Usai Tangkap Agus Imakudin, BNN Akan Tes Urine Seluruh Anggota DPRD Kudus

ai tes urine dprd

Gedung DPRD Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng akan melakukan tes urine seluruh anggota DPRD Kudus. Kegiatan tersebut dilakukan secara dadakan.

Tujuannya agar tes urine tidak diketahui DPRD. Sehingga tidak ada anggota DPRD yang siap-siap lebih dulu. Atau berupaya menghindar.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tes urine anggota DPRD Kudus.

“DPRD Kudus minta kami melakukan tes urine. Surat permintaan mereka telah kami terima. Kami akan melakukan tes urine itu tiba-tiba,” kata Tri saat dihubungi wartawan, Kamis (28/7/2016).

Tes tersebut akan dimasukkan dalam agenda BNNP yang dilakukan dalam waktu dekat. Terlebih,tes menjadi bagian dari pengembangan kasus sabu yang menjerat anggota DPRD Kudus, Agus Imakudin.

Sebab, muncul informasi bahwa Agus Imakudin juga mengedarkan sabu ke anggota DPRD Kudus. “Di Kudus memang banyak peredaran narkoba,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

 

 

 

 

Agus Imakudin Diduga juga jadi Pengedar Sabu

ai e

Agus Imakudin (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah tak mau puas, dengan hanya menetapkan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin sebagai pengguna sabu.

Lembaga pemberantas narkoba itu, tengah menelusuri peran Agus Imakudin, yang diduga juga berperan sebagai pengedar.

Berdasarkan informasi yang didapatkan MuriaNewsCom, Agus Imakudin sering menawarkan sabu ke beberapa rekannya di Kudus. Termasuk pula ke kalangan DPRD Kudus.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru mengaku juga mendapatkan informasi seperti itu. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan tetang informasi tersebut.

“Kami akan tindak lanjuti. Kami akan lakukan penelusuran. Jaringan Agus akan kami bidik,” kata Tri dihubungi wartawan.

Jika nanti BNNP menemukan barang bukti mengarah pada keterlibatan Agus jadi pengedar, BNNP akan mengubah statusnya. Yang semula pengguna, menjadi pengedar.

Diketahui, saat ini Agus ditetapkan sebagai tersangka, serta sebagai pengguna. Hal itu tak lepas dari barang bukti yang dibawa Agus Imakudin saat geledah, kurang dari 1 gram.  BNNP pun merehabilitasinya,

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi. Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

 

 

BNNP Jateng Tetapkan Kudus Darurat Narkoba

 

BNN

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng mengincar Kabupaten Kudus. Hal itu seiring tertangkapnya Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru  saat gelar kasus di halaman kantornya, Rabu (27/7/2016) mengatakan, Kudus merupakan salah satu kota yang kini akan dipantau.

“Kudus darurat narkoba. Kami akan memantau daerah tersebut,” kata Tri.

Sebagaimana diketahui, dari penangkapan Agus Imakudin. Terungkap pula peredaran narkoba di Kudus. Yang melibatkan beberapa orang. Seperti Farasanti sebagai pengedar sabu. Nur Ade Erwansyah sebagai perantara.

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi. Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Masyarakat Kudus Patungan untuk Biayai Tes Urine Dewan

urine

Warga memberikan uang koin saat aksi penggalangan dana untuk tes urine anggota DPRD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat Kudus yang menginginkan adanya tes urine bagi seluruh anggota dewan, melakukan aksi penggalangan dana di alun-alun setempat, Rabu (27/7/2016) sore.

Sejumlah warga melakukan aksi tersebut guna memberantas keberadaan narkotika di Kudus, termasuk kalangan dewan. Penggalangan dana, rencananya akan dilakukan hingga lima hari ke depan.

“Waktu tersebut, dianggap cukup untuk mengumpulkan hasil yang nantinya digunakan untuk tes urine. Kalau sebelum lima hari sudah cukup, maka aksi kami selesai,” katanya yang menamai dengan Konsorsium Masyrakat Kudus Peduli Pemberantasan Narkoba.

Menurutnya, jika sudah terkumpul, maka sumbangan dari masyrakat bakal diberikan kepada ketua dewan. Hal itu untuk kemudian dilakukan tes urine, sesuai dengan keinginan masyarakat.

Rencananya, aksi lanjutan bakal dilakukan besok pagi. Berbeda dengan hari ini, aksi besok pagi adalah aksi unjuk rasa, yang dilakukan di halaman Pendapa Kudus.

Aksi yang digalang murni dari masyarakat. Hasilnya untuk membiayai tes urine anggota DPRD Kudus.

Dengan bantuan masyarakat, diharapkan seluruh anggota dewan dapat melakukan tes urine tanpa terkecuali. Sebab pemberitaan yang diketahui, untuk melakukan tes urine membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itulah aksi peduli ini dilakukan.

Mereka berharap Kudus tidak ada lagi kasus narkotika. Dan segala bentuk narkotika, dapat dilakukan pemberantasan karena itu mencoreng nama baik Kudus sebagai Kota Religius.

Berdasarkan pantauan, beberapa pengguna jalan datang membawa koin untuk ditaruh dalam kardus. Lokasi yang strategis, yakni depan air mancur serta dilengkapi dengan banner, mengajak warga lain untuk bergabung.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PDI Perjuangan Preteli Jabatan Agus Imakudin

 

Politisi PDIP Agus Imakudin. (Facebook)

Politisi PDIP Agus Imakudin. (Facebook)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, karena penyalahgunaan narkoba membuat partai pengusungnya, PDI Perjuangan berang.

Partai berlambang banteng moncong putih itu, akan segera mempreteli seluruh jabatan yang melekat pada Agus Imakudin

Tak hanya bakal dicopot dari jabatannya sebagai ketua komisi, Udin juga bakal dicopot dari keanggotaan dewan dan struktur partai. Hal ini ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/7/2016).

“Peraturan di partai kami jelas. Siapapun, baik anggota maupun pimpinan, jika terlibat urusan narkoba akan dilepas keanggotaanya. Tak ada kata meskipun atau apa,” katanya.

Meskipun yang dimaksud Bambang merujuk keputusan BNN Provinsi Jateng, yang menganggap Agus Imakudin sebagai pengguna, dan akan dilakukan rehabilitasi. Menurut dia, partainya tak menoleransi anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan barang haram tersebut.

Ia menyebut, dengan dilepas keanggotaanya sebagai anggota partai, maka Agus Imakudin tak berhak lagi menyandang status sebagai anggota dewan. Dalam waktu dekat PDI Perjuangan akan memroses pemberhentian Agus Imakudin tersebut.

“Kata halusnya dilepas keanggotannya. Jadi bukan anggota partai lagi. Jika bukan anggota partai, maka tidak bisa mewakili partai di legislatif, dan tidak bisa berada di struktur partai,” terang anggota DPR RI ini.

Menurut dia, pergantian antar waktu (PAW) untuk Agus Imakudin ini akan dilakukan sesuai aturan undang-undang yang berlaku. DPC PDI Perjuangan Kudus akan mengusulkan pergantian kepada KPU dan pemberitahuan kepada pimpinan dewan.

Namun Bambang belum mau menjelaskan siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan posisi Agus Imakudin. Jika sesuai aturan yang berlaku, lanjut dia, maka calon anggota legislatif (caleg) dengan perolehan suara terbanyak di bawah Agus Imakudin di Pileg 2014 lalu, berpeluang diangkat sebagai anggota dewan.

Pernyataan Bambang Wuryanto ini mendasarkan dari keterangan BNN Provinsi Jateng, yang menyebut Agus Imakudin terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Agus Imakudin, terbukti mengkonsumsi dan memilik sabu.

Editor : Akrom Hazami

 

Nasib Agus Imakudin di DPRD Kudus Masih Tunggu Surat Resmi dari BNN Jateng

Masan, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Masan, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Meski Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin dinyatakan positif menggunakan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, namun, hinga kini belum ada sikap resmi dari pimpinan DPRD Kudus terkait nasib Udin sebagai anggota dewan.

Ketua DPRD Kudus Masan, hingga kini masih belum mengambil langkah terkait kasus Agus Imakudin. Politisi PDI Perjuangan yang juga satu partai dengan Agus Imakudin itu, masih menunggu surat resmi dari BNN Provinsi Jateng.

“Sebagai lembaga resmi, kami masih menunggu surat resmi dari pihak berwenang yaitu BNN Provinsi Jateng terkait kasus penggunaan sabu yang menyangkut anggota kami. Hal ini untuk menjadi acuan kami dalam mengambil sikap,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Jika nanti pihaknya sudah mendapatkan surat resmi, maka, akan dilakukan pembahasan di internal DPRD mengenai langkah yang diambil.  “Saya ini ketua bukan kepala. Jadi harus melakukan pembahasan terlebih dahulu kepada angggota sebelum memutuskan tindakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Kehormatan DPRD Kudus Setya Budi Wibowo juga menyampaikan, jika pihaknya akan melakukan komunikasi dengan BNN Provinsi Jateng terkait kasus ini.  “Soal tindakan, dalam waktu dekat ini akan kami rapatkan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ini Barang Bukti yang Disita dari Kasus Agus Imakudin

gelar 6

Sejumlah barang bukti yang disita dalam gelar kasus sabu yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah melakukan gelar perkara kasus sabu yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, Rabu (27/7/2016).

Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, ada beberapa barang bukti yang disita. Di antaranya mobil Suzuki Vitara, sikat gigi lipatan plus kotaknya, serta beberapa unit ponsel berbagai merek.

Selain itu ada pula sabu milik Agus Imakudin yang ditemukan dua bungkus dengan totalnya 0,9 gram.

Ada juga, barang bukti sabu milik Farasanti  3,9 gram sabu sebanyak empat bungkus. Barang bukti tersebut disita BNNP Jateng.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru dalam gelas kasus, mengatakan, kasus tersebut akan terus dikembangkan. “Terus dikembangkan,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

 

 

Terbukti Nyabu, Agus Imakudin Hanya Direhabilitasi

Tersangka sabu sedang menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Tersangka sabu sedang menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin (AI) dinyatakan menjalani rehab di kantor BNN Jateng di Madukoro, Semarang.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru dalam gelas kasus, Rabu (27/7/2016) mengatakan, Agus direhabilitasi di BNN. Karena positif terbukti mengonsumsi sabu. Pada saat penggeledahan, sabu yang dibawanya kurang dari 1 gram.

“AI juga merupakan pengguna. AI itu pencandu berat. AI direhab,” kata Tri.

Agus akan menjalani proses itu di Balai Rehab BNN. Sampai dirasa pulih, Agus akan dibawa ke Rumah Damping di Sampangan Semarang. Sampai benar-benar pulih. “Tapi terus kami pantau,” ujarnya.

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi.

Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Karena Agus Imakudin dinyatakan positif menggunakan sabu, maka BNNP akan menangani AI melalui Tim Assesmen Terpadu sembari proses hukum tetap berlangsung.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

 

 

Transaksi Sabu Agus Imakudin Dilakukan di Mobil

gelar 4

Suasana gelar kasus narkoba yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru membeberkan kronologis pasti penangkapan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin.

Hal itu disampaikan saat gelar kasus di halaman kantor BNNP Jateng Kota Semarang, Rabu (27/7/2016).

Tri mengatakan terkait penangkapan tersebut, bermula saat BNNP Jateng mendapat informasi adanya transaksi narkoba di RS Tlogorejo Semarang, Senin (25/7/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari informasi tersebut pihaknya bergerak hingga mengikuti seorang pria yang turun dari mobil Pajero G-7195-DC masuk ke mobil Suzuki Vitara H-7291-TW.  “Kami ikuti mobil, termasuk hingga sampai ke kawasan Blok N 3 Puri Anjasmoro Semarang,” jelasnya.

Di lokasi tersebut pihaknya yakin kalau ada transaksi di mobil tersebut. BNNP langsung melakukan penyergapan dilanjutkan penggeledahan. “Saat digeledah ada dua orang, satu pria (Agus-red) dan teman wanitanya berinisial NN atau VR,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, di mobil Agus ditemukan dua bungkus sabu-sabu yang disembunyikan dalam lipatan sikat gigi yang diletakkan di pintu kanan mobil. “Penindakan itu kami lakukan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Dari penindakan itu berkembang hingga pihaknya menangkap Nur Ade Erwansyah, warga Desa Sunggingan, Kudus.

Dia ditangkap di sebuah warung di kawasan Graha Padma Semarang. Setelah memeriksa Nur, muncul nama baru hingga sekitar pukul 23.00 WIB, pihaknya kembali bergerak dan menangkap Farasanti , warga Barongan, Kudus.

Wanita tersebut ditangkap di Hotel Proliman Jalan Bakti nomor 5 Kudus. “Dari dia (Farasanti-red), empat paket sabut seberat 3,9 gram,” ujarnya.

Terkait NN atau VR yang ditemukan bersama Agus dalam mobil hingga saat ini statusnya hanya saksi. “Urinenya juga negatif,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Stres dan Sakit Perut Bikin Agus Imakudin Tak Dihadirkan di Gelar Kasus

gelar 2

Suasana gelar kasus Agus Imakudin yang berlangsung di kantor BNNP Jateng Semarang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin alias AI tidak dihadirkan dalam gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Barat, Rabu (27/7) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut tidak dihadirkan lantaran kondisi kesehatannya bermasalah. “Dia (Agus) lagi sakit perut jadi tidak bisa dihadirkan,” katanya.

Selain alasan tersebut, lanjut dia, Agus diduga juga mengalami tekanan kejiwaan atau stres lantaran penangkapan tersebut. “Dia masih tertekan,” jelasnya.

Untuk itu dalam gelar perkara tersebut pihaknya hanya menghadirkan dua tersangka yakni Nur Ade Erwansyah (31), pengedar, dan Farasanti (28), pemasok sabu Agus.

Sebagaimana diketahui, BNNP menangkap Agus Imakudin di kawasan Puri Anjasmoro Semarang, Senin (25/7/2016) sore. Dari penangkapan itu, BNNP menemukan barang sabu sekitar 1 gram.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Begini Suasana Gelar Kasus Agus Imakudin di Kantor BNNP Jateng

Mobil yang dipakai Agus Imakudin saat tertangkap BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Mobil yang dipakai Agus Imakudin saat tertangkap BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar kasus sabu-sabu yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin, di halaman kantornya, di Madukoro, Kota Semarang, Rabu (27/7/2016) pagi.

Hingga sekarang, proses gelar kasus sedang berlangsung. Sejumlah pejabat BNNP Jateng hadir dalam gelar. Selain itu pula, ratusan wartawan juga telah hadir untuk meliputnya.
Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, suasana riuh terjadi saat berlangsungnya gelar kasus.

BNNP menghadirkan beberapa barang bukti. Di antaranya adalah salah satu unit mobil warna putih dengan nopol H 7291 TW.

Di mobil itulah, Agus Imakudin tertangkap petugas BNNP, Senin (25/7/2017). Di mobil itu pula, BNNP menggeledah Agus Imakudin. Sampai akhirnya, BNNP menemukan barang haram yang tersimpan di mobil.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Kasus Agus Imakudin Digelar Pagi Ini

Kantor BNNP Jateng di Kota Semarang menjadi lokasi gelar kasus Agus Imakudin.

Kantor BNNP Jateng di Kota Semarang menjadi lokasi gelar kasus Agus Imakudin.

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jateng menggelar kasus anggota DPRD Kudus Agus Imakudin, bersama dua rekannya, Rabu (27/7/2016) pukul 09.00 WIB.

Gelar kasus akan digelar di kantor BNNP Jateng di wilayah Madukoro, Kota Semarang. Hal itu sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

Humas BNNP Jateng, Kompol Yuli mengirimkan pesan pendek (SMS) ponsel ke MuriaNewsCom.

Berikut isi pesan pendek tersebut.  “Mhn hadir acr PERS Realis 3 tsk anggota dewan dprd Kudus di kantor BNNP jtg hari rabu tgl 27 Juli 2016 jam 09.00 Wib. Tmks.”

Sebagaimana diberitakan, Senin (25/7/2016) sore, BNNP menggerebek Agus Imakudin, dan teman wanitanya di Puri Anjosmoro, Kota Semarang.

Petugas BNNP menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Kasus Agus Imakudin, Anggota DPRD Kudus Segera Tes Urine 

urine

Anggota DPRD Kudus Nor Khabin melakukan rapat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam menyikapi Agus Imakudin yang tertangkap BNNP Jateng, DPRD Kudus mengambil langkah. Seperti halnya melakukan tes urine bagi semua anggota, agar jelas kebenarannya.

Hal itu diusulkan anggota DPRD Kudus, Nor Khabsin. Menurutnya tes urine harus segera dilakukan. Sebab, citra buruk sebagai perwakilan rakyat dapat tercoreng gara gara hal itu.

“Dalam pemberitaan menyebutkan, kalau AI adalah ketua komisi C DPRD Kudus. Jadi nama DPRD sudah dibawa dalam hal ini,” katanya.

Pihaknya meminta ketua DPRD agar bersifat tegas, supaya kasus tersebut segera diselesaikan. Bahkan kalau perlu tes urine dilakukan hari ini juga, Selasa (26/7/2016).

“Jangan sampai masyarakat tidak mempercayai kita lagi. Jadi dewan harus mengambil tindakan,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua BK Setya Budi Wibowo. Dia menuturkan kalau tes urine sifatnya sangat mendesak. Hal itu juga yang harus dilakukan supaya masyarakat tahu tentang pemimpin mereka.

“Kalau dia, dalam kinerja bagus,,aktif. Sebagai ketua komisi juga rajin. Jadi dalam bertugas sudah bagus,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

 

Demi Tes Urine, Dewan Kudus Akan Potong Gaji

tes urine urunan

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, oleh BNNP Jateng akibat narkoba, memberi dampak.

Di antaranya, para wakil rakyat ingin membuktikan bahwa anggota DPRD lainnya tidak mengonsumsi narkoba. Mereka sepakat melakukan tes urine, serempak. Bahkan, mereka siap dipotong gajinya agar tes bisa dilakukan.

Hal itu merupakan kesepakatan dari usulan sejumlah anggota dewan. Karenanya, kegiatan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ketua DPRD Kudus Mas’an saat memimpin sidang paripurna mengatakan, tes urine untuk semua anggota dewan akan segera dilaksanakan. Untuk biaya tes urin, akan dipotong melalui gaji anggota dewan.

“Biaya tes urine akan diambilkan dari gaji anggota,” katanya sambil menggedok palu dalam rapat paripurna, Selasa (26/7/2016).

Sebelum digedok, DPRD sebenarnya mendukung tes urine. Namun, kendala biaya menjadi sebab tes tidak dapat dilaksanakan sampai sekarang.

Namun dengan bersedianya anggota dipotong gaji, maka tes urine bisa segera diagendakan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Istri Agus Imakudin: Saya Tahu Perempuan Itu, Tapi Keluarga Kami Baik-baik Saja

istrinya lag ei

Istri Agus Imakudin hanya bisa pasrah.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Novi Okta Fitria, istri Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, mencurahkan isi hatinya, saat dihubungi MuriaNewsCom, terkait dengan penangkapan suaminya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah karena diduga menyimpan sabu-sabu. Apalagi saat ditangkap, suaminya bersama dengan perempuan lain.

Agus ”Udin” Imakudin ditangkap BNNP Jateng bersama dengan seorang perempuan berinisial VR, di salah satu ruas jalan di kompleks Perumahan Puri Anjasmoro, pada Senin (25/7/2016) sore kemarin. Saat diperiksa, ditemukan satu paket sabu-sabu seberat kurang lebih 1 gram, yang disembunyikan di sikat gigi.

Sang istri, Novi, masih berada di kantor BNNP Jateng untuk mendampingi suaminya menjalani pemeriksaan hingga Selasa (26/7/2016). Menurutnya, dia mengetahui perempuan yang ditangkap bersama suaminya itu. ”Kalau teman perempuannya yang VR itu, saya sudah tahu lama. Sejak setahun lalu,” jelasnya.

Menurut Novi, sejauh yang dia ketahui, VR adalah orang Cirebon. Namun, hanya sejauh itu yang diketahuinya mengenai VR tersebut, hingga akhirnya dirinya mendapat kabar jika suaminya tertangkap dengan perempuan tersebut.

Hanya saja, Novi menegaskan jika keluarganya baik-baik saja mengenai kabar tersebut. Meski memang dirinya kecewa dengan kejadian tersebut. ”Saya memang kecewa, marah. Namun saya tetap support Bapak (Agus Imakudin, red). Dan keluarga kami masih baik-baik saja,” tegasnya.

Menurut Novi, saat diperiksa BNN, sudah ada pengacara yang mendampingi suaminya tersebut. Pengacara itu adalah pengacara yang ditunjuk BNN, dalam pemeriksaan yang dilakukan. ”Namun pengacaranya siapa, saya lupa. Yang jelas, saya belum mau ngomong banyak. Saya tunggu pemeriksaan dahulu,” katanya.

Editor: Merie

 

Kasus Agus Imakudin, BK DPRD Pastikan Tindak Lanjuti

Ketua BK Setya Budi Wibowo (baju hitam) menjelaskan BK bakal menindak lanjuti kasus penangkapan Agus Imakudin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua BK Setya Budi Wibowo (baju hitam) menjelaskan BK bakal menindak lanjuti kasus penangkapan Agus Imakudin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar anggota DPRD Kudus, Agus Imakudin yang tertangkap lantaran membawa narkoba dipastikan ditindak lanjuti oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus. BK memastikan dalam waktu dekat bakal menggelar rapat secara khusus untuk membahasnya.

Ketua BK DPR Kudus Setya Budi Wibowo, mengatakan lembaga dan rapat terkait hal itu bakal digelar pekan ini. Rapat dilakukan secara internal, sebelum akhirnya memutuskan langkah kebijakan.

“Paling lambat pekan depan sudah ada pembahasan. Kebetulan dalam waktu dekat ada pembahasan anggaran perubahan, setelah itu kami BK akan mengadakan pembahasan,” katanya.

Menurutnya, kabar secara pasti tentang ketua komisi C yang ditangkap masih belum diterima. Pihaknya mengaku, hanya mendapatkan kabar dari sejumlah media yang memberitakan penangkapan Agus Imakudin.

Untuk itu, komunikasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) akan dilakukan dalam waktu yang dekat pula. Hal itu, untuk mengetahui kepastian pemberitaan apakah benar atau bukan.

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

Untuk ancaman, dia mengungkapkan kalau benar melanggar janji dan sumpah, maka dapat diterapkan hukuman pemberhentian sementara atau juga di PAW. Sebab, hukuman yang diterima jika positif adalah, lima tahun.

“Sebenarnya tanpa BK juga bisa, cukup dari partai, fraksi atau dari DPRD,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

BNNP Jateng Pastikan Agus Imakudin Resmi Tersangka

narkoba ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memastikan bahwa Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, jadi tersangka.

Humas BNNP Jateng Kompol Yuliasih  melalui pesan pendek (SMS) ke MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016). “Tersangka anggota dewannya,” kata Yuliasih.

Sebagaimana diinformasikan, Agus Imakudin sampai sekarang masih gencar menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng di Madukoro, Semarang.

BNNP menetapkan Agus Imakudin jadi tersangka penyalahgunaan narkotika. Agus Imakudin beserta temannya, digerebek di Puri Anjasmoro, Semarang. Tepatnya pada Senin (25/7/2016).

BNNP telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan mereka disita satu paket kecil narkotika jenis sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Agus Imakudin Jarang Bergaul di Lingkungan Sekitar Sejak jadi Anggota Dewan

Agus Imakudin (Foto: facebook)

Agus Imakudin (Foto: facebook)

MuriaNewsCom, Kudus – Penangkapan Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng karena kasus sabu, pada Senin (25/7/2016) sore, ternyata juga sudah didengar para tetangga.

Masudi, warga RT 1 RW 1 Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari rumah Agus Imakudin mengaku jika dirinya sudah mendengar jika Udin tersandung kasus narkoba. “Memang sudah denger, tapi tak begitu detail seperti apa,” katanya.

Dirinya juga menyebut, jika Udin juga jarang bergaul di lingkungan tempat tinggalnya semenjak menjadi anggota DPRD Kudus. Apalagi ketika pulang ke kediamannya, katanya, tak tentu jam berapa. “Kalau ketemu orang nyapa iya, tapi dia (Udin) itu jarang mau kumpul-kumpul dengan tetangga,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Eko yang juga merupakan tetangga dari Agus Imakudin. Menurutnya, masyarakat sekitar kurang begitu suka dengan Udin, sebab, Udin jarang bergaul dengan tetangga atau masyarakat sekitar.

“Nggak pernah kumpul-kumpul dengan tetangga, misalnya di warung atau apa. Padahal, dulu sebelum jadi anggota dewan tidak begitu. Kami juga sudah dengar selentingan-selentingan dia terjerat kasus narkoba,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

BNNP Masih Gencar Interogasi Agus Imakudin

sabu

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin dii Perumahan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Senin (25/7), kini yang bersangkutan masih intensif menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun, Udin, panggilannya, ditangkap setelah menghadiri Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD Perubahan Kudus 2016 di DPRD Kudus. Dia digerebek saat mengendarai mobil di pertigaan Blok N3, Perumahan Puri Anjasmoro pukul 16.00 WIB.

Udin dipastikan membawa sabu-sabu. Setelah digeledah, petugas menemukan sabu-sabu 1 gram yang disembunyikan di dalam kemasan sikat gigi yang diselipkan di pintu mobil.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016) pagi mengatakan, “Belum ada yang baru. Nanti saya hubungi lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Agus Imakudin sebelumnya sempat dikabarkan digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, pada Sabtu (4/6/2016) di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan Semarang, Blok B2 nomor 11, Kota Semarang. Saat itu, Agus digerebek bersama seorang perempuan berinisial VR tersebut.

Namun ketika itu, saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Kepala Subdirektorat II Dit Resnarkoba Polda Jawa Tengah, AKBP Carto Nuryanto mengatakan jika tidak ada apa-apa

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

Pengacara Agus Imakudin Pastikan Kliennya Tidak Ada di Lokasi Kejadian

Pengacara Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, Subarkah (membaca kertas, red), saat menyampaikan bantahannya soal keterlibatan kliennya itu pada kasus penggerebekan oleh Polda Jateng beberapa waktu lalu, dalam jumpa pers yang diadakan di RM Kenari, Rabu (15/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengacara Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, Subarkah (membaca kertas, red), saat menyampaikan bantahannya soal keterlibatan kliennya itu pada kasus penggerebekan oleh Polda Jateng beberapa waktu lalu, dalam jumpa pers yang diadakan di RM Kenari, Rabu (15/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bantahan keras disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kuds Agus ”Udin” Imakudian, terkait dengan berita tertangkapnya dirinya oleh aparat Polda Jateng atas kasus sabu-sabu, pada Sabtu (4/6/2016) lalu.

Pernyataan bantahan itu juga disampaikan pengacara Agus Imakudin, Subarkah, yang hadir dalam jumpa pers yang khusus digelar yang bersangkutan, di RM Kenari, Rabu (15/6/2016).

Subarkah mengatakan, pihaknya ingin membersihkan nama baik dari kliennya itu, yang sudah tercemar gara-gara berita penggerebekan tersebut. ”Kami ingin supaya media bisa meluruskan berita mengenai klien kami, yang disebutkan telah digerebek bersama teman wanitnya lantara pesta sabu di Semarang. Karena hal itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Keterangan yang disampaikan Subarkah juga sama dengan apa yang disampaikan Udin. Bahwa kliennya pada saat kejadian, ada di Pekalongan mengikuti workshop. ”Ada saksi yang bisa menerangkan jika klien kami saat itu ada di Pekalongan untuk kegiatan dewan,” jelasnya.

Bahkan untuk memperkuat hal itu, Subarkah mengatakan jika pihaknya juga telah mengkroscek kebenaran berita itu, ke Subdirektorat II Direktorat Resnarkoba Polda Jawa Tengah.

”Kami datangi Polda Jawa Tengah dengan membawa bukti-bukti soal keberadaan klien kami. Baik itu undangan workshop di Pekalongan, maupun daftar hadir itu sendiri. Dari pihak Polda Jateng mengatakan bahwa memang benar ada kejadian penggerebekan itu. Namun itu adanya di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan, Kota Semarang. Dan di sana, tidak ada orang yang ditangkap atau digerebek bernama Agus Imakudin, atau yang kemudian diinisial AI dengan teman wanitanya,” ungkapnya.

Karena itu, Subarkah menegaskan jika berita yang ada sama sekali tidak benar. Berita itu hanyalah opini semata, sehingga berdampak pada pencemaran nama baik klien kami.

Subarkah bahkan mengatakan jika pihaknya akan menempuh jalur untuk mengadu ke Dewan Pers, terkait pemberitaan yang ada tersebut. ”Bilamana Dewan Pers memberikan surat reklomendasi untuk penyelesaiannya, maka kita akan meminta hak jawab dari media yang memberitakan kasus itu. Selain itu, bagi yang menge-share berita tersebut, akan dikenakan UU ITE,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu saksi yang dibawa Agus Imakudin dalam acara jumpa pers tersebut, Ali Mukhlisin, mengatakan bahwa memang benar saat itu Agus Imakudin bersama dengan dirinya, melaksanakan workshop di Pekalongan.

”Bahkan, dia satu kamar dengan saya. Dan masih melaksanakan workshop bersama saya. Masak kemudian diberitakan ketangkap lantara narkoba,” katanya.

Editor: Merie

Agus Imakudin Bantah Keras Dirinya Digerebek Terkait Narkoba

Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin (dua dari kiri, red) memberikan keterangan mengenai berita digerebeknya dirinya oleh polisi atas kasus sabu-sabu, dalam jumpa pers yang digelar di RM Kenari, Rabu (15/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin (dua dari kiri, red) memberikan keterangan mengenai berita digerebeknya dirinya oleh polisi atas kasus sabu-sabu, dalam jumpa pers yang digelar di RM Kenari, Rabu (15/6/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berita digerebeknya salah satu anggota DPRD Kudus, yang kemudian diduga kuat adalah Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, terkait dengan narkoba di Semarang akhir pekan lalu, dibantah keras yang bersangkutan.

Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers yang digelar di Rumah Makan Kenari, Rabu (15/6/2016) malam. Agus Imakudin yang akrab disapa Udin itu mengatakan, dirinya memang ingin mengklarifikasi apa yang sudah diberitakan di beberapa media terkait dengan keberadaan dirinya.

”Saya mengumpulkan teman-teman (wartawan, red) ini bukan bermaksud untuk mendukung saya. Namun saya ingin meluruskan saja mengenai pemberitaan yang dikaitkan dengan saya, yang katanya digerebek polisi karena kasus sabu-sabu,” terangnya.

Udin mengatakan, berita yang membuat Kudus menjadi ramai itu, memang sangat mengganggu dirinya. Termasuk imbasnya kepada keluarganya, yang juga sangat shock mendengar berita tersebut. ”Keluarga saya, termasuk anak dan istri saya, shock berat dengan pemberitaan ini. Tentu saja ini sangat merugikan saya,” katanya.

Ditegaskan Udin, dirinya tidak pernah digerebek anggota polisi terkait kasus sabu-sabu. Pada waktu itu, yakni Sabtu (4/6/2016), dirinya tengah mengikuti kegiatan dewan. ”Saya ikut kegiatan workshop dewan di Pekalongan. Dari hari Jumat (3/6/2016) sampai Minggu (5/6/2016), saya ikut dalam workshop tersebut bersama anggota dewan lainnya,” jelasnya.

Itu sebabnya, Udin merasa heran bagaimana media kemudian mengaitkan berita penggerebekan itu, dengan dirinya. Pasalnya, setelah dari Pekalongan, dirinya kemudian melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, hingga Sabtu (11/6/2016).

Apalagi, Udin mengatakan jika dirinya sangat terganggu, karena dalam berita itu, dirinya dikatakan digerebek bersama seorang perempuan berinisial VA. ”Ini yang kemudian membuat keluarga saya kaget. Sampai-sampai anak dan istri saya pulang ke rumah orang tuanya. Jelas berita ini sangat mengganggu dan membuat saya shock. Sangat merugikan saya,” katanya.

Namun ke depannya, Udin mengaku belum tahu akan melakukan apa. Dia lebih memilih menyerahkannya kepada pengacaranya, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.
”Untuk tindak lanjutnya bagaimana, saya serahkan ke pengacara saya saja. Saya hanya ingin menegaskan, kalau saya sama sekali tidak melakukan apa yang diberitakan tersebut,” tegasnya.

Editor: Merie

Pernyataan Imakudin Disebut Bertolak Belakang dengan Janjinya Sendiri

Agus Imakudin, Manajer Persiku. (MURIANEWS)

Agus Imakudin, Manajer Persiku. (MURIANEWS)

KUDUS – Statemen mengejutkan Udin terkait gaji pemain Persiku, membawa dampak yang luas. Apalagi perkataanya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan kepada para pemain Persiku Kudus, sesaat setelah dia memutuskan untuk membubarkan tim beberapa waktu lalu.
Beberapa pemain yang menyatakan bahwa Udin telah berjanji akan melunasi gaji setidaknya di Bulan Ramadan adalah sang kapten Agus Santiko, kemudian Murwanto, Adit Wafa dan beberapa pemain lainnya.
Ketika murianews.com, bersua dengan ketiga pemain tersebut, mereka menyatakan bahwa pada hari ketika pemain Persiku mendatangi rumah Udin di Desa Loram, Udin berjanji akan membayar gaji pemain pada Bulan Ramadan. Hanya, waktu itu Udin minta pemain bersabar karena dia mesti mencari dana talangan dulu.
Kapten Persiku Agus Santiko bahkan secara gamblang menyatakan Udin memang benar-benar mengucapkan janji itu.
Kini pemain Persiku hanya bisa berharap bahwa apa yang dijanjikan Udin pada pertemuan dulu, ditepatinya. Sebab, sebagian besar dari skuat Persiku kesulitan mendapatkan mata pencaharian dan hanya mengandalkan gaji dari bermain bola untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. (M IQBAL NA’IMY/KHOLISTIONO)