Sisa Lumpur Banjir Mulai Dibersihkan BPBD Kudus

Petugas BPBD Kudus membersihkan lumpur sisa banjir di  perumahan Tanjung Jati Permai, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, membantu membersihkan akses jalan di Tanjung Jati Permai, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati. Petugas membersihkan sisa-sisa lumpur akibat banjir, dengan cara melewati gang demi gang.

Kasi Penanggulangan Bencana pada BPBD Kudus Atok Darmo Broto mengatakan, kedalaman lumpur di sepanjang jalan mencapai sekitar 3 cm. Bahkan ketebalan lumpur di perumahan lebih dari 3 cm.

“Kami membantu warga disini, kebetulan mereka yang sudah meminta kami untuk membantu membersihkan akses jalan dari bekas banjir di sana,” kata Atok di sela-sela membersihkan jalan di perumahan tersebut, Rabu (22/2/2017).

Pihaknya membersihkan lumpur di jalanan menggunakan mobil tangki berisi air milik BPBD. Mobil tangki itu memuat 5 ribu liter.

Air itulah, kata dia, yang dimanfaatkan untuk menyemprot lumpur. BPBD juga menyedot air dari wilayah setempat.  Jika hanya mengandalkan air yang dibawa, tentu tidak cukup.  

Dalam membersihkan lumpur, pihak BPBD menerjunkan 10 petugas. Pembersihan dilakukan hari ini, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga selesai. Rencananya, jika ada daerah lain yang mengajukan, pihaknya juga bersedia membantu membersihkannya.

“Kami tidak sendirian. Kami dibantu juga dari sejumlah instansi lainnya. Seperti dari PT Pura Kudus dan juga dari Dinas Perumahan Kudus,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Kebanjiran, Warga Jati Kudus Gatal dan Diare

Warga tampak berada di salah satu lokasi banjir di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Jati Andreas Wahyu mengatakan, banjir di wilayahnya masih menggenangi. Hal itu terjadi hampir sepekan. Akibatnya, tidak sedikit warga yang terkena penyakit. Seperti gatal dan diare.

“Petugas kesehatan dari puskesmas juga melakukan pengecekan secara rutin ke rumah warga. Dari laporan, banyak warga yang gatal dan diare. Petugas puskesmas langsung mengobatinya,” kata Andreas, di Kudus, Sabtu (18/2/2017).

Banjir sebagian besar merendam jalan dan perumahan. Penduduk masih bertahan di rumah. Pihaknya telah menyiapkan tempat pengungsian untuk persiapan setiap saat. Terutama jika dibutuhkan.

Kepala Desa Jati Wetan Suyitno mengungkapkan, banjir melanda wilayahnya pada musim hujan kali ini. Akibatnya, ada ratusan warga mengungsi di balai desa setempat. Tapi kini banjir sudah mulai surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kudus mencatat ada sejumlah desa yang terkena dampak banjir. Seperti Desa Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Jati Kulon, Setrokalangan, Banget, Karangrowo dan Karangturi.

Editor : Akrom Hazami

Korban Banjir Perumahan Jati Kudus Geram dan Datangi Waduk Wilalung

Warga perumahan Tanjung Jati Permai, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, berbondong bondong datang ke Waduk Wilalung, Rabu (15/2/2017) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rombongan dari perumahan Tanjung Jati Permai, Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, berbondong bondong datang ke Waduk Wilalung, Rabu (15/2/2017) siang ini. Puluhan warga datang, karena banjir yang menggenangi kampungnya tak kunjung surut.

Nunu Wibowo, Ketua RW 7 mengatakan, warga sudah menjadi korban banjir semenjak tiga pekan lalu. Banjir yang menggenangi kampungnya, dituding disebabkan oleh kelalaian petugas, saat memperbaiki pintu air di Wilalung ke Tanjung Demak beberapa waktu yang lalu. “Saat dibenahi malah jebol, akhirnya kampung kami yang jadi korban dan tenggelam banjir. Ini merupakan kelalaian dalam bekerja,” kata Nunu kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Atas dampak itu, lokasi kampungnya mengalami genangan. Dengan genangan di kisaran hingga  1 meter. Kondisi itu juga berlangsung hingga sekarang. Karena itulah warga mengecek langsung ke Wilalung. Di Wilalung, warga melihat arus sungai yang menuju Demak sangat deras. Di sungai itu pula yang menyebabkan wilayahnya kebanjiran. Sisi lainnya di sungai arah Pati dibuntu. Warga mempertanyakan kenapa pintu tak dibuka saja biar semuanya teraliri air dengan rata.

“Yang arah pati sampai surut, kering. Padahal dengan kondisi demikian dapat dimanfaatkan untuk pembuangan air di Wilalung agar surut juga. Jadi sama-sama terisi,” ungkap dia.

Puluhan warga kemudian mendatangi penjaga Wilalung, guna meminta penanganan tersebut. Perbincangan akhirnya dilakukan antar kedua belah pihak antara warga dengan penjaga Wilalung di kantornya. “Kami juga meminta agar pintu air di lokasi banjir dapat dibuka. Beberapa jam saja guna menyurutkan air di Ranjung. Itupun belum bisa dipenuhinya,’” ungkap dia

Warga lainnya, Agung Ponco Nugroho, mengungkapkan kalau warga kompak. Apapun yang terjadi akan bersama-sama menghadapi masalah banjir. “Ada saya, warga lainnya dan juga ketua RT 4 Sudaryono dan ketua RT 5 Penainggolan yang siap membantu dan ikut aksi,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Rumah Pengungsi Banjir di Kudus Dipastikan Aman


Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i saat meninjau kondisi pengungsian banjir di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mendatangi lokasi pengungsi banjir di sejumlah tempat. Kapolres datang bersamaan Kodim (Dandim) 0722 Kudus Letkol (CZi) Gunawan Yudha Kusuma . Kedatangan mereka meyakinkan pengungsi kalau rumah yang ditinggal akan aman.

Andy Rifa’i mengatakan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan polsek yang ada di wilayah yang terdampak banjir.  “Kami ada 30 personel yang siaga dalam tiap pos. Jadi modelnya pengamanannya adalah dengan melakukan patroli di sejumlah tempat yang terdampak banjir,” katanya Senin (13/2/2017).

Model pengawasan dilakukan dengan perahu karet. Sejumlah perahu karet sudah disiapkan polres. Mengenai model patroli dan waktunya, dipercayakan kepada pihak polsek masing-masing. Namun dia mengimbau anggotanya agar makin rutin melakukan patroli. “Sejauh ini tak ada gangguan soal barang yang hilang. Sebab kami juga berkordinasi dengan pihak kodim dan tentunya pemkab, dalam hal keamanan dan penanganan bersama,” ujarnya.

Sementara, Letkol (CZi) Gunawanb mengatakan, pihaknya juga sudah menugasi koramil untuk mengamankan wilayahnya masing-masing.  Sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat dibantu termasuk dalam hal keamanan wilayahnya.

“Kodim  masih memantau, sebab yang mengamankan wilayahnya adalah dari koramil masing-masing. Tentunya dengan kordinasi dengan polres dan juga pihak Pemkab Kudus,” imbuh dia usai memberi bantuan.

Editor : Akrom Hazami

Banjir Undaan Kudus, Ratusan Warga 2 Desa Mengungsi

Para pengungsi banjir berada di Balai Desa Ngemplak, Undaan, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga di dua desa di Kecamatan Undaan, Kudus, mengungsi di posko pengungsian yang disediakan. Sejak Senin (13/2/2017),  warga Desa Ngemplak dan Desa Karangrowo Kecamatan Undaan mengungsi akibat kedalaman air banjir desa.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan,warga Desa Ngemplak baru mengungsi hari ini. Jumlahnya warga yang mengungsi sekitar 48 orang.  Mereka berasal dari warga yang ada di Gang 7 hingga Gang 10. Pengungsi datang berbondong-bondong ke balai desa, yang merupakan pos pengungsian. “Kami langsung data. Mereka kami ungsikan di dalam aula balai desa. Mudah-mudahan banjir tidak lama. Supaya masyarakat bisa melakukan aktivitas kembali seperti sedia kala,” kata Catur di lokasi, Senin.

Sementara, Desa Karangrowo ada ratusan warga yang sudah mengungsi sejak Sabtu (11/2/2017) sore. Tepatnya saat kampung terendam banjir. Pantauan MuriaNewsCom, jumlah warga yang mengungsi per siang ini, mencapai  sekitar 300 orang. Jumlah tersebut pasang surut tergantung dari tingginya air banjir. Jika banjir meninggi, maka mereka mengungsi. Apabila surut, mereka pun pulang.

Mereka mengungsi di balai serbaguna Dukuh Krajan Desa Karangrowo. “Kondisi sekarang air sudah mulai surut. Hal itu nampak dari yang dalamnya 50 cm, tinggal 45 cm. Jika cuacanya mendukung maka banjir cepat surut,” tambahnya.

Pihak kecamatan mengimbau perangkat desa untuk bekerja sama. Khususnya ihwal penanganan korban banjir.  Di Undaan ada 14 desa. Karenanya, desa yang tidak dilanda banjir diimbau untuk membantu desa yang banjir.

 Editor : Akrom Hazami

 

Korban Banjir di Setrokalangan Kudus Butuh Bantuan Styrofoam

 Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kades Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu Edi Siswanto menunggu bantuan berupa styrofoam dari perusahaan. Benda tersebut sangat dibutuhkan masyarakat guna sebagai rakit yang bisa digunakan warga yang kena banjir di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan saat dihubungi MuriaNewsCom. Pihaknya sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak termasuk pkecamatan. Dan pihak kecamatan sudah melakukan kordinasi dengan perusahaan yang terdapat di wilayah Kaliwungu untuk bantuan styrofoam. “Styrofoam akan digunakan masyarakat untuk melintasi banjir. Jadi bantuan sangat dibutuhkan bagi masyarakat di desa kami,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Saat ini, pihaknya belum menyiapkan pengungsian atau evakuasi warga. Karena dia melihat kondisi masih bisa di atasi. Warga jug masih bisa melakukan aktivitas lalu lintas termasuk di wilayah Karangturi. Jumlah warga di Karangturi mencapai 3500-an jiwa.

Suprihadi (49) warga RT 3 RW 2 Dukuh Setro Desa Setrokalangan menyebutkan air nyaris memasuki rumahnya. Padahal rumah miliknya termasuk tinggi ketimbang lainnya. Dia khawatir jika air makin meninggi, maka rumah akan terendam. “Kami mau tak mau harus siap mengungsi jika air semakin tinggi,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Banjir di Karangturi Kudus Setinggi 40 Cm

Sejumlah warga berjalan kaki melintas di permukaan jalan yang terendam banjir di jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah warga berjalan kaki melintas di permukaan jalan yang terendam banjir di jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir yang merendam sepanjang jalan Garung Kidul, Karangturi dan Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, semakin meninggi, Rabu (8/2/2017).  

Sundup, warga setempat mengungkapkan kalau genangan air sudah semakin tinggi dari sebelumnya. Hal itu nampak dari semakin banyaknya jalan yang tergenang air di Karangturi.”Kalau sebelumnya sebagaian jalan masih belum terendam. Tapi sekarang yang terendam semakin mendekati jalan raya,” kata Sundup kepada MuriaNewsCom di lokasi banjir desa itu.

Diperkirakan, kalau genangan di jalan yang awalnya sekitar 30 cm, kini semakin meninggi hingga 40 cm. Kondisi demikian membuat warga kian hati-hati saat melintas di jalan yang terendam banjir. Menurutnya, kemarin sore, (7/2/2017) air sudah perlahan surut. Namun mulai semalam hingga pagi tadi, (8/2/2017) air malah semakin tinggi.

Diperkirakan hal itu terjadi karena hujan yang mengguyur di sejumlah tempat.”Kalau kampung itu aman, yang parah itu jalannya. Tapi jika air masuk kampung, maka jalan hilang dan tak bisa dilalui,” ungkap dia

Sementara, Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan menyebutkan, banjir di Karangturi karena kiriman Sungai Wulan. Dan kemarin debit Sungai Wulan sudah berangsur turun, sehingga memungkinkan debit air menurun pula. “Hanya di sejumlah tempat ada hujan deras. Jadi kalaupun debit menurun namun selang beberapa waktu akan kembali naik,” ungkap dia.

Pihaknya juga sudah menyiapkan kendaraanuntuk evakuasi warga bila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Ada perahu dan mobil, namun sekarang masih bisa dilalui motor, jadi masih aman,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Kaliwungu Siapkan Pengungsian untuk Antisipasi Korban Banjir

Warga menerjang banjir di Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Debit air yang makin meninggi di Dukuh Karangturi, Desa Setro kalangan, Kecamatan Kaliwungu, membuat pemerintah kecamatan was-was. Guna mengantisipasi air yang makin meninggi, pihak kecamatan menyiapkan tempat evakuasi untuk masyarakat.

Sekcam Kaliwungu M Fitrianto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah tempat di Kecamatan guna menangani pengungsian. Beberapa lokasi di antaranya di aula, musala dan gedung lain yang bisa dimanfaatkan.

“Kami berharap debit air makin turun. Sebab pagi tadi dari laporan yang saya terima, debit sungai Wulan sudah turun sekitar enam centimeter,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom. 

Pihak kecamatan sudah melakukan kordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi segala hal yang mungkin terjadi. Melihat genangan yang makin tinggi, dia juga mengingat masyarakat agar tetap waspada.

Dia mengatakan, jika sampai air mengenai dalam rumah warga di Karangturi, maka dapat dipastikan daerah akan terisolasi. Jalan menuju kampung juga tak bisa dilalui lantaran dalamnya genangan.

“Soalnya kampung sama jalan itu tinggi kampung, jadi jika sampai masuk rumah warga semakin dalam, maka jalan dipastikan tak bisa dilalui,” imbuhnya.

Saat ini kordinasi dengan pihak BPBD sudah dilakukan. Hal itu guna mengantisipasi air yang makin tinggi, sehingga warga butuh evakuasi dengan cara aman. Pihaknya meminta mobil tinggi digunakan untuk evakuasi warga nantinya, bahkan perahu jika memang arus terlalu tinggi. 

“Kami pantau terus, dan mudah-mudahan air dapat segera surut dari wilayah tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan, sebenarnya genangan tak hanya menimpa Karangturi saja. Namun Dukuh Kacu, Desa Banget juga ada. Bahkan mulai sore kemarin lima rumah sudah kemasukan air. 

Editor : Akrom Hazami 

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Pasuruan Kidul Kudus Kebanjiran

Warga berada di salah satu lahan yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di salah satu lahan yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan hektare (Ha) lahan pertanian di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Kidul, Jati, Kudus tak bisa digarap. Hal itu disebabkan dengan adanya banjir yang menggenangi lahan pertanian, Selasa (7/2/2017).

Seperti diungkapkan warga setempat, Shodikin. Diungkapkan kalau luas lahan pertanian yang terendam mencapai sekitar 150 Ha. Beruntung, tak semua lahan sedang ditanami pemiliknya. “Di sini kebanyakan baru penyemaian padi, jadi yang merugi ya yang baru mereka para petani yang sudah menyemaikan padinya,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi.

Menurutnya yang juga seorang petani, menuturkan, selain tanaman padi, sejumlah petani ada juga yang menanam buah melon. Melihat situasi lahan yang terendam air,  maka besar kemungkinan melon gagal panen.

Warga khawatir jika genangan tak kunjung surut bakal masuk ke permukiman warga. Sebab arus air yang sangat deras. Terlebih, cuaca hujan saat ini masih terus terjadi. Pihaknya berharap penanganan pemerintah. Karena, tanggul yang membendung Sungai Gelis juga sudah penuh. Itu berpotensi melimpas.

Editor : Akrom Hazami

 

3 Rumah di Setrokalangan Kudus Terendam Banjir

Warga menerobos genangan banjir di jalan menuju Dukuh Karangturi. Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos genangan banjir di jalan menuju Dukuh Karangturi. Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir di wilayah Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, semakin meninggi, Selasa (7/2/2917) siang.  Tercatat, ada tiga unit rumah yang terendam banjir. Lainnya, rumah warga dalam keadaan siaga.

Suyoto, Kaur Umum Desa Setrokalangan mengatakan rumah sudah mulai terendam air. Berdasarkan pantauanya, tiga rumah sudah kemasukan air di rumah yang dekat sungai. “Kalau melihat memang debitair makin tinggi. Bahkan air yang masuk rumah malahan sampai setinggi lima centimeteran di teras rumah,” ungkap dia.

Jumlah warga sekitar 300 KK atau sekitar 1.200 warga. Warga menunggu instruksi petugas desa, untuk tetap bertahan di rumah, atau mengungsi.

Qosim (23) warga setempat mengungkapkan kalau banjir semakin meninggi sekitar 30 cm. “Kalau pagi tadi  masih mendingan, sekarang malah meninggi karena gelontoran air makin banyak dan hujan juga tak kunjung reda, katanya di lokasi.

Meski air meninggi dan jalan desa sulit dilewati, tapi warga masih bisa menerjangnya. Sebab tanggul sungai masih Nampak.  Warga tetap beraktivitas seperti biasanya. Tapi mereka tetap harus waspada mengingat debit air yang terus bertambah.

“Kalau dibilang khawatir ya, iya, tapi kami belum bertindak lantaran belum ada pemberitahuan dari desa untuk mengungsi, jadi masih bertahan dulu,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Antisipasi Banjir Bandang di Wonosoco Kudus, Diusulkan Sabo Senilai Rp 5 Miliar 

Kades Wonosoco menunjukkan dua sungai dari Purwodadi dan Pati yang bertemu di wilayah Wonosoco Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kades Wonosoco Setiyo Budi menunjukkan titik pertemuan dua sungai dari Purwodadi dan Pati yang bertemu di wilayah Wonosoco Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan mengantisipasi datangnya banjir bandang yang menghantam Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. Untuk itu, pemkab mengusulkan pembuatan sabo (sistem pengendali erosi) kepada Pemprov Jateng yang nilainya Rp 5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya mengusulkan sabo untuk desa karena mendesak dibutuhkan. Selain sabo, usulan juga mencakup pembuatan jembatan dan juga pembuatan tanggul sungai. “Ini merupakan arahan dari bapak Bupati Musthofa. Jadi kami langsung mengusulkannya, beberapa saat setelah musibah banjir melanda Desa Wonosoco Undaan,” kata Sam’ani kepada MuriaNewsCom, Jumat (27/1/2017).

Menurutnya, dana sejumlah Rp 5 miliar tersebut bakal dipergunakan untuk sejumlah pembangunan Di antaranya dua titik sabo. terdapat dua sumber sungai yang berasal dari Purwodadi dan Pati.  Selain itu, rencananya juga dibuatkan satu buah jembatan. Melihat lokasi yang ramai dan padat penduduk. Sudah sepantasnya jembatan juga dibuat pada bantaran atas sungai desa Wonosoco. “Selain itu, ada pula penguatan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai Desa Wonosoco. Tanggul tersebut sepanjang sekitar 700 meter yang akan memperkuat sungai,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, bangunan dapat segera disetujui untuk kemudian dikerjakan. Jikapun tidak, maka langkah yang ditempuh adalah berkordinasi dengan pimpinan tentang langkah apa yang dapat diraih. “Kordinasi kepada pimpinan harus dilakukan. Sebab pembangunan juga berbatasan dengan wilayah sebelah, yakni Purwodadi dan Pati,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pembersihan Bekas Banjir Bandang Wonosoco Kudus Makan Waktu Sebulan 

pembersihan banjir

Alat berat membersihkan sisa endapan lumpur bekas banjir bandang Wonosoco Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascabanjir bandang yang menghantam wilayah Desa Wonosoco Undaan, Kudus, menyisakan kumpulan lumpur yang mengendap. Untuk membersihkan sisa banjir secara keseluruhan, membutuhkan waktu hingga sebulan lamanya.

Kades Wonosoco Undaan Setiyo Budi mengatakan, waktu pembersihan sisa banjir yang lama disebabkan banyaknya lumpur yang mengendap. Kondisi tersebut menyebar di sejumlah tempat termasuk di kawasan wisata Wonosoco.

“Kalau bersih secara keseluruhan bisa sampai sebulan. Sebab lumpurnya sangat banyak dan paling parah pada objek wisata Wonosoco. Seperti halnya kolam renang yang penuh dengan lumpur,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, pembersihan juga dilakukan secara bertahap. Seperti halnya semenjak banjir Jumat lalu sudah sedikit dibersihkan bersama tim, dan kini ditunda dan menunggu waktu lagi guna membersihkan kawasan dari sisa lumpur.

Dikatakan, banjir telah memporak-porandakan lokasi wisata. Terlihat pagar sepanjang 20 meter yang baru dibangun tahun kemarin, di awal 2017 sudah hancur diterjang banjir. Padahal, tembok sebelumnya juga hancur oleh banjir bandang di 2015 lalu. “Yang hancur saja belum sempat di cat. Tapi bagaimana lagi nanti bisa dibenahi lagi,” ungkapnya.

Selain pembersihan lumpur, juga dilakukan perataan batu yang terbawa banjir dan pendalaman sungai. Untuk itu, satu buah alat berat dari pemkab diterjunkan guna menata sungai agar lebih lancar dilalui air.

“Kami berharap ada bantuan untuk menata sungai dan membuat sabo. Jadi bisa membendung bencana yang mungkin bisa saja terjadi nanti,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Orang Pintar dan Sakti Ikut Cari Korban Banjir Bandang Wonosoco Kudus

 Sejumlah orang pintar didatangkan untuk ikut serta membantu mencari korban yang hilang saat banjir bandang di Wonosoco Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Sejumlah orang pintar didatangkan untuk ikut serta membantu mencari korban yang hilang saat banjir bandang di Wonosoco Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pencarian korban banjir bandang Wonosoco, Undaan, Kabupaten Kudus, tidak hanya dilakukan dengan fisik semata. Namun juga dengan upaya ritual dengan mendatangkan orang pintar.

Kades Wonosoco Undaan Setiyo Budi mengatakan, dalam mencari korban hanyut, pihaknya juga menggunakan cara-cara ritual dengan orang pintar. Cara tersebut digunakan dengan tujuan mencari korban yang hanyut, Alfian (17) warga Undaan Lor.

“Sebagai orang Jawa juga menghormati leluhur. Jadi kita riyadhoh dengan wasilah dengan danyang di sini agar membantu menemukan korban yang hanyut dalam banjir bandang kemarin,” katanya kepada MuriaNewsCom , di lokasi, Sabtu (21/1/2017).

Baca juga : Detik-Detik Mengerikan Korban Banjir Bandang Wonosoco Kudus Terseret Arus

Cara yang dilakukan seperti juga doa dan selamatan. Selamatan dilakukan dengan makan bersama di punden kawasan wisata Wonosoco Undaan. Selamatan diikuti oleh sejumlah kelompok masyarakat dan warga. “Berbagai upaya harus tetap dilakukan. Apalagi lokasinya di sini, jadi kami juga membantu sebaik mungkin guna mencari korban yang hanyut terseret banjir,” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku prihatin jika hingga kini korban tak kunjung ditemukan meskipun upaya berbagai hal dilakukan.

Editor : Akrom Hazami

2 Perahu Dikerahkan untuk Cari Korban Banjir Bandang Wonosoco Kudus

Tim melakukan penyisiran ke sungai Londo untuk mencari keberadaan korban hanyut di Wonosoco, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tim melakukan penyisiran ke sungai Londo untuk mencari keberadaan korban hanyut di Wonosoco, Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya dua perahu karet diterjunkan dalam upaya mencari korban banjir bandang Wonosoco Kudus, Sabtu (21/1/2017). Dua perahu tersebut berasal dari BPBD Kudus dan juga TNI Kodim Kudus.

Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, dua perahu digunakan untuk menyisir sungai Londo. Dua perahu tersebut beroperasi menyisir sungai di daerah Wonosoco tersebut.

“Kami menyusuri sungai untuk mencari korban hanyut. Sebab setelah pagi hingga siang tadi mencari di kampung, masih juga belum ditemukan adanya korban hanyut,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi. 

Baca juga : Detik-Detik Mengerikan Korban Banjir Bandang Wonosoco Kudus Terseret Arus

Perahu tersebut, merupakan upaya pencarian lanjutan setelah Jumat (20/1/2017) malam mereka tak membuahkan hasil.  Pencarian sementara ini akan terus dilanjutkan sampai mereka menemukan korban hanyut. 

Penyisiran sungai dilakukan mulai Sabtu siang ini sekitar pukul 15.00 WIB. Penyisiran dimulai dari sungai Londo bagian timur menuju bagian barat. Penyisiran dilakukan lantaran ada kemungkinan korban terseret ke sungai lantaran derasnya arus banjir bandang, Jumat. 

 Baca juga : Banjir Bandang Wonosoco, Satu Orang Hilang Terseret Arus

Selain menyusuri sungai, bagian di kawasan sekitar korban terakhir hanyut juga masih ditelusuri. Hal itu sebagai bentuk upaya mencari korban hanyut.

Berdasarkan pantauan, relawan terus berdatangan. Nampak pula sejumlah anggota dewan hingga Ketua DPRD Kudus Masan yang juga tiba di lokasi kejadian.

Editor : Akrom Hazami

Waspada Banjir, Warga Undaan Kudus Bangun Talut

Warga tampak melintas di jalan yang terendam banjir di Wonosoco, Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Warga tampak melintas di jalan yang terendam banjir di Wonosoco, Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Setiyo Budi mengatakan, pihak desa selalu berupaya mengurangi kemungkinan terjadinya banjir.

Kerja bakti yang dilakukan meliputi lingkungan RT. Dalam kesempatan kerja bakti, warga diingatkan untuk mewaspadai banjir.

“Kami juga sudah membangun talut sungai desa sepanjang 40 meter dan tinggi 3 meter. Selain itu menambah lebar badan sungai sepanjang sekitar 100 meter,” katanya kepada MuriaNewsCom di Wonosoco, Kamis (8/12/2016).

Ke depan, pihaknya ingin membuat sodetan sungai dengan membangun gorong- gorong sepanjang 50 meter. Karena pada 2017 nanti akan dialokasikan dana sekitar Rp 150 juta untuk pembangunan gorong- gorong tersebut.

Camat Undaan Kudus Catur Widiyatno, mengatakan, pemerintah kecamatan selama ini selalu mengingatkan kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.

“Di antaranya kami berharap mereka melakukan antisipasi bencana sejak dini, jangan sampai bencana itu datang lagi,” katanya.

Dari 16 desa di wilayah Undaan, delapan desa tergolong rawan  banjir, yaitu Desa Wates, Ngemplak, Undaan Lor, Karangrowo, Larikrejo, Kutuk, Berugenjang serta Desa Wonosoco. Untuk antisipasi pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh kepala desa.

“Kami selalu sosialisasikan ke warga tentang perlunya menjaga lingkungan. Dimulai hal terkecil, seperti tidak membuang sampah di selokan. Jika warga melihat hal yang dirasa mencurigakan seperti tanggul retak dapat segera dikabari pihak kami di kecamatan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Lagi, Wonosoco Undaan Kudus Banjir

Warga menerobos tingginya air banjir di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos tingginya air banjir di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Hujan deras yang melanda Kudus bebebepa hari terakhir membuat kawasan Wonosoco, Undaan, kebanjiran. Banjir mengepung wilayah Wonosoco dan membuat titik itu terancam terisolasi.

Siyami, warga Undaan mengatakan banjir menggenangi ruas persawahan. Selain itu juga air banjir juga merendam beberapa titik jalan di wilayah tersebut. Termasuk jalan di daerah sekitar.

“Hujan kemarin memang sangatlah deras, bahkan hujan mulai datang mulai sore hari sampai dengan malam,” kata Siyami kepada MuriaNewsCom, di lokasi, Senin (28/11/2016).

Akibat hujan dengan intensitas yang tinggi sungai Londo yang terdapat di wilayah menjadi penuh, bahkan sempat melimpas.

Menurutnya, banjir yang datang dimungkinkan dari derasnya hujan yang melanda. Banjir menggenangi sejak Minggu (27/11/2016) malam. Hingga pagi hari, air masih datang dan membuat genangan air kian meninggi.

“Kasian petaninya, padahal sudah pada tanam. Mudah-mudahan dapat segera surut dan padi bisa diselamatkan. Sehingga kerugian tidak banyak,” imbuhnya.

Selain Wonosoco, daerah lain yang juga terendam di Desa Lambangan dan juga Berugenjang, dan Undaan. Ketiganya adalah daerah yang berdekatan satu dengan lainnya .

Editor : Akrom Hazami

Kudus Banjir Akibat Hujan Turun Sejak Sore Hari

Banjir menggenangi jalan desa di RW 1, Desa Bulungcangkring, Kudus. (Foto Warga)

Banjir menggenangi jalan desa di RW 1, Desa Bulungcangkring, Kudus. (Foto Warga)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah daerah di Kudus mengalami banjir, akibat hujan yang turun sejak Jumat (11/11/2016) sore hingga malam hari.

Beberapa wilayah yang banjir dari info sejumlah warga, yaitu di  jalan Desa Hadiwarno tepatnya di utara Puskesmas Mejobo, Dukuh Pangkrengan Desa Bulung Kulon Jekulo, Desa Bulungcangkring, dan beberapa daerah lainnya.

Banjir menggenangi jalan dan halaman rumah. Belum ada info soal rumah yang terendam air. Ketinggian air di Desa Bulungcangkring, misalnya, mencapai 25-50 cm.

Banjir menggenangi jalan desa di RW 1, Desa Bulungcangkring, Kudus. (Foto Warga)

Banjir menggenangi jalan desa di RW 1, Desa Bulungcangkring, Kudus. (Foto Warga)

Sebelumnya, Kepala BPBD Kudus Bergas C Penanggungan mengungkapkan banjir yang terjadi di Kudus ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi dengan durasi yang cukup lama. Sehingga saluran air atau got tidak mampu menampung banyaknya air.

Selain itu juga, dimungkinkan saluran pembuangan air banyak yang mampet. Sehingga membutuhkan normalisasi yang dapat membuat aliran airnya lancar kembali.

Editor : Akrom Hazami

4 Desa di Kaliwungu Kudus Siaga Banjir

banjir

Warga saat terjebak banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah desa di Kecamatan Kaliwungu, Kudus, diimbau untuk siaga banjir. Hal itu mengingat masuknya musim hujan dan keempat desa memiliki riwayat banjir beberapa tahun yang lalu.

Sekcam Kaliwungu M Fitrianto mengatakan, keempat desa tersebut meliputi Desa Setrokalangan, Desa Banget, Desa Blimbingkidul dan sebagian wilayah pada Desa Garung Kidul. Semuanya diminta waspada jikalau banjir datang melanda desa tersebut sewaktu-waktu.

“Sementara masih aman, tapi tetap kita minta desa yang potensi banjir untuk waspada terhadap bencana banjir,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (11/11/2016).

Dia mengatakan, pihaknya juga terus koordinasi dengan BPSDA Seluna Provinsi Jateng. Hal itu guna memantau perkembangan debit air di wilayah tersebut.

“Perjalanan air dari wilayah Klambu Purwodadi, ke Kaliwungu diperkirakan selama delapan jam. Saat ini kita sedang siaga II dan langkah deteksi dini sudah kita koordinasikan dengan BPSDA Seluna dan Balai Besar,” ujarnya.

Pihaknya memastikan saat ini masih aman dan warga agar tidak khawatir. Namun tetap waspada karena situasi bisa saja berubah, mengingat masih sering adanya hujan.

Pihaknya meminta kepada tiap desa supaya aktif memantau kondisi sungai. Sebab air kiriman juga dimungkinkan datang. “Yang pasti masih aman. Namun kewaspadaan juga harus dilakukan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami