Angin Lisus Robohkan Atap SMK Fadlun Nafis Jepara, 10 Siswa Luka-luka

MuriaNewsCom, Jepara – Angin lisus yang berembus di Jepara mengakibatkan atap ruangan di SMK Fadlun Nafis, Bangsri Jepara ambruk, Senin (22/1/2018). Kejadian itu menyebabkan sepuluh orang siswanya mengalami luka.

Pantauan MuriaNewsCom, atap ruang yang ambruk berjumlah lima ruang, yakni dua kelas, laboratorium dan ruang organisasi.

Akhmad Miftahul Ulum guru bahasa Inggris SMK Fadlun Nafis mengatakan, kejadian itu berlangsung pada sekitar pukul 10.20 WIB. Saat itu, memang sedang ada kegiatan belajar mengajar di dua ruangan kelas.

“Saat itu tengah ada kegiatan belajar mengajar, angin kencang lantas berembus. Kemudian atap dari sisi utara mulai melengkung dan ambruk. Beruntung saat itu, siswa-siswi yang ada sebagian besar sudah keluar menyelamatkan diri,” tutur dia, Senin siang.

Sejumlah warga membantu membersihkan genting atap sekolah yang robogh diterpa angin lisus, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dirinya menyebut, atap bangunan tersebut terbuat dari baja ringan. Sehingga sebelum ambruk dari sisi utara, timbul bunyi keras dan melengkung atapnya.

Adapun jumlah siswa yang mengalami luka-luka berjumlah 10 orang, telah mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat.

“Seluruh siswa yang luka, telah diperbolehkan pulang,” ungkap dia.

Saat ini, pihak sekolah dibantu warga Desa Bangsri RT 1 RW 1, Kecamatan Bangsri, melakukan gotong royong membersihkan sisa runtuhan atap baja dan genting.

Editor: Supriyadi

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Imbau Warga Pati Lakukan 3 Hal Ini

Polisi dan masyarakat mengevakuasi pohon yang tumbang menimpa rumah akibat angin puting beliung di Desa Karangrowo, Jakenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hujan berintensitas tinggi terjadi di hampir semua wilayah di Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir. Hujan rata-rata berlangsung cukup lama disertai dengan angin kencang.

Akibatnya, sejumlah pohon bertumbangan hingga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah yang tersapu angin puting beliung. Salah satunya yang terjadi di Desa Sugiharjo dan Karangrowo.

Baca: Puluhan Rumah di Karangrowo Pati Juga Hancur Diterjang Lisus

Melihat situasi tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo mengimbau kepada masyarakat untuk waspada. Pasalnya, potensi bencana saat hujan lebat disertai angin kencang cukup tinggi.

“Kami mengimbau kepada warga Pati untuk selalu hati-hati dan waspada, terutama daerah yang rawan mengalami banjir, longsor, dan angin puting beliung. Kami bersama instansi terkait sudah siap siaga, tetapi kewaspadaan itu sangat diperlukan,” ujar Sanusi.

Ada tiga hal yang bisa dilakukan warga selama cuaca ekstrem dan hujan berintensitas tinggi. Pertama, pemetaan lokasi yang aman untuk berlindung bila terjadi hujan lebat dan angin puting beliung.

Baca: Rumah di Sugiharjo Pati Roboh Dihantam Angin Puting Beliung

Kedua, masyarakat diminta tertib lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Pasalnya, sebagian besar warga masih membuang sampah di sungai dan saluran air lainnya.

Ketiga, orangtua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak saat bermain ketika hujan berlangsung. Saat ini, cuaca cenderung ekstrem sehingga hujan dibarengi dengan angin kencang.

“Kalau ada anak bermain hujan-hujanan, sebaiknya diawasi. Soalnya cuaca tidak seperti biasanya. Hujan yang turun disertai angin kencang sehingga harus meminimalisasi risiko yang terjadi,” imbuhnya.

Baca: Enam Rumah di Dua Kelurahan di Jepara Roboh Dihantam Ombak

Saat musim hujan berlangsung, sejumlah daerah di Pati diakui berpotensi terkena bencana. Di kawasan pegunungan dan perbukitan, bencana yang terjadi biasanya longsong.

Di wilayah Pati selatan dan timur, bencana yang kerap terjadi merupakan angin puting beliung. Sementara di kawasan datar, potensi terkena banjir bandang ada bila air dari pegunungan menggelontor ke bawah.

Editor: Supriyadi

Ribuan Pohon Tumbang dan Ratusan Rumah di Bandungharjo Grobogan Rusak Diterjang Puting Beliung

Petugas BPBD Brobogan bersama relawan membantu mengevakuasi rumah yang tertimpa pohon tumbang karena puting beliung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, musibah angin puting beliung yang melanda Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Grobogan ternyata sangat parah.

Data sementara, lebih dari 1.000 pohon peneduh maupun yang ditanam di pekarangan warga tumbang. Kemudian, ratusan rumah mengalami kerusakan sedang dan berat karena gentingnya kocar-kacir disapu angin.

”Jumlah pohon dan rumah yang rusak sampai saat ini masih kita data. Yang pasti untuk pohon lebih 1.000 dan rumah rusak lebih 600 unit. Untuk rumah rusak berat ada tiga unit akibat tertimpa pohon tumbang,” kata Kades Bandungharjo Suwadi, Jumat (10/11/2017).

Musibah angin puting beliung terjadi Kamis kemarin dari selepas magrib hingga malam bersamaan dengan turunnya hujan deras. Hembusan angin menerjang merata di tujuh dusun yang terdapat di Desa Bandungharjo.

Bersamaan dengan turunnya hujan, datang angin kencang yang membuat banyak pohon tumbang. Pohon tumbang jenis tanaman keras seperti jati, mangga, dan mahoni.

Selain rumah, ada dua fasilitas umum yang ikut rusak akibat terjangan angin. Yakni, kantor Balaidesa Bandungharjo dan SDN 02 Bandungharjo.

”Balaidesa dan sekolah hanya rusak dibagian atap karena gentingnya mocar-macir. Tingkat kerusakannya masih cukup ringan,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Ayah di Grobogan Ini ‘Korbankan’ Diri Lindungi Anak dan Istri Saat Rumahnya Roboh

Warga memunguti sisa-sisa genting rumah Karji yang roboh diterjang angin lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Cerita memilukan terjadi di sebuah keluarga di Dusun Plosorejo RT 1 RW IV, Desa Guyangan, Kecamatang Godong, Grobogan. Rumah yang dihuni Karji (37), istri dan anaknya yang baru berusia tujuh tahun itu roboh dengan tanah diterjang angin lisus.

Yang membuat miris, saat rumah roboh sekeluarga itu masih di dalam rumah. Karji bahkan rela terluka tertimpa atap untuk melindungi istri dan anaknya. Istri dan anaknya ia dekap saat rumah itu ambruk.

Peristiwa ini terjadi Jumat (27/10/2017) malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Beruntung Karji tak mengalami luka yang fatal meski tertimpa genting dan atap.

Peristiwa ini bermula saat hembusan angin kencang sebelum hujan deras melanda desa tersebut. Angin lisus meluluhlantahkan atap puluhan rumah di dusun itu, namun yang paling parah menimpa rumah Karji.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Desa Guyangan. Tidak lama berselang, ada hembusan angin kencang yang menerjang perkampungan.

“Waktu itu, anginnya kencang sekali. Saya bersama anak istri saat ini ada di dalam rumah,” kata Karji, Sabtu (28/10/2017).

Mengetahui bahaya karena angin lisus itu, Karji sudah berinisiatif mengajak anak dan istrinya menyelamatkan diri. Namun nahas, belum sampai ke pintu keluar, angin kencang sudah menerjang rumahnya.

“Kejadiannya cepat sekali. Begitu angin datang, saya langsung mendekap anak dan istri dan berlindung di balik pintu,” jelasnya.

Terjangan angin kencang itu mengakibatkan rumah Karji roboh dan menimpa semua barang berharga di dalamnya. Termasuk sepeda motornya.

Akibat kejadian itu, Karji mengalami luka dibagian tangan dan pelipis istrinya juga terluka akibat terkena reruntuhan kayu rumah. Beruntung, anak korban yang masih berusia 7 tahun tidak mengalami luka, karena ia dekat erat bersama istrinya saat musibah terjadi.

“Lukanya tidak parah. Kami kena runtuhan kayu saat mau ke luar rumah. Kejadiannya singkat, sekitar satu menitan,” ujarnya.

Kepala Dusun Plosorejo Agus Muhammad Ridwan mengatakan, dalam peristiwa itu hanya satu rumah warganya yang roboh. Sedangkan puluhan rumah hanya mengalami kerusakan ringan.

“Rumah saya juga kena angin tapi hanya rusak di bagian atas (gentingnya). Tafsir kerugian material sekitar Rp 50 juta. Saat ini, warga sedang bergotong royong memperbaiki rumah yang roboh,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Puting Beliung Ancam Keselamatan Warga Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mengingatkan warganya untuk waspada terhadap terpaan angin kencang ataupun puting beliung yang belakangan melanda.

Angin kencang berpotensi menyebabkan rumah roboh dan pohon tumbang, yang membahayakan warga.

“Sepekan terakhir di wilayah Jepara memang dilanda angin kencang. Hal itu menyebabkan potensi rumah roboh dan pohon tumbang,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo, Senin (28/8/2017). 

Menurut catatannya, sudah ada dua kasus rumah roboh yang terjadi di Jepara, akibat hantaman angin kencang. Pujo menyebut, selain faktor alam, robohnya rumah tersebut juga dipengaruhi kondisi rumah yang sudah lapuk.

Adapun laporan rumah ambruk karena diterpa angin kencang terjadi di Desa Menganti, Kecamatan Kedung. Di tempat tersebut angin merobohkan rumah milik Sutinah (60). Sementara itu di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo, angin menghantam rumah milik Suadah (56) warga RT 11/4. 

“Kami juga menerima informasi terbaru, hari ini ada cabang pohon asam di SDN 1 Desa Pelang, Mayong patah, akibat terpaan angin yang cukup kencang. Hal itu sempat mengganggu arus lalu lintas,” ujar Pujo.

Editor : Ali Muntoha