Trans TV Juara Bulutangkis Antarmedia 2015

Empat tim yang berlaga di babak grand final, berfoto bersama usai penyerahan hadiah. Dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015 ini, tim Trans TV berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tim TVRI Pusat dengan skor 2-1, pada Selasa (20/10/2015). (MERIE)

Empat tim yang berlaga di babak grand final, berfoto bersama usai penyerahan hadiah. Dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015 ini, tim Trans TV berhasil menjadi juara setelah mengalahkan tim TVRI Pusat dengan skor 2-1, pada Selasa (20/10/2015). (MERIE)

 

KUDUS – Tim Trans TV menjadi yang terbaik dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015, yang akan berlangsung 19-20 Oktober, di GOR Bulutangkis Djarum Jati.

Mereka menjadi juara setelah menang atas TVRI Pusat, dalam laga final yang berlangsung Selasa (20/10/2015). Pada laga final itu, Trans TV menang 2-1 atas TVRI Pusat.

Atlet ganda pertama Trans TV yang diturunkan, yaitu pasangan Widy Candra dan Hartoko, berhasil menang lawan pasangan dari TVRI Pascal dan Rides, dengan skor 21-15 dan 21-12.

Namun di nomor tunggal, pemain Trans TV Kustar, harus menyerah atas lawannya Sumardjo dari TVRI Pusat, dengan skor 21-9 dan 21-7.

Pada laga penentuan, Trans TV yang menurunkan pasangan Robby dan Yandi, berhasil menang melawan tim TVRI yang menurunkan pasangan Sofyan dan Slamet Nuryadi, dengan skor 21-10 dan 21-14.

Atas kemenangan itu, tim Trans TV berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, di samping medali emas dan hadiah lainnya. Sedangkan TVRI Pusat berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 15 juta, dan medali perak.

Manajer Tim Trans TV Robby Istanto mengatakan jika pihaknya sangat senang bisa menjuarai kejuaraan badminton antarmedia ini. Padahal, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti kejuaraan ini.

”Latihan kita sebisanya saja. Karena memang menunggu waktu luang yang kita punya. Meski semua pemain bekerja di satu kantor, namun waktu luangnya memang tidak banyak,” katanya.

Trans TV sendiri, sudah tiga kali menjuarai kejuaraan badminton antarmedia ini. Makanya, saat bertanding di final ini, pihaknya optimistis dapat menjadi juara. ”Dan berkat kerja sama semua tim, kami menang hari ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk juara tiga bersama, diraih Kanalsatu.com dan TVRI Jawa Tengah. Keduanya berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, dan medali perunggu serta hadiah lainnya.

Perwakilan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation Andrian Hadinata mengungkapkan, kejuaraan bulu tangkis antarmedia diawali dengan babak penyisihan yang digelar di tiga zona.

”Sampai akhirnya menghadirkan empat tim terbaik yang bertanding di babak grand final ini. Dan sudah terselenggara dengan baik, dengan Trans TV sebagai juaranya. Kami ucapkan selamat untuk semua tim yang sudah berlaga,” katanya.

Dirinya mengatakan, kejuaraan bulu tangkis antarmedia ini telah terselenggara dengan baik. Serta mendapatkan respons yang positif. ”Misalnya saja banyak media baru yang ikut bertanding untuk menjadi yang terbaik. Dan kita berharap ke depannya makin banyak saja media yang ikut serta,” imbuhnya. (MERIE)

Abraham : Kejuaraan Ini Sebagai Sarana Memperat Silaturrahmi Antarmedia

Empat tim dari empat media di Indonesia, bakal berlaga dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015, yang akan berlangsung 19-20 Oktober, di GOR Bulutangkis Djarum Jati (MuriaNewsCom/Merie)

Empat tim dari empat media di Indonesia, bakal berlaga dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015, yang akan berlangsung 19-20 Oktober, di GOR Bulutangkis Djarum Jati (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Abraham Dodi, selaku perwakiland ari Bakti Olahraga Djarum Foundation mengatakan, bahwa kejuaraan bulutangkis antarmedia merupakan salah satu sarana untuk memperat tali silahturrahmi antarmedia, melalui olahraga bulutangkis.

”Kalau selama ini wartawan hanya menuliskan berita-berita soal bulutangkis, sekarang mereka bisa merasakan sendiri bagaimana kerasnya meraih kemenangan. Sehingga akan memiliki pengalaman yang empiris mengenai bulutangkis,” terangnya.

Even ini juga, menurut Abraham, sebagai salah satu pembinaan yang dilakukan selama ini. Karena pembinaan bisa juga melalui media melalui pemberitaan-pemberitaan yang baik tentang bulutangkis.

”Untuk juara pertama nanti, akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 20 juta, juara kedua mendapat Rp 15 juta, dan juara tiga bersama akan mendapat masing-masing Rp 10 juta,” katanya.

Sedangkan Ketua Pengkab PBSI Kudus Edi Prayitno mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Karena bisa mempersatukan media dari berbagai daerah di Indonesia. ”Sehingga saat bagus untuk diteruskan setiap tahunnya,” jelasnya.

Ditambahkan Ketua Siwo PWI Jawa Tengah Sigit Pramono, pihaknya berterima kasih kepada perusahaan yang sudah mengadakan kegiatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 tersebut. ”Bagaimana semua pihak bisa membina teman-teman media yang juga concern terhadap olahraga bulutangkis ini. Sehingga kami harap kegiatan ini bisa diteruskan,” imbuhnya. (MERIE/KHOLISTIONO)

Empat Media Siap Jadi Juara di Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia

Empat tim dari empat media di Indonesia, bakal berlaga dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015, yang akan berlangsung 19-20 Oktober, di GOR Bulutangkis Djarum Jati (MuriaNewsCom/Merie)

Empat tim dari empat media di Indonesia, bakal berlaga dalam Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2015, yang akan berlangsung 19-20 Oktober, di GOR Bulutangkis Djarum Jati (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Empat tim dari perusahaan media yang ada di Indonesia, lolos sebagai finalis dalam even Kejuaraan Bulutangkis Antarmedia 2015, yang berlangsung di GOR Bulutangkis Djarum, 19-20 Oktober 2015.

Keempat media itu adalah TVRI Pusat, TVRI Jawa Tengah, Kanalsatu.com, dan Trans TV. Mereka lolos dari babak penyisihan wilayah yang sudah diselenggarakan sejak awal Oktober lalu.

Ada 48 media dari zona Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, yang mengikuti seleksi. Hingga menghasilkan empat tim yang akan bertanding di grand final pada dua hari ini.
Satu tim yang baru bergabung dan berhasil menembus grand final adalah kanalsatu.com. Ini adalah media yang berkantor di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut perwakilan tim, Catur Prasetya, timnya memang merupakan ”anak baru” dalam kejuaraan ini.

”Tapi kami siap untuk memberika kejutan kepada grand finalis lainnya. Kami akan fight hingga pertandingan berakhir,” katanya dalam jumpa pers yang digelar Senin (19/10/2015), di GOR Bulutangkis Djarum, Jati, Kudus.

Sikap yang sama disampaikan perwakilan tim TVRI Pusat. Menurut Sumardjo selaku manajer tim, dirinya yakin bahwa timnya akan kembali berjaya dalam kejuaraan ini.
”Kalau menurut saya, lawan terberat adalah Trans TV. Tapi saya yakin yang lain juga akan sama fightnya. Jadi kita tetap akan waspada,” jelasnya dalam kejuaraan yang digelar beregu tersebut. (MERIE/KHOLISTIONO)

Tekuk Cindy, Nadia Melaju ke Babak 8 Besar Kretek Cup 2015

Salah satu peserta Kretek Cup menunjukkan kemampuan terbaiknya, Rabu (16/9/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu peserta Kretek Cup menunjukkan kemampuan terbaiknya, Rabu (16/9/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Dewi fortuna nampaknya masih berpihak kepada para unggulan Tunggal Usia Dini Madya. Nadia Pritasari yang menempati unggulan utama berhasil melaju ke Babak Delapan Besar Kretek Cup 2015. Ia berhasil menekuk Cindy Sr, yang sama sekali tidak diunggulkan.

Salah satu wasit pertandingan Siswanto mengatakan, Nadia merupakan unggulan dalam kelas kelompok tersebut. Dalam pertandingan pertama, ia mendapatkan bye. Praktis ia menyimpan energi lebih banyak pada pertandingan berikutnya. Alhasil, boom ia menang mudah dengan skor relatif jauh.

Nadia bakal bertanding melawan Tinta Berlian pada Kamis (17/9/2015)pukul 08.00 WIB. Sama halnya ketika berhadapan dengan lawan sebelumnya, lawan yang bakal dihadapi di delapan besar juga bukan dari kelas unggulan.

Sementara, unggulan kedua dalam pertandingan ini juga mengalami nasib yang sama. Keuntungan juga masih memihak pada Frenti Sila Rahmawati, karena berhasil melaju delapan besar dengan mudah.

“Unggulan kedua juga menang mudah, pada pertandingan awal yang bye, maka Frenti hanya bertanding sekali saja melawan Maya. Ia mampu menang dengan skor yang cukup timpang, yakni 21 – 3 dan 21 – 4,” ujarnya.

Atas hasil ini, Frenti bakal menghadapi unggulan keenam Jesika di Babak Delapan Besar. Hanya, dipertandingan tersebut tentu tak akan mudah. Ini lantaran Jesica juga berhasil menunjukkan kemampuan setelah menekuk lawan-lawannya dengan skor 2-0.

“Karena itu, pertandingan tidak dapat diprediksi. Kemampuan dua pemain tersebut belum terlihat saat kualifikasi hari ini,” ungkapnya.

Ia berpendapat, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bagi pemain yang lebih fokus dan bisa memanfaatkan timing kemungkinan besar akan mampu melaju ke babak selanjutnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Wow, PB Djarum Kudus Sudah Bicara Juara Yogyakarta Open

Pelatih memberikan arahan kepada atlet PB Djarum Kudus. (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

Pelatih memberikan arahan kepada atlet PB Djarum Kudus. (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

 

KUDUS – PB Djarum akan kembali beraksi. Kali ini, tangan-tangan handal para atlet PB Djarum akan menggetarkan GOR Amongraga di Yogyakarta Open 2015, 18-22 Agustus mendatang.

Salah satu pelatih PB Djarum Agus Dwi Santoso menegaskan kali ini PB Djarum tetap mengincar target yang sama seperti biasanya, yaitu gelar juara. “Selain itu, tentunya tim pelatih berharap bisa menyaksikan hasil latihan yang sudah dilaksanakan secara kontinu,” tandas pria berpostur tegap ini.

Yogyakarta Open 2015 mempertandingkan lima kelompok. Mulai dari anak-anak, pemula, remaja, taruna hingga dewasa. Hanya di kelompok anak-anak dan pemula saja diadakan pertandingan tunggal, selebihnya ada pertandingan tunggal, ganda dan ganda campuran.

PB Djarum tentu berharap atlet-atlet andalan mereka semacam Desandra Vegahani Putri dan Thomi Azizan Mahbub mampu menjadi pembeda yang akan membawa bendera klub menuju kemenangan. (M IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Musica Pertahankan Gelar

SUBABAYA – Strategi mengalah pada dua pertandingan awal membawa tim Musica Flypower Champion menjuarai Djarum Superliga 2014. Tim asal Kudus ini mengalahkan tim kandidat juara lainnya Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-2.
Bertanding di DBL Arena Surabaya, Minggu (9/2), juara bertahan terlihat tenang meski tidak diperkuat pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei, yang selama ini menjadi tulang punggung tim. Bahkan Musica langsung kalah 0-2.
”Memang telah kami setting kalah 0-2 di awal. Ini disesuaikan dengan kondisi pemain,” kata Effendy Widjaja, Manajer Musica Flypower Champion kepada Antara.
Menurut dia, sebelum penentuan formasi pemain pihaknya memanggil pemain nasional Simon Santoso. Hal ini dilakukan karena mantan pemain pelatnas ini menjadi tumpuan atau sebagai awal untuk mendapatkan poin setelah tim tertinggal 0-2.
Hasilnya cukup memuaskan. Pemain yang berasal dari klub Tangkas Jakarta ini bermain impresif. Bahkan mampu mengalahkan pemain ranking delapan dunia Nguyen Tien Minh.

Lanjutkan membaca