Tukang Sapu Blora Diajak Syukuran Piala Adipura

syukuran adipura

Bupati Blora Djoko Nugroho memperlihatkan Piala Adipura Buana.

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho bersyukur usai kotanya mendapatkan penganugerahan Adipura Buana. Syukuran yang dilakukan bukanlah pesta dengan hingar bingar. Bupati melakukan syukuran dengan para tenaga kebersihan.

Petugas kebersihan tampak terharu saat penghargaan itu diperlihatkan oleh bupati. Ramai-ramai dari mereka serentak bersyukur.  Hadir pula Wakil Bupati Blora Arief Rahman. Kegiatan diadakan Pemerintah Kabupaten Blora mengadakan syukuran atas keberhasilannya memperoleh penghargaan Adipura Buana dari Presiden Joko Widodo .

Acara tersebut diikuti oleh 116 petugas kebersihan wilayah Kecamatan Blora dan diadakan di Alun-Alun Kota Blora pagi tadi, Selasa (26/7/2016).

Dalam sambutannya, Djoko menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh aspek masyarakat yang turut menjaga kebersihan serta keindahan Kabupaten Blora, sehingga dapat memperoleh penghargaan Adipura Buana.

Adipura Buana adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah yang menggabungkan unsur sosial dengan lingkungan untuk membentuk kota yang layak huni yang tercermin dari masyarakat kota yang peduli lingkungan.

“Kabupaten Blora dinyatakan layak huni dan bersih. Alhamdulillah bisa berhasil mendapatkan penghargaan Adipura Buana yang terakhir didapatkan pada tahun 2010 lalu. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djoko menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memiliki andil dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kabupaten Blora.

“Sebagai ungkapan terima kasih dari Pemkab Blora, Adipura Buana ini saya dedikasikan kepada bapak/Ibu para petugas kebersihan yang berperan besar atas keberhasilan ini. Semoga semua bisa ikut merasakan buah dari kerja kerasnya selama ini. Tapi jangan lupa, kita harus tetap menjaga kebersihan dan keindahan Kabupaten Blora,” harapnya.

Djoko juga menyampaikan apresiasinya kepada Kepala BUMN/BUMD Kabupaten Blora yang telah mendukung mempercantik kota Blora dengan taman-taman sebagai ruang terbuka hijau.

Editor : Akrom Hazami

 

Blora Ingin Adipura, tapi Sampahnya Wow!

Tugu Adipura di jalan Ahmad Yani Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tugu Adipura di jalan Ahmad Yani Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Mimpi Blora untuk meraih Adipura sangat serius. Meski mereka akui jika masih banyak kendala yang dihadapi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora Wahyu Agustini mengungkapkan, sampai saat ini sampah menjadi masalah utama di berbagai daerah di Indonesia meraih Adipura.

“Di Blora sendiri sampah masih menjadi masalah, seperti yang kita lihat di TPA yang saat ini sudah controlled landfill namun masih terkesan open dumping. TPA juga masih banyak sampah yang tercecer,” kata Wahyu.

Sistem open dumping, yakni pembuangan sampah di lahan tanah lapang tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Sedangkan controlled landfill adalah perbaikan atau peningkatan dari sistem open dumping. Perbaikan atau peningkatan ini meliputi adanya kegiatan penutupan sampah dengan lapisan tanah, fasilitas drainase serta fasilitas pengumpulan dan pengolahan.

Selain itu, lanjut Wahyu, bahwa kontainer tempat pembuangan sampah di pasar masih banyak yang bolong dan kurang bersih.  Untuk masalah sampah di permukiman di Blora juga masih belum ada pemilahan sampah. Sebab semua masih tercampur.

Pasar di Blora pun ikut menyumbang permasalahan sampah. Dia mengakui jika tempat pembuangan sampah di pasar masih belum memadai.  Bahkan drainase yang ada di pasar masih belum berfungsi. Termasuk masalah pertokoan yang ada di Blora.

Wahyu menegaskan bahwa masih belum adanya budaya membuang sampah pada tempatnya. “Seperti kita lihat di pertokoan Jalan Gatot Subroto depan pasar induk Blora dan Jalan Mr Iskandar serta Jalan Pemuda,” jelas Wahyu.

Perkantoran yang ada di Blora pun masih menjadi penyumbang masalah sampah. Hal itu tak lepas dari pemanfaatan pemilah sampah di perkantoran yang masih terkesan mangkrak dan kurang optimal.

“Tong sampah yang kami berikan bahkan ada yang hilang. Hal itu juga terjadi di sekolah, fasilitas transportasi dan rumah sakit yang ada di Blora. Sungai Bangkle, Sungai Grojokan dan Sungai Kajangan,” tambahnya.

Permasalahan tersebut membuat Pemkab Blora serius, dengan mengajak semua pihak untuk saling memikirkan dan mencari solusi.

Editor : Akrom Hazami

 Baca terkait :

Sst..sst Adipura jadi Mimpi Grobogan

Ini Strategi BLH Rembang untuk Raih Adipura