Banyak Keluhan, Komisi B Minta PDAM Grobogan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

MuriaNewsCom, GroboganKetua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo meminta PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan meningkatkan kualitas pelayanan pada pelanggan. Khususnya, soal kualitas air dan lancarnya pasokan ke rumah pelanggan. Hal itu dilontarkan menyusul banyaknya keluhan dan pengaduan yang disampaikan para pelanggan.

”Hari kamis kemarin, kita sudah memanggil direktur dan badan pengawas PDAM. Hal ini kita lakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat. Kami minta keluhan ini segera ditangani dengan memberikan pelayanan yang lebih baik,” tegas Budi.

Budi juga meminta pada pihak PDAM agar menyampaikan pemberitahuan pada pelanggan jika ada gangguan distribusi. Pihak PDAM juga dituntut untuk meningkatkan profesionalitas karyawan.

Direktur PDAM  Grobogan Bambang Pulunggono menyatakan, selama ini ada dua hal yang selalu jadi keluhan pelanggan. Yakni, masih belum bagusnya kualitas air dan belum lancarnya distribusi ke rumah pelanggan.

Pulunggono mengakui jika pelayanan yang diberikan pada pelanggan memang belum maksimal. Sedikit demi sedikit dua hal yang dikeluhkan pelanggan akan segera ditangani.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun satu unit instalasi pengolahan air (IPA) yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Lokasinya berada di lahan IPA yang ada saat ini di Jl HM Thamrin, seberang Stadion Krida Bhakti Purwodadi. IPA baru ukurannya 15×9 meter dengan kapasitas produksi 50 liter per detik.

”Pembangunan IPA baru masih berjalan dan ini sudah dalam tahap akhir. Dengan adanya IPA baru ini akan memperlancar distribusi air ke rumah pelanggan,” katanya.

Mengenai kualitas air, Bambang menyatakan, salah satu penyebab utama adalah pipa jaringan distribusi yang sudah waktunya diganti. Sebab, sebagian besar pipa saat ini usianya sudah puluhan tahun dan didalamnya terdapat endapan sehingga membuat air jadi keruh.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Pengelolaan Air Muria Harusnya Dikelola BUMDes

Bupati Kudus Musthofa memberikan penjelasan pentingnya air muria bgi masyarakat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengusulkan pengelolaan air muria dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Dengan cara itu, air muria akan lebih bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya setempat

”Jika dikelola desa, maka kesejahteraan akan dimanfaatkan semua masyarakat. Apalagi potensi yang dihasilkan juga cukup besar, jadi akan lebih tepat jika dikelola desa,” katanya kepada wartawan, Selasa (5/9/2017). 

Bupati menjelaskan, selama ini desa tidak dapat kontribusi apapun dari penjualan air pegunungan muria. Padahal, warga juga ikut terdampak dengan sulitnya mencari sumber air karena banyak dijual.

”Saat mencari sumber air, butuh jarak sampai 12 meter baru dapat. Itupun sudah  jarang ditemukan di kawasan Colo dan Kajar,” ujarnya.

Langkah yang dilakukan, kata Bupati Kudus, pihak kecamatan dapat bersinergi dengan pihak desa untuk menyusun usaha tersebut. Langkah awal, dengan menyusun payung hukum dari desa tentang pemanfaatannya.

“Kalau bumi air dan isinya milik negara, maka masyarakat juga harus mendapatkan manfaatnya. Jangan hanya beberapa orang yang memilikinya,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Berbisnis MLM Harus Pantang Menyerah

Henry Ong, melakukan praktek kelebihan terhadap produk air minumnya untuk meyakinan calon pembeli. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Henry Ong, melakukan praktek kelebihan terhadap produk air minumnya untuk meyakinan calon pembeli. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Sebagai orang yang pernah malang melintang di dunia bisnis MLM ini, Henry Ong menyarankan masyarakat untuk memilih bisnis MLM yang sesuai dengan bidangnya. Henry sendiri memilih produk air mineral sebagai bisnis MLM yang dilakoninya, karena memberi banyak manfaat bagi orang lain. Lanjutkan membaca

Perluas Jaringan dengan Berbisnis MLM

Henry Ong, melakukan praktek kelebihan terhadap produk air minumnya untuk meyakinan calon pembeli. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Henry Ong, melakukan praktek kelebihan terhadap produk air minumnya untuk meyakinan calon pembeli. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Henry Ong, leadership bisnis MLM air mineral mengatakan bisnis MLM yang paling berkembang yakni di luar negeri. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang cenderung antipati dengan bisnis Multi Level Marketing. Lanjutkan membaca