Pemimpin di Indonesia Harus Muslim? Ini Penjelasan KH Anwar Zahid

KH Anwar Zaid saat mengisi pengajian dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group di Masjid Taqwa, Desa Gondosari, Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid menjawab tentang banyaknya pihak yang menganggap seorang pemimpin di negara ini harus beragama Islam. Padahal Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan agama yang berbeda-beda.

Kiai terkenal dari Bojonegoro ini menyebut, apa agama yang dianut pemimpin di Indonesia bukan hal utama. Yang lebih utama menurut dia, yakni caranya memimpin serta akhlaknya.

Ini dikatakan KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Gebog, Kudus, dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017).

“Pemerintah itu tak harus berstempel Islam. Ini harus saya sampaikan, karena ada kelompok yang memanfaatkan hal ini dengan memanfaatkan agama,” katanya saat mengisi pengajian.

Menurut dia, ”stempel” Islam pada seorang pemimpin pun tak menjamin ia akan memimpin dengan baik. Begitu sebaliknya, pemimpin nonIslam pun justru bisa memimpin dengan baik seperti yang diajarkan Islam.

”Beberapa hal dimungkinkan terjadi. Tentang seorang pemimpin yang  memiliki stempel Islam namun isinya berbeda. Sedang hal lainya berlaku terbalik, dengan memiki stempel nonIslam namun isinya Islam,” ujarnya.

Kenyataan menyebut, sejumlah negara yang dipimpin nonmuslim justru lebih maju. Ia mencontohkan Hongkong, di mana pemimpinnya mampu menjalankan pemerintahan dengan baik.

“Seperti soal kebersihan, itu dilakukan di sana. Sungai sangat bersih, ikan yang kecil sampai terlihat berenang. Sampah tak ada dan air sangat jernih. Kalàu di sini?,” kata dia.

Hal lainya juga terlihat dari moral. Yang mana saat naik kendaraan umum sangat menghormati yang lebih tua.

Sehingga saat ada orang tua yang naik angkutan umum, anak muda berebut membantu naik dan berebut memberikan tempat duduk. Kondisi seperti ini sudah sangat jarang ditemui di Indonesia.

Editor : Ali Muntoha

Begini Penjelasan KH Anwar Zahid Terkait Pentingnya Bersyukur saat Bangun Tidur

KH Anwar Zahid saat menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengatakan, seseorang yang bangun tidur dianjurkan untuk berdoa. Doa tersebut, memiliki arti bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan.

“Waktu baru itu bukan setahun sekali saat tahun baru, tapi setiap hari waktu baru. Maka dari itu, tiap bangun berdoa yang diawali dengan Alhamdulillah. Hafal tidak?” tanya Anwar Zahid saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog.

Menurut dia, Alhamdulillah adalah rasa atau ungkapan syukur kepada Allah SWT. Syukur yang dimaksud, bukanlah karena tidurnya nyenyak atau mimpi yang indah. Melainkan diberikan kesempatan hidup lagi oleh Allah SWT.

“Kalau tidur tak usah di Alhamdulillahi. Nilainya tidur itu tak ada, nilainya nol. Tidur itu tidak mati dan tak hidup,” ujarnya.

Ditambahkan, kalau kesempatan hidup itu tak diberikan kepada semua orang. Banyak yang tak diberikan kesempatan untuk hidup lantaran mati. Dan itu bisa dialami siapapun. Untuk itulah rasa syukur haruslah diucapkan kepada Allah SWT.

“Setelah bersyukur, kita harus membenahi yang sebelumnya tidak baik diganti baik, yang kurang baik diperbaiki. Yang sholatnya lima hari sekali, diganti jadi sehari lima kali. Jadi ditingkatkan dan lebih baik dari kemarin,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

KH Anwar Zahid: Dunia Vs Akhirat, Mana yang Diutamakan?

KH Anwar Zahid menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengatakan, saat ini masyarakat banyak dihadapkan pada pilihan dunia dan juga akhirat. Pada posisi semacam itu, biasanya manusia bingung, dan lebih memilih dunia ketimbang akhirat.

Hal itu disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT Sukun ke-70 Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog.

Dia menyampaikan, kalau banyak orang berlomba-lomba mencari dunia, tak peduli apapun cara yang digunakan.

“Banyak yang cari dunia, harta dalam jumlah yang banyak. Bahkan saat mencari tak melihat caranya benar atau tidak. bukan halal dan manfaat, yang penting menang. Ada yang dengan nyolong, korupsi, manipulasi dan sebagainya,” katanya saat mengisi pengajian

Menurut dia, hal semacam itu sudah banyak dijumpai. Bahkan ketika memiliki cukup banyak uang, manusia kebanyakan melupakan akhirat, yang abadi. Seperti misalnya saat sedang beramal jariyah.

Dia mencontohkan, saat menyumbangkan dana untuk Masjid, pondok pesantren, yatim piatu, pengemis, dan sebagainya pasti lebih memilih memberikan uang yang kecil. Bahkan ada pula yang menghindari agar tak memberikan uang.

“Misal punya uang Rp 100 ribu, ada pertandingan bola Persiku Kudus melawan MU. Saat itu ada sumbangan masjid, pilih mana?,” Tanyanya kepada pengunjung.

Dia menambahkan kalau saat amal itu pasti memilih uang yang kecil, padahal saat memberikan uang dengan nominal yang besar, maka amal ibadah yang diterimanya juga akan besar juga.

“Contoh lainnya, saat ada orang bawa map minta sumbangan Masjid. Berapa yang akan dikasih? Atau malah tak dikasih? Padahal map atau kardus yang dibawa itu adalah tiket surga, yang dibawakan Allah SWT untukmu,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Makna Kain Kafan Menurut KH Anwar Zahid

KH Anwar Zahid menyampaikan tausiyah di hadapan ribuan jemaah, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kain kafan, memiliki makna yang mendalam bagi KH Anwar Zahid. Karena, dia melihat kalau kain kafan merupakan simbol dari bekal kematian tiap orang.

Hal itu disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Dukuh Ngemplak Desa Gondosari, Gebog. Dia menjelaskan makna dari kain kafan yang pasti dibawa saat meninggal.

“Yang pertama, kain kafan itu tak ada yang memiliki saku. Yang artinya, kalau yang dinilai Allah SWT itu, bukankah kekayaan sewaktu di dunia. Tapi manfaat dari kekayaan yang diberikan. Apa kegunaan kekayaannya,” katanya saat mengisi pengajian.

Dia menjelaskan saat sudah meninggal, semuanya dihadapan Allah SWT sama. Baik yang berpangkat maupun tidak. Karena semuanya sama di mata Allah SWT dan juga malaikat-Nya.

Sedang kedua, lanjut dia, dalam kain kafan hanya berwarna putih mulus saja, tak ada yang warna-warni. Yang bermaksud, adalah bukan warna-warni dunia atau penampilan, namun yang dilihat adalah warna-warni amalan yang dibawa hingga mati.

“Tidak ada kain kafan yang warna-warni, apalagi kaya Zebra. Semuanya sama, dengan desainer pak Modin. Bahkan hanya diberikan kapas saja untuk menutup lubang di tubuh,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

KH Anwar Zahid : Hargai Waktu, Jangan Sampai Menyesal

Ribuan jemaah pengajian khusuk mendengarkan tausiyah KH Anwar Zahid. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KH Anwar Zahid mengingatkan ribuan jemaah pengajian supaya bisa menghargai waktu supaya tidak menyesal di kemudian hari. Hal itu, disampaikan saat mengisi pengajian umum dalam HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Gebog.

Kiai yang terkenal akan kelucuannya itu menyampaikan, kalau waktu sangat berharga. Bahkan orang luar bersemboyan kalau waktu adalah uang, dan sebuah hadits menjelaskan kalau waktu itu ibarat sebuah pedang.

“Jika sebuah pedang dapat digunakan dengan baik dan benar, maka dia (pedang) akan sangat bermanfaat bagi pemiliknya. Namun kalau salah penggunaan, maka bisa melukai pemilik, bahkan sampai mampu memenggalnya,” katanya saat berceramah.

Dia menjelaskan, kalau orang bijak mengatakan, orang yang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu dan kesempatan. Siapapun yang bisa memanfaatkan waktu, maka hidupnya akan sukses.

“Termasuk Sukun Grup, diberikan kesuksesan oleh Allah SWT. Karena memang kegigihan ikhtiar maksimalkan, karyawan banyak, bakti sosial, sumbangsih keagamaan. Salah satunya pesantren kami Bojonegoro, tiap ada event, sponsor ya Sukun,” ujarnya.

Bagi dia, kesempatan hanya akan tiba sekali saja. Untuk itu harus dimanfaatkan dengan baik dan jangan sampai menyesal. Jika ada kesempatan lain yang datang, maka itu adalah kesempatan yang baru.

Dia menjelaskan tentang Hadits, yang berbunyi kalau matahari setiap terbit pagi hari selalu berkata, “Wahai kehidupan, aku adalah waktu yang baru, manfaatkan sebaik-baiknya karena aku tak akan kembali sampai kiamat,”

Dia menambahkan, setiap orang saat sudah meninggal pasti akan menyesal. Untuk itu, selagi masih hidup diajak banyak berbuat kebajikan dan amal. “Buktinya apa, kalau orang mati itu dikasih gelu. Yang artinya gelo (kecewa) yang sangat amat. Dan itu jumlahnya tujuh. Makanya orang mati itu pengen hidup lagi dan beribadah,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Merdunya Suara M Budiono saat Baca Ayat Suci Alquran Pukau Ribuan Jemaah Pengajian

Jemaah pengajian terpukau mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dilantunkan M Budiono, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengajian umum dalam rangka HUT ke-70 Sukun Group, Jumat (20/10/2017) malam dibuka dengan bacaaan surat suci Alqur’an. Bacaan dilantunkan M Budiyono, pemenang MTQ Sukun Ramadan lalu.

Pelajar MA NU Nurussalam itu bahkan berhasil menghipnotis ribuan jamaah pengajian. Ditambah lagi bacaan Surat Ar-Rahman 1-27 menambah syahdunya suasana.

Buktinya, saat pembacaan Al-Qur’an, pengunjung pengajian terlihat tenang. Bahkan meski berdesak-desakan, lantaran semakin banyak yang datang pengunjung nampak tenang dan mendengarkan ayat Alqur’an.

Usai pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan bacaan tahlil, yang dipimpin oleh KH Abdul Basyir M. Sebelum tahlil dimulai, beliau mengingatkan kepada pendahulu yang sudah meninggal sebelumnya.

“Seperti pendahulu dari PR Sukun yang banyak manfaat bagi masyarakat,” katanya saat sambutan.

Usai tahlil, dia juga meminta doa dan bacaan alfatihah untuk PR Sukun agar semakin maju, berkah dan bermanfaat. Selain itu, juga didoakan agar selalu aman dan juga selamat.

Selesainya tahlil, acara inti dimulai dengan pengajian umum dalam rangka HUT Sukun ke-70 oleh KH Anwar Zahid.

Editor: Supriyadi

Ribuan Warga Kudus Banjiri Pengajian Anwar Zahid

Para jemaah pengajian KH Anwar Zahid memadati Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Jumat (20/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga membanjiri pengajian umum bersama KH Anwar Zahid di Masjid Taqwa, Dukuh Ngemplak, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Jumat (20/10/2017). Mereka seakan sudah tak sabar untuk mendengarkan tausiyah kiyai yang dikenal dengan jargon ’qulhu ae lek’ tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengajian yang menjadi rangkaian perayaan HUT ke 70 Sukun Group serta peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah ini sesak dengan jemaah.

Mulai dari Halaman Masjid hingga serambi masjid padat dengan jemaah. Bahkan, jalan yang berada di depan Masjid juga dipenuhi warga hingga meluber ke sepanjang jalan.

Rozi (54), pengunjung pengajian mengungkap kalau pengajian seperti ini sangat ditunggu. Apalagi, kiai yang dihadirkan sebagai pembicara dan memberikan mauidohasanah merupakan kiai yang sangat terkenal dan tersohor.

“Kiainya Anwar Zahid itu lucu, jadi tak bosan mendengarkan ceramahnya. Selain itu, saat berceramah juga mudah untuk dipahami,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui di lokasi .

Warga Desa Bacin, Kecamatan Kota itu mengungkap kalau dia datang bersama dengan keluarganya sehabis salat maghrib. Setelah itu, ia bersama anak istri langsung menuju lokasi supaya bisa melihat langsung tausiyah dari kiyai kondang asal Bojonegoro itu.

Diungkapkan kalau tak hanya dia saja yang berasal dari Bacin ke Pengajian malam ini. Namun juga ada tetangganya yang juga hadir dalam pengajian malam ini. Sama halnya fia, tetangganya juga datang habis Maghrib.

Kardi (66) pengunjung lainya juga datang khusus ke pengajian malam ini. Bersama dengan keluarganya, warga Desa Puyoh Kecamatan Dawe itu juga datang tepat habis Maghrib untuk menghadiri pengajian Anwar Zahid.

“Senang kalau ada pengajian, jadi lebih tahu soal agama,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Malam Ini, KH Anwar Zahid Hadir Isi Pengajian HUT Sukun

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus tahun lalu. (PR Sukun)

MuriaNewsCom, Kudus – Kiai fenomenal asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang terkenal dengan jargon “qulhu ae, lek”, KH Anwar Zahid, bakal mengisi dalam pengajian umum, yang digelar Jumat (20/10/2017), malam nanti di Masjid Taqwa Ngemplak, Gondosari, Kecamatan Gebog.

Pengajian yang digelar terbuka untuk umum ini, sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke 70 Sukun Group. Serta peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah.

Kiai Anwar Zahid yang terkenal kocak dalam membawakan tausiyahnya ini, akan hadir mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Tentunya akan banyak sekali berkah kebaikan yang disampaikan sang kiai, untuk kita semua.

Jadi, ora usah kesuwen. Mari sama-sama hadiri pengajian ini, dan “qulhu ae, lek”. (NAK)

Editor: Supriyadi

 

KH Anwar Zahid Bakal Hadir di Pengajian HUT Sukun

KH Anwar Zahid saat mengisi salah satu acara di Jogja. (KR Jogja)

MuriaNewsCom, Kudus – Kiai fenomenal asal Bojonegoro, Jawa Timur, yang terkenal dengan jargon “qulhu ae, lek”, KH Anwar Zahid, bakal hadir dalam pengajian umum, yang digelar Jumat, (20/10/2017), di Masjid Taqwa Ngemplak, Gondosari, Kecamatan Gebog.

Pengajian yang digelar terbuka untuk umum ini, sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke 70 Sukun Group. Serta peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah.

Kiai Anwar Zahid yang terkenal kocak dalam membawakan tausiyahnya ini, akan hadir mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Tentunya akan banyak sekali berkah kebaikan yang disampaikan sang kiai, untuk kita semua.

Jadi, ora usah kesuwen. Mari sama-sama hadiri pengajian ini, dan “qulhu ae, lek”. (NAK)

Editor: Supriyadi

KH Anwar Zahid Ramaikan Peringatan Maulid Nabi

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus. (PR Sukun)

KH Anwar Zahid saat menjadi penceramah di Nganguk Wali, Kota, Kudus. (PR Sukun)

 

KUDUS – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H yang digelar bersama PR Sukun di Masjid Jami’ Nur, Nganguk Wali, semalam (29/12/2015) bersama KH Anwar Zahid mendapat antusias dari masyarakat Kudus dan sekitarnya.

Acara yang bertajuk Malam Cinta Rasul tersebut dihadiri ratusan orang yang memenuhi lokasi acara hingga ruas jalan Tanjung pun ditutup. Tampak hadir pada acara tersebut Kholid, Camat Kota Kudus.

Acara dibuka dengan penampilan Binta Athivata Tabriez, finalis Pildacil asal Kudus yang membawakan puisi religi. Pada kesempatan itu, KH Anwar Zahid mengajak para hadirin untuk selalu mengingat dan juga meneladani Nabi Muhammad SAW.

Di samping itu peringatan Maulid Nabi juga penting untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah SWT.

“Agar kita mengenal Rasul, dari perjalanan hidupnya. Maka perlu mengadakan acara seperti ini. Kalau tidak diadakan acara seperti ini, kapan kita mulai mencintai Nabi. Pepatah menyebutkan, tak kenal maka tak sayang,” ujarnya.

Untuk mendapatkan rahmat dan maghfirah Allah, modalnya adalah ittiba’ kepada Nabi, serta menjalankan perintah Allah SWT dan Rasulullah meski tidak melihat secara langsung apa yang dilakukan oleh Rasulullah tapi tetap melakukan sesuai yang dilakukan oleh Rasulullah.
Karena percaya dari Alquran dan Hadits. Agar cintanya betul-betul menempel, harus didasari dengan rasa cinta kepada Nabi.

“Dengan cinta, yang jauh menjadi dekat, dengan cinta yang berat menjadi ringan, dengan cinta yang murah dan rendah menjadi tinggi,” tutup kiai kondang dari Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut. (AKROM HAZAMI)