Ratusan Pelajar di Grobogan Berebut Juara di Ajang Popda SMP/SMA Tingkat Kabupaten

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pelajar berebut gelar juara di ajang Popda SMP/SMA tingkat Kabupaten Grobogan. Dalam even tahunan ini ada 14 cabor yang dipertandingkan. Yakni, sepak bola, bola voli, basket, tenis meja, atletik, sepak takraw, senam, panahan, pencak silat, karate, tenis lapangan, renang, bulutangkis dan taekwondo.

Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Agus Sumarsana menyatakan, even Popda SMP/SMA sudah dimulai sejak Minggu (25/2/2018). Pelaksanaan Popda dijadwalkan berlangsung hingga Jumat lusa.

”Ada ratusan pelajar dari berbagai sekolah yang ambil bagian dalam even ini. Untuk cabor yang dipertandingkan ada 14,” katanya, Rabu (28/2/2018).

Mengingat banyaknya cabor yang dipertandingkan, ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat menggelar pertandingan Popda SMP/SMA tersebut. Antara lain, di Gedung Wisuda Budaya, GOR Simpanglima, Stadion Krida Bakti, kolam renang Ayodya, lapangan basket SMPN 1 Purwodadi, dan lapangan tenis meja Kelenteng Purwodadi. Sedangkan untuk cabor senam dilangsungkan di SDN 2 Karangasem, Kecamatan Wirosari.

”Para juara dalam Popda ini nantinya akan mewakili Kabupaten Grobogan dalam Popda tingkat eks-Karesidenan Semarang yang rencananya dilangsungkan bulan Maret,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Kabar Gembira, Mulai Bulan Ini, KONI Grobogan Kucurkan Insentif Buat Atlet dan Pelatih Porprov

Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman. Menurutnya, bantuan insentif pembinaan buat atlet dan pelatih yang akan tampil dalam ajang Poprov nanti segera dicairkan mulai bulan ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman. Menurutnya, bantuan insentif pembinaan buat atlet dan pelatih yang akan tampil dalam ajang Poprov nanti segera dicairkan mulai bulan ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng masih digelar tahun 2018, namun serangkaian persiapan sudah dilakukan pihak KONI Grobogan. Tidak hanya masalah teknis saja, tetapi juga persiapan dari sisi nonteknis.

Salah satunya adalah memberikan bantuan insentif pembinaan buat atlet dan pelatih yang akan tampil dalam ajang Poprov nanti. Hal itu disampaikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman, Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, pemberian insentif itu akan dilakukan selama 24 bulan dalam tiga tahun anggaran. Untuk tahun 2016, insentif mulai disalurkan pada bulan Oktober ini hingga Desember.

Kemudian, tahun 2017 disalurkan penuh selama 12 bulan. Sedangkan tahun 2018, diberikan selama 9 bulan, dari Januari-September.Pemberian insentif tersebut dinilai berdasarkan klasifikasi yang sudah ditentukan. Yakni, untuk atlet lini 1 yang berpotensi meraih emas sebanyak 70 orang, lini 2 dengan potensi perak ada 40 orang dan lini 3 berpotensi perunggu ada 40 orang.“Besarnya insentif atlet tiap lini berbeda. Soalnya, potensi yang bisa didapat juga beda,” kata Fatchur Rachman yang masih enggan membocorkan besarnya insentif tersebut.

Selain diklasifikasi, para atlet penerima insentif itu juga harus memenuhi kriteria. Seperti, atlet peraih medali pada Poprov 2013 yang masih bisa tetap tampil pada Porprov 2018 di Tegal.

Kemudian, atlet hasil pembinaan yang telah meraih prestasi dalam event kejuaraan minimal tingkat provinsi dalam tiga tahun terakhir dan tahun mendatang hingga menjelang pelaksanaan Porprov 2018. Kriteria terakhir adalah atlet mutasi dari luar daerah yang diproyeksikan untuk meraih medali emas.

“Selama pelaksanaan nanti akan ada evaluasi yang kita lakukan. Jadi, nanti dimungkinan ada atlet lini 1 turun ke lini di bawahnya dan sebaliknya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pelatih yang dapat insetif juga sudah ditentukan kriterianya. Yakni, pelatih lokal atau pelatih yang didatangkan dari luar daerah dan sudah memiliki sertifikat nasional.

Editor : Kholistiono

5 Atlet Difabel Grobogan Bakal jadi Duta Jateng dalam Ajang Peparnas

Dua atlet yang lolos Peparnas, Supriyono (kaos biru) dan Sutrisno (pakai kursi roda) foto bareng Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) dan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar (kanan) usai pelaksanaan Peparkab di Stadion Krida Bhakti akhir September lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua atlet yang lolos Peparnas, Supriyono (kaos biru) dan Sutrisno (pakai kursi roda) foto bareng Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono (kiri) dan Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar (kanan) usai pelaksanaan Peparkab di Stadion Krida Bhakti akhir September lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebanyak lima atlet difabel dari Grobogan dipastikan bakal jadi bagian kontingen Jawa Tengah dalam ajang Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV. Event Peparnas 2016 rencananya akan dilangsungkan mulai 15-24 Oktober mendatang di Bandung, Jawa Barat.

Kelima atlet yang ikut Peparnas masing-masing, Sutrisno yang akan berlaga di cabor panahan, Supriyono (atletik), Gunari (balap kursi roda), dan Edi Nuryanto (tenis meja).

Satu nama lagi adalah atlet andalan, Siti Mahmudah yang akan turun di cabor angkat berat. Siti merupakan atlit difabel Grobogan paling dikenal saat ini.

Sebab, selama ini Siti sudah seringkali meraih prestasi nasional maupun internasional. Bahkan, dia baru saja pulang dari Brasil mengikuti ajang Paralimpade.

“Dari laporan yang kita terima, memang hanya lima atlet difabel yang akan mengikuti Peparnas di Jabar nanti. Perlu diketahui, event Peparnas ini selevel dengan PON,” kata Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono.

Menurutnya, meski baru lima atlet yang bisa masuk Peparnas, namun hal itu dinilai cukup membanggakan. Sebab, jumlah atlet yang masuk Peparnas kali ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

“Keberhasilan atlet difabel dari sini masuk Peparnas saya nilai sudah istimewa. Untuk itu, kami akan berupaya memberikan dukungan pada mereka biar nantinya bisa mengukir prestasi,” katanya.

Saat pelaksanaan Pekan Paralympic Kabupaten (Peparkab) akhir September kemarin, empat atlet yang masuk Peparnas sempat hadir. Yakni, Sutrisno, Supriyono, Gunari, dan Edi Nuryanto.

Dua di antaranya, yakni Supriyono dan Edi bahkan sempat ikut pertandingan Peparkab. Sedangkan Sutrisno dan Gunari tidak ikut bertanding karena cabornya tidak dipertandingkan dalam Peparkab yang dilangsungkan di GOR dan Stadion Krida Bhakti tersebut.

“Atlet yang masuk Peparnas ini memang kita undang untuk hadir dalam Peparkab. Tujuan utamanya adalah biar kenal dan memberikan memotivasi bagi atlit lainnya. Untuk Siti Mahmudah memang tidak bisa hadir karena baru saja datang dari Brasil,” imbuhnya.

Karsono menambahkan, saat ini lima atlet yang masuk Peparnas sudah berada di Solo. Yakni, untuk mengikuti pemusatan latihan dengan atlet lainnya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Grobogan Sunar berharap agar para atlet yang jadi duta Jateng dalam Peparnas nanti bisa mengukir prestasi. Melihat kemampuan yang dimiliki saat ini, kans untuk meraih medali dinilai cukup terbuka.

“Kita doakan saja mereka bisa meraih prestasi di Jabar. Rencananya, saya dan beberapa pengurus NPC akan berangkat ke Bandung untuk memberikan semangat,” katanya.

Editor : Kholistiono

10 Medali Berhasil Dibawa Pulang Atlet Grobogan dari Ajang PON Jabar

Para atlet Grobogan yang tampil memperkuat kontingen Jateng dalam PON 2016 berfoto bareng Bupati Sri Sumarni saat acara pelepasan di Pendapa Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para atlet Grobogan yang tampil memperkuat kontingen Jateng dalam PON 2016 berfoto bareng Bupati Sri Sumarni saat acara pelepasan di Pendapa Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keikutsertaan atlet Grobogan dalam kancah PON 2016 di Jawa Barat yang berakhir dua hari lalu boleh dibilang cukup menggembirakan. Salam event olahraga nasional empat tahunan tersebut, ada 10 medali yang diraih atlet Grobogan. Terdiri dari 2 emas, 2 perak dan 6 perunggu.

Dua medali emas diraih pesilat andalan Sri Rahayu dan Sumarno dari cabor billiard. Kemudian, dua perak disumbangkan Aries Susanti Rahayu dari cabor panjat tebing dan lifter Affuwun Afwa.

Sedangkan enam medali perunggu disumbangkan atlet dari beberapa cabor. Yakni, Jumain (gulat), Garuda Mahameru, Ayu Kurniawati, dan Desi Susanti (karate), Bayu Peni Hendraswati (wushu) dan Ahmad Mustagfirin (renang).

Dalam ajang PON tersebut, ada 16 atlet dari Grobogan yang jadi bagian kontingen Jawa Tengah. Namun, dari 16 atlet itu hanya 10 orang lainnya yang bisa dapat medali.

Sementara enam lainnya, yakni Senia Agustina, Caesar Robin, Arizki Dwi Saputra (karate), Widiyanto (pencak silat) Ragil Satrio Pambudi (voli indoor), dan Sigit Budi Prasetyo (senam), belum berhasil meraih prestasi.

Selain atlet, ada tiga orang pelatih PON yang berasal dari Grobogan. Yakni, Dyah Puspitasari (karate), Moh Solekul Hadi (pencak silat), dan Tubagus Herlambang (senam).

“Hasil yang diraih atlet kita dalam PON Jabar, saya nilai sudah istimewa. Soalnya, dari 16 atlet yang ikut, ada 10 orang yang meraih medali. Bahkan, ada yang dapat emas juga. Ini suatu hal yang sangat luar biasa,” kata Kabid Olahraga Disporabudpar Grobogan Karsono.

Menurutnya, dari informasi yang didapat, perjuangan untuk meraih medali di PON memang cukup ketat. Sebab, di beberapa cabor yang diikuti atlet Grobogan ada pesaing atlet pelatnas dan mantan duta olimpiade Brasil lalu.

“Jadi perjuangan anak-anak untuk dapat medali di PON memang sangat berat. Oleh sebab itu, saya merasa salut karena mereka bisa berjuang keras untuk meraih medali,” katanya.

Editor : Kholistiono

Atlet Grobogan Dulang 7 Medali pada Ajang Kejurda Atletik Jateng 2016

Atlet tolak peluru Irfan Toni Saputra saat berlaga di Kejurda Atletik Jateng 2016. Toni berhasil meraih emas untuk kelompok umur 1997-1999. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Atlet tolak peluru Irfan Toni Saputra saat berlaga di Kejurda Atletik Jateng 2016. Toni berhasil meraih emas untuk kelompok umur 1997-1999. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Cabang olahraga atletik tampaknya bakal jadi salah satu andalan Grobogan untuk jangka panjang. Hal ini seiring makin banyaknya prestasi yang didapat atlet Grobogan dalam cabang atletik tersebut.

Prestasi terbaru, adalah keberhasilan meraih tujuh medali dalam ajang Kejurda Atletik Jateng 2016 akhir pekan lalu. Dalam event yang dilangsungkan di komplek Stadion Bahurekso Kendal tersebut, kontingen Grobogan mampu meraih tujuh medali. Terdiri 2 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

“Dua emas ini diraih oleh Irfan Toni Saputra di nomor tolak peluru kelompok umur 1997-1999. Sedangkan satu emas lagi disumbangkan Riki Utama di nomor lompat jauh kelompok umur 2003-2005. Untuk peraih medali perak dan perunggu, saya lupa nama-namanya,” kata Ketua PASI Grobogan Eko Priyono.

Menurut Eko, prestasi yang diraih dalam kejurda tersebut dirasa mengejutkan. Sebab, pihaknya tidak memasang target muluk-muluk. Soalnya, persaingan dalam kejurda itu dinilai cukup ketat karena semua kabupaten/kota juga mengirimkan atlet terbaiknya.

“Dalam kejurda tersebut kita hanya mengirimkan 15 atlet. Alhamdulillah, bisa dapat tujuh medali. Hasil ini di luar prediksi,” kata Eko yang juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar Grobogan itu.

Eko menyatakan, melihat hasil yang didapat atletnya dalam dua tahun terakhir, memang cukup menjanjikan. Banyak medali yang diraih dalam kejuaraan daerah maupun nasional.

Menurutnya, jika pembinaan dan pelatihan terhadap atlet itu dilakukan maksimal, maka dalam jangka panjang akan lebih banyak lagi prestasi yang dicapai. Meski demikian, ada satu kendala yang mesti harus dicarikan solusi untuk mendukung prestasi. “Kendala kita adalah soal sarana dan prasarana latihan yang belum memadai. Kalau masalah pelatih, sudah cukup mumpuni,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Keren, Santri Ponpes Alhidayah Grobogan Raih 2 Medali Emas di Ajang Pospeda Jateng

Suminto (kanan) dan pelatihnya memamerkan dua medali emas yang didapat dalam ajang Pospeda Jateng yang digelar 23-25 Agustus di Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suminto (kanan) dan pelatihnya memamerkan dua medali emas yang didapat dalam ajang Pospeda Jateng yang digelar 23-25 Agustus di Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih Suminto, santri Pondok Pesantren Al Hidayah Karangrayung yang menjadi duta dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) Jawa Tengah.

Dalam ajang yang digelar 23-25 Agustus di Semarang itu, Suminto mampu mendulang dua medali emas. Dua keping emas itu didapat dari cabang atletik. Masing-masing, nomor lari 100 meter dan lompat jauh.

“Prestasi yang diraih Suminto ini memang cukup mengejutkan. Soalnya, dia bisa dapat dua medali emas,” kata Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar Grobogan Eko Priyono.

Menurut Eko, dalam ajang Pospeda tersebut, pihaknya mengirimkan lima santri. Selain Suminto, ada nama Ikhsanudin dan Yunitasari yang juga berlaga di cabang atletik. Dua nama lainnya Widodo dan Imel Permata Sari berlaga di cabang tenis meja.

Di samping Suminto, ada satu lagi yang meraih medali. Yakni, Imel yang dapat perunggu di nomor tenis meja tunggal putri.Secara keseluruhan, kontingen Grobogan mampu meraih tiga medali dalam ajang tersebut. Yakni, dua emas dan satu perunggu. Torehan tiga medali ini menempatkan posisi Grobogan di peringkat lima.

“Dalam ajang tersebut, kontingen kita boleh dibilang cukup sedikit, dibandingkan daerah lain. Namun, dengan lima atlet kita bisa dapat tiga medali dan menempati peringkat lima. Dibandingkan tahun sebelumnya, prestasi kali ini jauh lebih baik,” imbuh Eko.

Editor : Kholistiono

3 Atlet Atletik Grobogan Berpeluang Lolos Kejurnas 2016

Ketua PASI Grobogan Eko Priyono bersama atletnya Tri Handoko dan Liviana Rizki dalam kejurnas di Unnes Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua PASI Grobogan Eko Priyono bersama atletnya Tri Handoko dan Liviana Rizki dalam kejurnas di Unnes Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tiga atlet Grobogan memiliki kesempatan untuk tampil dalam ajang Kejurnas Atletik 2016 yang akan dilangsungkan di Bogor, Maret mendatang.

Yakni, Liviana Rizki (lari 100 meter), Irfan Toni Saputra (tolak peluru), dan Tri Handoko (lompat jauh). Hal ini menyusul keberhasilan ketiganya menyabet medali emas dalam Kejurda Atletik Jateng 2016 yang dilangsungkan Minggu (14/2/2016) lalu di Kampus Unnes Semarang. Selain itu, atlett yunior Winda Utami berhasil meraih peringkat III nomor tolak peluru.

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Grobogan Eko Priyono menyatakan, keberhasilan meraih prestasi memang menjadikan peluang ketiga anak asuhnya lolos kejurnas cukup terbuka.
Namun, ada satu kendala yang dicapai dalam kejurda lalu. Yaitu, capaian waktu dan jarak yang didapat ketiga atlet itu belum mencapai batas yang ditentukan untuk bisa lolos kejurnas.

“Selain jadi juara, syarat lain untuk bisa lolos kejurnas adalah mencapai batas waktu atau jarak yang ditetapkan panitia. Meski demikian, saya tetap optimistis ketiganya bisa lolos dengan adanya dispensasi penurunan limit. Soalnya, limit itu saya nilai terlalu tinggi dan atlet -atlet sulit mencapai limit tersebut,” jelas Eko yang juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar itu.
Menurut Eko, dalam kejurda lalu sebanyak 12 atlet yang akan dikirim dalam kejurda terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Mereka ini masih dalam kelompok yunior dan remaja.

Enam atlet pria terdiri dari Ardyon Setiawan, Irfan Toni Saputra, Tri Handoko, Andika Yogotama, Rohmad dan Riky Utomo. Kemudian di bagian putri adalah Liviana Rizki, Susan, Winda Utami, Silviana, Diah Arum Indriyani, dan Nadhiatur Rohmah.

Kontingen Grobogan didampingi dua pelatih, yakni, pelatih lokal Suwito dan pelatih asal Salatiga Widodo.

Editor : Akrom Hazami

12 Atlet Grobogan Bakal Ambil Bagian di Kejurda Atletik Jateng 2016

Ketua PASI Grobogan Eko Priyono (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua PASI Grobogan Eko Priyono (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 12 atlet asal Grobogan bakal ambil bagian dalam Kejurda Atletik Jateng 2016 yang akan dilangsungkan Minggu (14/2/2016) di Kampus Unnes Semarang.

Kejuaraan ini merupakan bagian dari ajang seleksi untuk mengikuti Kejurnas Atletik 2016 yang bakal digelar di Solo bulan Maret mendatang.

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Grobogan Eko Priyono menyatakan, sebanyak 12 atlet yang akan dikirim dalam kejurda terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Mereka ini masih dalam kelompok junior dan remaja.

Enam atlet pria terdiri dari Ardyon Setiawan, Irfan Toni Saputra, Tri Handoko, Andika Yogotama, Rohmad dan Riky Utomo. Kemudian, di bagian putri adalah Liviana Rizki, Susan, Winda Utami, Silviana, Diah Arum Indriyani, dan Nadhiatur Rohmah.

Kontingen Grobogan, nanti akan didampingi dua pelatih. Yakni, pelatih lokal Suwito dan pelatih asal Salatiga Widodo.

“Dari 12 atlet ini, ada dua orang yang kita andalkan bisa lolos dalam kejurnas. Yakni, Liviana Rizki dan Irfan Toni Saputra,” ungkap Eko yang juga menjabat sebagai Kasi Pembinaan Olahraga Disporabudpar itu.

Menurutnya, dalam ajang Popnas tahun lalu, Liviana berhasil meraih juara pertama dalam nomor lari estafet 400 meter. Sementara Irfan, adalah juara I dalam kejurda tahun lalu di nomor tolak peluru.

Editor : Kholistiono

Yap, Prestasi Atlet Grobogan Patut Diacungi Jempol, KONI Jateng Saja Sampai Terkagum-kagum

Ketua KONI Jateng Hartono memberikan sambutan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua KONI Jateng Hartono memberikan sambutan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Beragam prestasi yang dicapai atlet  Grobogan dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, potensi atlet  beprestasi dari Grobogan itu juga menjadi aset berharga di level Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Ketua KONI Jawa Tengah Hartono saat menjadi Pembina upacara HUT KONI yang dilangsungkan di GOR Simpang Lima Purwodadi, Minggu (22/11).

“Selama ini sudah banyak atlet  dari Grobogan yang punya prestasi hebat hingga level nasional bahkan internasional. Seperti dari cabor karate, pencak silat, angkat besi, dan bola voli dan masih ada yang lainnya,” katanya.

Selain Hartono sejumlah pengurus teras KONI Jateng juga hadir dalam acara tersebut. Terlihat pula dalam kesempatan itu, Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo, dan Ketua KONI Grobogan Sutomo HP dan para pengurusnya. Upacara HUT KONI juga diikuti pengurus olahraga tingkat kecamatan serta atlet  dari beragam cabang olahraga.

Menurut Hartono, beragam prestasi yang sudah diraih harus terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mendorong Pemkab Grobogan untuk membuat sebuah gedung sport center yang lebih representatif. Dengan adanya fasilitas ini maka sarana untuk latihan bisa lebih fokus dan terjamin sehingga berimbas dengan meningkatnya prestasi atlet .

“Dari informasi yang saya terima keberadaan GOR ini sudah dibangun cukup lama. Saya rasa di Grobogan sudah waktunya punya sport center,” kata Hartono yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta upacara. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)