Ketoprak Kancil Arum Joyo Pati Ramaikan Sedekah Bumi Sidorekso Kaliwungu Kudus

Suasana kegiatan kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017). (Pemdes Sidorekso)

MuriaNewsCom, Kudus – Karang Taruna Bahurekso, Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, akan menggelar kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017) mulai siang ini hingga malam hari.

Ketua Karang Taruna Bahurekso, Desa Sidorekso Siswanto, mengatakan kegiatan Apitan adalah rutin tiap tahun. Tujuannya untuk melestarikan budaya  yang sudah ada di desa ini. “Tujuannya meneruskan kebudayaan. Nguri-uri kebudayaan,” kata Siswanto kepada MuriaNewsCom, Sabtu siang.

Pada Sabtu siang ini, acara dimulai yakni perhelatan seni ketoprak. Yaitu mulai sekitar pukul 13.00 WIB-17.00 WIB. Kemudian, malam harinya kegiatan akan dilanjutkan kembali.

Suasana kegiatan kegiatan Sedekah Bumi/Apitan bertajuk Sidorekso Mantu, di lapangan SDN 1 Sidorekso, Sabtu (5/8/2017). (Pemdes Sidorekso)

 

Pantauannya di lokasi siang ini, kemeriahan sudah tampak. Warga telah berbondong-bondong ke lokasi. Sementara para penjual juga telah berjajar sesak di tepi jalan.

Editor : Akrom Hazami

Serunya Berebut Gunungan pada Acara Apitan

Warga saat berebut gunungan hasil panen pada acara Apitan di Desa Sumberjatipohon (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga saat berebut gunungan hasil panen pada acara Apitan di Desa Sumberjatipohon (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Prosesi perayaan Apitan yang dilangsungkan warga Desa Sumberjatipohon, Grobogan hari ini berlangsung meriah. Ribuan warga setempat sejak pagi sudah hadir di lapangan olah raga yang menjadi pusat acara.

Perayaan tradisi tahunan itu diramaikan dengan prosesi arak-arakan gunungan yang dibikin dari bermacam sayur dan buah-buahan. Usai arak-arakan, gunungan dari hasil bumi itu langsung ludes diserbut ratusan warga.

Begitu mendapat bagian dari gunungan, sebagian warga langsung memakannya di tempat. Sementara banyak pula yang menyisihkan buah atau sayuran untuk keluarganya di rumah.

“Setiap tahun, pelaksanaan tradisi Apitan di sini memang ramai sekali. Banyak warga yang merantau menyempatkan pulang untuk melihat acara ini,” kata Kepala Desa Sumberjatipohon Eni Endarwati.

Menurutnya, pelaksanaan Apitan tahun-tahun sebelumnya dilakukan di tiap-tiap dusun. Namun, mulai tahun ini dilaksanakan bersamaan agar terlihat semarak dan meriah. Untuk menambah ramai, pihak panitia mengadakan pagelaran seni tayub sebagai hiburan buat warga sekaligus melestarikan salah satu kesenian asli Grobogan.

Eni menambahkan, pada musim kemarau ini, dia merasa bersyukur karena desanya tidak dilanda bencana kekeringan. Sebab, salah satu sumber mata air yang terletak di kawasan hutan KPH Purwodadi di petak 105, RPH Ngrijo, BKPH Jatipohon masih mengeluarkan air seperti biasa, sehingga bisa memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)