Meresahkan, Anak Punk di Perempatan RSUD Soewondo Pati Diciduk Satpol PP

Petugas Satpol PP Pati saat memeriksa anak punk yang diamankan dari kawasan perempatan RSUD Soewondo Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah anak punk yang mangkal di kawasan perempatan RSUD Soewondo Pati diciduk petugas Satpol PP. Keberadaan mereka dianggap telah meresahkan pengguna jalan.

“Banyak laporan yang kami terima, mereka mengamen dan meminta-minta. Jika tidak dikasih uang, mobil pengguna jalan takut dibaret,” ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Pati Nurtopo, Sabtu (7/10/2017).

Baca Juga: Hanyut di Sungai Silugangga, Warga Rendole Pati Ditemukan Tak Bernyawa

Dari hasil razia, petugas mengamankan tiga orang. Satu anak punk laki-laki mengaku dari Desa Jambean, Margorejo dan dua anak punk perempuan mengaku dari Sayung, Kabupaten Demak.

“Laki-laki berusia 22 tahun, sedangkan dua remaja perempuan punk berusia 14 tahun. Ketiganya langsung kami amankan untuk dilakukan pendataan,” jelas Nurtopo.

Tak hanya dibina, satu pemuda punk dicukur petugas karena rambutnya yang gimbal dan berbau karena jarang mandi. Usai dicukur, pemuda punk itu lantas diminta untuk mandi.

Baca Juga: Ini 3 Objek Wisata yang Bakal Disulap Jadi Wisata Unggulan di Pati

“Dicukur biar jera. Tapi tidak asal cukur, karena petugas Satpol PP ada yang punya kemampuan mencukur rambut. Yang perempuan juga kami minta untuk mandi biar tidak kumal,” imbuhnya.

Sayangnya, ketiga anak punk tersebut tidak membawa kartu identitas diri sehingga petugas sempat kesulitan melacak tempat tinggalnya. Namun, ketiganya akhirnya berhasil dipulangkan.

Nurtopo sudah meminta kepada Kepala Desa Jambean untuk menjemput warganya. Sementara dua perempuan punk yang masih remaja itu dipulangkan dengan dititipkan bus antarkota menuju Demak.

Editor: Supriyadi

Berkeliaran di Stadion, 6 Anak Punk Diamankan Satpol PP Jepara

Satpol pp dan Dinsospermades Jepara melakukan pendataan terhadap anak punk yang diamankan dari kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja Jepara menangkap enam anak jalanan yang berkeliaran di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). Untuk mencegah mereka kembali ke jalanan, mereka dikirimkan ke panti sosial yang ada di Surakarta dan Semarang.

Kepada petugas, mereka berdalih akan menghadiri acara temu kangen grup penggemar band musik Endank Soekamti, pada hari Sabtu (9/9/2017). Bukan saja dari Jepara, keenam remaja tanggung itu ada yang berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Gresik dan Boyolali. 

“Kita kan mau meet and greet Kamtis (Penggemar Band Endank Soekamti) Jepara nanti tanggal 9 di Alun-alun,” kata keenam remaja itu bersahut-sahutan, ketika ditanya alasan mereka berada di Jepara. 

Agar tidak mengulangi perbuatan mereka, akhirnya Satpol PP Jepara berinisiatif untuk mengirim mereka ke panti sosial, melalui Dinsospermades. Hal itu agar juga mendapatkan pendidikan ketrampilan untk hidup. 

Kasi Rehabilitasi dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinsospermades Jepara Joko Setyowanto mengatakan, enam orang anak jalanan tersebut akan dikirim ke dua panti yang berbeda. 

“Untuk yang perempuan (empat orang) akan dikirim ke Panti Perempuan Wanodyatama Sukoharjo. Sementara dua laki-laki, akan dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri di Semarang,” ujarnya. 

Mereka akan dibina di panti tersebut selama enam bulan. Di tempat tersebut, anak-anak jalanan tersebut akan diberi pendidikan ketrampilan seperti rias, menjahit dan berbagai ketrampilan lain. 

Mendengar keputusan tersebut, sontak anak-anak jalanan tersebut mulai mengungkapkan berbagai alasan. Mulai dari masih bersekolah, hingga rindu dengan ayah ibu. Padahal kenyataannya, anak jalanan tersebut telah meninggalkan rumah selama berhari-hari tanpa pengawasan. 

“Nanti jika ada ayah, ibu atau pihak sekolah yang mencari silakan mencari melalui Dinas Sosial atau Satpol PP Jepara. Namun sekarang kalian akan di kirim kesana untuk dapat diberi ketrampilan dan tidak berkeliaran di jalan,” jelas Joko. 

Adapun jati diri dari keenam anak jalanan tersebut adalah, FU dari Pelang Kidul Mayong, NW dari Pulung Boyolali, AAP dari Gresik, AMS dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, R dari Purbalingga dan G dari Bantar Waru-Banjarnegera.

Editor: Supriyadi

Dirazia Satpol PP, Anak Punk Kedapatan Bawa Sajam

Belasan anak punk digelandang ke Kantor Satpol PP, usai digaruk di sepanjang jalan protokol Pati, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Belasan anak punk digelandang ke Kantor Satpol PP, usai digaruk di sepanjang jalan protokol Pati, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Belasan anak punk yang berada di sepanjang jalan protokol dan tempat-tempat berkumpul anak punk di Pati berhasil digaruk petugas Satpol PP Pati, Jumat (20/1/2017). Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Pada saat pembinaan, mereka diminta untuk melepaskan semua atribut punk. Selanjutnya, mereka diminta untuk mengganti pakaian seperti masyarakat pada umumnya. Sebab, pakaian anak punk dinilai seperti preman.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan senjata tajam berupa pisau. “Kami khawatir, keberadaan anak punk tidak sekadar meresahkan masyarakat, tetapi juga berbuat kriminal untuk bertahan hidup. Ini yang harus diantisipasi, sehingga kami razia,” kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Pati, Bhakti Juniar Isrhony.

Senjata tajam yang dirazia kemudian diamankan petugas. Mereka dilakukan pendataan, mulai dari nama lengkap, alamat, dan foto diri. Mereka yang sudah didata akan ditindak tegas, bila nanti masih nekat beroperasi di sepanjang jalan protokol dan tempat-tempat lainnya.

Galang, salah satu anak punk mengaku kapok dan tidak akan melakukan perbuatan yang dinilai meresahkan masyarakat lagi. “Kami sudah membuat kesepakatan dengan mereka untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kalau nanti masih nekat, terpaksa akan ditindak tegas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Belasan Anak Punk di Pati Diciduk Satpol PP

Petugas Satpol PP Pati merazia belasan anak punk di sepanjang jalan protokol di Pati dari Kamis (19/1/2017) hingga Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Satpol PP Pati merazia belasan anak punk di sepanjang jalan protokol di Pati dari Kamis (19/1/2017) hingga Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak empat anak punk yang berkeliaran di sepanjang jalan protokol Pati diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, Jumat (20/1/2017). Sebelumnya, tujuh anak punk juga diamankan petugas Satpol PP Pati, Kamis (19/1/2017).

Kasatpol PP Pati Hadi Santosa mengatakan, keberadaan anak punk di jalanan sudah meresahkan masyarakat. “Kami sudah mendapatkan laporan dari masyarakat, keberadaan mereka semakin menjamur dan meresahkan sehingga kami intensifkan untuk razia,” kata Hadi.

Saat ini, pihaknya akan rutin mengadakan patroli setiap hari untuk menjaring anak-anak punk. Dia berharap, keberadaan anak punk yang sudah meresahkan masyarakat bisa dikurangi atau dihilangkan.

“Dalam sehari, kami melakukan patroli sampai dua kali. Razia akan terus kami lakukan sampai keberadaan mereka hilang di sepanjang jalan protokol di Pati,” tuturnya.

Usai dirazia, mereka dilakukan pembinaan. Dari sebelas yang sudah berhasil diciduk, tiga orang berasal dari Kabupaten Indramayu, dua orang dari Pemalang, satu orang dari Rembang, Jepara dan Demak, serta tiga orang dari Pati.

Usai dibina, mereka dipulangkan ke daerah masing-masing. Satpol PP bekerja sama dengan Kepala Terminal Pati untuk memulangkan mereka secara gratis. “Pendataan sudah kami lakukan. Setelah dibina, mereka dipulangkan ke daerah masing-masing tanpa dipungut biaya,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Video – Kena Razia Satpol PP, 3 Anak Jalanan di Kudus Dihukum Jalan Sambil Jongkok

 

MuriaNewsCom, Kudus – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) kembali mengamankan tiga anak jalanan saat melakukan giat operasi PGOT, Jumat (13/5/2016), pagi tadi. Ketiga anak jalanan yang tertangkap, dihukum petugas dengan cara disuruh jalan sambil jongkok.

Supriyadi, petugas Satpol PP yang melakukan razia mengatakan, ketiga anak jalanan diberikan hukuman bukanlah tanpa sebab. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera agar anak jalanan kapok.

”Memang kami berikan hukuman agar dapat berubah. Jadi supaya mereka kapok sehingga tidak lagi menjadi anak jalanan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menyebutkan, ketiga anak jalanan ditangkap di jalan Ahmad Yani, sekitar pabrik Djarum. Ketiga anak jalanan yang ditangkap itu, terdiri dari dua anak laki laki dan satu perempuan.

Ketiga anak jalanan tersebut, adalah MAC (17) warga Puri, Kabupaten Pati. AS (16) perempuan asal Grobogan, dan DIR (14) asal Grobogan. Mereka mengaku menjadi anak jalanan dengan tujuan mau ke Jepara.

“Jadi saat patroli rutin pagi tadi, malah menjumpai mereka, akhirnya kami menangkap mereka karena meresahkan masyarkat. Laporan terkait urat juga sering muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, DIR anak jalanan paling kecil mengaku memilih menjadi anak jalanan setelah dibujuk AS. ”Saya dibujuk AS, katanya dengan menjadi anak jalanan bisa mudah kemana saja,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Anak Punk Bikin Satpol PP Kudus Deg-degan

Kasi Tibum Tranmas Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kasi Tibum Tranmas Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kekhawatiran Satpol PP Kudus terhadap tindakan anak punk membuat instansi tersebut segera mengambil langkah. Langkah itu yakni dengan cara melakuan razia anak punk secara gencar, di sudut wilayahnya.

Dari laporan yang diterima Satpol PP, anak punk sering meresahkan warga. Terlebih kepada penumpang bus atau angkutan umum. Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi TibumTranmas Sukrin Subiyanto mengatakan, dari pantauannnya memang saat ini klasifikasi tempat yang menjadi persinggahan anak punk yaitu terminal.

“Sebab terminal itu merupakan tempat transit atau berangkatnya bus dan kendaraan besar lainnya. Yang mana, keberadaan anak punk itu biasanya mendompleng kendaraan. Baik itu truk, atau kendaraan lainya dari satu wilayah ke tempat lain.

Satpol PP Kudus menyimpulkan anak punk banyak ditemukan berada di Terminal Induk Bus Jati. Sebab terminal tersebut merupakan terminal besar, serta berada di dekat jalur patura. Terlebih tempatnya dekat perbatasan Kudus dan Demak.

Sementara itu, untuk menertibkannya, Satpol PP akan menggelar razia di terminal, maupun tempat yang disinyalir berkumpulnya anak punk, lainnya. “Bila tidak diperketat, maka bisa meresahkan masyarakat. Kadang mereka juga kerap mengenakan aksesoris yang berpotensi membahayakan. Seperti contoh ikat pinggang berbandul besi, senjata tajam, dan sejenisnya,” ujarnya.

Selain terminal,pihaknya juga akan mengintensifkan razia di wilayah pertokoan, dan mal. Sebab tempat itu sering dibuat istirahat anak punk. Sehari sebelumnya yakni pada Rabu (4/5/2016), Satpol PP menertibkan anak punk dari jalanan kota setempat.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : 5 Anak Punk Panik Dikejar Satpol PP Kudus 

Jadi Punk Gara-gara Enggak Dibelikan HP Orang Tuanya

Jpeg

Anak punk yang diamankan Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu anak punk yang terkena razia Satpol PP Kudus KDA (15) Warga Kaliwungu Kudus menceritakan, dirinya lebih memilih hidup di jalanan lantaran ingin mencari kebebasan.

“Sebenarnya saya juga pernah bersekolah. Namun di saat saya minta handphone ataupun fasilitas lainnya selalu ditolak oleh orang tua, maka saya lebih baik seperti ini sejak sekitar 2 tahun yang lalu,” bebernya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, bocah yang ditangkap di Satpol PP di Jalan Sunan Kudus ini ternyata orang tuanya mempunyai warung makan.

“Sebenarnya orang tua saya itu mempunyai warung makan di Jalur lingkar Kudus. Dan saya pilih seperti ini lantaran apa yang saya minta tidak selalu diberikan. Oleh sebab itu mending hidup kayak gini,” ujarnya.

Sementara itu, terkait instansi pendidikan di mana dia belajar, dia tidak bersedia untuk menyebutkan secara lengkap sekolahnya tersebut. Di saat yang sama, anak punk ARF (19) dari Janggalan Kota, Kudus mengatakan, dirinya dahulu sempat menjadi buruh bangunan di Surabaya, Jawa Timur.

“Di situ saya merasa tertantang untuk hidup mandiri di jalanan. Saya juga ikut menjalani kehidupan ini. Dan kehidupan ini asyik, bebas tanpa beban,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

5 Anak Punk Panik Dikejar Satpol PP Kudus 

5 Anak Punk Panik Dikejar Satpol PP Kudus

Jpeg

Petugas Satpol PP meminta keterangan dari anak punk yang ditertibkan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Kudus – Sekitar lima orang anak punk panik saat dikejar petugas Satpol PP Kudus, Rabu (4/5/2016) pagi. Mereka dikejar saat sedang mengamen di Jalan Sunan Kudus, atau perempatan Jember Kudus.

Begitu mengetahui keberadaan petugas, kelimanya berhamburan lari. Namun petugas lebih sigap. Sehingga satu persatu anak punk tertangkap. Mereka diamankan petugas karena laporan warga yang menyatakan resah dengan keberadaan anak punk.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Tibum Tranmas Sukrin Subiyanto mengatakan, razia anak punk tadi dilakukan dengan menyisir di jalan perkotaan. “Setelah itu, kita bisa menertibkan ke-5 anak punk yang sedang mengamen di Jalan Sunan Kudus,” kata Sukrin.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, kelima anak punk tersebut tiga di antaranya beralamatkan di Kudus dan dua lainya dari Demak. Kelima anak itu adalah KDA (15) dari Kaliwungu Kudus, RR (17) Bonang Demak, DPR (17) Wonosalam Demak, AR (16) Jurang Gebog, ARF (19) Janggalan Kudus.

Semantara dalam penertiban tersebut, pihaknya menyita beberapa alat mengamen dan peralatan lainnya. “Barang yang berhasil kita sita yakni tiga buah gitar, satu ketipung yang terbuat dari pipa air, ikat pinggang, gunting,” ujarnya.

Semantara itu, penanganannya, Satpol PP akan menyerahkan kelima anak punk tersebut ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Razia dilakukan untuk menegakan Perda tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban.

Editor : Akrom Hazami