KONI Grobogan Siapkan Rp 50 Juta Bagi Peraih Emas Porprov 2018

Pengurus KONI dan cabor di Grobogan melangsungkan rapat evaluasi pelaksanaan Pra Porprov. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bonus yang cukup besar dijanjikan buat atlet Grobogan yang meraih prestasi dalam ajang Porprov 2018 di Surakarta. Rencananya, peraih emas perorangan bakal diguyur bonus hingga Rp 50 juta.

“Planning kita, bonus peraih emas perorangan angkanya sampai Rp 50 juta. Dengan bonus yang akan kita berikan ini diharapkan bisa menambah semangat atlet untuk meraih prestasi terbaik,” kata Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman, saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan pra Porprov, Rabu (27/12/2017).

Dari laporan masing-masing cabor, dalam Porprov 2018, total medali emas yang diprediksi bisa diraih sebanyak 85 keping. Tiap cabor, ada yang menagetkan 1-2 medali emas.

Beberapa cabor ada yang siap menyumbang sampai 5 medali emas, seperti karate, panahan, dan aeromodeling. Paling banyak adalah cabor angkat besi yang menegaskan siap meraih sedikitnya 8 medali emas.

“Target masing-masing cabor memang khusus raihan medali emas dulu yang kita minta. Untuk medali perak dan perunggu belum kita rekapitulasi,” jelas Fatchur.

Target medali yang disampaikan nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun kebutuhan anggaran pemberian bonus. Fatchur berharap, rencana pemberian bonus tersebut bisa disetujui, khususnya untuk peraih medali emas.

“Target kita dalam Porprov 2013 bisa naik peringkat ketiga. Untuk dua edisi Porprov sebelumnya, kita ada di urutan keempat,” cetusnya.

Sementara itu, jika bonus Rp 50 juta terealisasi, berarti ada peningkatan dibandingkan edisi Porprov 2013 di Banyumas. Pada even sebelumnya, peraih medali emas memperoleh bonus Rp 25 juta, perak Rp 10 juta dan perunggu Rp 5 juta. Untuk bonus medali beregu nilainya sedikit diatas yang didapat peraih medali perorangan.

Pada Porprov Banyumas 7-13 Oktober 2013, Grobogan berhasil mempertahankan peringkat ke empat. Total ada 41 emas, 36 perak dan 37 perunggu yang diraih. Alokasi dana untuk pemberian bonus ada Rp 2,010 miliar yang diberikan pada 114 atlet dan oficial.

Editor: Supriyadi

Prajurit Cantik Asal Jepara Wakili Indonesia dalam Eksebisi Sepak Takraw di Spanyol

Dini Mitasari pesepak takraw ayu asal Jepara. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Dini Mitasari pesepak takraw ayu asal Jepara berkesempatan mengikuti ajang eksebisi di Spanyol. Dara asal Desa Kendeng Sidi Alit, Welahan itu, telah berangkat ke negeri matador bersama pemain dan satu pelatih sejak Senin (11/12/2017). 

Perempuan kelahiran 13 Februari 1994 tersebut mengaku senang dan bangga dipercaya oleh PB PSTI untuk dapat mewakili Indonesia ke Eropa. Selain itu, ia berharap olahraga sepak bola rotan itu dapat dikenal di Benua Biru.

“Sangat senang dan bangga bisa terpilih menjadi duta (pengenalan sepak takraw) dan bermain dalam ajang eksebisi. Penunjukan sebagai duta mungkin merupakan hal yang pertama kali bagi atlet seperti saya. Harapannya, dengan adanya eksebisi sepak takraw dapat mengenalkan olah raga ini ke masyarakat Eropa,” katanya, melalui pesan tertulis WhatsApp, Selasa (12/12/2017).

Selain aktif sebagai atlet sepak takraw, Dini kini juga aktif sebagai Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), di Kodam IV Diponegoro. Meskipun menjalankan dua profesi, namun hal itu tak saling mengganggu dan berjalan harmonis.

Dini Mitasari pesepak takraw ayu asal Jepara. (ISTIMEWA)

Menurutnya,  pimpinannya sudah mengizinkan untuk menggeluti dunia sepak takraw asalkan tak mengganggu tugasnya sebagai prajurit. Selain itu, sepak takraw juga mengantarkannya bisa masuk ke dunia militer. 

“Saya masuk TNI AD lewat jalur prestasi,” ungkap Dini, yang berpangkat Sersan Dua (Serda).

Adapun prestasi yang ditorehkan dara berzodiak Aquarius itu antara lain, medali perak PON Kaltim 2008, Juara 3 SEA GAMES 2009 Laos, Juara 3 ASIAN Games Ghuangzhou China 2010, Juara 2 SEA GAMES Indonesia 2011, Juara 1 PON RIAU 2012, Juara 3 SEA GAMES 2013 Myanmar, Juara 3 ASIAN GAMES 2014 Korea, Juara 3 SEA GAMES 2015 Singapura, Juara 3 PON Jabar 2016 dan Juara 2 SEA GAMES 2017 Malaysia. 

Selain Dini, enam pemain sepak takraw yang berlaga di Spanyol adalah Lena, Leni, Rio Pambudi, Pegeran Wana Kapito dan satu orang pelatih Asry Sam. 

Editor: Supriyadi

Hebat! Perenang Muda Grobogan Raih 3 Medali di Brunei Darussalam

Perenang muda asal Grobogan Ahnaf Kamal Pasya (kaos biru) saat menerima pengalungan emdali emas dalam kejuaraan renang South East (SEA) Age Group di Brunei Darussalam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perenang muda asal Grobogan Ahnaf Kamal Pasya berhasil membikin kejutan besar dalam kejuaraan renang South East (SEA) Age Group di Brunei Darussalam 10-12 November kemarin. Dalam ajang renang kelompok umur tingkat ASEAN tersebut, Kamal berhasil meraih tiga medali. Yakni, 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

“Total ada tiga medali yang didapat Kamal dalam kejuaraan itu. Kamal bertanding di kelompok umur 14-15 tahun,” ungkap Ketua PRSI Grobogan Sanyoto, Rabu (14/11/2017).

Menurut Sanyoto, medali emas diraih Kamal dinomor 50 meter gaya dada. Kemudian, perak didapat pada nomor 100 meter gaya dada dan saat turun di nomor 50 meter gaya bebas meraih perunggu.

“Keberhasilan ini sungguh mengejutkan. Saya tidak menyangka kalau Kamal sampai bisa meraih tiga medali,” kata Kepala Dispermasdes Grobogan itu.

Sanyoto menyatakan, ia sudah mengenal Kamal sejak kecil hingga lulus SDN 04 Purwodadi. Selepas itu, Kamal masuk ke diklat Ragunan dan sekolah disana. Saat ini, Kamal sudah duduk di kelas IX SMP.

Ia menambahkan, Kamal yang tinggal di kampung Jagalan, Kelurahan Purwodadi memang berasal dari keluarga perenang. Sejak kecil Kamal sudah dikenalkan dengan olah raga air itu oleh ayahnya yang kebetulan adalah pelatih renang di Grobogan.

Selain itu, kakak kandungnya yang bernama Ahmad Mustagfirin adalah perenang andalan Grobogan.

“Saat Porprov 2013 lalu di Banyumas, Ahmad Mustagfirin berhasil menyumbang 8 medali untuk kontingen Grobogan. Yakni, 3 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Dalam Porprov 2018 di Surakarta, keduanya akan kita andalkan untuk meraih medali,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Pegulat Muda dari 21 Provinsi Berebut Juara dalam Ajang Popnas di Grobogan

Para pegulat menunjukkan kemampuannya dalam Popnas di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah peserta yang ambil bagian dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat ke XIV ternyata cukup banyak. Sedikitnya, pegulat yang berebut juara ada 250 orang.

Kontingen gulat berasal dari 21 provinsi. Yakni, Jateng, Jatim, Jabar, DIY, Banten, DKI, Sumsel, Riau, Sumut, Sumbar, Kepulauan Riau, Babel, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Kemudian, Popnas juga diramaikan peserta dari kawasan Indonesia Timur. Yakni, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, dan Papua.

Popnas Gulat terbagi dalam beberapa kelas putra maupun putri. Seluruh pertandingan Popnas digelar di GOR Simpanglima Purwodadi hingga 21 September mendatang.

Pembukaan Popnas Gulat ke XIV secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Jumat (15/9/2017). Ikut mendampingi bupati, Kajari Edi Handojo, Kapolres AKPB Satria Rizkiano, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, dan Sekda Moh Sumarsono. Tampak pula, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja, Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertur Sihotang dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman.

Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, pelaksanaan Popnas lebih dititik beratkan untuk melakukan evaluasi sejauh mana perkembangan cabor gulat di berbagai daerah. Selain itu, melalui Popnas akan terlihat bibit-bibit potensial yang nantinya akan diproyeksikan sebagai atlit andalan dimasa mendatang.

”Ajang Popnas juga dijadikan seleksi untuk even gulat pelajar tingkat internasional. Melalui ajang Popnas juga bisa jadi salah satu sarana untuk memupuk persatuan dengan peserta atau kontingen yang datang dari berbagai daerah,” kata Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua PGSI Grobogan itu.

Usai acara pembukaan, langsung dilanjutkan dengan pertandingan di sejumlah kelas. Bupati Sri Sumarni dan para pejabat lainnya, terlihat masih menyempatkan waktu untuk menonton beberapa partai pertandingan.

”Pertandingan gulat ternyata cukup seru dan menegangkan. Saya berharap, para peserta dan dewan juri selalu menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan Popnas,” pesannya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan: Haornas Momentum untuk Tingkatkan Prestasi

Bupati Grobogan, Sri Sumarni saat mengikuti senam di halaman kantor Setda Grobogan Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama jajaran FKPD, sejumlah pejabat dan ratusan pelajar melakukan senam bareng di halaman kantor Setda Grobogan Rabu (13/9/2017). Senam tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34.

Sebelum senam, terlebih dahulu dilangsungkan upacara yang dipimpin oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Sri Sumarni mengatakan, peringatan Haornas merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter bangsa. Menurutnya, olahraga bisa dijadikan media untuk memupuk semangat sportifitas dan kemajuan prestasi generasi muda.

”Lewat momentum Haornas ini, para generasi muda kita harapkan lebih meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Tidak hanya tingkat Jateng tetapi sampai tingkat nasional dan internasional,” tegasnya.

Ia menegaskan, selama ini, sudah banyak prestasi olahraga yang diraih atlit Grobogan. Meski demikian, prestasi yang diraih masih perlu ditingkatkan. Selain itu, prestasi juga ditargetkan bisa menjangkau semua cabang olahraga yang ada di Grobogan.

”Cabor yang sudah banyak prestasinya antara lain karate, pencak silat, dan angkat besi. Kita harapkan, cabor lainnya juga bisa menyumbang prestasi yang lebih hebat,” jelas Sri.

Sri berharap, melalui peringatan Haornas diharapkan jadi momentum peningkatan prestasi olah raga secara keseluruhan. Dalam rangka menunjang prestasi ini, pemkab akan ikut mendukung dari segi penyediaan anggaran melalui KONI serta melengkapi sarana dan prasarana olahrga.

Editor: Supriyadi

Keren!! SSB Ndeso Asal Grobogan Ini Jadi Wakil Jateng dan DIY di Even Nasional

Tim SSB Bintang Muda Wolo jadi duta Jateng dan DIY di even Calci Junior Cup ke-5 setelah jadi juara Zona Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda Wolo (BMW) yang ada di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Grobogan berhasil mengukir sejarah. Mereka berhasil lolos menjadi wakil zona Semarang (Jateng dan DIY) dalam babak utama even Calci Junior Cup ke-5.

Even tingkat nasional yang disponsori produsen atribut olahraga itu diperuntukkan bagi pesebakbola di bawah usia 11 tahun.

Pelatih BMW Purnomo menyatakan, babak utama akan dihelat di Blitar, Jawa Timur dari tanggal 9-11 September. Total peserta ada 12 SSB yang merupakan juara di masing-masing zona.

”Jadi peserta yang tampil dalam babak utama nanti adalah para juara dari berbagai provinsi. Totalnya ada 12 tim termasuk BMW,” jelasnya, Selasa (5/9/2017).

Menurut Purnomo, dalam babak kualifikasi di zona Semarang 3 September lalu diikuti 16 SSB dari Jateng dan DIY. Pada babak kualifikasi yang dilangsungkan di lapangan Arhanud Semarang itu, BMW di luar dugaan bisa melaju ke final dan akhirnya malah jadi juara.

”Kita final ketemu lawan kuat, yakni SSB Brawijaya Jogja. Alhamdulillah, kita bisa mengalahkan mereka meski harus berjuang keras,” cetusnya.

Keberhasilan jadi juara di zona Semarang dinilai sangat mengejutkan. Sejak awal, pihaknya tidak mencanangkan target muluk-muluk dalam even tersebut.

”Tujuan utama ikut turnamen Calci Junior itu sekedar menambah pengalaman bertanding anak-anak. Ternyata malah bisa juara dan ini diluar dugaan. Dari 16 SSB yang tampil di Zona Semarang, hanya BMW saja kayaknya yang berasal dari desa,” ungkap Purnomo sambil tertawa.

Menghadapi babak utama di Blitar, Purnomo mengaku sudah mempersiapkan timnya sebaik mungkin. Hanya saja, ada sedikit kendala yang dihadapi dalam masa persiapan ini. Yakni, adanya kegiatan revitalisasi lapangan Desa Wolo sehingga tidak bisa digunakan untuk latihan.

”Saat ini, lapangannya baru diuruk karena mau ditinggikan. Terpaksa, saat ini kami latihan sementara di lapangan bundaran simpanglima Purwodadi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Mantan Atlet Bulu Tangkis Haryanto Arbi Reuni di Kudus 

Haryanto Arbi berfoto bersama saat reuni SMA K di Hotel Griptha, Minggu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Mantan atlet bulu tangkis Indonesia, Haryanto Arbi, hadir di Kudus, Minggu (3/9/2017). Kehadiran Haryanto dalam rangka ikut reuni perak SMA Keluarga Kabupaten Kudus yang digelar di Hotel Griptha.

Haryanto tercatat pernah bersekolah di SMA Keluarga pada tahun 1992. Kendati hanya mengenyam sekolah setengah tahun, tapi keakraban yang terjalin dengan teman seangkatan terasa kuat. 

”Sebagian masih ingat, tapi ada yang sudah lupa. Maklum sudah 25 tahun berlalu,” kata Haryanto. 

Sebagian besar teman melakukan foto satu sama lain. Termasuk juga yang dilakukan pria kelahiran Kudus, 21 Januari 1972 itu. Bahkan, tidak sedikit teman yang mengajaknya berswafoto (selfie). 

”Nostalgia aja. Karena udah lama nggak ketemu, jadi banyak yang wajahnya sudah pangling,” kata mantan atlet jebolan PB Djarum tersebut.

Sebagai mantan atlet nasional, dia juga mengkampanyekan bulu tangkis di kalangan teman. Termasuk juga, dia mengajak teman yang mempunyai anak berbakat dalam permainan bulu tangkis bisa diikutkan dalam audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum di GOR Djati Kudus, 5 September 2017.  

”Selama ini saya sudah ikut roadshow di audisi beberapa daerah. Nanti saat audisi di Kudus saya juga hadir. Oleh karena itu, saya juga minta pada teman-teman di reuni, kalau ada putera-puterinya yang berbakat bermain bulu tangkis untuk ikut audisi nanti,” ucap mantan juara All England itu. 

Kepala SMAK, Sutarjo tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya bisa hadir dalam reuni siswa angkatan 1992 tersebut. 

”Saya berharap siswa SMAK yang telah sukses ini menjadi contoh siswa yang saat ini masih menuntut ilmu,” kata Sutarjo. 

 

Editor : Akrom Hazami 

132 Atlet Difabel Grobogan Ambil Bagian di Even Peparkab 2017

Para atlet difabel Grobogan sedang berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Peparkab 2017. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Even Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) 2017 yang digelar Disporabudpar Grobogan resmi digelar hari ini, Selasa (10/5/2017). Ajang olahraga bagi penyandang difabel itu dibuka Wakil Ketua National Paralympic Committee (NPC) Jawa Tengah Suwarno. 

Sedikitnya, ada 132 penyandang difabel yang ikut even Peparkab tersebut. Para atlet saling menunjukkan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik. Dalam ajang Peparkab ini dipertandingkan lima cabang olahraga. Yakni, atletik, tenis meja, bulu tangkis, bola voli, dan catur.

“Ajang peparkab ini sekaligus kita manfaatkan untuk memantau bibit potensial di berbagai cabang olahraga. Kita harapkan dari ajang ini bakal muncul atlet yang berbakat dan bisa kita bina lebih lanjut untuk meraih prestasi,” kata Wakil Ketua NPC Jateng Suwarno.

Menurut Suwarno, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Disporabudpar Grobogan untuk menggelar even olahraga bagi penyandang difabel. Sebab, tidak semua kabupaten sudah pernah menggelar even Peparkab.

Sementara itu, Kasi Pembinaan Olahraga  Disporabudpar Grobogan Eko Priyono menambahkan, ajang Peparkab akan dilangsungkan dua hari, yakni tanggl 9 dan 11 Mei lusa. Lokasinya, di  GOR dan Stadion Krida Bhakti.”Hari pertama ini ada dua cabor yang kita pertandingkan. Yakni, atletik dan catur. Tiga cabor lainnya kita gelar Kamis lusa atau hari kedua di GOR,” jelasnya.

Menurutnya, even ini adalah penyelenggaraan Peparkab untuk kali kedua. Tahun lalu, pihaknya sudah menggelar even Peparkab perdana pada 29-30 September 2016. “Even perdana kemarin kita jadikan test case. Karena hasilnya cukup bagus maka tahun ini kembali kita adakan lagi dan rencananya jadi agenda rutin,” jelasnya.

Menurut Eko, melalui ajang Peparkab nanti diharapkan bisa menghasilkan bibit handal dikalangan penyandang difabel. Disisi lain, ajang ini bisa dipakai untuk untuk kemampuan dan menambah pengalaman atlet difabel yang ada di Grobogan.

Pelaksanaan Peparkab nanti juga dijadikan ajang persiapan untuk menghadapi even pekan paralympic pelajar nasional (Peparpenas). Rencananya, Peparpenas akan dilangsungkan di Semarang bulan Oktober mendatang. Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus.

Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September 2016. “Kita harapkan, dari ajang Peparkab nanti ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Grobogan Sediakan Sarana Latihan Atlet Difabel

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono sedang menunjukkan peralatan latihan yang disediakan bagi atlet difabel. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam sarana latihan disiapkan Disporabudpar Grobogan untuk digunakan berlatih atlet difabel. Antara lain, berupa sepeda balap, tempat duduk buat cabor atletik, lembing, peluru, cakram, papan catur, panah, dan meja pingpong.

“Peralatan ini kita adakan dari dana APBD senilai Rp 50 juta. Sebagian besar peralatan sudah kita terima dan untuk membeli sebagian peralatan ini harus pesan lebih dulu,” kata Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono di Grobogan, Sabtu (18/3/2017).

Disiapkannya sarana penunjang bagi atlet difabel itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, selama ini, atlet difabel yang tergabung dalam wadah National Paralympic Committee (NPC) Grobogan belum memiliki sarana tersebut.

Padahal, sejauh ini, prestasi atlet NPC Grobogan cukup membanggakan. Baik di level nasional maupun internasional.

“Dalam ajang Peparnas di Bandung tahun 2016 lalu, beberapa atlet NPC dari Grobogan berhasil dapat emas. Kemudian, ada nama Siti Mahmudah, atlet dari cabor angkat besi dari Grobogan yang tahun lalu sempat ikut Paralimpiade di Brazil,” jelasnya.

Menurut Karsono, dengan adanya prasarana tersebut diharapkan para atlet bisa lebih mudah ketika akan mengadakan latihan rutin. Harapan ke depan, dengan adanya prasarana yang ada bisa meningkatkan prestasi atlet di kancah nasional maupun internasional.

Editor : Akrom Hazami

 

Tampil Dalam 2 Even, Atlet Atletik Grobogan Panen Medali

Atlet atletik Grobogan Lentera Adi berhasil meraih peringkat II dalam Kejuaraan Atletik Jatim Open 2017 di Surabaya akhir pekan lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi cukup mengesankan berhasil diraih atlet atletik Grobogan dalam dua kejuaraan yang digelar akhir pekan lalu. Yakni, Kejuaraan Atletik Jatim Open 2017 di Surabaya serta Kejurprov Atletik Remaja dan Yunior Jateng yang dilangsungkan di Semarang.

Dalam kejuaraan Jatim Open, ada tiga atlet Grobogan yang tampil. Yakni, Subur Santoso, Wira Waskita dan Lentera Adi.

Hasilnya, ketiga atlet itu berhasil meraih medali. Masing-masing, satu emas yang diraih Subur di nomor estafet 4 x 100 meter. Kemudian, Wira meraih perunggu nomor lari gawang 110 meter dan Lentera juga dapat perak di nomor lompat tinggi.

“Keberhasilan ini sungguh di luar dugaan. Ketiga atlet kita dapat medali semua,” kata Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Grobogan Eko Priyono, Selasa (7/3/2017).

Dijelaskan, ketiga atlet itu menjadi bagian dari kontingen PASI Jateng yang akan tampil dalam kejuaraan atletik Jatim Open. Total keseluruhan atlet Jateng ada 20 orang.

Selain dari Grobogan, ada atlet dari beberapa daerah lain yang masuk tim Jateng. Yakni, Blora, Pati, Salatiga, Kudus, Surakarta, Batang, dan Kendal.

Untuk Kejurprov Atletik Remaja dan Yunior Jateng, dari 10 atlet yang ikut berhasil membawa pulang 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Pada kelompok yunior, siswa SMAN 1 Grobogan Muhammad Dion berhasil dapat emas di nomor lompat tinggi. Kemudian, siswi SMAN 1 Karangrayung Susan meraih emas di nomor lempar lembing dan perak di nomor lari gawang 100 meter. Sedangkan siswa MA Al Hidayah Karangrayung Suminto berhasil menyumbang perunggu di nomor lari 100 meter.

Di kelompok remaja, siswi SMAN 1 Karangrayung Winda Utami  berhasil meraih perak di nomor tolak peluru dan perunggu di nomor lempar cakram. Satu tambahan medali perunggu diraih siswi SMPN 1 Karangrayung Anisa Nurul Andiroh di nomor lempar lembing.

Editor : Akrom Hazami

Petenis Lapangan Kodim Kudus Terus Torehkan Prestasi

Atlet tenis lapangan melakukan foto bersama di sela-sela kegiatan latihan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Atlet tenis lapangan melakukan foto bersama di sela-sela kegiatan latihan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Prestasi membanggakan terus diraih para petenis lapangan Kodim Kudus. Yang terbaru adalah akhir tahun lalu, yakni petenis lapangan menjuarai turnamen Solo Open 2016.

Pelatih klub tenis lapangan Kodim 0722 Kudus, Suharto, mengatakan, pihaknya menerjunkan empat pemain putri di Solo Open. Keempatnya berhasil menduduki podium lantaran menang. “Ada empat atlet yang kami kirim. Mereka adalah Tina, Laili, Laila dan Indri. Mereka saya kirim karena kemampuannya bagus” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pertandingan tersebut diselenggarakan di lapangan Panahan Solo, pada 27 hingga 29 Desember 2016 lalu. Selama pertandingan, mereka memperlihatkan penampilan apik.

Pada juara pertandingan, diraih oleh Tina, sedangkan runner-up diperoleh Laili, atlet yang sesama dari Kudus. Bahkan peringkat tiga bersama juga draih dari Kudus oleh Laili dan juga Indri. Dengan demikian, semua diborong oleh Kudus. “Harusnya kami mengirim yang putra dua pemain. Namun mereka sedang ada kendala masalah kesehatan. Sehingga memilih mundur dari pertandingan,” ujarnya.

Terkait prestasi atlet, kata dia, Kudus memang sudah sangat sering mendapatkan penghargaan. Bahkan di tingkat Jateng, nama Kudus tidak dapat dipandang sebelah mata.  Termasuk kini menjadi atlet yang diunggulkan di tingkatan Jateng 

“Ini merupakan bentuk regenerasi atlet tenis lapangan yang cukup bagus. Karena minatnya sangat baik terlihat dari para pemain yang mampu menembus pertandingan level nasional,” ungkapnya.

Hanya saja, Kudus bukanlah satu-satunya kota dengan segudang atlet yang bagus. Ada Tegal, Solo dan juga Sukoharjo. Keempat kota tersebut sering melahirkan atlet tenis lapangan hebat.

Editor : Akrom Hazami

Sempat Cedera, Anggota 3S Masih Semangat Bela Kalteng

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

Ilyas Sayogie, pemain muda Persiku salah satu pemain yang tergabung dalam 3S yang membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman, Yogyakarta. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Perjalanan 3S membela tim sepak bola Kalimantan Tengah menuju Pra PON di Sleman kembali berlanjut. 3S adalah sebutan bagi tiga pemain yang terdiri dari pemain muda Persiku, Ilyas Sayogie, Adit Sodikul Wafa, dan Sholikul.

Namun, mereka sempat mengalami masalah. Dua anggota 3S, yaitu Ilyas dan Sholikul sempat mendapat cedera.

Pemain yang berposisi sebagai bek tengah, Ilyas menyempatkan diri menyampaikan kabar terbaru tentang dirinya dan kedua kawannya dari Sleman kepada MuriaNewsCom melalui pesan Blackberry.

”Otot kaki saya ketarik, pada sebuah sesi latihan. Waktu ujicoba lawan tim Pra PON Jawa Tengah (hasil akhir 0-0) saya absen,” tutur Ilyas.

Hingga sekarang, pemain berambut ikal ini berupaya kembali fit dengan cara menjalani terapi meski sudah bisa mengiktui sesi latihan. Sedangkan Sholikul mengalami cedera pada engkelnya. ”Sama, dia juga apes pas latihan,” sambung Ilyas.

Memasuki minggu kedua TC, pelatih Kalimantan Tengah Suganda mulai mengajak ke-25 pemainnya mematangkan kombinasi permainan, dengan lebih agresif saat menyerang dan melancarkan penyelesaian.

”Penyelesaian akhir jadi sorotan saat ditahan imbang Jawa Tengah kemarin. Pada ujicoba lawan Diklat Magelang besok, saya ingin ada peningkatan dari anak-anak,” kata Coach Ganda.

Ditanya soal keputusannya menarik sejumlah nama-nama dari luar Kalimantan Tengah, dia mengaku hal itu erat kaitannya dengan kekompakan di dalam maupun di luar lapangan.

”Kalau bagus atau tidaknya seorang pemain itu relatif , tergantung siapa yang menilai. Tapi dari pandangan saya, sejumlah nama yang saya panggil sudah akrab satu sama lain dan cukup lama di Liga Nusantara. Itu akan jadi bekal penting nantinya,” pungkas Coach Ganda. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)