Perbaikan Trotoar Rusak di Kawasan Kota Purwodadi Dianggarkan Rp 8,5 Miliar

MuriaNewsCom, Grobogan – Perbaikan ruas trotoar di kawasan kota Purwodadi akan dilakukan pada tahun ini. Untuk perbaikan trotoar rusak sudah dialokasikan dana sekitar Rp 8,5 miliar.

“Tidak lama lagi, akan kita lakukan revitalisasi trotoar. Terutama di sepanjang jalan R Suprapto,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono.

Revitalisasi trotoar disiapkan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) senilai Rp 8 ,5 miliar. Nantinya, trotoar jalan R Soeprapto tak lagi menggunakan paving tetapi diganti batu alam.

“DED revitalisasi trotoar sudah ada. Rencananya, paving akan diganti dengan batu alam supaya terlihat bersih dan rapi,’’ katanya.

Menurutnya, saat ini Banprov memang belum turun ke dalam APBD Kabupaten Grobogan. Informasinya, banprov akan turun dalam waktu dekat.

“Begitu Banprov turun, akan segera kita lelangkan pekerjaannya. Kalau proses lelangnya lancar, pekerjaan fisik bisa dimulai April mendatang,” sambungnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi trotoar di sepanjang jalan R Soeprapto sudah mulai rusak dan cukup mengganggu para pejalan kaki. Sejumlah warga berharap, kondisi trotoar segera diperbaiki agar nyaman digunakan pejalan dan menambah estetika Kota Purwodadi.

Editor : Supriyadi

Penetapan APBD Grobogan Tahun Anggaran 2017 Berjalan Mulus

Bupati Grobogan Sri Suarni melakukan penandatanganan naskah persetujuan APBD 2017 disaksikan Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Selasa 913/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Suarni melakukan penandatanganan naskah persetujuan APBD 2017 disaksikan Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, Selasa 913/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Target untuk bisa menyelesaikan pembahasan APBD 2017 sebelum akhir mendatang berhasil terpenuhi. Ini menyusul disetujuinya RAPBD 2017 untuk ditetapkan menjadi ABPD dalam Sidang Paripurna DPRD Grobogan yang digelar Selasa (13/12/2016). 

Dalam sidang yang tersebut, semua fraksi membubuhkan persetujuan APBD 2017. Selanjutnya, persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan naskah persetujuan APBD 2017 yang dilakukan Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, APBD yang telah disepakati dengan DPRD itu selanjutnya akan disampaikan pada Gubernur Jawa Tengah paling lambat tiga hari kerja setelah kesepakatan. Kemudian, APBD 2017 itu akan dievaluasi gubernur agar tercipta keserasian antara kebijakan daerah dan nasional. 

Paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya APBD tersebut, gubernur akan menyampaikan hasil evaluasi. Setelah itu, bupati bersama DPRD melakukan penyempurnaan paling lama tujuh hari setelah diterimanya hasil evaluasi gubernur mengenai APBD 2017 tersebut. 

“Setelah dilakukan penyempurnaan, nantinya APBD itu ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kita perkirakan, paling lambat minggu terakhir bulan Desember ini sudah dilakukan penyempurnaan,” katanya.

Dalam APBD 2017 tersebut, total dana pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun lebih. Semendatara total dana belanja yang tertuang dalam APBD 2017 sebanyak Rp 2,4 triliun lebih. 

Dalam APBD 2017 tidak terdapat defisit anggaran. Sebab, posisi defisit anggaran yang sempat muncul sebesar Rp 229 miliar bisa ditutup melalui pembiayaan daerah.

Editor : Kholistiono

7 Kegiatan Bakal jadi Prioritas Pemkab Grobogan di 2017, Ini Bocorannya

Anggota Badan Anggaran DPRD Grobogan sedang melakukan pembahasan rancangan KUA-PPAS di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (8/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Badan Anggaran DPRD Grobogan sedang melakukan pembahasan rancangan KUA-PPAS di Ruang Rapat Paripurna, Selasa (8/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sedikitnya ada tujuh kegiatan yang jadi prioritas Pemkab Grobogan tahun 2017 mendatang. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2017 yang dilangsungkan di ruang rapat paripurna DPRD Grobogan, Selasa (8/11/2016).

Saat menyampaikan kata pengantar, Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto menyebutkan, alokasi belanja langsung pada KUA-PPAS untuk tahun anggaran 2017 direncanakan sebesar Rp 1 triliun lebih. Besarnya alokasi pada pos ini naik sekitar 18,37 persen dibandingkan penetapan APBD tahun 2016 yang berkisar Rp 883 miliar lebih.

Dalam pos belanja langsung itu, ada beberapa kegiatan yang jadi skala prioritas. Antara lain, pembangunan jalan dan jembatan milik kabupaten, dan pembangunan jalan antardesa.

Kemudian, penataan wajah Kota Purwodadi, penataan dan pemanfaatan tanah milik PT KAI di bekas Stasiun Purwodadi untuk kawasan ekonomi kerakyatan. Prioritas berikutnya adalah perintisan pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah barat dan timur.

“Prioritas selanjutnya adalah pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Satu lagi, adalah pemberian bantuan sosial bagi warga miskin yang meninggal dunia,” kata Sugiyanto.

Secara global, dalam KUA-PPAS itu diketahui untuk pos pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,2 triliun lebih atau naik 0,46 persen dibandingkan penetapan APBD 2016. Kemudian, untuk pos belanja daerah dialokasikan Rp 2,4 triliun atau naik 7,67 persen dari penetapan APBD 2016. Sedangkan pos pembiayaan direncanakan sebesar Rp 249 miliar lebih.

Pembahasan rancangan KUA-PPAS bersama badan anggaran dipimpin Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo. Dijadwalkan, pembahasan yang dilakukan siang dan malah hari itu akan selesai hingga Kamis lusa.

Editor : Kholistiono

Mulus, Penetapan APBD Grobogan Tahun Anggaran 2016

penetapan-APBD

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono melakukan penandatanganan naskah persetujuan APBD 2016 disaksikan Plt Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Target untuk bisa menyelesaikan pembahasan APBD 2016 sebelum pelaksanaan Pilkada 9 Desember  di Grobogan berhasil terpenuhi. Ini menyusul disetujuinya rancangan APBD 2016 untuk ditetapkan menjadi ABPD dalam sidang paripurna DPRD Grobogan yang digelar Rabu malam (25/11).

Dalam sidang yang dimulai pukul 21.00 WIB itu semua fraksi membubuhkan persetujuan APBD 2016. Selanjutnya, persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan naskah persetujuan APBD 2016 yang dilakukan Plt Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo dan Bupati Grobogan Bambang Pudjiono.

Bambang mengatakan, APBD yang telah disepakati dengan DPRD itu selanjutnya akan disampaikan pada Gubernur Jawa Tengah paling lambat tiga hari kerja setelah kesepakatan. Kemudian, APBD 2016 itu akan dievaluasi Gubernur agar tercipta keserasian antara kebijakan daerah dan nasional

Paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya APBD tersebut, Gubernur akan menyampaikan hasil evaluasi. Setelah itu, bupati bersama DPRD melakukan penyempurnaan paling lama tujuh hari setelah diterimanya hasil evaluasi gubernur mengenai APBD 2016 tersebut.

“Setelah dilakukan penyempurnaan, nantinya APBD itu ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kita perkirakan, paling lambat minggu ketiga bulan Desember nanti sudah dilakukan penyempurnaan,” katanya.

Dalam APBD 2016 tersebut, total dana pendapatan sebesar Rp 2,20 triliun lebih. Sementara total dana belanja yang tertuang dalam APBD 2016 sebanyak Rp 2,23 triliun lebih.

Dalam APBD 2016 tidak terdapat defisit anggaran. Sebab, posisi defisit anggaran yang sempat muncul sebesar Rp 24 miliar bisa ditutup melalui pembiayaan daerah. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)