Disdukcapil Kudus Genjot Kepemilikan Akta Kelahiran

Petugas memberikan akta kelahiran kepada ibu yang baru melahirkan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus menggenjot kepemilikan akta kelahiran bagi warga. Berbagai program dilakukan, termasuk jemput bola dan Si Bolang Mahir.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil Titit Sri Harjanti mengatakan, upaya menggenjot angka kepemilikan akta kelahiran, guna memenuhi target nasional kepemilikan akta kelahiran untuk anak usia 0-18 tahun, yang minimal harus 79 persen.

“Untuk anak usia 0-5 tahun persentase kepemilikan akta kelahiran sudah mencapai 99 persen. Dan yang belum memiliki masih didominasi anak usia di atas 5 tahun,” katanya.

Ia menyebut, sistem jemput bola ini, menurut Titit, dilakukan pihaknya dengan menggandeng Sembilan rumah sakit yang ada di Kudus, serta 14 UPT Puskesmas yang ada, untuk pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir.

Hal ini dilakukan, supaya bayi yang lahir bisa mendapatkan akta kelahirannya, saat dibawa pulang ke rumah. Ini juga untuk mempermudah warga mengurusnya.

”Orang tua bayi tinggal menyiapkan persyaratan yang diperlukan seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan dokter, dan fotokopi akta atau surat kawin. Kami yang memprosesnya hingga jadi, dan akan kami antarkan langsung saat sudah jadi,” tuturnya.

Program tersebut disambut sangat positif masyarakat. Ini dilihat dari animo mengurus akta kelahiran melalui rumah sakit tempat melakukan persalinan, yang  tergolong tinggi. Ribuan orang sudah mengajukan permohonan.

Editor : Ali Muntoha

Petugas Dukcapil Kudus Antarkan Akta Kelahiran ke Rumah Warga

Salah satu petugas Disdukcapil Kudus saat mengantarkan akta kelahiran kepada pemohon, di RSUD Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses kepengurusan dokumen kepenudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus semakin dipermudah. Bahkan petugas juga turun ke rumah-rumah warga untuk mengantarkan sertifikat, seperti akat kelahiran.

Bahkan Sekretaris Disdukcapil Kudus, Putut Winarno juga turun langsung untuk mengantarkan akta kelahiran ini.

Putut mengantarkan akta kelahiran anaknya Agus, di Kecamatan Dawe. Akta kelahiran itu diberikan saat anaknya baru berusia satu pekan.

Sebelumnya Agus memang mendaftarkan pengurusan akta kelahiran anaknya ke Disdukcapil Kudus. Ia memanfaatkan layanan online, sehingga ia tak perlu antre dan lebih mudah.

”Saya tidak menyangka kalau ternyata pelayanan yang diberikan dinas sampai sejauh ini. Diantarkan langsung akta kelahiran anak saya. Benar-benar sangat berterima kasih karena sudah dimudahkan,” kata Agus.

Saat ini untuk memproses dokumen kependudukan di Kabupaten Kudus, tidak perlu harus datang langsung ke kantor dinas. Sudah disediakan beragam aplikasi berbasis android. Lewat aplikasi tersebut, masyarakat mudah mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor.

Masyarakat cukup mengunduh aplikasi tersebut di google playstore, kemudian diinstal di smartphone.

Kemudahan ini memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri.

Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan.

Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Editor : Ali Muntoha

Puluhan Ribu Siswa di Grobogan Tak Miliki Akta Kelahiran, Begini Langkah Dispendukcapil

Ratusan guru TK, SD, dan RA dari tiga kecamatan mengikuti sosialisasi administrasi kependudukan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (2/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan mencatat ada sekitar 95. 761 anak berusia 0-18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran.

Untuk mendongkrak capaian kepemilikan akta kelahiran tersebut, Dispendukcapil melibatkan instansi sekolah. Hal itu dilakukan karena sebagian besar anak yang belum memiliki akta kelahiran tersebut masih duduk dibangku sekolah.

Kabid Pelayanan Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Grobogan Agus Sutriyono menyatakan, jumlah anak usia 0-18 tahun mencapai 436.819 orang. Namun, baru 79 persen atau sekitar 341.058 orang yang sudah memiliki akta kelahiran.

Baca: Pak Haji Penjual Miras Oplosan Asal Mlonggo Jepara Dikenai Pasal Berlapis

Artinya masih ada sekitar 95. 761 siswa yang belum memiliki akat kelahiran. Karena itu, hingga akhir tahun nanti, target kepemilikan akta kelahiran yang ditetapkan pemerintah sebesar 85 persen.

”Data 79 persen itu masih bisa meningkat karena tiap hari kita terbitkan akta kelahiran baru. Kita harapkan, sampai akhir tahun target kepemilikan akta kelahiran sebesar 85 persen bisa tercapai,” katanya usai menggelar sosialisasi administrasi kependudukan bagi guru TK, SD, dan RA di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (2/11/2017).

Baca: Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Menurut Agus, guru tersebut dilibatkan dalam upaya meningkatkan capaian kepemilikan akta kelahiran pada murid-muridnya. Bagi murid yang belum memiliki akta kelahiran, nantinya bisa mengurus secara kolektif lewat sekolah.

Selain itu, para guru juga diminta membantu menyosialisasikan cara mengurus dokumen kependudukan pada siswa atau wali murid. Untuk mengurus dokumen kependudukan tidak dipungut biaya.

”Kali ini ada ratusan guru dari tiga kecamatan yang kita undang dalam sosialisasi. Yakni, dari Kecamatan Klambu, Pulokulon, dan Tawangharjo,” jelasnya

Editor: Supriyadi

Progam Pembuatan Akta Kelahiran Bagi Bayi yang Dilahirkan di RSUD Kudus Dimulai Mei 2016

akta kelahiran

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Saat ini ibu yang mau melahirkan tidak perlu pusing memikirkan administrasi dalam pengurusan akta kelahiran, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menggulirkan perogram baru, membuat akta kelahiran. Setiap bayi yang lahir, nantinya sudah langsung bisa mengantongi akta kelahiran dan perubahan kartu keluarga (KK). Program ini rencananya dimulai bulan Mei depan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo mengatakan, mengenai teknis secara detail masih dalam proses pembahasan. Karena, hal itu menyangkut data arsip.

”Orang melahirkan ada yang malam hari dan terkadang keesokan harinya sudah pulang, untuk pengurusan administrasinya juga seperti apa dipersilahkan untuk memilih,”katanya.

Menurutnya, progam tersebut merupakan progam yang bagus. Pihak Disdukcapil juga mendukung adanya terobosan tersebut, lantaran membantu masyarakat dalam mengurus akta kelahiran dan KK.

Dia mengakui, kalau kerja sama sudah dibicarakan, dan sedang dibahas serta sudah dilakukan untuk mematangkan gagasan tersebut.

Mengenai teknis, rencananya akan disiapkan petugas yang bersiap di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Sehingga, dalam memasukkan data bisa lebih mudah, dan tinggal mencetaknya saja. “Kita tunggu saja bulan depan, mudah – mudahan dapat berjalan dengan baik sebagai bentuk pelayanan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono