Pascabanjir Bandang, Wonosoco Undaan Kembali Ramai Wisatawan

Sejumlah wisatawan datang ke wilayah Wonosoco Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (20/2/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascadiporak-porandakan banjir bandang beberapa waktu lalu, Wonosoco Undaan, sepi wisatawan. Tapi kini, kondisi itu berangsur membaik. Warga mulai kembali mendatangi desa wisata Wonosoco.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, pihaknya mendapati Desa Wonosoco sekarang sudah dikunjungi wisatawan. “Wisata sudah mulai ramai lagi, banyak yang datang ke tempat wisata Wonosoco Undaan. Setelah beberapa waktu lalu sepi, kini sudah mulai ramai,” kata Catur di Kudus, Senin (20/2/2017).

Saat ini, kondisi lokasi juga sudah rapi. Penarik retribusi desa wisata juga telah bertugas seperti biasa. Artinya, iklim wisata sudah kembali terbangun.”Mudah-mudahan dapat pulih sepenuhnya. Sehingga semakin ramai wisatanya,” harapnya.

Sementara, Kades Wonosoco Undaan Setiyo Budi mengatakan pemerintah desa terus berupaya membuat tempat wisata yang ada menjadi layak dikunjungi kembali. “Kalau sekarang sudah mulai ramai wisatawannya,” kata Budi.

Editor : Akrom Hazami

Rp 2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Wonosoco Kudus

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menggelontorkan bantuan pembangunan jalan untuk wilayah Wonosoco, Undaan, Kudus, Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dari APBD murni 2017, yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Menurutnya, bantuan dapat segera dilaksanakan dalam perbaikan infrastruktur berupa jalan di kawasan Wonosoco. Bantuan dikhususkan untuk perbaikan jalan, yang mana dianggap butuh pembenahan.

“Saya sudah mengalokasikan bantuan untuk jalan, saya sudah ‘dok’ bantuan tersebut, dan saya juga sudah memperparipurnakan dalam sidang paripurna DPRD Kudus 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mengenali proses pembangunan jalannya, dipercayakan kepada dinas yang menanganinya yakni PUPR. Sebab itu merupakan tugas dari SKPD. Hanya mengenai panjangnya jalan yang bakal digarap, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena bukan wewenang dewan.

Namun, dia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah berjalannya prosedur, yakni lelang dan sebagainya. Hal itu karena lokasi Wonosoco sangat membutuhkan penanganan pascabanjir. “Di sana beberapa kali terjadi banjir dan tergenang air, hal itu membuat jalannya rusak cukup parah sepanjang jalan di Wonosoco Undaan. Jadi pembenahan juga harus segera,” ungkap dia.

Dengan adanya jalan yang bagus, bukan hanya akses warga yang dapat tertolong, namun juga pertanian yang juga makin lancar. Selain itu sebagai kawasan wisata juga nyaman dilalui oleh para warga atau wisatawan.

Editor : Akrom Hazami

Antisipasi Banjir Bandang di Wonosoco Kudus, Diusulkan Sabo Senilai Rp 5 Miliar 

Kades Wonosoco menunjukkan dua sungai dari Purwodadi dan Pati yang bertemu di wilayah Wonosoco Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kades Wonosoco Setiyo Budi menunjukkan titik pertemuan dua sungai dari Purwodadi dan Pati yang bertemu di wilayah Wonosoco Undaan, Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan mengantisipasi datangnya banjir bandang yang menghantam Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan. Untuk itu, pemkab mengusulkan pembuatan sabo (sistem pengendali erosi) kepada Pemprov Jateng yang nilainya Rp 5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya mengusulkan sabo untuk desa karena mendesak dibutuhkan. Selain sabo, usulan juga mencakup pembuatan jembatan dan juga pembuatan tanggul sungai. “Ini merupakan arahan dari bapak Bupati Musthofa. Jadi kami langsung mengusulkannya, beberapa saat setelah musibah banjir melanda Desa Wonosoco Undaan,” kata Sam’ani kepada MuriaNewsCom, Jumat (27/1/2017).

Menurutnya, dana sejumlah Rp 5 miliar tersebut bakal dipergunakan untuk sejumlah pembangunan Di antaranya dua titik sabo. terdapat dua sumber sungai yang berasal dari Purwodadi dan Pati.  Selain itu, rencananya juga dibuatkan satu buah jembatan. Melihat lokasi yang ramai dan padat penduduk. Sudah sepantasnya jembatan juga dibuat pada bantaran atas sungai desa Wonosoco. “Selain itu, ada pula penguatan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai Desa Wonosoco. Tanggul tersebut sepanjang sekitar 700 meter yang akan memperkuat sungai,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, bangunan dapat segera disetujui untuk kemudian dikerjakan. Jikapun tidak, maka langkah yang ditempuh adalah berkordinasi dengan pimpinan tentang langkah apa yang dapat diraih. “Kordinasi kepada pimpinan harus dilakukan. Sebab pembangunan juga berbatasan dengan wilayah sebelah, yakni Purwodadi dan Pati,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pembersihan Bekas Banjir Bandang Wonosoco Kudus Makan Waktu Sebulan 

pembersihan banjir

Alat berat membersihkan sisa endapan lumpur bekas banjir bandang Wonosoco Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascabanjir bandang yang menghantam wilayah Desa Wonosoco Undaan, Kudus, menyisakan kumpulan lumpur yang mengendap. Untuk membersihkan sisa banjir secara keseluruhan, membutuhkan waktu hingga sebulan lamanya.

Kades Wonosoco Undaan Setiyo Budi mengatakan, waktu pembersihan sisa banjir yang lama disebabkan banyaknya lumpur yang mengendap. Kondisi tersebut menyebar di sejumlah tempat termasuk di kawasan wisata Wonosoco.

“Kalau bersih secara keseluruhan bisa sampai sebulan. Sebab lumpurnya sangat banyak dan paling parah pada objek wisata Wonosoco. Seperti halnya kolam renang yang penuh dengan lumpur,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Senin (23/1/2017).

Menurutnya, pembersihan juga dilakukan secara bertahap. Seperti halnya semenjak banjir Jumat lalu sudah sedikit dibersihkan bersama tim, dan kini ditunda dan menunggu waktu lagi guna membersihkan kawasan dari sisa lumpur.

Dikatakan, banjir telah memporak-porandakan lokasi wisata. Terlihat pagar sepanjang 20 meter yang baru dibangun tahun kemarin, di awal 2017 sudah hancur diterjang banjir. Padahal, tembok sebelumnya juga hancur oleh banjir bandang di 2015 lalu. “Yang hancur saja belum sempat di cat. Tapi bagaimana lagi nanti bisa dibenahi lagi,” ungkapnya.

Selain pembersihan lumpur, juga dilakukan perataan batu yang terbawa banjir dan pendalaman sungai. Untuk itu, satu buah alat berat dari pemkab diterjunkan guna menata sungai agar lebih lancar dilalui air.

“Kami berharap ada bantuan untuk menata sungai dan membuat sabo. Jadi bisa membendung bencana yang mungkin bisa saja terjadi nanti,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami