Kuota Sertifikasi Tanah Prona Kabupaten Pati Terbesar Kedua di Jateng

Suasana pengurusan sertifikasi tanah di Kantor BPN Pati, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kuota sertifikasi tanah gratis dari pemerintah atau Program Nasional Agraria (Prona) untuk Kabupaten Pati tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Di Jawa Tengah, kuota prona untuk warga Pati terbesar kedua setelah Kota Semarang.

“Tahun ini, kuota untuk Kabupaten Pati sebanyak 40.000, sedangkan paling besar adalah Kota Semarang yang mencapai 50.000, disusul daerah lainya yang jumlahnya belasan ribu,” ujar Kepala Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, di Pati, Kamis (10/8/2017).

Kuota sebanyak 40.000 itu disebar di 97 desa di Kabupaten Pati. Sementara pemberkasan dari pendaftar prona di Pati sudah mencapai 75 persen.

Dia menyebut, Pati mendapatkan perhatian khusus setelah tahun lalu hanya mendapatkan kuota 15.000 sertifikasi. Karena itu, masyarakat diminta untuk ikut proaktif menyambut prona yang dicanangkan Presiden Jokowi.

“Aktif yang kami maksud, semua syarat harus dipenuhi, misalnya kartu tanda penduduk (KTP), pembayaran pajak, hingga buku C yang dilegalisasi desa. Ini program pemerintah, warga tinggal duduk manis, sertifikat sudah jadi. Maka harus disambut dengan baik dan proaktif,” tuturnya.

Ada sejumlah keuntungan bila masyarakat ikut ambil bagian dalam prona. Salah satunya, biaya murah dan mudah, mendapatkan jaminan kepastian hukum, serta memiliki status tanah yang jelas karena sudah mengantongi sertifikat tanah.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Pati Joko Purwanto mengatakan, persoalan biaya prona memang menjadi kewenangan pemerintah desa. Hanya, pihak BPN ikut memberikan fasilitas berupa pengukuran dan sertifikasi.

“Sesuai dengan perbup, biaya lain-lain itu ada tim khusus dari desa. Kalau dari BPN tentu gratis, tapi di tingkat desa memang ada panitianya yang menentukan,” pungkas Joko.

Editor : Akrom Hazami