Ambulans Pengangkut Bayi Ditabrak di Semarang, Begini Reaksi RSUD Kartini Jepara

Puluhan warga ikut membantu evakuasi ambulans yang diitabrak Honda Jazz hingga terguling di Semarang. (FACEBOOK)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen RSUD Kartini Jepara angkat suara terkait kasus ditabraknya armada ambulans milik mereka yang sedang membawa pasien oleh mobil Honda Jazz, di Semarang Rabu (1/11/2017) malam. 

“Hal itu bergantung pada pemeriksaan, rencananya berita acara pemeriksaan akan dilakukan besok. Kalau pun diselesaikan dengan damai itu lebih baik, namun prinsipnya kami menyerahkannya pada mekanisme hukum nanti,” tutur Wakil Direktur RSUD Kartini Muh. Ali, Kamis (2/11/2017).

Ia mengatakan, semua penumpang ambulans tersebut dalam keadaan baik. Hal itu sesuai dengan laporan yang diterimanya dari sopir armada ambulans yakni Deden Leksono Putro. 

“Pada saat kecelakaan, di dalam armada ada perawat atas nama Teguh Wicaksono yang mendampingi, menyelamatkan si pasien bayi. Sementara sopir yakni Deden mengalami lecet sementara penumpang lainnya selamat. Terkait kondisi pasien bayi kami belum mengetahuinya baru esok hari kami akan melakukan kunjungan,” tambahnya

Baca: Mobil Sedan Terbakar Usai Isi Bensin di SPBU Pohijo Pati

Hanya saja, ia menepis kabar yang mengatakan bahwa saat kecelakaan ambulans tak menyalakan sirine. Menurutnya, mobil ambulans yang dimiliki oleh RSUD Kartini dilengkapi lampu rotator dan pada saat kejadian sirine dibunyikan. 

“Setiap kali lampu penerangan mobil dihidupkan, rotator dan sirine otomatis hidup. Apalagi kondisi saat itu malam,” urainya.

Ambulans milik RSUD Kartini Jepara berhasil dievakuasi setelah sempat terguling beberapa kali saat ditabrak Honda Jazz di Jalan Pemuda Semarang. (FACEBOOK)

Dikutip dari Tribun Jateng, kecelakaan nahas tersebut terjadi sekitar pukul 23.15 WIB. Saat itu, mobil Honda Jazz dari arah Jalan Gajahmada (dari Selatan) dan mobil ambulans dari arah timur (Pasar Johar).

Dari keterangan saksi di lapangan, mobil ambulans bernomor polisi K 9596 FC itu lebih dulu menyenggol mobil Honda Jazz warna putih tersebut. Namun, Honda Jazz tersebut justru mendorong ambulans hingga terbalik dua kali.

“Ambulans terseret sekitar empat meter dan sempat terbalik dua kali. Warga yang melihat langsung menolong para korban,” ujar salah satu saksi, Harun Prnoto.

Baca: Mayat Nenek 80 Tahun di Gajahmati Pati Ditemukan Membusuk di Kamarnya

Harun menuturkan, mobil ambulans tersebut membawa pasien bayi berumur sekitar dua bulan. Saat kejadian sang bayi didampingi ibu dan pamannya.

Sementara, mobil Honda Jazz bernomor polisi B 1621 PFX dikendarai dua orang wanita. Harun menduga, keduanya dalam pengaruh alkohol. Karena di dalam mobil ditemukan minuman keras.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, penumpang dan sopir ambulans dilarikan ke RSUP Dr Kariadi Semarang. Sedangkan pengemudi dan penumpang Jazz dibawa polisi.

Kecelakaan tersebut menyebabkan mobil ambulans penyok di pintu sisi kiri. Sementara, mobil Honda Jazz rusak di bagian bumper. Terlihat pula serihan kaca di sekitar lokasi tabrakan.

Editor: Supriyadi

Baca: Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

PMI Grobogan Dapat Bantuan Ambulans

 

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan ambulans yang diterima pada Ketua PMI Sugiyanto disaksikan Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo dan perwakilan FKPD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan ambulans yang diterima pada Ketua PMI Sugiyanto disaksikan Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo dan perwakilan FKPD. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para pengurus PMI setempat agar lebih kreatif menggalang dana dari masyarakat untuk keperluan kemanusiaan. Salah satunya, dengan melibatkan perusahaan swasta yang sudah banyak bermunculan di Grobogan.

“Kreativitas ini diperlukan sepanjang transparan dan tidak menyalahi aturan. Di sini sudah banyak perusahaan swasta yang bisa diajak kerja sama,” kata Sri dalam acara penyerahan bantuan satu mobil ambulans dari perusahaan ritel nasional Alfamart di kantor PMI Grobogan, Rabu (8/2/2017).

Selama ini, Pemkab Grobogan sudah pernah menerima bantuan ambulans dari beberapa pihak. Kebanyakan, bantuan ini sumber dananya berasal dari CSR perusahaan. “Bantuan ambulans kali ini bikin saya kaget. Soalnya, dana pembelian ambulans bukan dari CRS. Tapi, dari donasi konsumen atau pelanggan yang belanja di Alfamart,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut Sri, bisa ditiru dan diterapkan di Grobogan. Yakni, caranya bisa menggalang kerja sama dengan rumah makan dan hotel serta perusahaan swasta lainnya. “Pelanggan rumah makan atau usaha lainnya bisa pula diajak untuk menyisihkan dana bagi kemanusiaan. Tidak usah dalam jumlah banyak. Tapi cukup dari uang kembalian yang receh-receh saja seperti yang dilakukan Alfamart ini. Pengurus PMI saya minta bisa mengadopsi program ini,” cetusnya.

Sementara itu, Branch Manager Alfamart Rembang Putut Desi Susilo menyatakan, selain di Grobogan, bantuan ambulans yang dananya berasal dari donasi pelanggan juga diberikan di enam tempat lainnya. Yakni, Tangerang, Binjai, Pontianak, Palu, Lombok, dan markas pusat PMI. “Sumbangan ambulans ini dihimpun dari donasi pelanggan di gerai kami selama periode 1-31 Oktober 2015. Masing-masing ambulans harganya sekitar Rp 398 juta,” katanya.

Tahun 2016 lalu, pihaknya juga menyalurkan donasi konsumen melalui PMI. Wujudnya berupa 3 mobil unit donor darah, 1 mobil tangki air bersih dan 3.000 paket bantuan bencana alam. 

Editor : Akrom Hazami