Koalisi dengan PKB di Pilkada Kudus, Ini kata PDIP

Wakil Ketua DPC PDIP Kudus yang juga bakal calon bupati Kudus Masan saat datang ke kantor PKB untuk mengajak berkoalisi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Keputusan DPC PKB Kudus merapat ke PDIP Kudus dalam pemilu 2018 mendatang disambut hangat DPC PDIP Kudus. Dengan bergabungnya PKB, PDIP semakin yakin bisa meraih kemenangan dalam perebutan kursi kepala daerah.

Sekretaris PDIP Kudus M Yusuf Roni mengatakan, PDIP Kudus selama ini memang menjalin hubungan yang baik dengan sejumlah partai. Termasuk juga dengan PKB. Itu dilakukan dalam bentuk mencari dukungan dan koalisi guna menyambut pemilu 2018.

“Kami sangat terbuka menerima PKB bergabung dengan kami. Tentunya ini adalah hal yang menggembirakan,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dihubungi

Disinggung soal kesepakatan dalam koalisi, pihaknya belum bisa berbicara banyak. Karena, meski secara statemen langsung dari PKB mengarah ke PDIP, namun secara resminya masih menunggu rekomendasi calon yang dipilih dari parpol koalisi.

Jika nantinya rekom turun, lanjut dia, PKB dan PDIP menjadwalkan pertemuan, yang mana bakal membahas lebih lanjut soal kerjasama dan kualisi antar kedua partai besar di Kudus itu.

“Rencananya bulan ini rekomendasi akan turun, dan secepatnya setelah rekomendasi turun, akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” ungkap dia.

Sebelumnya,  Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan PDIP menjadi partai yang pas, untuk berkoalisi dalam Pemilihan Umum 2018 nanti dengan berbagai pertimbangan. Seperti halnya hasil survey, yang hasilnya lebih apik ketika koalisi dengan PDIP. 

 

Editor: Supriyadi

Pasang Logo Partai Gerindra dan PKB, Tamzil Ngaku Sudah Dapat Izin

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil, mencantumkan lambang Partai Gerindra dan PKB dalam baliho miliknya. Tamzil mengaku menempelkan lambang partai atas izin dari DPW Jateng. 

Tamzil mengatakan, pihaknya langsung sudah menemui dari DPW Jateng terkait pemasangan gambar lambang partai. Sehingga, dia memutuskan memasang gambar kedua partai tersebut.

“Sudah dapat izin memasangnya, jadi langsung Sabtu kemarin dipasang yang ada gambar partainya,” katanya saat konferensi pers di RM Ulam Sari, Senin (6/11/2017).

Disinggung soal rekomendasi, pihaknya sadar saat ini blum kader partai, namun dengan pemasangan lambang partai, diyakini akan membuat  rekomendasi turun kepadanya tak lama lagi. Apalagi dari Jateng sudah mengizinkan.

Selain kedua partai itu, kata Tamzil, pihaknya juga rencananya mau memasang lambang lainya. Seperti , PAN, Demokrat, PKS, Hanura dan partai lainya yang dia lamar rekom.

“Saat unh kami sedang komunikasi dengan sejumlah partai politik di Kudus. Komunikasi yang terjalin baik, diharapkan dapat dilanjutkan hingga akhir,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Jadi Lumbung Suara, Bakal Calon Bupati Kudus Berlomba-lomba Gandeng PCNU

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus nampaknya menjadi organisasi yang laris bagi para Bakal Calon Bupati Kudus mendatang. Pasalnya, warga Kudus yang didominasi warga Nahdliyin itu dianggap jadi lumbung suara bagi para bakal calon.

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi mengatakan, hingga kini, banyak bakal calon yang sudah mulai merapat ke PCNU Kudus. Bahkan beberapa di antaranya malah blak-blakan minta dukungan akan pencalonan bupati.

“Kalau melihat ya sudah semuanya datang ke NU. Tujuannya meminta dukungan kepada NU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, kedatangan para calon, tak hanya sampai ke ketua NU saja. Namun, para bakal calon  juga sampai ke para kiai NU untuk dimintai doa dan dukungan.

Dikatakan, selama Pilkada Kudus, sudah menjadi tradisi para bakal calon meminta NU untuk mendukung. Karena, bagaimanapun di Kudus basisnya adalah hijau atau NU. Bagi yang mendapat dukungan akan sangat diuntungkan.

Namun, lanjut dia, dari semuanya yang datang, semuanya pula didukung. Hanya, hingga saat ini PCNU tak pernah memihak kepada salah satu calon. Sejauh ini, PCNU bahkan bersikap netral lantaran NU merupakan organisasi non partai. 

“Kami tidak pernah memberikan instruksi untuk mendukung satu pihak, kami serahkan semuanya ke masing-masing pribadi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi