Ternyata Begini Latar Belakang Pemuda di Grobogan Ini Diberi Nama Aneka Profil

MuriaNewsCom, GroboganSeorang pemuda dari Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan yang punya nama Aneka Profil, saat ini ternyata tidak tinggal di desanya. Tetapi, bekerja di sebagai karyawan salah satu rumah makan di komplek Citraland, Semarang. Meski demikian, pemuda kelahiran 30 Oktober 1997 itu selalu balik kampung jika sedang libur.

”Beberapa hari lalu, saya pulang ke rumah. Tapi, sekarang lagi ada kerjaan di Jogja. Bos saya kebetulan lagi buka cabang baru di Jogja,” kata pemuda yang lebih dikenal dengan nama panggilan Aan itu, ketika dihubungi lewat ponselnya.

Aan merupakan putra pasangan Suhadi (54) dan Sumiati (52) yang saat ini tinggal di Dusun Krajan, Desa Rejosari. Aan adalah anak keempat dari enam bersaudara yang kesemuanya laki-laki.

Baca: Gara-gara Punya Nama Aneka Profil, Pemuda di Grobogan Ini Jadi Viral di Media Sosial

Dari keenam bersaudara itu hanya Aan yang punya nama paling unik, yakni Aneka Profil. Ketiga kakaknya, masing-masing bernama Feri Budiarto, Muhammad Zainuri dan Hadi Mustakim. Sedangkan dua adiknya punya nama Nero Stat Warino dan Insan Nahrowi.

”Kakak nomor satu dan dua sudah berkeluarga. Jadi, yang masih tercantum dalam kartu keluarga orang tua tinggal empat orang. Yakni, kakak nomor tiga, saya dan dua adik,” jelas lulusan SMP Al Islam Pakis, Kradenan itu.

SIM milik warga Grobogan bernama Aneka Profil menjadi firal setelah beredar luas di media sosial. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aan mengakui jika namanya selama ini memang sering bikin bingung banyak orang. Beberapa kali, ia terlebih dulu harus meyakinkan orang tentang keaslian nama yang dimiliki.

Seperti, saat membuka rekening bank, beli tiket kereta, mengurus dokumen kependudukan hingga saat bikin SIM, beberapa waktu lalu. Saat mengajukan kredit motor, Aan juga sempat bikin heran pihak dealer terkait namanya.

”Itu antara lain pengalaman saya yang punya nama agak unik. Kalau ngurus sesuatu pasti harus kasih penjelasan dulu untuk menegaskan nama saya itu memang Aneka Profil,” jelasnya sambil tertawa.

Lantaran banyak orang tidak percaya, Aan akhirnya punya inisiatif untuk mengunggah kartu SIM yang dimiliki lewat akun medosnya. Tujuannya, untuk mengabarkan kalau nama itu benar-benar asli, bukan editan atau ada kesalahan penulisan.

”Teman-teman, juga banyak yang menyarankan agar mengunggah ke medsos. Ternyata, unggahan saya jadi bahan pembicaraan,” sambungnya.

Meski sering bikin heran banyak orang, namun Aan mengaku bangga dengan nama yang diberikan orang tuanya. Terlebih, pemberian nama itu ternyata juga ada sejarahnya tersendiri.

Aan mengisahkan, saat ibunya mengandung dirinya, ayahnya masih bekerja di Jakarta. Yakni, jadi tenaga pasang marmer di perkantoran maupun perumahan. Saat bekerja itulah, ayahnya menggunakan aneka peralatan profil untuk memotong marmer.

”Setelah saya lahir, bapak kasih nama Aneka Profil. Jadi itulah cerita dibalik pemberian nama saya. Saya bangga dan tidak malu punya nama Aneka Profil,” cetusnya.

Aan menambahkan, beberapa tahun setelah ia lahir, ayahnya tidak lagi bekerja di Jakarta. Saat ini, ayahnya jadi petani sambil membuka usaha tambal ban di kampung halaman.

Editor: Supriyadi