Peserta Diklat PIM III Diharapkan Jadi Agen Perubahan

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 32 ASN (Aparatur Sipil Negara) mengikuti pembukaan Diklat PIM (Kepemimpinan) III Angkatan III di Lantai IV Gedung Setda Kabupaten Kudus, Jumat (16/3/2018). Sudjatmiko Penjabat Sekda yang hadir mewakili Bupati berharap peserta diklat menjadi lebih berdedikasi dan inovatif, sehingga mampu tampil sebagai agen perubahan.

Sudjatmiko menjelaskan, diklat tersebut merupakan bagian dari siklus pembinaan karir dan peningkatan daya saing profesionalitas sumber daya aparatur. Pelatihan diklat ini mengharapkan pesertanya untuk menyadari jabatan adalah manifestasi dari pemberian otoritas dan kepercayaan.

”Saya harap, peserta akan mampu meningkatkan kapasitasnya, sehingga bisa memberi solusi di masing-masing OPD,” ucapnya.

Diklat Kepemimpinan III yakni diklat yang ditujukan bagi ASN yang sudah atau akan mengisi jabatan administrator. Diklat yang dimulai pada 20 Maret ini adalah hasil kerjasama BPSDMD Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Nantinya, diklat yang dilaksanakan selama 99 hari ini, dilakukan dengan sistem in class dan out class. Tak hanya diskusi yang berlangsung di Balai diklat Sonya Warih desa Menawan, diklat juga mengharuskan praktik langsung di OPD masing-masing. Materi diklat mengenai penguasaan diri, agen diagnosa kebutuhan, inovasi, agenda tim efektif, dan agenda proyek perubahan.

Editor: Supriyadi

Sejumlah Pejabat UPTD di Pemprov Jateng Terancam Dinonjobkan

Ilustrasi aparatur sipil negara (ASN) tengah mengikuti upacara. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal melakukan penataan ulang terhadap unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan cabang dinas di lingkungan Pemprov Jateng. Dampak dari penataan ulang ini nantinya aka nada UPTD yang dihapus atau digabung dengan unit lain.

Dampak lainnya, jika ada UPTD atau cabang dinas yang dihapus, maka pejabat eselon III dan IV yang memimpin lembaga itu bisa dinonjobkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sri Puryono mengatakan, penataan ulang ini dilakukan menyusul terbitnya Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 tentang pedoman pembentukan dan klasifikasi cabang dinas dan UPTD, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016.

Ini dikatakan Sri Puryono saat membuka Pembahasan Kajian Penataan UPTD dan Cabang Dinas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Tim Kemendagri di Hotel Sala View Surakarta, Kamis (12/10) malam.

Menurut dia, dengan adanya penataan ulang tersebut dimungkinkan akan terjadi penghapusan, penggabungan atau bahkan perubahan nomenklatur UPTD di Pemprov Jawa Tengah. 

“Saya minta ini betul-betul dicerna karena dampak dari itu. Kalau tambah sih tidak ada soal, tapi kalau kurang, nanti juga akan ada (pejabat) eselon III dan eselon IV yang berkurang. Walaupun peraturan sebelumnya akibat adanya penataan organisasi boleh dinonjobkan, tapi alangkah baiknya jika itu tidak dilakukan,” katanya.

Oleh karenanya, dalam pembahasan bersama tim Kemendagri, para pimpinan perangkat daerah diminta memaparkan data dan fakta-fakta secara riil, tentang pelaksanaan tugas dan fungsi setiap UPTD di bawahnya.

Sehingga Kemendagri dapat memberikan rekomendasi dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap kelembagaan UPTD yang sudah ada ataupun yang baru dibentuk.

Di jajaran Pemprov Jateng saat ini memiliki 48 perangkat daerah. Yakni, sekretariat daerah (setda) dengan delapan biro, Sekretariat DPRD, Inspektorat, delapan badan termasuk BPBD dan Badan Kesbangpol, 23 dinas, dan tujuh RSUD. Dari 48 perangkat daerah tersebut dibentuk sebanyak 196 UPTD terdiri dari 42 UPTD badan dan 154 UPTD dinas, serta 598 satuan pendidikan (SMA/SMK/SLB).

Editor : Ali Muntoha

ASN Rembang Santuni Ribuan Anak Yatim

Bupati dan Wakil Bupati Rembang menggendong anak seusai memberikan santuanan kepada anak yatim di Alun-alun Rembang, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 2.080 anak yatim mendapatkan santunan yang berasal dari penggalangan dana dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Rembang. Santunan tersebut diberikan di Alun-alun Rembang, Kamis (27/7/2017).

Dalam acara santuanan tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyerahkan secara simbolis kepada 14 anak yatim.

Bupati dalam kesempatan itu mengungkapkan, bahwa santunan tersebut berasal dari ASN di lingkungan Pemkab Rembang. Dengan santunan tersebut, bupati mendoakan agar berkah bagi Kabupaten Rembang.

“Ini semua dari pegawai negeri , semoga semuanya menjadi berkah dan Rembang menjadi wilayah Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur atau negeri yang subur dan makmur, adil dan aman,” ungkapnya.

Total jumlah dana yang terkumpul sebanyak Rp 416 juta. Tiap anak mendapatkan Rp 200 ribu.

Muhammad Sidik, Kepala TPQ  At – Taqwa Desa Jukung, Kecamatan Bulu, sangat mengapresiasi, karena ASN telah peduli dengan anak- anak yatim. Harapannya, setiap tahun kegiatan semacam itu bisa terus ada.

“Saya secara pribadi dan mewakili TPQ mengucapkan terima kasih kepada PNS yang telah mempedulikan anak- anak yatim piatu. Harapannya bisa rutin,” tandasnya. 

Editor : Kholistiono