Pembenahan Atap Blok B dan C Pasar Kliwon Dianggar Rp 4,5 M

 

Pasar Kliwon masih menjadi primadona warga untuk melakukan transaksi jual beli. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menilai pembenahan Pasar Kliwon tak hanya sebatas penataan instalasi listrik saja, namun juga tentang atap pasar yang membutuhkan pembenahan.

Untuk itu, Pemkab Kudus menganggarkan biaya sebesar Rp 4,5 miliar untuk pembenahan atap.

Kasi Sarpras Pasar pada Dinas Perdagangan kabupaten Kudus Harys mengatakan, pembenahan atap yang disiapkan dalam jumlah besar itu bukan dialokasikan untuk seluruh atap Pasar Kliwon. Namun hanya pada blok B dan Blok C.

”Dana tersebut merupakan pagu anggaran. Dan saat ini baru tahap lelang pengerjaan proyek,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia menyebutkan, atap pasar Kliwon blok B dan C nantinya akan diganti dengan bahan yang lebih apik. Jika sebelumnya kondisi atapnya hanya menggunakan jenis esbes saja, maka setelah diganti akan menjadi bahan galvalum.

Menurutnya, keputusan untuk mengganti atap pasar lantaran kondisi yang sudah rusak dan menghawatirkan. Jika tak kunjung diganti dengan atap yang baru, ia khawatir atap bakal roboh dan menganggu aktivitas jual beli di Pasar Kliwon.

“Pada saat penggantian atap nanti, tidak akan menganggu aktivitas pasar dan pedagang. Selain itu, pengerjaan juga dilakukan tahun ini, dan harus diselesaikan tahun ini juga,” ucapnya.

Baca Juga : Wuih, Betapa Semrawutnya Intalasi Listrik di Pasar Kliwon Kudus

Editor: Supriyadi

DPRD Kudus Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kabupaten Kudus menggelar Rapat Paripurna Laporan Komisi-komisi dilanjutkan penandatanganan keputusan DPRD Kabupaten Kudus, Selasa (11/7/2017). Rapat siang tadi juga mengagendakan persetujuan bersama Bupati Kudus dan DPRD Kabupaten Kudus terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM . Hadir pada kesempatan itu Bupati Kudus, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Unsur Forkopinda, Sekretaris Daerah dan para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, Sekretaris DPRD Kabupaten Kudus, Pimpinan SKPD, Perusahaan Daerah, Kades dan Lurah se Kabupaten Kudus.

DPRD Kabupaten Kudus menerima dan menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran2016 pada rapat paripurna tanggal 11 Juli 2017. Dalam laporan komisi-komisi, Komisi A menyampaikan mengapresiasi pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016 yang memperoleh WTP dari BPK. ”Namun Komisi A menilai hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya temuan yang harus ditindaklanjuti,” kata Mardijanto, Ketua Komisi A DPRD Kudus.

 Sekretaris Komisi B Aris Suliyono menyampaikan, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus. Di antaranya eksploitasi air Pegunungan Muria, penegakan Perda No. 10/2015 tentang hiburan malam dan tingginya tarif PDAM.

Komisi C yang disampaikan Ketua Ahmad Yusuf Roni memberikan saran untuk optimalisasi PAD dari sektor retribusi parkir. ”Komisi C juga memberikan perhatian khusus pada persoalan lingkungan, penerangan jalan raya dan normalisasi sungai,” ucap Yusuf Roni.

Sementara itu, Komisi D menekankan alokasi anggaran pendidikan dan bidang kesehatan. ”Komisi D sangat apresiatif kepada RSUD Dr. Loekmono Hadi yang sukses memporoleh penghargaan dalam bidang layanan kesehatan,” tandas Agus Imakudin, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa dalam sambutannya menegaskan, pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2016 memperoleh WTP dari BPK dan mendorong semua jajarannya terus meningkatkan kinerja agar pelaksanaan APBD Tahun Angaran 2017 dapat lebih baik lagi. (NAP)

 

Editor : Supriyadi