39 Rumah Rusak Disapu Angin Kencang di Sragen

Warga sedang melakukan penanganan rumah rusak akibat angin kencang di Kabupaten Sragen. (Humas Polres Sragen)

MuriaNewsCom, Sragen – Hujan deras disertai angin puting beliung terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sragen, petang kemarin. Hingga saat ini, puluhan rumah yang rusak akibat bencana angin ribut tersebut telah dilaporkan dan didata oleh Polsek Sidoharjo Polres Sragen, Jumat (17/11/2017).

Sekitar 39 unit rumah tinggal milik warga di Pedukuhan Tambak, Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, dilaporkan pihak kepolisian rusak parah. “ Rata rata kerusakan terdapat pada genting yang berserakan terbawa angin puting beliung. Kerusakan memang masih dalam katergori ringan, namun ada dua rumah di antaranya yang dilaporkan roboh,” kata Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruno.

Menurut Agus, polisi, selain menyiapkan evakuasi membantu para korban, juga masih melakukan pendataan di pedukuhan lain yang dimungkinkan tertimpa musibah serupa.

Polisi melakukan evakuasi bersama BPBD Kabupaten Sragen. Karena banyak pohon yang tumbang di beberapa pekarangan rumah milik warga, sehingga perlu pemangkasan.

Polisi juga berkoordinasi dengan PMI kabupaten untuk membantu bilamana ada yang terluka. “Namun Alhamdulillah hingga sejauh ini, kita tidak mendapatkan laporan adanya korban jiwa atau ada yang terluka akibat bencana ini, “ lanjutnya.

Dari keterangan warga di lokasi kejadian, awalnya terjadi hujan deras, dan disertai angin kencang. Angin menerbangkan banyak genting dari rumah di Pedukuhan Tambak.

“Kami sudah mengantispasi mencari perlindungan agar genting itu tak menerpa kami. Kejadian memang agak lama, jadi seperti inilah kondisi kampung kami, kami juga berterimakasih kepada pihak aparat serta petugas yang lain atas bantuannya,” ucap salah satu warga.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Identitas 1 Korban Tewas Tertimpa Pohon di Banjarnegara, dan Korban Luka Tambah jadi 6

Salah satu korban tertimpa pohon tumbang di Banjarnegara. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – RSUD Banjarnegara menyatakan, saat ini jumlah korban luka dalam bencana angin kencang, Rabu (8/11/2017) mencapai 7 orang. Sebelumnya korban luka berat dilaporkan 3 orang.

Korban meninggal dunia yakni Riska Wardana (16) warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara. Korban meninggal dan luka terdata di RSUD Banjarnegara. Direktur RSUD Banjarnegara, Hj Anna Lesmanah Agung Budianto, mengatakan, di RSUD terdapat tujuh korban. “Satu di antaranya meninggal dunia,” kata Anna kepada wartawan di RSUD.

Baca1 Tewas, dan 3 Luka Berat Tertimpa Pohon saat Angin Kencang dan Hujan Lebat di Banjarnegara

Dia menerangkan, untuk korban Riska, telah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Dengan lukanya merata hampir di seluruh tubuh.

Dua korban lain yang mengalami luka berat dilarikan ke Rumah Sakit Margono Purwokerto untuk mendapatkan perawatan maksimal. Korban luka ringan bisa menjalani rawat jalan.

Ini korban luka dalam musibah itu :

  1. Badari (80), warga Desa Gemuruh, Bawang, Banjarnegara.
  2. Eko Setiyo (30), warga Desa Kecepit RT 7 RW 3, Punggelan, Banjarnegara.
  3. Andri Prasongko (20), warga Desa Tribuana RT 2 RW 1, Punggelan, Banjarnegara.
  4. Edi Tri Tulisno (25), warga Desa Tribuana, RT 2 RW 1, Punggelan, Banjarnegara. (rawat jalan).
  5. Tomi (16), warga Desa Tribuana, RT 7 RW 1, Punggelan, Banjarnegara.
  6. Eka (28), warga Desa Tribuana, Punggelan, Banjarnegara.

Editor : Akrom Hazami

BacaAngin Kencang Landa Banjarnegara

1 Tewas, dan 3 Luka Berat Tertimpa Pohon saat Angin Kencang dan Hujan Lebat di Banjarnegara

Suasana di salah satu bangunan dekat Alun-alun Banjarnegara saat angin kencang terjadi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan pohon-pohon tumbang di wilayah Banjarnegara. Pohon beringin besar di Alun-Alun Kota Banjarnegara tumbang pada Rabu (8/11/2017) pukul 13.00 WIB.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, menjelaskan, akibat kejadian diketahui ada korban meninggal dunia dan luka berat. “Data sementara korban 1 orang meninggal dunia dan 3 orang luka-luka,” kata Sutopo di rilis persnya.

Kronologis kejadian, sebelumnya hujan deras disertai angin kencang terjadi pada sekitar pukul 12.30 WIB. Hal itu mengakibatkan pohon beringin tua di tengah alun-alun tumbang.  “Tumbangnya menimpa orang-orang yang tengah berteduh di bawahnya,” jelasnya.

BacaAngin Kencang Landa Banjarnegara

Tindakan penanganan dilakukan, di antaranya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur lain berupaya mengevakuasi korban selamat terlebih dahulu. Dari  evakuasi ini berhasil diselamatkan 3 korban tertimpa pohon. Dengan luka parah berupa kaki patah.

Personil yang terlibat yaitu BPBD, TNI, Polri, PMI, MMDC, Lazismu, SAR, PGRI, Sarkab, Pramuka, DPU Baru Bangkit dan Satpol PP. Dengan alat berat berupa 2 backhoe dan 1 traktor.

Saat ini, Bupati Banjarnegara memimpin langsung evakuasi korban. Sementara itu, Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricilia, mengatakan satu orang meninggal dunia, dan enam luka berat.

“Lima orang luka berat masih di RSUD, satu orang sudah diperbolehkan pulang,” kata dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang Landa Banjarnegara

Warga saat berteduh di salah satu bangunan di dekat Alun-alun Banjarnegara saat angin kencang terjadi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Bencana angin kencang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (8/11/2017) siang. Info yang dihimpun, angin kencang terjadi di Alun-alun Banjarnegara. Kebetulan saat musibah terjadi, tepat dilaksanakanya pertandingan bola voli HUT PGRI.

Tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang dan merobohkan beberapa pohon beringin di lokasi alun-alun. Yang paling parah yaitu pohon beringin di bagian tengah robo. Ironisnya, terdapat 4 orang yang jadi korban.

Sampai sekarang, proses evakuasi masih terus dilakukan mengingat korban masih terjepit pohon beringin.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya, hujan lebat disertai angin kencang telah menyebabkan pohon-pohon tumbang di wilayah Banjarnegara. “Pohon beringin besar di Alun-Alun Kota Banjarnegara tumbang pada Rabu (8/11/2017) pukul 13.00 WIB,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang Landa Banyumas, Belasan Rumah Rusak

Pohon tumbang timpa rumah hingga rusak setelah adanya angin kencang di Banyumas. (Facebook)

MuriaNewsCom, Banyumas – Bencana angin kencang melanda sejumlah titik di Banyumas, Kamis (12/10/2017) sore. Akibatnya ada sekitar 19 rumah rusak. Saat ini, penanganan terus dilakukan agar warga yang jadi korban bisa segera tinggal normal.

Data yang muncul dari beberapa sumber, rumah rusak berada di lima desa dari dua kecamatan. Di Kecamatan Cilongok terjadi di Desa Pageraji tercatat ada 8 rumah rusak berat, dan Desa Langgongsari dengan 4 rumah rusak berat. Lainnya di Desa Karangkemiri 4 rumah, Desa Babakan 1 rumah, Desa Singasari 2 rumah.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan peristiwa angin kencang di Kabupaten Banyumas termasuk angin puting beliung. Mengingat sifatnya yang lokal.

Adapun angin puting beliung terjadi dalam radius beberapa kilometer saja sehingga bersifat lokal, sedangkan angin kencang bisa lebih luas lagi.

“Selama ini, potensi angin puting beliung terjadi pada siang menjelang sore hari namun kadang terjadi pada malam hari seperti di Banyumas. Angin puting beliung berpotensi terjadi jika kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari terlihat cerah dan terasa panas namun pada siang menjelang sore terlihat mendung karena adanya awan Cumulonimbus yang tinggi menjulang, berbentuk seperti bunga kol, dan berwarna hitam.

Salah satu warga yang rumahnya rusak di Pageraji, Fitria (31) mengatakan saat ini rumahnya rata dengan tanah akibat terhempas angin kencang. Rumahnya berbahan bambu itu, jadi mudah terhempasan angin kencang. “Saat kejadian itu, seperti ada gemuruh kencang. Rumah saya langsung roboh,” kata Fitria.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kerusakan Akibat Angin Kencang yang Terjang Kudus Kemarin        

Salah satu rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Desa Jojo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus dilanda angin kencang, Senin (10/4/2017) sore. Di antaranya terjadi di Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, dan Desa Sadang, Kecamatan Jekulo. Tak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Hanya beberapa kerusakan terjadi, seperti atap rumah yang rusak.

Di Desa Jojo, misalnya, sebanyak 2.900 genting beterbangan. Camat Mejobo Harso Widodo mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Pemdes Jojo, total ada 2,9 ribu genting dibutuhkan untuk 11 rumah warga di RT 1 RW 4. Seperti rumah Kawandi butuh 400 genting, Joko Mulyono 200 genting, dan Ngatemin 700 genting.

“Selain genting juga dibutuhkan seng yang digunakan untuk atap beberapa bagian rumah. Namun kebutuhan seng cukup sedikit karena hanya beberapa rumah saja,” kata Harso di tempat kerjanya.

Sejumlah rumah rusak terpaksa dibiarkan sementara, lantaran hujan yang tak kunjung reda hingga Senin malam tadi. Sebuah gudang penyimpanan gabah juga ikut rusak. Pihak kecamatan sudah koordinasi dengan BPBD. Rencana, genting akan diambilkan dari stok barang milik BPBD, serta yang ada di Gedung Ngasirah. 

Selasa (11/4/2017), warga, polisi, dan TNI bahu membahu melakukan pembenahan. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto menyatakan kegiatan pembenahan merupakan wujud keprihatinan anggota kepolisian terhadap kejadian bencana tersebut. “Juga sebagai bentuk empati Polri kepada para warga yang menjadi korban sehingga dapat meringankan beban mereka,” kata Suharyanto.

Hal serupa juga disampaikan Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto. Pihaknya melibatkan diri dalam pembersihan puing sisa amukan angin kencang di Desa Sadang.

Editor : Akrom Hazami

Kerusakan Rumah karena Angin Kencang di Undaan Kudus Mulai Dibenahi Warga 

Sebuah rumah warga yang rusak parah akibat bencana angin kencang di Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga di Undaan Kudus, mulai membenahi kerusakan akibat angin kencang yang melanda wilayah setempat, Senin (13/3/2017). Ada tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, yang dilanda bencana angin puting beliung. Yaitu Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

M Suryono, warga Berugenjang mengatakan, akibat angin kencang di desanya berakibat rumah rusak. Kerusakan melanda dua RW.  Yakni di RW 1 dan 2. Di RW 1, rumah yang rusak ringan hingga sedang berjumlah 27 rumah. Sementara, RW 2 mencapai 10 rumah.

“Tidak terlalu banyak yang rusak. Dan rumah warga yang rusak juga kategori ringan dan sedang saja. Kerusakan seperti genting rumah yang hilang, dan juga kayu penyangga. Bahkan ada juga dinding rumah warga yang ambrol meski tidak terlalu parah,” kata Suryono di Kudus.

Kejadian angin puting beliung sangat menakutkan warga sekitar pukul 14.00 WIB. Mulanya, mendung membayangi. Tak lama kemudian, hujan deras turun bercampur angin kencang. Akibat angin puting beliung itu, sejumlah rumah rusak.

Warga segera bergotyong royong membenahi kerusakan. Seperti halnya menata genting rumah yang porak-poranda.  Sejumlah warga juga kebagian memberikan laporan ke pemerintah.

Editor : Akrom Hazami

 

Angin Kencang di Undaan Kudus juga Sebabkan Pohon Tumbang dan Jaringan Listrik Terganggu

Tampak salah satu rumah yang rusak akibat bencana angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kerusakan akibat hujan disertai angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, tak hanya merusak rumah, tapi juga pohon tumbang dan listrik terganggu, Senin (13/3/2017).

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, hujan dan angin menerjang wilayahnya selama hampir 30 menit. Selain mengakibatkan rumah rusak, ada juga kerusakan lain. Yakni pohon tumbang dan jaringan listrik terganggu.

Pohon tumbang tampak terjadi di sepanjang jalan Berugenjang-Wonosoco, Undaan. “Hujan campur angin sangat kencang. Sejumlah pohon sampai tumbang,” kata Catur di Kudus, Senin.

Pihaknya berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk membantu membersihkan pohon yang tumbang. Mengingat tidak sedikit pohon yang menutupi akses jalan. Adapun jaringan listrik yang terganggu yaitu di Desa Glagahwaru. Pihaknya telah koordinasi dengan PLN. Termasuk juga meminta PLN membenahi kabel listrik yang putus.

Seperti diketahui, sebanyak tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, dilanda bencana angin puting beliung, yaitu Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

Editor : Akrom Hazami

Rumah Warga yang Dirusak Angin Kencang di Honggosoco Butuh 9 Ribu Genting

Warga melakukan perbaikan di salah satu rumah yang rusak akibat angin kencang di Desa Honggosoco Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Honggosoco Baidowi mengatakan, saat ini belum semua rumah yang rusak akibat angin kencang telah ditangani.

Diketahui, rumah yang rusak karena angin kencang sebanyak 85 rumah. Untuk menangani rumah rusak, maka dibutuhkan sebanyak 20 ribu-an genting.

“Hingga kini sudah tersalurkan sebanyak 11 ribu genting, sehingga masih kekurangan sebanyak 9 ribu genting.

Tercatat, ada tiga rumah yang roboh dan mendesak segera diperbaiki. Sejauh ini warga hanya bisa bergotong royong membersihkan puing. Sementara bahan bangunan menunggu bantuan pihak lain.

Sebelumnya diberitakan, ratusan rumah rusak akibat diterjang angin kencang, Jumat (3/3) petang. Ada tiga desa yang dilanda bencana, yakni Desa Kandangmas Kecamatan Dawe, Desa Honggosoco, dan Rejosari Kecamatan Jekulo.

Data dari BPBD setempat, Desa Kandangmas sebanyak 336 rumah rusak, di Desa Honggosoco sebanyak 54 rumah rusak, dan Desa Rejosari sebanyak lima rumah rusak.

Editor : Akrom Hazami

Kerusakan Rumah di Honggosoco karena Angin, Camat Jekulo : Butuh 20 Ribu Genting

Warga melakukan gotong royong di rumah warga yang rusak karena angin di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Sabtu (4/3/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Jekulo Eko Hadi Jadmiko mengatakan, ada 40 unit rumah di Desa Honggosoco yang rusak atapnya karena angin kencang.

Dari pendataan sementara, dibutuhkan sekitar 20 ribu genting untuk mengganti atap rumah warga. “Kami dari pemerintah sudah memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya rusak. Dari kami ada bantuan 8.000 genting, yang kami berikan ke warga,” katanya Eko di Kudus, Sabtu (4/3/2017).

Jumlah genting yang diberikan berdasarkan pada banyaknya yang dibutuhkan. Semula, diberikan 3 ribu genting. Kemudian, ditambah lagi 5 ribu genting. Bantuan juga diberikan oleh pihak lain. Seperti halnya dari partai politik 2 ribu.

Terkait kerusakan, warga telah bekerja sama menangani sejak hari ini.

Editor : Akrom Hazami

3 Rumah di Grobogan Rusak Dihajar Angin Kencang

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Hujan deras disertai angin kencang Kamis (2/3/2017) siang hingga malam menyebabkan tiga rumah warga di Kecamatan Toroh mengalami kerusakan. Satu rumah rusak milik warga Dusun Krajan, Desa Genengsari. Rumah milik Marno rusak di bagian belakang karena tertimpa pohon mindik tumbang.

“Pohon yang tumbang ada di pekarangan belakang rumah. Saat itu hujan mengguyur deras disertai angin kencang. Untuk rumah yang gentingnya rusak cukup banyak,” kata Kades Genengsari Sardi di Grobogan, Jumat (3/3/2017).

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut. Saat kejadian, penghuni rumah kebetulan ada di ruang depan.

Selain rumah, angin kencang juga merobohkan satu tiang listrik. Tiang dari beton itu roboh karena tertimpa pohon peneduh.

“Rumah warga yang roboh sudah kita perbaiki. Sedangkan tiang listrik masih proses perbaikan dari pihak PLN,” katanya.

Selain di Genengsari, ada dua rumah rusak lainnya di Desa Pilangpayung. Yakni, milik Ruswanto, warga RT 01 RW 03. Rumah berbentuk limasan dari kayu jati berukuran 10 x 10 meter itu rusak berat disapu angin.

Satu rumah lagi yang rusak milik Supardi yang tinggal di wilayah RT 02 RW 05. Akibat hembusan angin, sebagian dinding rumah dari kayu jati itu jebol.

Hembusan angin kencang juga melanda Desa Genengadal. Di desa ini, ada salah satu kubah menara masjid roboh diterjang angin dan beberapa rumah warga rusak gentingnya.

Editor : Akrom Hazami

Brakk! Rumah Warga Rusak Disapu Angin Kencang di Grobogan

angin

Warga melihat rumah yang rusak tertimpa pohon saat angin kencang melanda Desa Kuwaron, Gubug, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rumah milik Slamet Senen (41), warga Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug dilaporkan rusak parah akibat tertimpa pohon mangga yang tumbang diterjang angin, Senin (23/1/2017). Beruntung, saat musibah menerjang rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, hujan deras memang mengguyur wilayah tersebut disertai hembusan angin kencang.

Saat angin menerjang, beberapa tetangga sempat mendengar pohon mangga bergetar cukup keras. Tidak lama kemudian, pohon di halaman depan setinggi 7 meter itu ambruk menimpa rumah Slamet. “Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya masih bekerja. Saat itu, hujannya memang deras sekali dan hembusan angin sangat kencang,” kata Camat Gubug Teguh Harjokusumo, Selasa (24/1/2017).

Menurut Teguh, setelah hujan, masyarakat sekitar langsung melakukan kerja bakti untuk menebang pohon mangga yang roboh menimpa atap rumah. Beruntung, kayu rumah kondisinya masih kuat sehingga tidak ambruk saat tertimpa pohon mangga yang berukuran cukup besar itu.

“Sore kemarin, pohon mangga yang menimpa rumah sudah dipotong jadi beberapa bagian dan genting yang rusak sudah diturunkan. Pagi ini, kerja bakti dilanjutkan lagi untuk memperbaiki atap dan memasang genting,” jelasnya.

Teguh mengimbau masyarakat selalu waspada ketika hujan deras mengguyur. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, hujan yang turun disertai dengan hembusan angin kencang.“Curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi intensitasnya dan sempat pula disertai angin kencang. Jadi, harap hati-hati,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Braakk! Angin Kencang Robohkan Pagar Pengaman Sekeliling Alun-alun Purwodadi

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pengendara yang melintasi kawasan Alun-alun Purwodadi, Rabu (3/1/2017) siang sempat dibikin kaget. Penyebabnya, ada banyak pagar seng pengaman proyek alun-alun yang mendadak roboh saat mereka sedang melintas. Beberapa kendaraan bahkan sempat terkena pagar seng yang roboh ke arah jalan raya tersebut.

“Tidak apa-apa. Untung tadi hanya kena ujung pagar seng saja. Saya tadi kebetulan mengambil jalur agak di tengah jadi sempat nyenggol dikit. Kalau tadi ambil jalur mepet kanan pasti kena lebih parah,” kata pengendara yang mengaku bernama Citra itu.

Dari pantauan di lokasi, pagar seng yang roboh ada beberapa titik. Yakni, di sebelah timur di depan kantor BRI cabang Purwodadi ada dua titik pagar yang roboh.

Kemudian, sisi selatan di depan kantor Setda Grobogan. Sementara di depan Masjid Baitul Makmur atau dis ebelah barat ada dua titik.

Robohnya pagar pengaman setinggi 2 meter itu disebabkan ada hembusan angin kencang, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat angin berhembus, kondisi cuaca sebenarnya cukup cerah. Di atas langit kota Purwodadi saat itu hanya terlihat mendung tipis.

Ambruknya pagar pengaman proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi itu tidak hanya mengagetkan pengendara yang melintas. Sejumlah warga yang sedang makan di warung PKL sekitar alun-alun juga sempat dibikin terkejut. Pasalnya, robohnya pagar itu sempat menimbulkan suara cukup keras.

“Suaranya keras banget tadi. Semula saya kira ada kendaraan yang tabrakan. Ternyata pagar seng ambruk kena angin,” kata Robi, salah seorang warga yang saat itu tengah makan siang di warung PKL di sebelah utara alun-alun. 

Editor : Akrom Hazami

Waspada Angin Kencang, Koramil 08/Kedungtuban Blora Tebang Pohon

Warga dan TNI dari Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora melakukan kegiatan pemangkasan pohon di Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016). (ISTIMEWA)

Warga dan TNI dari Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora melakukan kegiatan pemangkasan pohon di Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora,- Personel Koramil 08/Kedungtuban Kodim 0721/Blora bersama warga setempat, melaksanakan gotong royong memangkas dan memotong pohon di sepanjang jalan masuk Dukuh Kedungpring, Desa Gondel, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Selasa (27/12/2016).

Hal itu dilakukan untujk mengantisipasi robohnya pohon saat musim hujan tiba dan sengatan listrik yang  akan mengakibatkan rumah penduduk terbakar. Karena beberapa hari ini, hujan turun disertai angin kencang.

“Kini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, personel Koramil 08/Kedungtuban kami kerahkan untuk gotong royong bersama warga memangkas dan memotong ranting – ranting pohon di sepanjang jalan yang rawan sengatan listrik bahkan tumbang,” jelas Danramil 08/Kedungtuban Kapten Inf Darmanto.

Sementara itu, Kades Gondel Proyono mengatakan, di sepanjang jalan masuk Kedungpring ada beberapa pohon yang bisa dikatakan rawan sengatan listrik bahkan rawan tumbang.

“Terima kasih bapak Danramil Kedungtuban Kapten Inf Darmanto yang telah menerjunkan anggotanya untuk membantu warga kami. Semoga kerja sama yang baik ini ke depan  bisa dipertahankan, agar selalu terlihat kemanunggalan TNI dengan rakyat ” tandas Kades Godel Priyono.

Editor : Akrom Hazami