Diterjang Angin, Atap Laborat Komputer SMAN 1 Wirosari Grobogan Ambrol

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak tiga ruang kelas SMAN 1 Wirosari yang dipakai untuk laborat komputer rusak parah, Jumat (16/2/2018). Kerusakan ini terjadi akibat atap ruangan ambrol diterjang angin pada dinihari. Akibat peristiwa ini, puluhan monitor komputer rusak tertimpa reruntuhan atap yang terbuat dari konstruksi baja ringan.

Atap yang ambrol berada pada tiga ruangan lantai dua di sisi timur. Dari tiga ruangan untuk laborat, hanya ada dua ruangan yang terdapat perangkat komputer untuk pelaksanaan UNBK.

Sekolah ini lokasinya berada di sebelah utara jalan raya Purwodadi-Blora. Dari jalan raya, terlihat jelas atap bangunan yang ambrol diterjang angin.

Kepala SMAN 1 Wirosari Sarwaedi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya musibah yang menimpa sekolahnya. “Kejadiannya tengah malam. Atap ambrol pada tiga ruangan laborat,” katanya.

Untuk jumlah kerugian, ia belum bisa menentukan karena masih melakukan pendataan. Selain konstruksi, kerusakan juga menimpa monitor komputer.

“Untuk CPU komputer cukup aman. Soalnya, posisinya CPU ada di bawah meja,” jelasnya.

Menurut Sarwaedi, jebolnya atap terjadi saat kondisi cuaca sedang hujan deras disertai hembusan angin. Beruntung, kejadian itu berlangsung saat tidak ada kegiatan pembelajaran.

Terkait kejadian itu, pihaknya sudah meminta para guru untuk mendata dan mengamankan barang yang ada di ruangan laborat. Setelah itu, pembenahan atap akan secepatnya dilakukan.

Editor: Supriyadi

Rumah Warga Banyutowo Pati Roboh Diterjang Angin Kencang

Warga dan polisi mengevakuasi puing-puing rumah warga Dukuhseti yang roboh diterjang angin kencang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah salah satu warga Desa Dukuhseti RT 3 RW 1, Kecamatan Dukuhseti, roboh setelah diterjang angin kencang, Selasa (19/12/2017).

Pemilik rumah, Wadinah, selamat dari insiden tersebut. Dia melarikan diri dan berhasil keluar rumah, sesaat setelah muncul tanda-tanda rumah akan roboh.

Sumijan, salah satu saksi mengatakan, rumah Wadinah roboh saat hujan deras dan angin kencang menerpa. “Suara patahan-patahan kayu terdengar sebelum rumah roboh,” ungkap Sumijan.

Rumah Wadinah sendiri terbuat dari kayu beralaskan plester semen dengan atap genteng berukuran 12 meter, lebar tujuh meter dan tinggi 3,5 meter.

Belum diketahui kerugian material akibat rumah roboh tersebut. Namun, pihaknya menaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Rencananya, pemilik rumah akan bertempat tinggal di rumah saudara. Pasalnya, rumah kayu tersebut roboh total dan tidak bisa dihuni kembali.

Petugas kepolisian dan warga setempat terlihat melakukan evakuasi pada puing-puing rumah Wadinah. Sementara upaya pembangunan rumah kembali belum direncanakan.

Editor: Supriyadi

Puluhan Rumah di Karangrowo Pati Juga Hancur Diterjang Lisus

Rumah salah satu warga Karangrowo, Jakenan yang tertimpa pohon akibat angin puting beliung. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Angin puting beliung tak hanya merobohkan rumah warga Dukuh Garas, Desa Sugiharjo, Pati. Lisus juga menghancurkan puluhan rumah di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, Kamis (30/11/2017).

Tercatat sebanyak 61 rumah dan empat fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Pati, rusak setelah diterjang angin puting beliung.

Dari 61 rumah warga yang terdampak angin puting beliung, 59 rumah mengalami rusak ringan, sedangkan satu rumah dan kandang ternak mengalami rusak yang sangat parah.

Kandang ternak milik Karni, warga Dukuh Putat RT 1 RW 2 tertimpa pohon trembesi yang besar. Sementara rumah milik Karsidin yang berada di RT 5 RW 1 tertimpa pohon mangga.

Adapun fasilitas umum yang mengalami kerusakan, di antaranya balai desa, lumbung desa, gedung TPQ, dan pondok bersalin desa (polindes). Keempat fasilitas umum tersebut rusak di sejumlah titik akibat terkena sapuan angin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.

Tiba-tiba angin kencang yang berputar berjalan dan menerpa sederet rumah di perkampungan Karangrowo.

“Puluhan rumah yang diterpa angin ribut mengalami kerusakan ringan seperti atap dan genteng berjatuhan. Dua bangunan yang rusak berat karena tertimpa pohon besar,” kata Sanusi.

Kapolsek Jakenan AKP Suyatno memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Kerugian material secara menyeluruh diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tak lama setelah bencana, tim penanggulangan bencana gabungan dari Polsek Jakenan, Koramil Jakenan, BPBD, relawan bencana dan penduduk setempat langsung melakukan evakuasi. Mereka bersama-sama memperbaiki genteng rumah yang rusak lantaran diterjang angin.

Editor : Ali Muntoha

Puluhan Pohon di Desa Tajemsari Grobogan Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung

Sebuah pohon tumbang hingga menghalangi akses jalan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah puting beliung melanda Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Grobogan, Rabu (29/11/2017). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menyebabkan banyak pohon tumbang. Sebagian pohon tumbang posisinya melintang jalan sehingga menghambat akses transportasi.

Sekretaris Desa Tajemsari Dwi Winarno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya musibah angin lisus tersebut. Menurutnya, untuk sementara baru dilaporkan adanya pohon tumbang.

“Saya baru minta kepala dusun untuk melakukan pendataan. Ada beberapa dusun yang kena dampak angin tadi,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya memang sempat ada hujan deras di wilayahnya. Tidak lama kemudian, ada hembusan angin kencang menuju kawasan perkampungan.

“Ini, sebagian warga sedang kerja bakti menyingkirkan pohon tumbang yang menutup jalan,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Pancaroba, Warga Jepara Diminta Waspada Angin Kencang

Petugas BPBD melakukan penebangan pohon durian yang akibat terjangan angin puting beliung di Desa Batealit, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Masyarakat diminta waspada akan bahaya angin kencang, memasuki musim pancaroba. Berdasarkan peta kerawanan bencana angin BPBD Jepara, kawasan pesisir bagian barat rentan diterpa angin. 

“Berdasarkan pengalaman kami, wilayah yang rentan terdampak bencana angin kencang berada di Desa Kancilan Kecamatan Kembang, Kemudian sekitar Batealit, Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, kawasan kota Jepara dan Welahan,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara, Senin (13/11/2017). 

Belajar dari kasus angin kencang di Banjarnegara, yang merenggut korban jiwa, Pujo meminta warga Jepara untuk meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca panas sepanjang hari, kemudian mendung hitam datang. 

Dirinya mengimbau agar warga tidak berteduh dibawah pohon atau memarkirkan kendaraanya dibawah pohon. “Kami sudah melakukan sosialisasi tentang ciri-ciri akan adanya angin kencang bertiup, meskipun tidak selalu terjadi, alangkah baiknya ketika warga berwaspada. Cirinya adalah ketika ada mendung hitam yang menggelantung kemungkinan akan disertai angin besar,” urainya. 

Ia mengatakan, sudah melakukan persiapan memasuki musim pancaroba ini. Untuk menghindari musibah pohon roboh, BPBD Jepara telah melakukan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan rabas-rabas pohon ataupun pemotongan bilamana dirasa pohon kondisinya dianggap memrihatinkan.

Catatan MuriaNewsCom, pada awal bulan November 2017 peristiwa angin kencang sempat terjadi di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, pada hari Sabtu (4/11/2017). 

Saat itu, angin menerjang atap sebuah warung rames milik Ngatemi, warga RT 12/RW 5 desa setempat. Diketahui kondisi cuaca saat itu panas terik sampai pukul 11.00. Setelahnya, pada pukul 11.30 WIB mendung datang, kemudian disusul angin kencang dan setelahnya hujan deras.  

Editor: Supriyadi

Puting Beliung Ancam Keselamatan Warga Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mengingatkan warganya untuk waspada terhadap terpaan angin kencang ataupun puting beliung yang belakangan melanda.

Angin kencang berpotensi menyebabkan rumah roboh dan pohon tumbang, yang membahayakan warga.

“Sepekan terakhir di wilayah Jepara memang dilanda angin kencang. Hal itu menyebabkan potensi rumah roboh dan pohon tumbang,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo, Senin (28/8/2017). 

Menurut catatannya, sudah ada dua kasus rumah roboh yang terjadi di Jepara, akibat hantaman angin kencang. Pujo menyebut, selain faktor alam, robohnya rumah tersebut juga dipengaruhi kondisi rumah yang sudah lapuk.

Adapun laporan rumah ambruk karena diterpa angin kencang terjadi di Desa Menganti, Kecamatan Kedung. Di tempat tersebut angin merobohkan rumah milik Sutinah (60). Sementara itu di Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo, angin menghantam rumah milik Suadah (56) warga RT 11/4. 

“Kami juga menerima informasi terbaru, hari ini ada cabang pohon asam di SDN 1 Desa Pelang, Mayong patah, akibat terpaan angin yang cukup kencang. Hal itu sempat mengganggu arus lalu lintas,” ujar Pujo.

Editor : Ali Muntoha

Sepekan Terakhir Ini Karimunjawa Dilanda Agin Kencang

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Sepekan terahir ini angin kencang melanda Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Selain angin kencang, gelombang atau ombak tinggi juga masih melanda di Perairan Jepara.

Rosyid,Sekretaris Desa Kemojan, Kecamatan Karimunjawa mengatakan, bahwa sudah sepekan terahir ini angin kencang dan hujan deras melanda Karimunjawa. “Kondisi itu terjadi sejak ahir bulan Desember 2016 lalu. Selain itu juga ada gelombang laut di sekitar Karimunjawa yang bisa dikatakan ekstrem,” kata Rosyid.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian Musim Baratan yang melanda wilayah pesisir.”Rata rata angin kencang, hujan deras dan gelombang tinggi itu terjadi saat malam tiba,” imbuhnya.

Saat disinggung mengenai ketinggian gelombang yang ada di Perairan Karimunjawa, pihaknya mengatakan, bahwa ketinggian gelombang atau ombak laut sekitar 1 hingga 1,5 meter. Namun demikian, pihaknya masih bersyukur, dalam kondisi seperti itu tak ada kerugian material yang ditanggung atau diderita oleh warga. Sedangkan untuk aktivitas warga juga bisa berjalan seperti biasanya.

Sementara itu, mengenai kondisi angin kencang, hujan deras dan gelombang tinggi, pihkanya mengutarakan bahwa, diprediksi akan terjadi kembali pada 5 dan 6 Januari 2017 ini. “Menurut informasi dari BMKG, nanti pada 5 dan 6 Januari akan ada angin kencang, hujan deras dan ombak tinggi. Tapi, mudah-mudahan itu tak terjadi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono