Anggota DPR RI Evita Nursanty Dorong Banteng Muda Berkiprah untuk Jateng

Anggota DPR RI Evita Nursanty (kiri) saat menghadiri pelantikan BMI Jateng di Semarang, Rabu (8/11/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Anggota DPR RI Dapil III Jawa Tengah Evita Nursanty mendukung Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Komunitas Banteng Muda (KBM) untuk berkiprah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Jateng.

Hal itu disampaikan Evita, usai mengikuti pelantikan pengurus BMI Jateng di Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Gedung Panti Marhaen, Rabu (8/11/2017) malam.

“Saya ucapkan selamat dengan dilantiknya pengurus BMI Jateng. semoga BMI dan KBM dengan semangat mudanya bisa ikut membesarkan PDIP di Jawa Tengah,” ujar Evita.

Menurut dia, bangsa saat ini membutuhkan anak-anak muda yang memiliki semangat nasionalisme untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Seperti yang telah didengungkan Megawati (Ketua Umum DPP PDIP), Indonesia butuh generasi pemuda yang mengerti akan Trisakti.

Semangat itu yang menurut Evita ada pada diri BMI dan KBM. Karena itu, dia mendukung penuh gerakan BMI dan KBM di Jawa Tengah yang bergelorakan semangat nasionalisme untuk rakyat.

“Kami ikut mendukung BMI dan KBM tidak hanya berkiprah untuk ikut membesarkan partai di Jawa Tengah. Lebih dari itu, BMI dan KBM diharapkan bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat secara langsung,” tuturnya.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Pelantikan BMI Jateng sendiri dihadiri tokoh penting PDI Perjuangan, seperti Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Sementara tokoh yang didaulat sebagai Ketua BMI Jateng adalah Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri. Kepada wartawan, Alwin mengaku akan segera melakukan pembibitan kader BMI di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia yakin, BMI Jateng mampu berkiprah lebih luas dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan.  “Saya yakin BMI Jateng bisa berkiprah, karena sudah ada struktur pengurus yang teruji,” terang  Alwin.

Editor : Ali Muntoha

Firman Soebagyo Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami di Rogomulyo Pati

Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengangkut semen untuk peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami’ di Desa Rogomulyo, Kayen, Pati, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota DPR RI Firman Soebagyo melakukan peletakan batu pertama untuk menandai pembangunan Masjid Jami’ Baiturrohim, Desa Rogomulyo, Kayen, Pati, Jumat (15/9/2017).

Masjid tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar yang dijadwalkan selesai dua hingga tiga tahun ke depan. Sementara Masjid Jami’ sendiri sudah eksis sejak 1922 dan terakhir dipugar pada 1990.

Sebelum meletakkan batu pertama, Firman sempat membacakan puisi di hadapan ratusan penduduk. Puisi berjudul “Kalau Kakimu Berat Kau Langkahkan Ke Masjid, Berat Baginya untuk Membawamu Ke Surga” yang terinspirasi dari ibunya itu sempat menghipnotis warga.

Ada salah satu bait yang mampu membuat haru warga di tengah teriknya panas matahari. Bait itu berbunyi, “Sejatinya perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid, maka lakukan walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rab-Mu, Allah Ta’ala.”

Ketua Umum Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) ini juga menegaskan bila momentum membangun masjid tidak boleh dikaitkan dengan agenda politik. Sebab, pembangunan masjid sudah menjadi kewajiban untuk kemaslahatan umat Muslim.

“Kita jangan bersandar pada kecerdasan kita, jangan juga bersandar pada harta benda kita. Kecerdasan dan harta benda merupakan titipan Tuhan yang suatu saat pasti ditinggalkan. Apa yang kita sumbangkan di jalan Allah adalah apa yang akan kita panen di hari akhir. Jangan sedikit-sedikit dihubungkan dengan politik, ini soal keimanan dan rasa bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,” tegas Firman.

Sementara itu, Kepala Desa Ronggomulyo Suyitno mengatakan, Masjid Jami’ Baiturrohim merupakan masjid yang menjadi kebanggan warga desanya sejak tahun 1922.

“Berkat keinginan seluruh warga dan atas bantuan  seluruh donatur, Masjid Jami’ akan dibangun kembali tahun 2017. Rencana selesai pada 2019 atau 2020 dengan biaya sekitar Rp 2,5 miliar,” tuturnya.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam peletakan batu pertama Masjid Jami’ di antaranya Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, warga kehormatan Desa Ronggomulyo Ramly Muhammad yang menjabat sebagai anggota DPRD Jakarta, Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, dan anggota DPRD Pati Mulyono.

Editor: Supriyadi

Anggota DPR RI Bilang Gerakan Sadar Wisata Harus Dilakukan Menyeluruh

wisatacoloupload pkl 2300 wib

Anak-anak sekolah menari di pencanangan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona, di kawasan wisata Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (20/4/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pencanangan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang dicanangkan di kawasan wisata Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (20/4/2016), diharapkan bisa menyebar ke semua kalangan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Haris mengatakan, gerakan ini memang terus digenjot di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat khususnya para pelaku wisata, harus disiapkan menjadi tuan rumah yang baik.

Hal itu bisa dimulai dari hal-hal kecil. Seperti membuang sampah di tempatnya, menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. ”Kemudian bersikap ramah, murah senyum dan lainnya. Dengan gerakan ini, kita harapkan para pelaku wisata mulai sadar akan pesona wisata,” ujarnya.

Menurut Haris, gerakan ini diharapkan mendorong kesadaran para stakeholder di kawasan obyek wisata, untuk terus menjaga dan merawat lingkungan yang ada di sekitarnya.

”Bukan hanya kebersihan lingkungan, namun keramahan serta pelayanan terhadap para wisatawan harus terus ditunjukkan kepada para wisatawan yang datang berkunjung,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Yuli Kasiyanto mengatakan, gerakan ini tidak hanya dilakukan di wilayah Colo saja, dengan obyek wisata ziarah makam Sunan Muria.

”Namun di obyek wisata lain di Kudus, gerakan ini juga akan kami kembangkan,” katanya.

Selain melalui Gerakan Sadar Wisata, upaya lainnya terus dikembangkan Disbudpar Kudus, untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di Kudus. Salah satunya adalah dengan merevitalisasi sarpras yang ada di obyek wisata.

Untuk kawasan wisata Colo, menurut Yuli, akan dilakukan revitalisasi anak tangga menuju ke makam Sunan Muria.

Yakni dengan menggunakan kucuran dana bantuan dari kementerian sekitar Rp 800 juta, tangga menuju makam nantinya akan dikeramik dan diberi pegangan untuk kenyamanan pengunjung. ”Tahun ini, pekerjaan tersebut saya harap sudah selesai,” jelasnya.

Editor: Merie