Banjir Terjang Desa Krikilan Rembang

Jembatan dan jalan di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber tergenang banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Hujan deras yang mengguyur Rembang pada Jumat (10/3/2017) malam, membuat sebagian wilayah kebanjiran. Salah satu wilayah yang kena banjir yaitu Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Rembang.

Sarminah, salah seorang warga Desa Krikilan mengatakan, hujan yang mengguyur wilayahnya sangat deras. Hal itu, membuat air sungai yang berada di desanya meluap dan sempat melebihi tinggi jembatan Desa Krikilan. “Air itu juga sempat meluber ke jalan raya antara Desa Krikilan dan Desa Kedungtulup,” katanya.

Dengan adanya banjir tersebut, membuat aktivitas warga sempat terganggu. Seperti halnya anak-anak yang mau berangkat sekolah, atau warga yang akan berangkat kerja atau ke sawah. “Tadi pagi anak-anak sekolah harus diantarkan orang tuanya. Supaya bisa melewati luberan air itu. Akan tetapi saat ini air juga sudah mulai surut,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Krikilan Sukirno mengutarakan, dengan adanya kondisi ini, menurutnya normalisasi sungai yang ada di perlintasan Sumber – Sulang harus dilakukan. “Selain itu, pendangkalan sungai Kedungsapen Jatihadi supaya bisa diutamakan. Sebab dengan pendangkalan itu, maka air juga sulit untuk mengalir dengan lancar. Sehingga di saat ada hujan, airnya langsung meluber ke jalanan,” paparnya.

Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sumber untuk sama-sama memantau banjir. “Taka da korban jiwa dalam banjir ini, tetapi warga harus tetap hati-hati dan saling menginformasikan kondisi yang ada di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Petugas BPBD Rembang Lebih Intensif Pantau Daerah Rawan Banjir

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu. Saat ini petugas BPBD Rembang semakin intensif pantau wilayah yang rawan banjir. (MuriaNewsCom)

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang beberapa waktu lalu. Saat ini petugas BPBD Rembang semakin intensif pantau wilayah yang rawan banjir. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Curah hujan dengan intensitas tinggi dalam sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Rembang, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Petugas berkeliling ke beberapa daerah yang rawan banjir, untuk melakukan pemantauan.

Di antara wilayah di Rembang yang masuk kategori rawan banjir adalah Kecamatan Sumber dan Kaliori. Di mana, kedua kecamatan tersebut pada bulan November lalu terkena banjir yang cukup parah, akibat luapan air dari Sungai Sri Gunting.

Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, saat ini tim sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan secara intens. “Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan, karena, kondisi saat ini memang masih masih turun hujan cukup sering,” ujarnya.

Menurutnya, pada saat tim turun ke lapangan, beberapa warga juga sebagian tampak ada yang sudah bersiaga, dengan melakukan peninggian kandang ternak, menyebarkan informasi cuaca melalui pihak desa dan lain sebagainya.

Dirinya juga mengatakan, untuk intensitas curah hujan yang sedang hingga tinggi, diperkirakan masih terjadi pada bulan ini hingga Januari 2017 mendatang.  Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dengan kemungkinan adanya banjir.

“Untuk intensitas hujan di Bulan Desember hingga Januari 2017 nanti, diprediksi masih tinggi. Mudah-mudahan tak ada angin kencang yang membahayakan. Kemudian, untuk Rembang di bagian peisir laut akan dilanda musim angin baratan. Sehingga yang berada di bibir pantai atau jalur Pantura harus tetap mewaspadai itu,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Buruknya Sistem Drainase Dinilai Perparah Genangan Air di Terminal Lasem

 

 Kondisi di Terminal Lasem yang kebanjiran ketika hujan turun deras. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi di Terminal Lasem yang kebanjiran ketika hujan turun deras. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ketika intensitas hujan tinggi yang saat ini juga masih cukup sering, ternyata berdampak terhadap kondisi Terminal Tipe B Lasem, Rembang, yang sering terkena banjir. Seperti halnya beberapa hari lalu.

Wawan (34) salah seorang pedagang di sekitar terminal mengatakan, biasanya hujan deras yang turun lebih dari sejam di wilayah Kecamatan Lasem dapat memicu genangan air di terminal ini. Dan itupun terkadang kedalamannya hingga sebetis orang dewasa atau sekitar 20 senti meter.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, banjir yang menggenangi terminal tersebut dikarenakan oleh buruknya sistem drainase atau saluran air. Sehingga air tak bisa mengalir secara baik. Terlebih lagi, area terminal juga datarannya lebih rendah dibandingkan dengan jalan yang ada di sekitarnya dan jalan raya.

Sementara itu, Warsidi, salah seorang sopir bus mengutarakan, jika terminal tergenang air atau banjir, maka pihaknya akan mencari penumpang atau mangkal di pinggir jalan.”Lha gimana lagi, terminal sering banjir, selain itu juga area terminalnya juga tak dikunjungi penumpang. Sehingga kita memang mencari penumpang di jalanan,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono mengakui jika sistem drainase atau saluran air di area Terminal Lasem memang kurang maksimal. Sehingga ketika ada hujan deras, akan  membuat terminal cepat tergenang air.”Memang banyak gorong-gorong yang tersumbat oleh sampah. Dataran terminal juga rendah ketimbang area lainnya,” ucapnya.

Dengan adanya kondisi itu, pihaknya berencana segera mengatasi persoalan itu dengan memperbaiki sistem drainase, sehingga terminal mampu terhindar dari banjir rutin ketika musim hujan berlangsung.

“Saya akan koordinasikan dengan jajaran yang ada, pemda dan instansi terkait juga. Sebingga terminal ini bisa ditata dengan baik dan bisa membuag nyaman para penumpang, sopir dan lainnya,” pungkasnya.

 Editor : Kholistiono

Hujan Lebat Diprediksi Berlanjut Hingga 20 November Mendatang

Warga di Kecamatan Kaliori sedang beraktivitas di depan rumah yang masih tergenang air. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga di Kecamatan Kaliori sedang beraktivitas di depan rumah yang masih tergenang air. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Curah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin diprediksi masih terjadi hingga 20 November 2016 mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris BPBD Rembang Anjar. “Berdasarkan informasi dari BMKG, bahwa intensitas hujan lebat yang akan mengguyur Rembang hingga tanggal 20 November mendatang,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya saat ini masih terus menyiagakan petugas maupun relawan untuk memantau wilayah yang berpotensi dan banjir dan yang kemarin juga terendam banjir di beberapa wilayah di Rembang.

“Untuk saat ini, seluruh relawan kita beserta TNI, Polri dan  juga masyarakat akan selalu bersiaga untuk menyikapi banjir susulan,” ujarnya.

Dirinya juga menyatakan, mengenai kondisi terkini, bahwa saat ini ketinggian air yang menggenangi pemukiman di beberapa kecamatan sudah mulai menurun.Di antaranya di Kecamatan Pamotan dan Kaliori, Sumber.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Rembang Harjono menuturkan, sebagai upaya mengantisipasi banjir susulan, pihaknya tengah menyiapkan perahu karet yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga.

Editor : Kholistiono

5 Rumah Rusak dan 1 Roboh Pascabanjir yang Landa 4 Kecamatan di Rembang

Kondisi terkini di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori. Ketinggian air masih sebatas lutut orang dewasa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi terkini di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori. Ketinggian air masih sebatas lutut orang dewasa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Rembang pada Selasa (15/11/2016) kemarin, mengakibatkan ratusan rumah di beberapa Kecamatan di Rembang terkena dampaknya. Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada ratusan rumah di empat kecamatan terendam dan 5 rumah rusak akibat diterjang banjir.

Kepala BPBD Rembang Suharso melalui Sekretaris BPBD Anjar mengatakan, ratusan rumah yang terendam banjir tersebut tersebar di empat kecamatan. “Untuk sementara, data yang kami terima hingga hari ini, Rabu (16/11/2016), untuk di Kecamatan Sumber, yakni di Desa Lohgede ada 1 rumah rusak, Desa Kedungtulup ada 25 rumah terendam air dan 1 rumah rusak, Desa Krikilan 2 rumah terendam dan 1 rumah roboh serta Desa Jatihadi ada 11 rumah terendam  dan Desa Sekarsari ada 62 rumah terendam,” bebernya.

Kemudian banjir di Kecamatan Sumber juga mengakibatkan 1 kandang sapi, 1 warung kopi dan SDN 1 Jatihadi juga terendam. Banjir jgua menghanyutkan 50 karung padi. Kerugian akibat banjir di kecamatan tersebut, ditaksir mencapai Rp 55 juta.

Selanjutnya, untuk di Kecamatan Kaliori, banjir juga merendam ratusan rumah. Rinciannya, di Desa Meteseh ada 43 rumah terendam dan 1 rumah rusak. Desa Maguan, sebanyak 540 rumah terendam , Desa Tunggulsari ada 77 rumah terendam, Desa Wiroto ada 14 rumah terendam. Untuk kerugian, ditaksir sekitar Rp 11 juta. “Untuk banjir di Kecamatan Sumber dan Kaliori disebabkan oleh meluapnya air Sungai Randugunting yang melintasi 2 kecamatan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk di Kecamatan Pamotan, mengakibatkan 212 rumah terendam. Di antaranya di Desa Pamotan ada 92 rumah, Desa Ringun ada 50 rumah, serta Desa Sidorejo ada 70 rumah yang direndam air setinggi kurang lebih 1 meter. Selain rumah, banjir juga mengabatkan fasilitas umum rusak, di antaranya jembatan. Total kerugian ditaksir sebesar Rp 53 juta.

Sedangkan di Kecamatan Pancur, banjir juga mengakibatkan 1 rumah rusak dan juga tebing jalan. “Di Desa Pancur, saat ini terdeteksi ada 1 unit rumah rusak dan tebing jalan juga rusak. Ditaksir kerugian mencapai Rp 25 juta. Dia menambahkan, untuk jumlan kerugian dan rumah terendam, dimungkinkan jumlahnya masih bertambah. Sebab, tim BPBD saat ini masih mendata di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kecamatan Pamotan dan Sumber Diterjang Banjir

Rumah milik Supiyun, warga Dukuh Pandansili Desa Logede, Kecamatan Sumber, terendam banjir, sehingga penghuninya mesti diungsikan ke rumah warga lainnya yang dianggap lebih aman. (Foto diambil dari akun facebook Sumangat Hadi)

Rumah milik Supiyun, warga Dukuh Pandansili Desa Logede, Kecamatan Sumber, terendam banjir, sehingga penghuninya mesti diungsikan ke rumah warga lainnya yang dianggap lebih aman. (Foto diambil dari akun facebook Sumangat Hadi)

MuriaNewsCom,Rembang – Bencana banjir melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Rembang, Selasa (15/11/2016) malam. Di Kecamatan Pamotan, banjir merendam ruas jalan di Desa Pamotan, kemudian Desa Sidorejo dan sekitarnya. Tak hanya masuk perumahan, air juga menggenangi sekolah. Ketinggian air bervariasi, antara 30 centimeter hingga 1 meter.

Muhammad, seorang warga Desa Sidorejo mengatakan, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur selama 2 jam. Masyarakat tidak sampai mengungsi, tetapi mereka sibuk menyelamatkan barang – barang perabotan dan harta benda. Semisal, ternak yang kebanjiran dipindahkan ke lokasi lebih aman.

Salah satu pengguna jalan yang melintas di Pamotan, Maksum menuturkan, suasana arus lalu lintas di Desa Pamotan sempat macet total, karena jembatan utama dekat Masjid Pamotan belum bisa dilalui. Sedangkan, beberapa titik jalur alternatif tergenang banjir, akibatnya banyak pengendara motor dan pengemudi mobil kebingungan.

Tak hanya wilayah Pamotan, banjir juga menerjang Kecamatan Sumber. Kondisi paling parah menimpa Desa Krikilan, Lohgeda dan Kedungtulup. Sebuah rumah warga roboh tersapu banjir bandang. Sementara belum ada laporan korban jiwa.

Yanto, warga Desa Ronggomulyo, Kecamatan Sumber mengatakan, hujan deras di tengah hutan, airnya mengalir ke Sungai Ronggo, kemudian terus bergerak turun menuju Desa Krikilan. Ia mengingatkan, masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Sumber-Kaliori, untuk meningkatkan kewaspadaan. Termasuk pemilik perahu di Sungai Tunggulsari Kecamatan Kaliori mesti siap – siap mengantisipasi, lantaran pada akhirnya air akan bermuara di tempat tersebut.

Editor : Kholistiono

Waspada, 4 Kecamatan di Rembang Ini Rawan Banjir

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso. Dirinya mengimbau agar masyarakat waspada banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rembang Suharso. Dirinya mengimbau agar masyarakat waspada banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menyebut, dari 14 Kecamatan yang ada di Rembang, empat di antaranya masuk kategori rawan banjir. Empat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Pamotan, Kecamatan Kaliori , Kecamatan Lasem dan Kecamatan Sale.

Kepala BPBD Rembang Suharso mengatakan, dari empat kecamatan yang masuk kategori rawan banjir tersebut, 3 di antaranya berada pada geografis dataran rendah. Sedangkan satu lagi berada di dataran tinggi.

“Untuk Kecamatan Pamotan, Kaliori dan Lasem bagian barat, itu berada di dataran rendah. Namun, untuk Lasem bagian timur, termasuk dataran tinggi. Pun demikian, Kecamatan Sale juga berada di dataran tinggi. Untuk dataran tingggi, biasanya banjir datang karena luapan sungai ketika curah hujan tinggi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (13/10/2016).

Terkait hal itu, pihaknya juga melakukan deteksi sejak dini daerah yang rawan banjir. Sehingga, antisipasi dapat dilakukan sejak dini, untuk memudahkan pengambilan tindakan, jika memang nantinya ada banjir yang terjadi.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada banjir, khususnya yang berada di daerah rawan banjir. Apalagi, saat ini musim hujan sudah tiba, dan curah hujan juga sudah cukup tinggi. Bahkan, sebagian daerah lain sudah terjadi banjir yang mengakibatkan beberapa infrastruktur rusak dan juga rumah warga.

Editor : Kholistiono