Polisi Kejar-kejaran dengan Pebalap Liar di Hutan Karet, Ini Hasilnya

Polisi mengamankan sepda motor yang digunakan untuk balapan liar di sekitar hutan karet di Kecamatan Sudorejo, Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

MuriaNewsCom, Salatiga – Aksi kejar-kejaran dilakukan aparat Polsek Sidorejo, di sekitar hutan karet, Dusun Sembir, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Polisi mengejar belasan anak muda yang tengah balapan liar di tempat itu.

Aksi kejar-kejaran dengan pelaku ”trek-trekan” ini berlangsung Senin (25/12/2017) sore. Polisi melakukan pengejaran ini, karena aksi balapan liar itu mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Dalam aksi kejar-kejaran dengan para anak muda tersebut, polisi akhirnya berhasil mengamankan puluhan sepeda motor. Motor-motor yang diamankan itu telah dimodifikasi untuk balapan, sehingga tak sesuai standar yang bisa membahayakan pengendara sendiri jika terjadi kecelakaan.

Motor-motor yang digunakan untuk balapan liar, itu kemudian diamankan dan diserahkan ke Satlantas Polres Salatiga, untuk diproses lebih lanjut.

Sepeda motor yang dimodifikasi untuk balapan liar diamankan di Satlantas Polres Salatiga. (Humas Polres Salatiga)

Kapolsek Sidorejo AKP Jumaeri mengatakan pembubaran dan penangkapan aksi balapan liar ini dilakukan berdasar laporan dari warga. Mereka resah lantaran aksi balapan itu sudah sangats eirng dilakukan saat sore hari dan membahayakan pengguna jalan lain.

Ia menyebut, lokasi balapan liar berada di perbatasan dengan Kabupaten Semarang. Meski medannya cukup sulit, pihaknya mengapresiasi kesigapan anggota yang langsung bereaksi cepat ketika ada laporan dari warga.

“Walupun medannya susah karena lokasi balap liar berada diperbatasan dengan Kabupaten Semarang, tapi alhamdulillah anggota berhasil menangkap sebagian anak muda ini, semoga yang lain bisa mendapat pelajaran dari sini dan tidak mengulangi lagi aksi tersebut,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Tak Kapok Dirazia, Aksi Balap Liar di Kali Tekuk Jepara Kembali Lagi


Seorang pengendara bersiap menanti “musuh” dalam adu kecepatan liar di depan SPBU Kali Tekuk, Tahunan-Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi balap liar di ruas jalan Kali Tekuk Kecamatan Tahunan-Jepara, bak rumput liar yang disiangi. Berulang kali dilakukan penertiban, namun aktifitas tersebut tumbuh lagi. 

Seperti yang terjadi pada Jumat (27/10/2017) dinihari. Beberapa anak muda tanggung menggeber motor dan berpacu dalam kecepatan tinggi terjadi di ruas jalan tersebut. 

Saat itu pukul 01.41 WIB dini hari, namun aksi kebut-kebutan di jalanan itu telah menjadi tontonan. Pantauan MuriaNewsCom, sejak gapura “Bok Ijo” beberapa pemuda terlihat nongkrong  di gang-gang.

Baca: Puluhan Kendaraan Digaruk Polisi dari Arena Balap Liar di Tahunan Jepara

Mendekati SPBU Kali Tekuk, semakin banyak penonton yang berjejer sambil memarkir kendaraan roda dua di pinggiran jalan. Adapula mereka yang berjongkok sambil melawan dingin dengan bersarung. 

Beberapa saat kemudian, dua orang pemuda yang menunggang sepeda motor Satria FU menggeber gas, yang memekakan gendang telinga. Lalu melesat sejauh beberapa meter dan kembali lagi ke depan SPBU Kali Tekuk. 

Seorang petugas SPBU yang enggan disebut namanya mengatakan, kegiatan itu sudah lama dilakukan.

“Tiap malam Jumat dan Malam Minggu pasti ada. Biasanya mulai jam 12.00 tengah malam, selesainya jam 03.00. Namun jika terlihat ada polisi yang melakukan patroli, mereka bubar beserta penontonnya. Lalu kalau sudah tidak ada lagi ya mulai lagi,” katanya. 

Baca: Hendak Balap Liar, 10 Pelajar SMP di Kudus Diamankan Polisi

Terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho telah mendeteksi aksi tersebut. Menurutnya, polisi baru bisa melakukan tindakan preventif dengan melakukan patroli lingkungan. 

“Sementara sifatnya preventif dulu, karena pelakunya diluar anak dilingkungan daerah tersebut. Namun begitu ada laporan kita langsung tindaklanjuti,” kata Yudianto Jumat pagi.

Ke depan, pihaknya berencana melakukan langkah tegas terhadap aksi tersebut. Polres Jepara akan menggandeng Satpol PP dan Kodim 0719/Jepara untuk melakukan razia kegiatan itu. 

Catatan MuriaNewsCom, ajang balap liar tidak hanya dilakukan pada ruas tersebut. Pada bulan Mei tahun ini, aksi serupa juga terjadi. Memanfaatkan mulusnya jalan, dimanfaatkan oleh pebalap untuk memacu motor mereka. 

Editor: Supriyadi

10 Motor Pretelan Pelajar SMP di Kudus Tak Boleh Dibawa Pulang Sebelum Standart

Para pelajar SMP Kudus yang terjaring razia balapan diminta menyetandartkan kembali motor yang digunakan di Mapolres Kudus, Selasa (26/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sepuluh pelajar yang tertangkap petugas kepolisian saat hendak balapan liar, mendapatkan hukuman yang unik dari petugas. Kesepuluh pelajar tersebut diberikan syarat untuk mengembalikan semua kendaraan menjadi normal kembali sebelum dibawa pulang.

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo mengatakan, dari penindakan yang dilakukan tak ada satupun kendaraan yang standar. Untuk itu, semuanya dibawa ke polres untuk dilakukan pengamanan.

“Kami meminta mereka menstandarkan kembali motornya sebelum dibawa pulang. Kalau belum standar maka kendaraan masih di polres Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga: Hendak Balap Liar, 10 Pelajar SMP di Kudus Diamankan Polisi

Menurut dia, kendaraan bermotor tersebut memiliki sejumlah modifikasi ala anak ABG. Seperti roda dan ban yang diubah ukuran jadi kecil, knalpot grong dan juga sejumlah modifikasi yang dianggap mengganggu pengguna.

Untuk itu, cara paling pas sekaligus mendidik adalah menstandarkan kembali motonya. Mengenai cara, diperbolehkan mereka sendiri atau melibatkan bengkel untuk mengembalikan lagi.

“Kami juga meminta keterangan orangtuanya dan anaknya memang suka keluyuran. Kami bebaskan dengan menormalkan kembali, karena surat-surat juga lengkap,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Hendak Balap Liar, 10 Pelajar SMP di Kudus Diamankan Polisi

Para pelajar yang terjaring balapan liar saat berada di Mapolres Kudus, Selasa (26/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sepuluh pelajar SMP diamankan jajaran petugas kepolisian Polres Kudus, Selasa (26/9/2016) dini hari. Mereka diamankan lantaran hendak melakukan balapan liar di kawasan SPBU Krawang Jekulo.

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo mengatakan, sedikitnya terdapat 10 pelajar yang diamankan petugas dini hari tadi. Ke-10 anak tersebut masih duduk di bangku SMP di kawasan Jekulo kelas IX.

“Saat itu petugas sedang berpatroli dan kebetulan menjumpai sekelompok anak-anak yang sedang nongkrong dengan dugaan mau balapan liar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan, maka petugas melakukan inisiatif membawa ke-10 pelajar untuk diamankan. Saat dibawa, semuanya sangat kaget karena tak menduga adanya petugas.

Dari hasil penindakan, polisi mengamankan 10 unit motor berikut pemiliknya sebanyak 10 orang. Dari  motor itu, tak ada satupun yang standar melainkan sudah banyak dimodifikasi.

”Kami sudah memberi pelajaran kepada mereka agar tak melakukan hal itu lagi. Kami juga sudah memanggil orang tua untuk lebih mengawasi anaknya, apalagi masih usia sekolah,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Waspada!! Selain Jadi Ajang Balapan, 3 Titik di Kaliwungu Kudus Ini Rawan Begal

Sejumlah pengendara melintas di salah satu jalan yang masuk dalam kategori rawan kejahatan dan balapan liar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Husodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tiga tempat di Kecamatan Kaliwungu.

Selain rawan kejahatan, ketiga tempat tersebut sering digunakan sebagai ajang balap liar yang sering mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

Tiga titik tersebut berada di kawasan barat wilayah Kaliwungu. Di mulai dari jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran, Jalan lingkar Jetak – Kencing dan jalan Kudus Jepara atau wilayah perbatasan dengan Jepara.

“Untuk jalur pertama di jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran. Tempat ini sering digunakan untuk balap liar. Biasanya, balap liar dilakukan sore hari, antara habis ashar sampai maghrib dan tengah malam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017)

Kemudian, lanjut dia, untuk lokasi kedua adalah Jalan lingkar Jetak – Kencing . Di jalan ini juga sering digunakan sebagai ajang balap liar. Bedanya, lokasi tersebut biasanya digunakan saat tengah malam.

”Sebagai langkah antisipasi, kami beberapa kali memasang petugas untuk stand by di sana. Dengan melihat petugas, para pembalap liar yang sedang balapan maupun hendak balapan akan kabur dan bubar. Namun saat petugas tak ada, biasanya mereka kembali lagi. Untuk itu kami juga sering berpatroli,” ujarnya.

Sedang untuk lokasi ketiga, yaitu di perbatasan Kudus-Jepara. Di titik ini banyak ditemukan tenggangan dan rawan dengan begal. Kondisi jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan

“Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kami perbanyak patroli. Khusunya saat jam rawan seperti menjelang Maghrib, tengah malam dan menjelang shubuh. Jam tersebut cukup efektif. Alhamdulillah saat ini sudah aman,” ungkapnya.

Tak hanya patroli, anggota juga sering ditugaskan untuk memantau sirkulasi laju kendaraan di tempat tersebut. Hal itu akan membuat pengendara nyaman dari adanya mara bahaya.

Editor: Supriyadi

Banyak Pembalap Liar yang Takut Hujan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Pembalap liar tidak sedikit yang takut hujan. Sehingga tidak heran jika musim hujan seperti sekarang, aksi pembalap liar di Blora berkurang.

Keberadaan balap liar di Blora memang tidak bisa dipungkiri lagi. Namun, saat-saat seperti ini intensitasnya menurun. Saat musim hujan, para pemacu kebut-kebutan itu biasanya malas untuk keluar.

Ipda Yogo Sulistiyo, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Blora mengatakan, pada saat seperti ini aksi balap liar berkurang.

“Musim hujan, jarang ada balap liar. Kalau musim penerimaan siswa baru, itu yang paling ramai. Yang sebelumnya kini sudah agak senior ganti yang siswa baru masuk,” kata Ipda Yogo saat ditemui di ruangnya oleh MuriaNewsCom.

Hal itu dikarenakan, lanjut Yogo, mereka masuk dalam dunia baru serta pergaulan yang baru. Kalau tiadak dibarengi dengan pengawasan orang tua, Yogo menambahkan, maka, anak akan terpengaruh dengan budaya balap liar.

Yogo juga berharap, agar orang tua bisa mengawasi dengan penuh perhatian. Selain itu, bengkel juga punya peran yang sangat signifikan. Mereka mampu memodifikasi motor.

“Parahnya, ada pertarungan antarbengkel. Mereka saling merombak motor siapa yang rombakannya menang, maka bengkel tersebut dianggap bergengsi,” kata Yogo.

Ia berharap, bengkel juga bisa diajak kerja sama. Pihaknya telah memberikan edukasi kepapa bengkel agar tidak serta merta mengubah kendaraan tidak sesuai standar.

Editor : Akrom Hazami

Banyak Remaja Jepara Doyan Balap Liar

Aktivitas yang dilakukan remaja sebelum balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aktivitas yang dilakukan remaja sebelum balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Remaja di Jepara ternyata doyan melakukan balap liar. Itu terjadi dari dulu sampai sekarang. Hampir di semua wilayah Kecamatan atau Polsek di Jepara ada laporan mengenai kasus balap liar.

Parahnya lagi, mayoritas pelaku balap liar justru masih berusia muda bahkan remaja.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama menjelaskan, polisi kerap menjumpai kasus balap liar yang memang dilakukan oleh remaja. Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri lantaran mereka yang semestinya belum diizinkan naik motor malah melakukan balap liar.

“Banyak balap liar yang dilakukan oleh remaja. Mereka biasanya kumpul-kumpul dengan teman-temannya naik motor. Mungkin karena baru bisa naik motor kemudian suka gaya-gayaan saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya meyakini jika balap liar tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Jepara saja tetapi juga di pelosok-pelosok desa. Sebab, sebelumnya hampir semua Polsek di Jepara pernah melaporkan adanya balap liar di masing-masing wilayahnya.

Dia juga menambahkan, secara spesifik pelanggaran balap liar memang sedikit lantaran keterbatasan pihak kepolisian untuk menangkap basah para pelaku balap liar. Hal ini dikarenakan sulit membedakan mana yang pelaku balap liar dan mana yang hanya sekadar menonton.

“Jadi, kami paling banyak memang mengenakan pasal pelanggaran lalu lintas biasa seperti tidak mengenakan helm, dan kelengkapan surat kendaraan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jujur, Polisi Pusing Jalan Jepara Mulus tapi Dibuat Balap Liar

 Salah satu jalan yang selesai dibeton di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara yang kerap dijadikan balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu jalan yang selesai dibeton di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara yang kerap dijadikan balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara sudah diperbaiki. Meski belum sempurna, tapi sebagian besar mulus. Namun, mulusnya infrastruktur jalan tersebut justru menjadi tempat oleh sejumlah pemuda untuk melakukan ajang balap liar.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurutnya, ada beberapa titik di wilayah Kabupaten Jepara yang dijadikan sirkuit balap liar. Termasuk di wilayah kota Jepara.
Pertama, di kawasan stadion Gelora Bumi Kartini dan kedua, di jalan utama Jepara-Kudus di Desa Senenan dan Tahunan Jepara.

“Masih banyak pemuda yang balap liar di malam hari. Biasanya mereka balapan di jalan-jalan yang kondisinya mulus, termasuk yang baru selesai dibeton seperti di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini,” ujar Andhika kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, meski banyak melakukan razia balap liar, tapi mayoritas kasus yang dikenakan adalah pelanggaran lalu lintas pada umumnya seperti tidak mengenakan helm, kondisi kendaraan yang tidak standard, maupun surat menyurat seperti SIM dan STNK.

“Kalau langsung mengenakan pelanggaran balap liar kami kesulitan. Ada, tapi sedikit, sebab untuk membuktikan jika memang orang itu balap liar atau sekadar menjadi penonton itu susah,” terangnya.

Dia mengaku, setiap kali ingin merazia balap liar harus bekerjasama dengan intel kepolisian menggunakan pakaian preman. Itu dilakukan untuk memastikan siapa yang terlibat balap liar dan siapa saja yang hanya menonton. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Pelajar yang Balapan Liar di Trangkil Pati Sempat Jambret Orang

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum tengah meminta keterangan kepada pelajar yang mengikuti balap liar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum tengah meminta keterangan kepada pelajar yang mengikuti balap liar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Puluhan pelajar yang setiap sore menggelar balapan liar di Jalan Trangkil-Guyangan, Desa Rejoagung, Kecamatan Trangkil, Pati diamankan petugas Polsek Wedarijaksa, Jumat (4/12/2015).
Mereka dirazia karena sudah lama meresahkan masyarakat, terutama pengguna jalan. Bahkan, beberapa di antara mereka sempat menabrak pengguna jalan dan melarikan diri.

“Laporan dari masyarakat yang kami terima, aksi balapan liar mereka juga sering menyerempet dan menabrak pengguna jalan, kemudian kabur. Padahal, tidak satupun dari mereka yang memiliki SIM, karena masih di bawah umur,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Tak sekadar aksi balapan, lanjut Sulis, mereka juga sempat menjambret tas milik pengguna jalan, kemudian kabur menggunakan sepeda motor. “Ini sudah kriminal. Tindakan mereka sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Jangan sampai pengguna jalan yang menjadi korban dari ulah mereka,” imbuhnya.

Ia menambahkan, 43 pelajar yang terjaring razia tersebut diamankan di Mapolsek Wedarijaksa untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. “Kami juga akan memanggil orangtua dan kepala sekolah mereka. Aksi ugal-ugalan yang membahayakan pengguna jalan itu jangan sampai terulang lagi,” tandasnya. (LISMANTO / ALI MUNTOHA)

Pelajar Mabuk, Balapan Liar dan Celakakan Warga di Trangkil Pati

Puluhan pelajar yang tertangkap usai balap liar dibawa menuju Mapolsek Wedarijaksa Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan pelajar yang tertangkap usai balap liar dibawa menuju Mapolsek Wedarijaksa Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sedikitnya 43 pemuda di bawah umur yang melakukan aksi balap liar di Jalan PG Trangkil-Pekalongan, Desa Pekalongan, Kecamatan Trangkil, Pati terjaring razia, Jumat (4/12/2015) sore.

Mereka dirazia petugas kepolisian dari Polsek Wedarijaksa, karena sudah lama meresahkan masyarakat. “Kami mendapatkan informasi dari masyarakat ada balap liar yang ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan. Kami langsung terjun di lapangan dan berhasil mengamankan 43 pembalap liar, serta 26 sepeda motor,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Dari 43 orang yang terlibat balap motor tersebut, beberapa di antaranya diketahui menenggak minuman keras. Ironisnya, semua pembalap liar merupakan pelajar dari tingkat SMP dan SMA.
“Beberapa pelajar habis menenggak miras. Ini jelas membahayakan pengguna jalan yang lain. Bahkan, informasi yang kami terima, balap liar sering kali menyerempet pengguna jalan hingga terjadi kecelakaan. Ini tidak bisa dibiarkan,” imbuhnya.

Puluhan pelajar tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Wedarijaksa untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Sementara itu, puluhan sepeda motor yang digunakan untuk balap liar dikenakan bukti pelanggaran (tilang). (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Ingin Tiru Valentino Rossi, Boleh Saja. Tapi jangan di 10 Lokasi Balap Liar di Kudus Ini

Ilustrasi Balap Liar

Ilustrasi Balap Liar

 

KUDUS – Dari sejumlah informasi yang dihimpun, sekurangnya terdapat sekitar 20 lokasi balapan liar yang didominasi sepeda motor di Kudus dan kawasan sekitarnya. Adapun balapan liar biasanya dimulai pukul 00.00 hingga pukul 03.00 WIB.

Ini ruas jalan di Kudus yang sering dijadikan ajang balap liar :

  1. Lingkar Kencing saat malam hari
  2. GOR Kudus
  3. Pengkol Purwosari saat malam hari
  4. Jalan Raya Besito atau depan Puskesmas Gribig saat malam hari
  5. Depan SMA 1 Bae saat malam hari
  6. Jalan tengah / perempatan UMK ke utara saat sore
  7. Gentungan / depan balai Desa Magerejo, Dawe saat sore
  8. Jalan Pule Honggosoco – Rejosari saat sore
  9. Utara SPBU Krawang saat sore hari
  10. Sekitar Lingkar Payaman.

Demi keselamatan bersama, alangkah pas jika minat balapan Anda ditempatkan di lokasi yang seharusnya. Seperti di sirkuit, atau mengikuti balapan resmi. Selamat berakhir pekan, kawan. (AKROM HAZAMI)

Ingat! Pembinaan Hanya Sekali, Selanjutnya Polisi Akan Proses Secara Hukum Pembalap Liar

Kendaraan bermotor yang terjaring razia (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan bermotor yang terjaring razia (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Bagi joki pembalap liar yang terjaring razia, nampaknya harus berhati – hati dan siap menghadapi hukuman. Sebab sesuai Undang-Undang NO. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Pasal 63, bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam Ruang Manfaat Jalan, diiancam pidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp. 1,5 miliar.

Hanya, Polres Kudus masih berbaik hati melakukan pembinaan terlebih dahulu bagi yang tertangkap pertama. Namun, dipastikan hal itu hanya terjadi sekali saja sehingga jika tertangkap lagi langsung di proses secara hukum.

Kasat Shabara Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, proses toleransi berupa pembinaan hanya berlaku sekali saja. Meski demikian, untuk mendapatkan pembinaan dan lolos dari jerat hukum pertama harus melalui proses yang panjang

“Pembalap yang tertangkap melakukan balap liar, kami minta hadirkan orangtua mereka. Dan hasilnya mereka memang anak yang kurang patuh. Berbagai syarat juga harus dilengkapi mulai RT hingga kecamatan untuk surat pernyataan,” imbuhnya

Hingga kini, belum ada warga yang tertangkap lebih dari sekali. Kebanyakan mereka sudah jera dengan hal tersebut. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Hingga September, Polres Kudus Tangani Ratusan Pembalap Liar

Kasat Shabara Polres Kudus bersama sejumlah kendaraan yang digunakan balap liar yang terjaring razia (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kasat Shabara Polres Kudus bersama sejumlah kendaraan yang digunakan balap liar yang terjaring razia (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, Polres Kudus terus meningkatkan kegiatan operasi keamanan, termasuk di dalamnya menyasar terhadap aksi balapan liar di sejumlah tempat di Kudus.

Kasat Shabara Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, hinggga kini sudah ada 232 pembalap liar yang diberikan pengarahan. Hal itu bertujuan agar pembalap tidak lagi melakukan kegiatan serupa, karena meresahkan masyarakat.

“Terakhir kami melakukan penindakan pada Minggu (13/9/2015) malam kemarin. Lokasi di  Jalan Lingkar Utama sekitar Oasis. Dari kegiatan itu kami berhasil menangkap delapan pembalap liar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dalam razia tersebut, petugas langsung menyita kendaraan yang digunakan. Benar saja, kendaraan yang digunakan sudah tidak standar lagi serta banyak yang susah diganti.

Selain itu, joki juga tidak memiliki SIM karena kebanyakan usia pelajar tingkat SMP dan SMA. Oleh petugas, kendaran tidak boleh keluar dari Polres  Kudsu sebelum kembali standar. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Kendaraan Dinas yang Sudah Dilelang Diminta untuk Segera Balik Nama

f-kendaraan dinas (e)GROBOGAN – Masih banyak dijumpainya sepeda motor berplat merah bekas milik dinas, cukup mengundang persepsi beragam dari masyarakat. Karena, tak jarang kendaraan tersebut digunakan untuk hal yang tidak lazim, di antaranya balap liar, angkutan barang dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca