Sudah 3 Hari Pentolan Suporter Persipur Terseret Arus Sungai, Begini Perkembangan Pencariannya

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban tenggelam di Sungai Serang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ribut Aula (25), pentolan suporter Persipur Purwodadi yang dikabarkan hilang terseret arus saat balapan renang di Sungai Serang, Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Grobogan, hingga kini belum ditemukan.

Sudah tiga hari pemuda yang tingga di Desa Sobo itu hilang terseret arus. Setelah dua hari proses pencarian tak membuahkan hasil, Rabu (15/11/2017), tim SAR kembali melakukan pencarian.

Pada hari ketiga ini, ada tambahan personel yang mendukung pencarian korban tenggelam. Yakni, dari tim SARDA Jateng.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, tim SARDA Jateng diterjunkan dengan kekuatan lima personel dan dukungan perahu karet.

Dengan demikian, dalam pencarian hari ketiga ini, ada tiga perahu karet yang diterjunkan. Masing-masing, dari tim BPBD Grobogan, Basarnas Pos Jepara dan SARDA Jateng.

Upaya pencarian akan difokuskan lebih dulu di sekitar titik tenggelamnya pemuda berusia 25 tahun tersebut. Setelah itu, ada tim yang akan menyisir aliran sungai ke arah utara hingga Bendung Sedadi di Kecamatan Penawangan.

“Upaya pencarian juga mendapat dukungan dari kepolisian dan TNI serta relawan. Mudah-mudahan, korban segera kita temukan,” jelasnya.

Baca : Balapan Renang, Seorang Warga Sobo Grobogan Tenggelam di Sungai Serang

Baca : Pemuda Hanyut di Grobogan Saat Balapan Renang Ternyata Pentolan Suporter Persipur

Seperti diberitakan, seorang warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer dilaporkan tenggelam di Sungai Serang, Senin (13/11/2017). Korban tenggelam disebutkan adalah seorang pemuda bernama Ribut Aula. Pemuda berusia sekitar 25 tahun itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi warga setempat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang berenang di sungai Serang bersama beberapa teman sebayanya. Saat itu, kondisi sungai cukup dalam.

Tidak lama kemudian, korban dan temannya sempat balapan renang menyeberangi sungai, bolak-balik. Di tengah perjalanan korban akhirnya tenggelam. Diduga saat itu, korban kelelahan.

Melihat kejadian itu, beberapa rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan. Namun, tindakan itu tidak membawa hasil, karena arus sungai mengalir cukup deras.

Akhirnya, teman korban meminta pertolongan pada warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian.

Setelah dapat kabar itu, beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Upaya pencarian juga didukung anggota tim SAR gabungan. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Kapal dari Pati yang Tenggelam di Selat Makassar Masuk Kawasan Segitiga Bermuda