Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus, lima paslon pemimpin Kota Kretek mengaku siap bertarung di gelaran Pilbup 2018. Mereka menganggap masing-masing kontestan adalah pesaing berat.

Seperti diungkapkan oleh Masan, calon bupati yang diusung PDIP, Golkar, Partai Demokrat dan PAN. Ia menyebut, harus kerja keras untuk dapat menapaki kursi pemimpin Kudus.

“Semuanya berat, jadi saya harus kerja keras. (kompetisi) itu biasa saja, yang terpenting bisa saling menghormati dan menghargai karena pilkada adalah ujian kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkapnya, setelah resmi ditetapkan KPU Kudus sebagai Calon Bupati di Hotel Kenari Asri, Senin (12/2/2018).

Disinggung terkait strategi pemenangan, ia mengaku akan menguatkan seluruh struktur koalisi. “Setelah ini kita akan fokus ke pengambilan nomor urut besok. Terkait nomor, berapapun itu baik,” imbuhnya.

Sementara itu M. Tamzil Calon Bupati Kudus yang diusung PKB, PPP dan Hanura mengaku akan mulai bergerak menemui masyarakat. “Tidak ada kata terlambat bagi kami, nanti yang terpenting lihat pada tanggal 27 Juni,” ucapnya.

Baca: SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

Ditanya tentang saingan terkuat dalam kompetisi pilbup Kudus, Tamzil mengaku semua peserta memiliki bobot tersendiri. “Sama saja (beratnya) baik perseorangan maupun dari partai. Yang penting dalam pilkada ini semuanya berlangsung kondusif,” tuturnya.

Calon dari perseorangan, Nor Hartoyo mengaku akan bergerak lebih masif untuk mengenalkan visi dan misinya kepada warga. Menurutnya, timnya sudah bergerak sejak lama.

“Saya akan ketemu dengan masyarakat untuk menyosialisasikan visi dan misi. Tim sudah terbentuk hingga tingkat RT, karena sejak kita mau merekrut dukungan kita sudah terjun ke masyarakat,” tutur calon bupati dari jalur perseorangan itu.

Ditanya mengenai persaingan, dirinya menganggap semua calon dianggap berat. “Semuanya berat, semuanya lawan tangguh, secara prinsip kita tak meremehkan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu Sururi Mujib, tim pemenangan calon bupati-wabup Akhwan-Hadi Sucipto mengaku akan menyusun strategi khusus. Mereka akan mendekati setiap warga.

“Tim kami sudah terbentuk hingga ke tingkat RT,” ucapnya mewakili Akhwan yang tidak hadir karena sedang takziyah.

Hampir serupa, tim pemenangan calon Sri Hartini-Bowo menyebut, akan lebih giat turun ke masyarakat. “Otomatis kita akan menerapkan strategi, pembentukan tim relawan dan pemenangan. Pembentukannya sebagian besar sudah dilakukan,” kata Azka Najib, tim pemenangan pasangan Hartini-Bowo.

Editor: Supriyadi

Akhwan-Hadi Sucipto Jadi yang Pertama Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon bupati-wakil bupati Kudus dari jalur perseorangan Akhwan-Hadi Sucipto menjadi yang pertama mendaftar di KPU, Senin (8/1/2018).  Sekitar pukul 09.00 WIB rombongan sekitar 20 orang diterima di kantor Komisi Pemilihan Umum.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, sesuai dengan pengumuman tentang pendaftaran Paslon Pilbup Kudus 2018, jangka pendaftaran akan dilakukan dari tanggal 8-10 Januari 2018. Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh paslon.

“Nanti dokumen pencalonan dan syarat calon diteliti (oleh KPU Kudus). Untuk syarat pencalonan itu harus ada, sementara untuk syarat calon bilamana ada kekurangan bisa dilengkapi. Seandainya syarat pencalonan bila nanti memenuhi syarat akan kami beri tanda terima,” katanya.

Jika syarat pencalonan pasangan ini diterima, lanjut Khanafi, akan dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk Pilbup Kudus, pemeriksaan akan dilaksanakan di RSUP dr Kariadi Semarang.

“Nanti mohon paslon dan tim menunggu sebentar, sembari menungu proses verifikasi,” tambah Khanafi.

Baca : PKB Deklarasikan Tamzil-Hartopo Cabup-Cawabup Kudus

Sementara itu, bakal calon bupati dari jalur perseorangan Akhwan, mengaku optimisti dapat lolos untuk melaju ke pemilihan bupati-wakil bupati.

“Pagi ini kami serahkan syarat pencalonan sesuai dengan amanat masyarakat Kudus yang sesuai dengan regulasi. Yakni 64.417 dukungan, baik softcopy maupun asli,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk dari sebuah perjuangan. “Nek kepengin lungguh neng pendapa ya kudu rekasa dhisik (kalau ingin duduk di pendhapa kabupaten ya harus bersakit-sakit dahulu). Ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk kemudian hari dapat memimpin Kabupaten Kudus,” urai Akhwan.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Akhi Yakin Peroleh 100 Ribu Suara di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal calon Bupati Kudus Akhwan-Hadi Sucipto (Akhi) yakin bisa mendapatkan suara dukungan lebih dari 100 ribu suara dalam Pilbup Kudus 2018. Itu diyakini setelah mampu lolos tahapan verifikasi faktual dari jalur independen yang dilakukan KPU Kudus.

Bakal Calon Bupati Kudus Ahwan mengatakan, hasil verifikasi tercatat dukungan yang masuk sejumlah  64.417 lembar e-KTP. Dengan jumlah dukungan itu, dia yakin akan terus bertambah dan menembus lebih dari 100 ribu.

“Sebenarnya banyak yang tidak lolos verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU. Karena, saat itu anggota kami banyak yang belum memiliki e-KTP. Jadi tidak lolos,” katanya kepada MuriaNewsCom

Selain itu, dia juga menyampaikan suara yang sudah terkumpul tidak akan hilang saat pelaksanaan pemilu nanti. Karena, saat permintaan KTP, masyarakat juga diberikan kesepakatan untuk mendukung pasangan Akhi dalam pemilu nanti.

Tak hanya itu, ia juga optimistis dukungan suara akan meningkat karena tim yang berada di tiap desa selalu berkembang. Sehingga, pihaknya yakin bakal menenangkan pemilu nantinya.

Disinggung soal ketenaran Akhi, pihaknya menejelaskan kalau hingga kini masih butuh lebih tenar lagi. Untuk itu sasarannya nanti akan kampanye ke desa-desa lebih diintensifkan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah mendukung kami,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Akhi Klaim Lolos Verifikasi Faktual Calon Independen di Pilkada Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Akhwan Berfoto bersama wakilnya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017). MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati Kudus dari jalur independen Akhwan – Hadi Sucipto (Akhi) mengklaim lolos verifikasi faktual sebagai bakal calon di Pilkada Kudus 2018 mendatang.

Klaim tersebut bahkan sudah dipublikasikan dalam akun fanspage Facebook Sahabat Mas Akhwan pada 26 Desember 2017. Dalam fanspage tersebut Akhi mengklaim dukungan yang terverifikasi sebanyak 64.417 suara.

Alhamdulilahirabbil “alamin… berkat doa dan dukungan para ulama/kiai, masyarakat Kudus dan pendukung setia. Pasangan AKHI lolos verifikasi bacabup Kudus dari perseorangan berdasarkan rekapitulasi di 9 Kecamatan dengan total dukungan 64.417 . Sementara perseorangan lain 40.995 
Batas minimal dukungan perseorangan yang ditetapkan KPU Kudus adalah 45.323 . 
Mohon doa restu dan dukungannya untuk tahapan selanjutnya,
” tulisnya dalam akun Facebook.

Saat dimintai keterangan, Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan membenarkan hal tersebut. Akhwan menuturkan kalau data tersebut diperoleh dari verifikasi yang sudah berlangsung di tiap kecamatan. Sehingga, meski belum ada edaran resmi dari KPU, pihaknya yakin itu benar.

“Alhamdulillah sudah lolos, berkat dukungan semuanya,” kata politisi Partai Nasdem kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/12/2017).

Pihaknya menambahkan, saat ini ia masih menunggu hasil verifikasi dari KPU Kudus. Rencananya, hasil verifikasi tersebut akan diumumkan kepada para calon bupati independen akhir Desember mendatang.

Disinggung soal tulisan yang menerangkan calon perseorangan lain memiliki jumlah 40.995 dukungan, pihaknya menejelaskan kalau itu adalah pasangan Noor Hartoyo dan  Junaidi (Harjuna).  

”Yang mendaftar ke KPU kan hanya dua calon, yaitu kami (Akhi) dan Harjuna,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, belum menerima laporan resmi akan hal itu. Karena, verifikasi dari KPU Kudus baru mulai dilaksanakan besok Jumat (29/12/2017).

”Tahapan Rekap di KPU tanggal 29-31 Desember 2017,” jawabnya singkat.

Editor: Supriyadi

Pasangan Akhwan-Hadi Sucipto Targetkan 100 Ribu Dukungan di Pilkada Kudus

Tim Pemenangan Akhwan-Hadi Suciptosaat deklarasi di kediaman Hadi Sucipto, di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungi, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah memastikan diri maju melalui jalur independen, Bakal calon Bupati Kudus Ahwan yang bersanding dengan Noor Hadi menargetkan 100 ribu dukungan untuk maju ke Pilihan Bupati (Pilbup) Kudus.

Sugiharto, Ketua Tim Kemenangan Akhwan-Noor Hadi (Akhi) mengatakan, target 100 ribu merupakan target minimum. Target tersebut juga menjadi target awal untuk mendaftar di KPU lewat jalur independen.

”Dengan suara 100 ribu, maka akan cukup untuk mendaftar sebagai calon independen. Saya siap memenangkan Mas Akhwan – Hadi Sucipto menjadi Bupati Kudus mendatang,” katanya saat deklarasi dikediaman Hadi Sucipto, di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungi, Kamis (7/9/2017).

Baca Juga: Mengejutkan, Akhwan Putuskan Daftar Melalui Jalur Independen di Pilkada Kudus

Menurut dia, dalam memenangkan nanti, sudah ada dukungan di semua tempat. Bahkan untuk syarat dukungan yang 50 persen lebih dipastikan terpenuhi. Itu lantaran dukungan berada di seluruh desa di Kudus.

”Semua desa sudah ada dukungannya. Tinggal merekap dan mendaftarkannya saat pendaftaran dibuka,” tegasnya.

Sementara itu, Sururi Mujib, tim sukses Akhi menambahkan, jika ditotal, dukungan yang saat ini sudah masuk mencapai 65.500 suara. Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah mengingat masih banyak simpatisan yang belum terekap.

”Kami akan terus membuka pendaftaran dukungan. Hingga batas akhir. Saat ini banyak yang ingin mendukungnya namun kehabisan formulir,” ucapnya.

Editor: Supriyadi

Mengejutkan, Akhwan Putuskan Daftar Melalui Jalur Independen di Pilkada Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Akhwan Berfoto bersama wakilnya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017). MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan mengurungkan niatnya maju melalui partai politik di Pilkada Kudus 2018 mendatang.

Di luar dugaan, politis Partai Nasdem yang sudah mendaftar ke Partai Nasdem, Golkar, PPP, Demokrat, hingga Hanura ini memutuskan mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen.

Keputusan tersebut (jalur independen) sekaligus untuk menjawab suara sumbang terkait keikutsertaannya di Pilihan Bupati Kudus yang beredar masyarakat. Apalagi, sudah banyak rumor yang mengatakan kalau ia batal nyalon karena tak dapat rekomendasi partai karena tak punya duit.

”Dengan ini semua pertanyaan masyarakat terjawab. Saya tetap maju dalam Pilbup Kudus,” katanya saat deklarasi Pengukuhan di kediaman pasangannya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017).

Ahwan menjelaskan, maju melalui jalur independen memang lebih banyak tantangan. Meski begitu, ia bisa mengukur dukungan dari masyarakat Kudus untuk memenangi Pilkada.

”Dengan jalur independen ini, saya yakin bisa menang. Terlebih lagi, kami menargetkan bisa mendapat 100 ribu suara,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Akhwan Tak Akan Daftarkan Diri jadi Bakal Calon Bupati Kudus Lewat PKB

Salah satu bakal calon Bupati Kudus, Akhwan, saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal calon Bupati Kudus Akhwan mengaku enggan mendaftarkan diri melalui DPC PKB Kudus. Alasannya, dia optimistis mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik yang didaftarnya.

Akhwan diketahui telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Termasuk, dia juga telah berkomunikasi dengan partai yang tidak membuka penjaringan bakal calon sekalipun, seperti Demokrat dan PAN.

Diketahui, DPC PKB Kudus akan membuka penjaringan bakal calon bupati, mulai 27 Agustus hingga 11 September 2017.  Partai berlambang Bintang Sembilan itu bisa mengusung calon bupati, dengan syarat harus berkoalisi dengan partai politik lain. Guna memenuhi kursi sebanyak 9.

“Saya tidak akan daftar ke PKB.  Karena sudah cukup (kursi) dari partai yang saya jalin komunikasi. Sudah cukup sebagai syarat daftar bupati,” kata Akhwan saat dihubungi MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (26/8/2017).

PKB saat ini mengantongi 6 kursi di DPRD Kudus. Jumlah kursi itu lebih banyak dibandingkan dengan yang dikantongi Partai Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Diketahui, Partai Nasdem mengantongi 4 kursi, Golkar 4 kursi, PPP 3 kursi, dan Hanura 3 kursi. “Kan sudah cukup kursinya. Kursi dari partai yang saya ajak komunikasi itu,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu tetap menjalin hubungan baik dengan partai yang juga membuka penjaringan calon bupati. Seperti PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Editor : Akrom Hazami

Akhwan Kembalikan Berkas Formulir  Bakal Calon Bupati ke Partai Hanura 

Akhwan saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Akhwan Sukandar atau yang biasa disapa Mas Akhwan, telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus ke DPC Partai Hanura, Rabu (16/8/2017) sore. Mas Akhwan merupakan bakal calon keempat yang  mengembalikan formulir bakal calon bupati Kudus.

Sutriyono Ketua Penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura mengatakan, Akhwan merupakan bakal calon keempat yang meminang Hanura. Sebelumnya, nama lain yang mengembalikan berkas adalah Umar Ali pengusaha, Sri Hartini dari Gerindra dan DPRD Jateng, dan Djoni Raharjo seorang pensiunan PNS

“Hari ini ada dua nama yang mengembalikan, yaitu Mas Akhwan dan Pak Djoni. Dengan demikian keempat calon sudah mengumpulkan berkas pendaftaran,” katanya usai pengembalian berkas Akhwan di kantor DPC Hanura.

Pihaknya mendoakan agar Akhwan dapat rekomendasi dan maju dalam pencalonan bupati Kudus, hingga akhirnya memenangkannya. Namun semuanya harus melalui mekanisme pendaftaran dan seleksi yang dilaksanakan oleh tim.

 Akhwan menyebutkan pihaknya mengajak Hanura bersama-sama maju dalam memajukan Kudus. Bersama dengan penyampaian visi dan misinya yang disampaikan secara singkat, pihaknya menjelaskan rencana jika jadi bupati Kudus.

“Visi kami adalah  Kudus makmur bermaktabat. Sementara, untuk misi Dandani, Ngayomi dan Ngayemi,” katanya saat sambutan.

Dandani adalah mempertahankan progam yang sudah dilakukan bermanfaat. Sementara yang  tidak bermanfaat bakal diubah. Sedang Ngayomi tetap memperhatikan nasib masyarakat,  menekan angka kemiskinan dan banyak membuat peluang lapangan kerja. Dengan demikian masyarakat dapat nyaman.

Editor : Akrom Hazami 

DPRD Kudus Perlu Persiapan untuk Pemilihan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Di sisi lain, anggota DPRD Kudus asal PKB Nur Khabsyin mengatakan jika mekanisme pemilihan wabup sesuai undang-undang,  dilakukan oleh DPRD. Calon yang akan dipilih merupakan usulan dari parpol pengusung, yang disampaikan ke DPRD oleh bupati.

”DPRD Kudus sendiri perlu melakukan persiapan untuk keperluan ini. Seperti mengubah tata tertib, dengan menambah aturan mekanisme pemilihan wabup,” katanya.

Akhwan sendiri menegaskan, dirinya siap untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Apalagi, dirinya juga sudah mendapat perintah dari partai.

”Saya siap mundur dari jabatan saya sebagai anggota dewan provinsi, jika memang nantinya dipilih jadi wabup,” katanya.

Namun Akhwan juga harus melihat realita bahwa pengisian kekosongan jabatan itu, sepenuhnya berada di tangan bupati Kudus. ”Kalau bupati memberi jalan, saya siap menjalankannya. Tapi kalau itu, ya tidak apa-apa. Itu terserah bupati. Kita serahkan semuanya ke bupati,” imbuhnya. (MERIE)

Parpol Pendukung Isyaratkan Dukung Akhwan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus selepas meninggalnya Wabup H Abdul Hamid, dinilai sudah saatnya harus diisi. Apalagi sudah lebih setengah tahun, jabatan tersebut kosong.

Nama yang disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut, adalah Ketua DPD Partai Nasdem Kudus H Akhwan Sukandar. Dan tampaknya, partai politik (parpol) pendukung kemenangan pasangan H Musthofa-H Abdul Hamid pada pemilukada 2013 lalu, mendukung jika Akhwan maju sebagai wakil bupati.

Itu terlihat dari kehadiran sejumlah pentolan parpol pendukung, pada acara halal bihalal sekaligus reses, yang diadakan Akhwan di kediamannya, Minggu (26/7/2015).

Bukan hanya pimpinan dan kader Partai Nasdem saja yang hadir. Terlihat sejumlah anggota DPRD Kudus seperti Ulwan Hakim (PPP), Rochim Sutopo (PAN), Nur Khabsyin (PKB), serta Ketua PKS Setyo Budi Wibowo ikut hadir dalam acara tersebut. Sebagaimana diketahui, PPP, PAN, dan PKS tak lain partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Musthofa-Abdul Hamid.

Ulwan Hakim anggota DPRD Kudus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ulwan Hakim mengatakan, jabatan wabup yang kosong sejak Januari lalu mendesak untuk segera diisi.
Menurut Ulwan, dalam menunjang kinerja bupati, posisi wabup dinilai cukup penting.

”Karenanya, kami sebagai partai pengusung pasangan pemenang pilkada lalu, sedang menimbang sejumlah nama untuk diajukan sebagai calon wakil bupati,” terangnya di sela-sela acara. (MERIE)

Akhwan Siap Jadi Wakil Bupati Kudus

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus yang terjadi sekarang ini, dinilai perlu untuk segera diisi, setelah ditinggalkan Wabup H Abdul Hamid yang meninggal dunia setengah tahun lalu itu. Sejumlah nama sebenarnya sudah diwacanakan untuk bisa mengisi kekosongan tersebut. Hanya saja, Bupati Kudus H Musthofa masih memilih untuk membiarkan jabatan itu kosong hingga sekarang.

Salah satu nama yang belakangan sering disebut pantas mengisi kekosongan jabatan itu adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H Akhwan Sukandar. Beberapa partai juga belakangan menyebut namanya, sebagai salah satu orang yang pantas mengisi kekosongan jabatan wabup itu.

Ditemui saat menggelar halal bihalal di kediamannya, Minggu (26/7/2015), Akhwan mengatakan bahwa dirinya memang sudah mendapat perintah partai, untuk maju mengisi posisi wakil bupati Kudus yang kosong.

”Ini adalah perintah partai. Mau tidak mau, saya memang harus menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/7/2015).

Menurut Akhwan, dirinya masih merasa nyaman dengan jabatannya sebagai anggota dewan provinsi. Dia tercatat sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus. Namun, jika nantinya memang ditunjuk sebagai wakil bupati, Akhwan mengaku siap untuk mundur dari jabatannya tersebut.

”Itu adalah konsekuensi. Kalau memang nanti akhirnya ditunjuk jadi wakil bupati, saya siap mundur,” tegasnya.

Namun, Akhwan juga menegaskan keputusan agar posisi wakil bupati diisi atau tidak, sepenuhnya ada di tangan Bupati Kudus H Musthofa. Semuanya tergantung apakah bupati ingin jabatan itu diisi atau tidak.

”Kalau bupati mau membuka jalan agar jabatan itu diisi, saya siap kalau ditunjuk. Tapi kalau tidak, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung bupati,” terangnya. (MERIE)