Maling juga Beraksi di Kantor Desa Harjowinangun Grobogan

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi pencurian di kantor desa ternyata tidak hanya terjadi di Desa Bugel. Tetapi juga terjadi di Desa Harjowinangun yang juga masuk wilayah Kecamatan Godong.

“Betul, kantor desa kami juga ada kejadian pencurian. Ini, saya masih di Kantor Polsek Godong untuk bikin laporan,” kata Kades Harjowinangun Amar Ma’ruf saat dihubungi lewat ponselnya, Senin (16/1/2017) siang.

Menurut Amar, dari pengecekan yang dilakukan bersama perangkat diketahui ada beberapa barang di dalam kantor yang hilang. Di antaranya, satu unit laptop, satu set speaker aktif dan televisi.

“Dari pengecekan hanya beberapa barang itu yang hilang. Untuk laptop yang hilang ada di ruangan Sekdes,” katanya.

Modus pencurian hampir sama dengan kejadian di Desa Bugel. Yakni, pelaku masuk dengan merusak pintu kantor.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti saat dimintai komentarnya mengaku kaget dengan adanya kasus pencurian di dua kantor desa itu. Sebab, selama ini, pihak desa sudah mengangkat tenaga honorer sebagai penjaga kantor.

“Dari kejadian ini kita harapkan agar peran penjaga kantor bisa dimaksimalkan. Nanti akan kita sampaikan pada pihak desa untuk lebih meningkatkan pengamanan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Balai Desa Kalirejo Undaan Kudus Tutup di Jam Pelayanan, Camat Sita Monitor

Monitor komputer yang dikembalikan ke pihak Desa Kalirejo di Aula Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol hadi)

Monitor komputer yang dikembalikan ke pihak Desa Kalirejo di Aula Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Perlakuan mengecewakan terjadi  pada pelayanan di kantor Pemerintah Desa Kalirejo, Undaan. Karena, saat jam buka pelayanan, kantor desa sudah tertutup.

Padahal, pada jam tersebut masih ada warga yang datang untuk membutuhkan pelayanan. Akhirnya, Camat Undaan Catur Widiyatno mengambil inisiatif menyita monitor milik pemerintah desa itu.

Catur mengatakan, pihaknya mengetahui keluhan masyarakat mulanya mulai dari media sosial Facebook. Tak hanya sekali, sejumlah warga juga menuangkan keluhan yang sama.

Setelah mendapat laporan dari media sosial, Selasa (3/1/2017) ada laporan langsung dari masyarakat di tempat yang sama. Keluhan tersebut muncul saat warga hendak mengurus sesuatu, namun kantor malah tutup. Warga tersebut mengeluh dan lapor ke pihak kecamatan.

“Mendengar hal itu, saya sendiri yang datang ke lokasi. Dan benar saja kantor balai desa dalam keadaan tutup dan parahnya lagi terkunci dan tak ada seorangpun di kantor desa,” kata dia kepada MuriaNewsCom. 

Melihat hal itu, dia langsung meminta kepada petugas untuk membuka balai desa. Kemudian dia menyita dua buah monitor komputer yang kemudian dibawa ke kecamatan. Dia heran dengan kantor yang tutup padahal masih jam pelayanan.

“Saat itu saya juga mendatangi kantor desa lainnya. Seperti Balai Desa Lambangan, serta Balaidesa Medini. Dan di kedua balai desa lainnya masih buka dan masih lengkap petugasnya,” ujarnya 

Ditambahkan, monitor yang dibawa ke kantor kecamatan. Dan baru diberikan Rabu (4/1/2017) saat memanggil semua perangkat Desa Kalirejo. “Jam buka kan sampai jam 15.00 WIB. Lha itu baru jam 12.30 WIB malah sudah tutup,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami