Rencana Pembangunan Bandara Ngloram Blora Didukung Anggota DPRD Jateng

MuriaNewsCom, Blora – Rencana pembangunan kembali bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Blora terus mendapat dukungan. Terbaru, dukungan juga diberikan oleh anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Samsul Arief pada wartawan, Senin (26/3/2018).

Menurut Samsul, beberapa hari lalu rombongan dari Komisi D DPRD Jateng sempat melangsungkan kunjungan kerja ke Blora. Salah satunya adalah meninjau kondisi lapangan yang ada di Desa Ngloram tersebut.

“Pada kunjungan lapangan tersebut Komisi D DPRD Jawa Tengah pada prinsipnya siap membantu dan mendukung proses pembangunan Bandara Ngloram seperti halnya Bandara Wirasaba di Purbalingga,” jelasnya.

Masih dikatakan Samsul, selain mendukung, Komisi D DPRD Jawa Tengah juga  mengatakan kesiapannya untuk membantu penganggaran pembangunan dalam APBD Provinsi Jawa Tengah. Soalnya, pelaksanaan pembangunannya nanti akan diusung bersama antara Pemkab Blora, Pemprov Jateng dan utamanya Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

Pada tahun ini, Satker Otoritas Bandara Sumenep yang ditugasi untuk melakukan inventarisasi aset di lahan Bandara Ngloram telah menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan pemagaran dan pengamanan aset sebelum adanya pembangunan yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Dari Pemkab belum bisa memastikan berapa anggaran yang akan digunakan untuk mendukung pengaktifan kembali Bandara Ngloram. Kami masih menunggu master plan yang saat ini masih dibuat pihak Kemenhub. Dari master plan itu lah baru bisa diketahui berapa porsi Pemkab untuk mendukung pembangunannya,” pungkasnya.

Editor : Supriyadi

Asyik, Pertengahan Tahun 2018, Pembangunan Bandara di Blora Akan Dimulai

MuriaNewsCom, BloraRencana pembangunan bandara di Kabupaten Blora akhirnya ada titik terang. Berdasarkan penyataan Wakil Bupati Blora Arief Rohman, pembangunan bandara yang ada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu akan dimulai pertengahan tahun 2018 ini.

“Pembangunan bandara akan dimulai pertengahan tahun nanti. Rencananya pada bulan maret nanti akan dilaksanakan groundbreaking terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menurut Arief, sebagai bentuk dukungan, Pemkab Blora telah menganggarkan dana senilai Rp 5 miliar untuk menunjang proyek nasional itu. Dana tersebut digunakan untuk perencanaan, penataan kawasan bandara, pembangunan jalan atau landasan lama, pemagaran, amdal dan lainnya. Sedangkan untuk pengembangan akan menggunakan anggaran dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menegaskan jika akan membangun dua bandara lagi di Jawa Tengah. Yakni Bandara Jendral Sudirman di Wirasaba, Purbalingga dan Bandara Ngloram, Blora.

Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan topping off (penutupan atap) terminal Bandara Ahmad Yani Semarang pada hari Minggu (11/2/2018) lalu. Dalam kesempatan itu, Menhub mengatakan, untuk bandara di Blora tanahnya sudah ada, dan saat ini sedang proses desain. Ditargetkan, sebelum lebaran, pembangunan kedua bandara itu bisa dimulai.

“Terimakasih kepada Pak Menteri Perhubungan yang akan mulai membangun Bandara di Blora. Adanya bandara ini bisa jadi salah satu daya ungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah, khususnya Blora dan sekitarnya. Jadi nanti kalau ingin ke Jakarta kita bisa naik pesawat dari Cepu, tidak perlu ke Semarang dulu,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Kemenhub Prioritaskan Pembangunan Bandara Blora dan Purbalingga

MuriaNewsCom, Semarang – Kementerian Perhubungan, kini tengah memprioritaskan pembangunan dua bandara di Jawa Tengah, yakni bandara di Blora dan Purbalingga. Bahkan pembangunan bandara di Blora sudah mulai tahap perencanaan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, meningkatnya investasi dan perekonomian Jawa Tengah menuntut adanya sarana transportasi udara yang banyak. Permintaan pembangunan bandara di Jawa Tengah bermunculan ke Kementerian Perhubungan.

“Tapi harus kita kaji, bandara bisa dibangun dengan jarak antara 100 sampai 150 kilometer dari bandara yang sudah ada. Di luar itu ya dimaksimalkan yang ada,” katanya.

Oleh karenanya menurut dia, bandara yang bisa dibangun di Jawa Tengah baru di Blora dan Purbalingga. Sedangkan usulan di pantura barat seperti Pekalongan dan sekitarnya belum menjadi prioritas.

Untuk yang pertama ialah Bandara Jenderal Sudirman di Wirasaba, Purbalingga. Bandara ini merupakan pengembangan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara. “Wirasaba sekarang masih proses pengadaan tanah, kita ingin buat bandara komersial mandiri,” ujarnya.

Sedangkan bandara di Blora baru tahap perencanaan desain. “Kalau Blora tanahnya sudah ada, sedang proses desain. Ya kalau Bandara Ahmad Yani ini targetnya sebelum lebaran bisa selesai, Blora dan Purbalingga sebelum lebaran dibangun,” tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya juga sedang memikirkan sara interkonektivitas bandara dengan moda transportasi lain. Seperti Bandara A Yani Semarang yang diwacanakan untuk dihubungkan dengan kereta.

“Akan kita hubungkan dengan kereta jadi penumpang turun pesawat mudah menuju tujuan masing-masing,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mustahil Pengembangan Bandara A Yani Rampung Maret 2018

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah menargetkan pengembangan Bandara A Yani Semarang bisa rampung dan dioperasikan pada Maret 2018 mendatang. Namun dengan progres yang ada saat ini, kelihatan mustahil jika target tersebut bisa dipenuhi.

Pasalnya, hingga saat ini progress pembangunan belum mencapai 50 persen, atau tepatnya baru 36,7 persen.

Meski demikian, Pemprov Jateng mendesak agar pengembangan bandara itu bisa selesai sesuai dengan target. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono menagih janji pelaksana proyek, untuk menyelesaikan sesuai komitmen.

“Komitmennya Maret 2018 harus selesai. Sebenarnya kalau pembangunan fisik bandara saja di apron tidak ada soal, tapi aksesnya saja yang harus melewati di kawasan PRPP,” katanya kepada wartawan.

Ia menyebut, awalnya target penyelesaian proyek yakni Juli 2018, sehingga bisa dioperasikan saat mudik Lebaran 2018. Namun berdasarkan komitmen yang juga telah disampaikan ke pemerintah pusat, Maret 2018 harus sudah bisa dioperasikan.

Sri Puryono mengakui, jika melihat progres pembangunan, target itu bakal sulit untuk dicapai. Namun ia tetap berharap, minimal sudah bisa digunakan meski belum rampung penuh.

“Jika memang belum selesai 100 persen, diupayakan untuk tetap dapat dimanfaatkan lebih dulu,” ujarnya.

Baca : Jokowi Perintahkan Tahun Depan Pembangunan Bandara A Yani Harus Rampung

Dilansir Antara Jateng, pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Toni Alam mengakui sulit untuk mencapai target operasional Maret 2018. Pasalnya, saat ini progress pembangunan fisik secara keseluruhan baru mencapai 36,7 persen.

Menurutnya, untuk pengerjaan Paket I dan Paket II yang meliputi pembangunan apron dan taxi way memang sudah selesai. Namun untuk Paket III yakni pembangunan terminal dan Paket IV gedung parkir dan kargo, baru pada tahap awal pembangunan fisik.

“Untuk Paket III progresnya baru mencapai 31 persen. Sedangkan untuk paket IV baru selesai kontrak pada 2017 akhir dan baru dimulai pengerjaan pada pekan lalu,” terangnya.

Baca : Ganjar Bakal Perjuangkan Pembangunan Bandara di Blora

Ia menyebut, jika dipaksakan untuk tetap beroperasi pada Maret 2018, harus ada kajian ulang terkait rencana kontinjensi. Pihaknya pun sudah melaporkan hal ini, dan rencananya pada awal Februari akan dilakukan kajian lapangan.

“Dari pusat akan melihat kondisi Paket III dan IV, kira-kira diizinkan atau tidak kalau belum jadi, nanti akan ada verifikasi terhadap kesiapan fasilitas tidak hanya terminal tapi juga fasilitas penunjang berupa apron, kargo dan lainnya,” paparnya.

Jika hasil verifikasi pada hasil pengembangan pengembangan nanti tidak memungkinkan untuk dioperasionalkan pada Maret 2018, maka sebaiknya diundur mengingat hal ini berkaitan dengan pelayanan ke masyarakat.

“Tapi kami tetap berupaya melakukan percepatan. Meskipun kendala utama pengerjaan Paket III dan IV adalah faktor cuaca. Terutama Paket IV yang harus ada pengerjaan pengurukan tanah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Bakal Perjuangkan Pembangunan Bandara di Blora

Gubernur Ganjar Pranowo ketika menginap di rumah salah satu warga di Blora. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan mendukung dan akan memperjuangkan pembangunan bandara komersil di Kabupaten Blora.

Ini dikatakan Ganjar, saat menggelar dialog dengan warga bertajuk Ngopi Bareng Ganjar, di Desa Gembol, Blora, Rabu (27/12/2017) malam.

Dalam dialog selama tiga jam itu, Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman ikut hadir. Beragam persoalan dibahas bersama. Dari sarana air bersih dan irigasi, program untuk UMKM, guru tidak tetap, dan infrastruktur.

Salah satunya yang menarik perihal rencana Pemkab Blora mengajukan pembangunan bandara. 

Ganjar menyatakan mendukung rencana tersebut dan akan mendorong dengan menyampaikan langsung pada Menteri Perhubungan.

“Blora sudah saatnya punya bandara. Akan saya dorong, besok saya ada undangan sama pak Menteri Perhubungan dialog sama masyarakat transportasi, akan saya sampaikan. Daripada Bojonegoro masih bingung cari lokasi, saya berharap bisa didahului Blora ini yang pertumbuhan ekonominya tertinggi se indonesia 23 persen, yang lain cuma 5 sampai 7 persen,” katanya.

Usai dialog yang penuh canda itu, Ganjar menuju ke rumah milik Sutandi (62). Rumah joglo yang seluruhnya dari kayu jati tua itu dipilih Ganjar sebagai tempat menginap. “Saya suka rumahnya, ini katanya sudah empat turunan masih asli,” kata Ganjar yang masuk rumah sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah makan malam dan beramah tamah dengan pemilik rumah, Ganjar pamit istirahat. Kamar yang digunakan Ganjar nampak sederhana dengan dinding kayu dan dipan tua. Sebuah kipas angin nampak berdiri di pojok kamar.

Pagi harinya Kamis (28/12/2017), Ganjar pamit melanjutkan roadshow di Blora. Ia berangkat pujul 07.00 WIB setelah sebelumnya sarapan bersama dengan warga. 

Ganjar mengaku sangat senang dengan keramahan warga. Di luar itu, warga Desa Gembol dan sekitarnya memiliki semangat yang tinggi untuk berusaha. 

“Di sini warganya tidak terlalu banyak, tapi semangatnya tinggi. Semalam komunikasinya bagus, semua menyampaikan, usulannya banyak, kegiatannya luar biasa,” ujarnya. 

Editor : Ali Muntoha