Rawat Ban Kendaraanmu dengan Ekstra di Musim Hujan, Biar Enggak Celaka!

Pengecekan terhadap kondisi ban mobil saat musim penghujan seperti sekarang, memang sangat penting dilakukan. Karena ban adalah salah komponen utama sebuah mobil bisa berjalan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengecekan terhadap kondisi ban mobil saat musim penghujan seperti sekarang, memang sangat penting dilakukan. Karena ban adalah salah komponen utama sebuah mobil bisa berjalan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan saat musim hujan, rata-rata disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan pengendara terhadap kendaraan mereka. Salah satunya adalah kurangnya perawatan ban.

Sehingga kendaran roda empat atau dua, sering tergelincir lantaran ban tersebut sudah tipis. Atau juga tekanannya dinilai kurang stabil saat digunakan berkendara.

Pemilik Mahkota Ban, Jamiin di gerainya di Jalan Jendral Sudirman Nomor 285, Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, mengatakan, seharusnya saat musim hujan itu, perawatan ban harus ekstra.
”Yang terpenting ialah ban itu jangan sampai halus atau batikannya pudar. Bila itu masih dipakai, maka saat musim hujan akan bisa membahayakan. Sebab cengkeraman ban di jalan tidak bisa pakem atau licin,” kata Jamiin.

Selain itu, pihaknya juga menuturkan, tekanan angin dalam roda atau ban juga harus selalu diperhatikan. Karena hal itu untuk pengamanan atau menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat mengendarai mobil di saat hujan. ”Yaitu tekanan ban harus stabil dan selalu dikroscek saat bepergian,” ujarnya.

Dia menilai, tekanan angin ban yang stabil juga perlu. Sebab saat ban itu sering terendam di genangan air, maka setidaknya air hujan atau air yang menempel di ban bisa cepat hilang.
Untuk tekanan angin pada mobil pribadi, yakni berukuran 30 tekanan untuk ban depan dan 35 tekanan untuk ban belakang. Sedangkan untuk bus atau truk besar ukuran anginnya sebesar 100 tekanan untuk ban depan, dan 110 tekanan untuk ban belakang.

”Selain itu, untuk mobil colt yang bermuatan sekitar 2 ton, ukuran anginnya 50 tekanan untuk ban depan dan 60 tekanan untuk ban belakang,” tuturnya.

Sementara untuk keamanan yang lain, pihaknya menyarankan agar tidak menggunakan ban daur ulang. Supaya kenyamanan berkendara bisa dirasakan. Termasuk untuk mobil pribadi supaya tidak memakai ban roplakan, sebab ini berhubungan dengan kenyamanan berkendara.

”Namun bagi mobil untuk muatan barang sih, tidak apa-apa. Sebab hanya digunakan muatan barang saja. Selain itu, yang paling inti ialah selalu memperhatikan keadaan dan kondisi ban,” imbuhnya.

Editor: Akrom Hazami