemicu banjir adalah intensitas hujan yang meninggi sejak semalam hingga pagi tadi. Polisi, TNI dan warga bahu membahu membersihkan rumah yang terendam banjir.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Pasuruan Kidul Kudus Kebanjiran

Warga berada di salah satu lahan yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di salah satu lahan yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan hektare (Ha) lahan pertanian di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus tak bisa digarap. Hal itu disebabkan dengan adanya banjir yang menggenangi lahan pertanian, Selasa (7/2/2017).

Seperti diungkapkan warga setempat, Shodikin. Diungkapkan kalau luas lahan pertanian yang terendam mencapai sekitar 150 Ha. Beruntung, tak semua lahan sedang ditanami pemiliknya. “Di sini kebanyakan baru penyemaian padi, jadi yang merugi ya yang baru mereka para petani yang sudah menyemaikan padinya,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Menurutnya yang juga seorang petani, menuturkan, selain tanaman padi, sejumlah petani ada juga yang menanam buah melon. Melihat situasi lahan yang terendam air,  maka besar kemungkinan melon gagal panen.

Warga khawatir jika genangan tak kunjung surut bakal masuk ke permukiman warga. Sebab arus air yang sangat deras. Terlebih, cuaca hujan saat ini masih terus terjadi. Pihaknya berharap penanganan pemerintah. Karena, tanggul yang membendung Sungai Gelis juga sudah penuh. Itu berpotensi melimpas.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Rumah di Setrokalangan Kudus Terendam Banjir

Warga menerobos genangan banjir di jalan menuju Dukuh Karangturi. Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos genangan banjir di jalan menuju Dukuh Karangturi. Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir di wilayah Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, semakin meninggi, Selasa (7/2/2917) siang.  Tercatat, ada tiga unit rumah yang terendam banjir. Lainnya, rumah warga dalam keadaan siaga.

Suyoto, Kaur Umum Desa Setrokalangan mengatakan rumah sudah mulai terendam air. Berdasarkan pantauanya, tiga rumah sudah kemasukan air di rumah yang dekat sungai. “Kalau melihat memang debitair makin tinggi. Bahkan air yang masuk rumah malahan sampai setinggi lima centimeteran di teras rumah,” ungkap dia.

Jumlah warga sekitar 300 KK atau sekitar 1.200 warga. Warga menunggu instruksi petugas desa, untuk tetap bertahan di rumah, atau mengungsi.

Qosim (23) warga setempat mengungkapkan kalau banjir semakin meninggi sekitar 30 cm. “Kalau pagi tadi  masih mendingan, sekarang malah meninggi karena gelontoran air makin banyak dan hujan juga tak kunjung reda, katanya di lokasi.

Meski air meninggi dan jalan desa sulit dilewati, tapi warga masih bisa menerjangnya. Sebab tanggul sungai masih Nampak.  Warga tetap beraktivitas seperti biasanya. Tapi mereka tetap harus waspada mengingat debit air yang terus bertambah.

“Kalau dibilang khawatir ya, iya, tapi kami belum bertindak lantaran belum ada pemberitahuan dari desa untuk mengungsi, jadi masih bertahan dulu,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami