Kemenhub Prioritaskan Pembangunan Bandara Blora dan Purbalingga

MuriaNewsCom, Semarang – Kementerian Perhubungan, kini tengah memprioritaskan pembangunan dua bandara di Jawa Tengah, yakni bandara di Blora dan Purbalingga. Bahkan pembangunan bandara di Blora sudah mulai tahap perencanaan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, meningkatnya investasi dan perekonomian Jawa Tengah menuntut adanya sarana transportasi udara yang banyak. Permintaan pembangunan bandara di Jawa Tengah bermunculan ke Kementerian Perhubungan.

“Tapi harus kita kaji, bandara bisa dibangun dengan jarak antara 100 sampai 150 kilometer dari bandara yang sudah ada. Di luar itu ya dimaksimalkan yang ada,” katanya.

Oleh karenanya menurut dia, bandara yang bisa dibangun di Jawa Tengah baru di Blora dan Purbalingga. Sedangkan usulan di pantura barat seperti Pekalongan dan sekitarnya belum menjadi prioritas.

Untuk yang pertama ialah Bandara Jenderal Sudirman di Wirasaba, Purbalingga. Bandara ini merupakan pengembangan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara. “Wirasaba sekarang masih proses pengadaan tanah, kita ingin buat bandara komersial mandiri,” ujarnya.

Sedangkan bandara di Blora baru tahap perencanaan desain. “Kalau Blora tanahnya sudah ada, sedang proses desain. Ya kalau Bandara Ahmad Yani ini targetnya sebelum lebaran bisa selesai, Blora dan Purbalingga sebelum lebaran dibangun,” tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, pihaknya juga sedang memikirkan sara interkonektivitas bandara dengan moda transportasi lain. Seperti Bandara A Yani Semarang yang diwacanakan untuk dihubungkan dengan kereta.

“Akan kita hubungkan dengan kereta jadi penumpang turun pesawat mudah menuju tujuan masing-masing,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jika Bandara Ngloram Blora Dikomersilkan, Ini Target Penumpangnya

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Pengaktifan Bandara Ngloram yang berada di Cepu, Blorauntuk menjadi bandara komersil, akan dipegang sepenuhnya oleh pemkab. Hal tersebut diungkapkan oleh Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat.

Dirinya mengatakan, pemkab akan memegang kendali dalam proses penyiapan pengoperasian Bandara Ngloram itu. “ Rapat mengenai persiapan pengoperasian Bandara Ngloram untuk dikomersilkan, akan digelar di Blora,” kata Ihwan.

Bila Bandara Ngloram beroperasi, lanjut Ihwan, diprediksi akan menyedot konsumen dari luar Blora. Bandara Ngloram yang sedianya hanya sebagai bandara perintis milik Kementerian ESDM akan menjadi rujukan bagi warga sekitar Blora. “Seperti Rembang, Tuban, Bojonegoro dan Ngawi,” kata Ihwan.

Dia mengatakan, alasan warga sekitar daerah Blora akan ikut menikmati Bandara Ngloram, karena dibandingkan jarak menuju ke Bandara Ahmad Yani Semarang maupun Bandara Juanda, lebih dekat ke Blora.

Ihwan menuturkan, saat ini masyarakat membutuhkan alat transportasi yang cepat sampai di tempat yang dituju. “Nah, pesawat merupakan alat transportasi yang tepat agar bisa cepat sampai lokasi tujuan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, adanya industri migas di Cepu akan cukup membantu para pekarja Migas yang akan berdatangan ke Blora dan sekitarnya. Selain itu, banyaknya hotel besar di Cepu menjadi penunjang berkembangnya Bandara Ngloram. “Saya yakin perkembangan Bandara Ngloram akan baik,” katanya.

Editor : Kholistiono

Soal Wacana Bandara Ngloram Bakal Dikomersilkan, Ini Saran dari DPRD Blora

Ilustrasi bandara

Ilustrasi bandara

 

MuriaNewsCom, Blora – Wacana pengaktifan kembali Bandara Ngloram, Blora untuk menjadi bandara komersil, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Di antaranya DPRD Blora.

Terkait hal ini, Siswanto, Ketua Badan Legeslasi (Banleg) DPRD Blora meminta pemkab harus menginisiasi pertemuan dengan Pusdiklat Kementerian ESDM, pemprov, Kementerian Perhubungan, calon maskapai, dan DPRD Blora. “Pengaktifan Bandara Ngloram menjadi bandara komersil, sepenuhnya tergantung langkah pemkab,” ungkapnya.

Menurut Siswanto, pertemuan itu harus digerakkan melalui pemkab. Sebab, bila kementerian atau pemprov tidak mungkin fokus untuk mengurusi Bandara Ngloram. Sebab, pekerjaan kementerian dan pemprov cukup banyak. Kemudian, lanjut Siswanto, jika memang harus ada BUMD yang mengurusi Bandara Ngloram, menurutnya juga harus ada Perda.

Siswanto menjelaskan, Perda atau revisi Perda bisa dilakukan bila pemkab butuh perusahaan daerah yang akan menangani bandara. “Itu adalah jalan terakhir,” katanya.

Siswanto menambahkan, bila akan dikembangkan menjadi bandara komersil pihaknya akan menanyakan tentang kajian bisnisnya.”Kalau mau dikembangkan menjadi bandara komersil kan kita tanya dulu kajian bisnis dari calon maskapai sejauh mana,” tandasnya.

Editor : Kholistiono