Warga Kendal Bisa Dengarkan Lagu Kebangsaan Tiap Pagi Lewat Aplikasi Android Ini 

Tampilan aplikasi Android Kendal Gema Kebangsaan. (kendalkab.go.id)

MuriaNewsCom, Kendal – Bupati Kendal Mirna Annisa, meluncurkan aplikasi android Kendal Gema Kebangsaan, Kamis (17/8/2017) usai Upacara HUT ke 72 RI di Alun – Alun Kabupaten Kendal. Aplikasi bertujuan untuk menumbuhkan jiwa dan semangat nasionalisme kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Menurut Mirna, aplikasi tersebut utamanya ditujukan pada anak – anak muda agar rasa dan semangat nasionalismenya bangkit. Sehingga rasa cinta pada tanah air Indonesia tetap ada dan bisa diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari -hari. Dan Kabupaten Kendal bisa menjadi pelopor dan aplikasi tersebut bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia.

Apikasi tersebut, bisa diunduh lewat google Play Store di gawai pintar (smartphone) masing – masing. Program tersebut sebenarnya dinisiasi oleh Dandim Kendal untuk menumbuhkan nasionalisme di kalangan pemuda dan baru pertama kali di Indonesia. Isi aplikasi, lanjut Mirna, berupa lagu – lagu kebangsaan yang diputar setiap pukul 06.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB secara serentak dan otomatis di 266 desa dan 20 kelurahan se-Kabupaten Kendal.

“Kita kumandangkan, kita bangun semangat kebersamaan mulai hari ini (17/8/2017). Tiap pukul 6 pagi untuk Indonesia Raya, pukul 13 lagu Garuda Pancasila dan pukul 21.00 WIB dengan lagu Indonesia Pusaka,” terangnya dikutip portal resmi Kabupaten Kendal.

Menurut Mirna, aplikasi tersebut diharapkan dinstall oleh semua PNS dan perangkat desa se-Kabupaten Kendal untuk menjaga jiwa patriotisme bangsa lewat penanaman nilai – nilai kebangsaan lewat lagu – lagu perjuangan. Di kelurahan, desa dan sekolahan bisa didengarkan lagu – lagu kebangsaan tersebut lewat speaker pada PJU yang disebut Tiang Kebangsaan dengan tenaga matahari ( solar cell ) yang diberi speaker.

Ketika ditanya apakah ada sanksi bila tidak menginstal aplikasi tersebut, Bupati menjawab, bahwa nasionalisme diharapkan tumbuh dengan kesadaran diri dan tidak dipaksa – paksa.

Andrian selaku anggota Tim IT dari aplikasi itu, mengatakan, pihaknya  menerima masukan lagu kebangsaan baru atau diganti lagu baru.

 

Editor : Akrom Hazami