Jadi Sasaran Adipura, Pengelolaan Sampah TPA Tanjungrejo Kudus Diprioritaskan

Kadinas PKPLH Abdul Halil (dua dari kanan) mengarahkan petugas agar lebih aktif bekerja saat meninjau TPA Tanjungrejo, Rabu (22/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Usai mendapatkan Adipura Kencana, Pemkab Kudus kembali mengincar piala Adipura Kencana. Sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Abdul Halil mengatakan, dari sekian banyak lokasi penilaian Adipura, yang paling banyak dominan adalah pengelolaan sampah atau TPA. Untuk itu, pada penilaian kali ini TPA akan dilakukan peningkatan agar hasilnya maksimal.

“Untuk wahana di TPA Tanjungrejo sudah cukup, seperti taman bermain, ruang hijau dan juga penataan lokasi sampai pengolahan sampah. Tinggal menjaganya saja agar tetap bagus,” katanya kepada media, Selasa (22/11/2017) saat meninjau TPA

Menurut dia, yang paling mengkhawatirkan di sana, adalah keberadaan para pemulung yang setiap hari selalu mencungkil sampah. Apalagi saat memasuki musim hujan, di mana bau sampah bisa lebih mudah tersebar.

Menyikapi hal itu, petugas TPA yang dikomando dari UPT TPA Tanjungrejo, diminta agar selalu aktif memantau aktivitas rutin pemulung. Meski lokasi pernikahan sampah sudah ditentukan, namun pengawas harus tetap dilakukan.

“Kami lakukan yang terbaik agar penilaian bagus. Tak berhenti di Adipura saja, namun juga untuk kebutuhan masyarakat di TPA agar lebih nyaman,” ungkap dia

Disebutkan, Penilaian untuk mendapatkan kembali Adipura Kencana dijadwalkan mulai pekan depan. Sasarannya adalah seluruh wilayah Kudus. Dan karena sudah lima kali berturut-turut dan mendapatkan Adipura kencana, maka penilaian akan dilakukan dari pusat.

“Persiapan untuk penilaian sudah kami lakukan. Mulai dari kordinasi dengan instansi terkait agar semuanya berjalan dangan lancar,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Ingin Sabet Adipura Kencana, 2 Kabupaten di Jateng Timba Ilmu di Kudus

Bupati Kudus Musthofa saat memberi materi stady banding Kabupaten Magelang dan Temanggung, Senin (30/10/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Magelang dan Temanggung meminta kiat-kiat mendapatkan prestasi Adipura Kencana ke Kudus, Senin (30/10/2017). Hal itu dilakukan setelah keduanya mendapat rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Republik Indonesia.

”Kami ingin Pak Bupati Kudus gamblang membeberkan kiat-kiat prestasi Adipura Kencana. Kami ingin seperti Kudus,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Tri Agung Sucahyono.

Tri Agung menjelaskan, saat ini Kabupaten Kudus merupakan satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah yang berhasil memperoleh Adipura Kencana. Padahal, tahun ini pemerintah pusat hanya meloloskan enam kabupaten/kota se-Indonesia membawa pulang Adipura Kencana.

Prestasi ini menjadi salah satu magnet Kudus untuk daerah lain melakukan studi banding ke Kudus. Hal itulah yang melatar belakangi Pemkab Temanggung bersama dengan Pemkab Magelang datang ke Kota Kretek.

”Kami juga ingin belajar mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan serta berbagai sektor lain di Kudus yang telah menunjukkan keberhasilan,” ujarnya.

Rombongan dua kabupaten ini diterima langsung oleh Bupati Kudus Musthofa. Keduanya mengaku ini dengan prestasi Adipura Kencana di Kudus dan berbagai kemajuan di Kudus.

Sekdin DPUPKP Temanggung Hendro Sumaryana merasakan kenyamanan ketika masuk Kudus. Harapannya, Musthofa bisa sharing ilmu mengenai tips untuk membangun Kudus dari berbagai sektor untuk ditularkan di Temanggung.

”Pak Musthofa ini pemimpin yang visioner. Semoga bisa memberikan inspirasi bagi kita semua. Dan terima kasih, Pak Bupati, atas penyambutan yang luar biasa di sini,” kata Hendro yang menyebut Kudus terus berbenah semakin baik tiap tahunnya.

Sementara itu, Bupati Kudus mengatakan bahwa semua keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras seluruh OPD. Karena menurutnya tidak ada satupun OPD yang lebih unggul. Tetapi harus saling melengkapi sesuai bidang kerjanya.

”Kami di sini menyebutnya sebagai manajemen kolaborasi. Semuanya saling bersinergi,” jelas Musthofa.

Yang tidak bisa diabaikan adalah besarnya peran serta dan partisipasi masyarakat. Kemampuan memberdayakan masyarakat dan pihak swasta menjadi hal penting untuk bersama-sama membangun Kudus.

”Sebagaimana pembebasan tanah pembangunan jalan lingkar utara dan adanya sekolah vokasi berstandar internasional. Semuanya tanpa APBD, tetapi dengan partisipasi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Pemkab Rembang Fokus Tingkatkan Kualitas Air untuk Bisa Raih Adipura

Plt Kabid Penyajian Dampak dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Budi (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Plt Kabid Penyajian Dampak dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Budi (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Tahun 2015 ini, Rembang kembali gagal meraih penghargaan bergengsi Adipura. Namun, pada tahun depan Rembang menargetkan dapat meraih Adipura.

Untuk bisa mencapai hal itu, Pemerintah Kabupaten Rembang akan memprioritaskan terkait peningkatan kualitas air.

Hal tersebut disampaikan Plt Kabid Penyajian Dampak dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Budi Priyanggodo. “Nanti kita akan melakukan peningkatan kualitas air. Itu juga menjadi salah satu penilaian yang penting. Karenaselain kebersihan lingkungan, kualitas air di Rembang juga ada penilaiannya secara bertahap,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Senin (28/12/2015).

Menurutnya, sejauh ini kualitas air di Rembang sudah baik, namun tetap perlu ditingkatkan. Bahkan, hal itu menjadi salah satu prioritas program pada tahun 2016 nanti. “Ya, nanti untuk tahun depan kita fokus kepada peningkatan kualitas air,” tambahnya.

Selain fokus dalam peningkatan kualitas air di Rembang, pihaknya juga akan melakukan terobosan dengan bekerjasama secara intensif dengan SKPD terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Hal ini terkait penanganan persoalan kebersihan dan pengolahan di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Karena secara fisik, 95 persen kita bergantung sama DPU, baik dari kebersihan jalan dan TPA. Untuk TPA memang perlu penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Harapannya, dengan berbagai langkah yang direncanakan itu, Rembang kembali meraih Adipura. Jika merunut pengalaman sebelumnya, lanjut Budi, Rembang meraih Adipura sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 1998, 2010 dan tahun 2012. “Harapannya pada tahun depan kita bisa mendapat Adipura lagi. Kita baru tiga kali mendapatkannya, semoga tahun depan bertambah,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

Mantap! Kota Pati Lolos Verifikasi Penghargaan Adipura Kencana

Pintu masuk TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo yang rimbun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pintu masuk TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo yang rimbun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kota Pati bersama dengan tiga daerah lainnya seperti Kudus, Jepara dan Kota Magelang lolos verifikasi penghargaan Adipura Kencana. Salah satu yang mendongkrak penilaian, antara lain tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

“Ada empat kota yang lolos verifikasi penghargaan Adipura Kencana, yaitu Pati, Kudus, Jepara dan Magelang. Untuk Pati sendiri, poin tertinggi ada pada TPA yang dinilai punya peran besar dalam kebersihan dan kesehatan lingkungan di Pati,” ujar Penanggungjawab TPA Sukoharjo Agus Darmono kepada MuriaNewsCom, Rabu (7/10/2015).

Hal itu, kata dia, mengingat TPA Sukoharjo punya kelengkapan berteduh dengan tingkat kerimbunan pohon yang memadahi. Selain itu, sejumlah tempat bermain dan adanya satwa mendukung TPA tersebut bernilai tinggi.

“Selama ini, TPA dikenal dengan tempat yang kotor, kumuh dan bau. Berbeda dengan TPA di Sukoharjo, tempatnya tidak bau, bersih, hijau dan dilengkapi taman bermain serta banyak satwa seperti landak, merpati, kijang, monyet dan lainnya,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap agar Kota Pati tahun ini kembali menyabet penghargaan bergengsi di bidang lingkungan Adipura Kencana. “Periode kemarin, Kota Pati sudah menyabet penghargaan itu. Ini lolos verifikasi dan kami berharap bisa meraih penghargaan kembali,” harapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)